Pidato Presiden

Pengarahan Acara Penyerahan Penghargaan Kepada Atlet Peraih Medali Asian Games XV Doha

 

TRANSKRIPSI
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENYERAHAN PENGHARGAAN KEPADA OLAHRAGAWAN PERAIH MEDALI ASIAN GAMES XV TAHUN 2006
GEDUNG SERBA GUNA, GOR BUNG KARNO
19 JANUARI 2007



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,

Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Saudara Menteri Pemuda dan Olahraga dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Panglima TNI dan para Wakil Kepala Staf Angkatan, pejabat teras Kepolisisan, Saudara Gubenur DKI Jakarta, Pimpinan KONI Pusat, Bapak Wismoyo Arismunandar dan para sesepuh KONI, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, para pembina, pelatih, atlet dan olahragawan yang saya cintai dan saya banggakan.

Kita bersyukur hari ini dapat menyatukan tekad dan semangat kita untuk memajukan olahraga di negeri tercinta ini. Kalau tadi, Saudara Menteri Pemuda dan Olahraga telah melakukan semacam evaluasi pasang surut perjalanan keolahragaan di negeri kita hingga hari ini, saya mengajak Saudara-saudara untuk melihat ke depan, mulai dari hari ini menuju masa depan yang harapan kita jauh lebih baik dari apa yang kita alami sekarang ini. Dengan demikian, kita hidup dengan optimisme yang tinggi, kita melangkah dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi dan apabila itu yang menjadi semangat kita, Tuhan Yang Maha Kuasa akan memberikan jalan untuk peningkatan prestasi keolahragaan bangsa kita.

Tadi kita bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hati kita tergetar, kita ingat tanah air tercinta, Sang Saka Merah Putih. Oleh karena itu, adalah menjadi kebanggaan kita manakala lagu Indonesia Raya sering berkumandang di luar negeri, terutama pada event-event pertandingan atau kejuaraan olahraga pada tingkat internasional. Kita semua, saya dan rakyat Indonesia saya kira ingin lebih mendengar lagi diperdengarkannya lagu Indonesia Raya di seluruh dunia.

Saudara-saudara, para atlet dan olahragawan yang saya banggakan,
Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para pimpinan, pembina dan pengasuh, dan juga kepada para atlet yang telah berjuang dengan gigih dalam ASIAN Games yang baru lalu, yang dilaksanakan di Doha, Qatar. Kami melihat perjuangan keras seluruh anggota kontingen Indonesia, terutama para atletnya dan Saudara-saudara telah menyumbangkan prestasi yang bagaimana pun kita harus bangga, kita harus hormati dan kita harus menganggap ini babak penting dalam pengembangan dan pencapaian prestasi yang lebih tinggi lagi di masa yang akan datang.

Saya tahu medan laga semakin keras, saya tahu negara-negara lain telah memobilisasi semua potensi yang dimilikinya untuk memajukan olahraganya. Dan saya tahu, meskipun yang kita miliki belum kita kembangkan sepenuhnya milik bangsa ini, milik negara ini, tetapi Saudara-saudara telah berjuang sangat keras karena saya mengikuti semuanya itu dan atas nama rakyat, negara dan Pemerintah Indonesia dengan tulus, terimalah ucapan terima kasih dan penghargaan saya.

Di depan kita ada SEA Games akhir tahun ini yang akan dilaksanakan di Thailand. Tahun depan ada Pekan Olahraga Nasional yang akan dilaksanakan Insya Allah di Samarinda, Kalimantan Timur. Mari kita bekerja keras untuk meningkatkan prestasi kita pada SEA Games mendatang di Thailand dan mari kita bekerja keras untuk mencetak prestasi-prestasi baru pada PON tahun 2008 di Kalimantan Timur.

Saya yakin dan percaya, perkembangan yang saya amati dewasa ini, kita sangat mungkin untuk meningkatkan prestasi dan capaian kita, baik pada SEA Games tahun 2007 ini dan pada PON tahun 2008 mendatang. Kita pernah sangat berhasil di waktu yang lalu, sejarah mencatat, sekali lagi, pasang surut atas dunia keolahragaan di tempat kita ini. Bangsa yang besar adalah bangsa yang melakukan satu refleksi kritis yang jujur. Mengapa kita pernah jaya? Mengapa sekali-kali ada penurunan? Mengapa kita bangkit kembali, turun lagi dan seterusnya?

Oleh karena itu, yang paling baik adalah tidak perlu mencari siapa-siapa yang salah, tetapi kita semua, bangsa ini, negara ini harus berbuat lebih baik lagi, harus mawas diri, harus berbenah diri untuk semua melakukan upaya-upaya bersama, meningkatkan prestasi kita, membangkitkan kembali kejayaan bangsa kita di bidang olahraga. Dalam kaitan itu, saya ingin menyampaikan harapan, ajakan dan arahan saya, bukan hanya kepada Kementerian Negara Bidang Pemuda Olahraga, bukan hanya kepada KONI, baik pusat maupun daerah, tapi kepada kita semua, kepada seluruh jajaran Pemerintahan di negeri ini, pada seluruh komunitas masyarakat dan bangsa Indonesia dimana pun berada.

Pertama, olahraga kita akan maju kalau kita mencintai olahraga itu. Cinta pada profersi, cinta pada olahraga, kecintaan ini harus kita bangun, kita bangkitkan sedini mungkin, sejak anak-anak, menginjak dewasa, akhirnya menjadi culture, menjadi sikap batin, menjadi mindset bahwa kita mencintai olahraga, bukan hanya karena kita ingin menang bertanding, tetapi kita sungguh mencintai olahraga. Saya menyerukan kepada semua pemimpin, para orangtua, kita semua, marilah kita bangun kembali kecintai pada olahraga sedini mungkin. Dulu ada motto yang baik, mungkin karena ini muncul pada masa orde baru dianggap tidak relevan lagi, saya masih menganggap masih relevan. Dulu kita mengatakan mari kita olahragakan masyarakat dan mari kita masyarakatkan olahraga.

Itu masih relevan, kita ingin di sekolah-sekolah, di kampung-kampung, di pinggir-pinggir kota, di kompleks-kompleks perumahan, masyarakat kita berolahraga. Dalam kesempatan ini, sekaligus saya meminta kepada para pengembang permukiman, termasuk real estate dimana pun, pikirkan dalam mengembangkan area pemukiman itu, fasilitas untuk olahraga. Dengan demikian, olahraga berada di simpul-simpul kehidupan masyarakat. Dengan demikian, semakin cinta kita, semakin tergerak kita untuk melakukan olahraga, olahraga cabang apapun yang disenangi oleh masyarakat kita. Kecintaan.

Yang kedua, tanggung jawab. Kita semua bertanggung jawab. Mudah untuk menyalahkan orang lain, tetapi lebih baik kita, apa yang harus kita lakukan dalam rangka meningkatan olahraga di negeri kita ini. Saya ingin semua mengambil bagian dalam memajukan olahraga ini, apakah para pemimpin yang sedang bertugas di jajaran Pemerintahan, mulai dari saya, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, para pimpinan BUMN, para penyelenggara negara, para tokoh masyarakat, para pimpinan dunia usaha dan semua pihak. Kalau masing-masing ikut bertanggung jawab memikirkan, berkontribusi, bak pepatah, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Saya kira semuanya itu akan menyatukan energi kita dan ini merupakan kekuatan yang dasyat untuk mencapai cita-cita kita.

Kita ingin bukan hanya Bank Rakyat Indonesia yang berkontribusi secara nyata untuk memajukan dunia olahraga, tapi pihak-pihak manapun, Pemerintah dan swasta, saya berharap benar-benar mulai hari ini bisa secara konkrit memberikan kontribusinya dengan tanggung jawab yang tinggi sesuai dengan sistem yang berlaku. Insan pers tolong diangkat mereka-mereka yang punya dedikasi, punya kecintaan, punya tanggung jawab dan memberikan kontribusinya untuk memajukan olahraga di tanah air kita ini.

Yang ketiga, bangsa kita kurang senang memberikan apresiasi, salah sedikit ribut, miss sedikit olahraga kita luar biasa komentar tidak baiknya, padahal banyak sekali prestasi, capaian, hasil yang selama ini dilakukan oleh dunia olahraga kita. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh komponen bangsa, marilah kita tingkatkan apresiasi kepada olahraga, apresiasi kepada pembina olahraga dan apresiasi kepada atlet dan olahragawan. Beberapa kali saya menerima atlet datang ke Istana mendadak, saya proses hari itu juga, saya sematkan Bintang atau Satyalencana sebagai kebanggaan, penghargaan rakyat melalui Presiden langsung saya sematkan kepada yang bersangkutan. Ini adalah bentuk apresiasi dan saya ingin, semua rakyat kita memberikan rasa hormat dan apresiasi kepada para atlet yang berjuang untuk negaranya. Mereka telah mencurahkan apa yang dimiliki untuk Merah Putih, untuk Indonesia tercinta. Manakala ada prestasi, berikan penghargaan, berikan penghormatan. Ini adalah insentif moril yang luar biasa dan itu fair. Karena sekali lagi, sebagai koreksi diri, kita kurang senang, kurang terbiasa, tidak punya budaya untuk memberikan penghormatan, apresiasi kepada pihak lain sekecil apapun yang telah dilakukan.

Dari dunia olahraga, mari kita pelopori. Jadi ini bagian dari sportivitas, bagian dari jiwa olahragawan dan kehidupan di bidang olahraga. Apresiasi itu tentu, termasuk kesejahteraan. Oleh karena itulah, saya melewati Menteri Pemuda dan Olahraga, melewati juga para Gubernur, Bupati dan Walikota untuk memikirkan dalam kerangka APBN dan APBD, mana yang layak untuk kita keluarkan dalam rangkat apresiasi ini. Tetapi juga saya berharap dari komunitas yang lain juga ikut melakukan kontribusi dalam rangka apresiasi untuk memikirkan nasib, kejahteraan dan masa depan atlet kita ketika masih tampil dan ketika sudah tidak tampil.

Ini salah satu pintu masuk untuk memotivasi atlet-atlet muda, olahragawan muda sehingga mereka akan mengatakan, saya lebih baik menjadi atlet yang terhormat, lebih baik saya menjadi olahragawan yang berhasil, karena saya yakin bangsa memberikan apresiasi yang pantas, karena saya yakin masa depan saya ada baiknya. Saya kira ini harus kita kembangkan, kita hidupkan dan kita implementasikan dalam kehidupan bernegara kita, dalam kehidupan berbangsa kita. Mari kita berpikir realistik.

Memang tentu kehormatan lebih penting dibandingkan yang lain bagi atlet, bagi olahragawan. Saya tahu bahwa mereka sesungguhnya ingin berbuat yang terbaik untuk Sang Saka Merah Putih. Tetapi kewajiban yang lain, kewajiban kita tentu memberikan apresiasi atas semua pengorbanan, semua pengabdian, jerih payah yang dilakukan oleh para atlet kita. Kita ingin menuju ke situ dan konkretnya saya sedang memikirkan sebuah sport fund yang tentunya gabungan dari public-private partnership, untuk betul-betul menjadi sumber dari upaya besar meningkatkan kesejahteraan para atlet kita. Sumbernya halal, diaudit dengan baik, dikelola dengan baik dan tepat sasaran. Sangat mungkin itu kita lakukan seperti itu.

Saya tadi bertanya kepada Menteri Pemuda Olahraga, “Tahun 2006 berapa anggaran kita?” “Tiga ratus limapuluh milyar”, “Tahun ini berapa?” “Empat ratus limapuluh milyar”, naik sekitar 25-26%, lumayan, tapi menurut saya masih belum cukup. Oleh karena itu, seraya kita ingin meningkatkan ekonomi, seraya kita meningkatkan penerimaan negara, harus kita lihat, pantasnya berapa. Memang mengurangi kemiskinan penting, mengurangi pengangguran penting, meningkatkan pendidikan penting, meningkatkan kesehatan penting, tapi bangsa kita akan terhormat kalau olahraganya juga maju. Dalam konteks itulah kita pikirkan bersama-sama.

Saya menunggu masukan, pendapat, proposal, dari pihak manapun juga, dari Koni, dari Menteri Pemuda Olahraga, dan dari semuanya. Ini negara, negara kita sendiri, bangsa, bangsa kita sendiri, mari kita pikirkan bersama-sama apa yang bisa kita lakukan untuk memajukan diri kita sendiri.

Setelah kita memiliki kecintaan yang mendalam kepada bidang olahraga, dunia olahraga, setelah kita berbagi tanggung jawab, sharing, untuk mengembangkan keolahragaan sesuai dengan sistem yang kita miliki, setelah kita bersama-sama mengapresiasi dan mewujudkan apresiasi itu dalam bentuk yang lebih konkret, maka faktor lain yang ingin saya sampaikan adalah, mari ke depan ini, pelatihan dan pembinaan kita lakukan dengan lebih baik lagi, mengambil pelajaran di waktu yang lalu, mengambil pelajaran negara-negara lain, bagaimana melakukan a training, education and management dari olahraga kita.

Oleh karena itu saya sambut baik, tadi sudah dibentuk Pelatnas untuk Sea Games tahun 2007, saya percayakan penuh kepada Koni, kepada Pelatnas, kepada Menteri Pemuda Olahraga, do the best, do your best, dengan demikian kita makin fokus, makin siap untuk menghadapi medan laga pada bulan Desember tahun ini di Thailand.

Pelatihan sangat, sangat, sangat penting, bagi semua, bukan hanya atlet, semua. Militer, Kepolisian, keberhasilan di medan tugas juga dilakukan oleh pelatihan, oleh pendidikan, oleh yang disebut dengan pre-nation training. Pelatnas ini juga sama, pre-nation training, untuk menghadapi Sea Games tahun 2007 di Thailand. Saya akan datang sekali-kali nanti ke Pelatnas, untuk membuktikan bahwa saya bersama Saudara.

Kemarin saya melihat pertandingan bola, saya sudah senang, kita cukup offensive, meskipun draw, 2-2 dengan Singapura, tetapi saya senang, karena waktu itu cukup bagus. Waktu beberapa saat setelah Doha saya melihat pertandingan bulutangkis di Eropa, final dobel wanita kita dan meraih medali emas, siapa dulu, saya lihat langsung sampai tamat, dan saya senang sekali, karena ternyata, sesungguhnya, tanda-tanda kebangkitan sudah mulai.

Atlet, militer kita dari TNI Angkatan Darat bertanding di ARRM, 10 tentara negara-negara ASEAN bertanding, dilaksanakan di Vietnam, dari 10 kita nomor satu, dan dari nomor satu itu, dari 15 tropi, sembilan tropi kita ambil, hanya menyisakan, dibagi sedikit, 24 medali emas dan lain-lain. Saya bangga, karena mereka mendapatkan kejuaraan itu dengan senjata yang kita bikin sendiri, lebih baik dibandingkan senjata buatan negara-negara lain, termasuk negara-negara maju. Ini membuktikan kita punya potensi, kita punya kekuatan besar. Jangan kita sia-siakan.

Dan mengambil contoh yang saya katakan tadi, tiga, empat event yang saya lihat langsung di depan layar televisi, saya makin optimis. Dengan ridho Allah SWT, dengan kebersamaan kita, kita bisa berbuat lebih baik lagi di waktu yang akan datang. Saya tidak akan pernah menetapkan target. Do the best, berbuatlah yang terbaik. Kalau berbuat yang terbaik, latihannya, persiapannya, pelaksanaannya, biasanya Tuhan kasih hasilnya lebih baik, better, dibandingkan sebelumnya.

Yang lain, yang kelima adalah dana. Sebagian sudah saya singgung tadi, bagaimanapun harus ada sharing, pemerintah, melalui APBN, APBD, di sini ada Pimpinan Komisi X, kita berharap kita bisa rembug bersama, Pak Iwan Prayitno nanti, yang pas bagaimana, untuk APBN kita, Pak Sutiyoso juga ada, yang pas bagaimana untuk APBD kita, disamping BUMN, Pak Giharto nggak hadir ini, BUMN tidak dilarang memberikan bantuan kepada olahraga kita, para pengusaha-pengusaha yang insya Allah akan mulai bangkit sektor riil tahun ini dan ke depan, juga tidak dilarang, untuk meringankan beban atlet-atletnya, memajukan dunia olahraga. Saya himbau, saya ajak bersama-sama untuk berkontribusi, memikirkan segi pendanaan ini.

Berikutnya lagi adalah prasarana. Waktu Saudara Adyaksa Dault memaparkan kepada saya dalam Sidang Kabinet tentang Rencana Pembangunan Sport Center, dan revitalisasi serta pembangunan tambahan prasarana dan sarana olahraga, saya katakan, lanjutkan terus perencanaan itu, dan kita implementasikan sesuai dengan tahapan dan kemampuan yang ada. Tapi ide itu benar, ide itu baik, dan harus kita dukung. Mari kita matangkan bersama. Alangkah indahnya, di sekitar Sentul, atau di manapun ada sport center, yang kita bisa datang setiap saat. Semua bisa datang, untuk membuktikan bahwa Indonesia sungguh ingin lebih maju dalam prestasi di bidang olahraga ini.

Akhirnya Saudara-saudara, masa depan olahraga kita berpulang kepada kita. Kalau sejak sekarang kita pesimis, kita sudah kalah sekarang. Kalau sudah kalah sekarang, tidak akan pernah menang. Kalau yang kita pikirkan kesulitannya, ini sulit, ini sukar, ini payah, ini ndak benar, itulah yang kita miliki, itulah yang kita dapati, dan memenangkan pertandingan, tidak mungkin hanya dengan keranjang keluhan ataupun perasaan-perasaan seperti itu.

Saya melalui forum terhormat ini ingin mengajak, mengingat potensi kita, mengingat peluang yang kita miliki, dengan tekad bersama, mari kita lakukan secara bersama-sama langkah-langkah konkret tahun ini, tahun 2007 ini, dan tahun-tahun mendatang, untuk meningkatkan prestasi, peringkat dan capaian olahraga kita, baik pada tingkat nasional, maupun pada tingkat internasional.

Selamat berkarya, selamat mengabdi, selamat mempersiapkan diri, semoga berhasil. Tuhan beserta kita.

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.

*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan