Pidato Presiden

Sambutan Acara Hari Bangkit Ke-5 Partai Bintang Reformasi

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
HARI BANGKIT KE-5
PARTAI BINTANG REFORMASI TAHUN 2007
HOTEL SAHID, 20 JANUARI 2007



Bissmilahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,


Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga Negara dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Wakil Gubernur DKI Jakarta,
Yang saya hormati para Pimpinan Partai-Partai Politik dan Organisasi Kemasyarakatan,
Yang saya hormati Saudara Ketua Umum Partai Bintang Reformasi dan para Anggota Dewan Syura, para Pimpinan Eksekutif Partai Bintang Reformasi di seluruh tanah air,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada hari yang bersejarah dan membahagiakan ini marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT karena kita semua dapat bersama-sama memperingati atau barangkali yang lebih tepat mensyukuri Hari Bangkit Ke-5 Partai Bintang Reformasi. Dengan harapan semoga Partai Bintang Reformasi ini tumbuh sebagai partai yang dicintai rakyat dan partai yang bisa berbuat lebih banyak lagi kepada rakyat yang mencintainya itu.

Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT karena kepada kita masih diberi kesempatan, diberi kekuatan dan Insya Allah kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita sebagai umat hamba Allah dan melanjutkan karya dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negera tercinta.

Saya mengajak marilah sama-sama kita haturkan salawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat dan pengikut-pengikut Rasul, Insya Allah termasuk kita semua sampai akhir jaman.

Hadirin yang saya muliakan,
Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan Selamat Hari Bangkit Ke-5 Partai Bintang Reformasi. Saya yakin saudara dapat melakukan evaluasi dan refleksi kritis atas apa yang telah dilakukan oleh partai ini kepada masyarakatnya, kepada bangsa dan negaranya. Saya berharap sebagaimana harapan saudara semua memasuki usia yang ke 6 tahun 2007 kedepan ini Partai Bintang Reformasi dapat meningkatkan kinerja partainya, dapat meningkatkan pengabdiannya, pengabdian kepada masyarakat bangsa dan negara termasuk membangun kehidupan yang Islami, kehidupan yang dipenuhi dengan akhlakul karimah, amar ma’ruf nahi munkar, ukuwah Islamiah dan ukuwah watoniah serta keberpihakan kepada dan perjuangan untuk kaum dhuafa.

Saya yakin sebagaimana disampaikan oleh Saudara Bursah Zanubi dan Ketua Panitia Penyelenggara tadi, apa yang dilakukan Partai Bintang Reformasi benar-benar membuktikan bahwa Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Saya juga berharap dalam usianya yang makin dewasa Partai Bintang Reformasi dapat ikut serta dalam melanjutkan pembangunan yang kita laksanakan bersama ini di seluruh wilayah tanah air.

Saya memberikan hormat dan penghargaan atas prakarsa Partai Bintang Reformasi yang memberikan apresiasi kepada para pejuang-pejuang tadi, pejuang pendidikan, pejuang kesehatan, pejuang tani dan pertanian, pejuang syiar Islam dan pejuang seni dan budaya Islam.

Terimalah pula rasa hormat dan selamat saya kepada para pemenang penghargaan tadi. Mereka adalah sesungguh-sungguh pahlawan, mereka bekerja untuk rakyat yang dicintainya sebagaimana Insya Allah Partai Bintang Reformasi, saya dan semua yang mengemban amanat di negeri ini.

Kita berpikir, bekerja, mencurahkan waktu dan tenaga kita siang dan malam tiada lain adalah untuk rakyat sebagaimana yang ada di belakang saya ini. Mereka semua, merekalah yang menjadi pemilik negeri ini. Wajib hukumnya para pemimpin di negeri ini pada tingkat apapun juga untuk pertama-tama memikirkan bekerja keras dan cerdas untuk sekali lagi kesejahteraan rakyat yang kita cintai bersama dan saya juga berharapdalam perkembangan partai yang makin maju maka Partai Bintang Reformasi turut serta mengembangkan kehidupan demokrasi di tanah air tercinta ini.

Saya tidak ingin mengulangi lagi komitmen apa, komitmen yang telah disampaikan oleh Saudara Ketua Umum Partai Bintang Reformasi tadi tetapi saya menyambut baik semua keinginan dan kemudian diwujudkan dalam perilaku politik untuk betul-betul mengembangkan demokrasi dinegeri ini karena itulah amanat kita semua.

Hadirin, saudara-saudara keluarga besar Partai Bintang Reformasi yang saya cintai,
Melalui kesempatan yang baik ini saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh kader dan anggota Partai Bintang Reformasi di Indonesia yang saya tahu mereka juga terus melakukan upaya mengatasi berbagai permasalahan yang kita hadapi bersama. Saya tahu bersama pemerintah apakah kebersamaan antara Lembaga Eksekutif dengan Lembaga Legislatif dimana Partai Bintang Reformasi memiliki representasinya DPR Pusat, DPR Daerah maupun kontribusi lain yang dilaksanakan oleh partai dan keluarga besar partai untuk sekali lagi bersama pemerintah mengatasi keadaan, melanjutkan program-program pembangunan yang sedang kita laksanakan dewasa ini.

Saudara-saudara,
Hari ini juga hari yang penting Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1428 Hijriah. Mengingat Tahun Baru Islam kita selalu diingatkan akan makna hijrah yang dilakukan oleh Pemimpin Agung, Reformis besar tiada lain adalah Rasulullah, Nabi Muhammad SAW. Kita perlu menghayati makna dari hijrah yang sering dikaitkan dengan Tahun Baru Islam untuk sekali lagi meningkatkan semangat kita, semangat Partai Bintang Reformasi untuk berbuat lebih banyak lagi, untuk kepentingan umat dan berbuat lebih banyak lagi untuk kepentingan bangsa dan negara yang kita cintai bersama.

Amatlah tepat kalau pada forum yang mulia ini saya mengingatkan reformasi, hijrah, perjuangan untuk melakukan perubahan besar yang dilaksanakan oleh Rasulullah yang sesungguhnya bangsa kita bisa memetik pelajaran dari perjuangan besar yang penuh dengan tantangan itu tapi berhasil dengan baik.

Kita semua tahu betapa berat jalan yang dilalui oleh Rasulullah, betapa banyak persoalan, tantangan dan rintangan yang dihadapi oleh beliau dengan para sahabat dan pengikut-pengikutnya waktu itu tetapi sejarah mencatat kebesaran Islam, kebesaran dan keberhasilan hijrah dan reformasi agung waktu itu karena pemimpin, Rasulullah memiliki keyakinan yang tinggi bahwa seberat apapun perjuangan itu karena tujuannya mulia pada saatnya akan dapat dicapai dan diwujudkan dengan baik.

Yang kedua dibuktikan oleh Rasulullah dan para pemimpin kekokohan, ketegaran, ketidakmenyerahan, keuletan ketika menghadapi berbagai banyak persoalan karena sesungguhnya tidak pernah ada jalan yang lunak untuk mencapai tujuan yang besar, tujuan yang mulia. Tidak ada jalan pintas, tidak seperti membalik telapak tangan begitu kata Ketua Umum Partai Bintang Reformasi.

Oleh karena itu patut kita meneladani. Kita harus terus mengatasi semua persoalan yang dihadapi negeri ini, sebelum krisis maupun terlebih-lebih setelah kita mengalami krisis beberapa tahun yang lalu.

Pamimpin, kita semua yang sedang mengemban amanat, apalagi yang dipilih oleh rakyat harus ikut berjuang bersama-sama mereka untuk mengatasi masalah, membangun masa depan kita yang lebih baik.

Oleh karena itu saya mengajak terutama keluarga besar Partai Bintang Reformasi sering-seringlah turun kebawah, sering-seringlah bersama masyarakat untuk mengatasi masalah kita ini. Mari kita sama-sama bersama mereka mengatasi berbagai keadaan.

Bangsa memerlukan pencerahan, ketika kita berada dalam titik simpang untuk sebuah keyakinan yang besar mungkin ada yang hampir menyerah sebagaimana pengalaman bangsa-bangsa lain yang melakukan reformasi yang besar. Saya minta para pemimpin datang, memberikan semangat dan memberikan motivasi bahwa apapun rintangan itu dengan ridho Allah SWT, dengan kebersamaan dan persatuan kita, kita akan bisa mengatasinya.

Saya meminta pimpinan-pimpinan keluarga besar Partai Bintang Reformasi melakukan seperti itu. Akhirnya sejarah pula mencatat keteladanan Rasulullah masih kita ingat bersama dengan kegigihan, pengorbanan dan perjuangan besar itulah berubahlah nilai dan peradaban masyarakat waktu itu yang ditunjukan betapa keberhasilan Rasulullah dalam membangun kehidupan, nilai dan peradaban baru di kota Madinah yang mengayomi semua, memajukan semua baik itu kaum atau komunitas Anshor, kaum atau komunitas Muhajirin maupun kalangan non muslim yang hidup berdampingan secara damai tetapi di-supply dengan tegaknya nilai-nilai yang Islami.

Hadrin sekalian,
Saya mengangkat semuanya itu pada hari yang bersejarah ini untuk menguatkan keyakinan kita meskipun kita dihantam oleh krisis beberapa saat yang lalu masih ada masalah-masalah, masih ada cobaan dan ujian dari Allah tetapi marilah kita yakini Allah akan memberikan jalan, akan menuntun dan membimbing perjalanan kita untuk mencapai tujuan yang besar itu.

Hadirin sekalian,
Agenda nasional kita ke depan adalah satu melanjutkan reformasi dan demokratisasi sesuai dengan semangat dan amanah perubahan yang sama-sama kita miliki. Partai Bintang Reformasi, namanya reformasi mesti berdiri didepan untuk melakukan perubahan-perubahan kearah yang lebih baik. Yang kedua kita membangun kembali negara kita pasca krisis. Tidak mudah saudara-saudara, lihatlah pengalaman Cina, India, Eropa Timur, Rusia, negara-negera yang melakukan perubahan besar dan reformasi memerlukan waktu 10,15, 20 tahun sampai berubahlah tatanan kehidupan di negeri itu.

Dalam perjalanannya banyak sekali godaan, tantangan mungkin kalau tidak kuat bisa menyerah dan kalah tetapi pemimpin-pemimpin mereka, komunitas mereka, bangsa mereka pada prinsipnya teguh dengan keyakinan itu dan akhirnya secara sistematis, secara bertahap terjadilah perubahan-perubahan yang diinginkan. Adakalanya kita menghadapi yang disebut kurva “J” mundur, kok malah menjadi kurang baik keadaannya, kok malah seperti tidak begini yang kita harapkan tapi itu keniscayaan sebuah transformasi besar.

Oleh karena itu sekali lagi saya mengajak untuk marilah kita lalui, kita lewati semuanya ini, untuk berlandaskan kepada semangat dan konsensus dasar kita, berlandaskan pada konstitusi kita dan semua agenda-agenda reformasi, transformasi yang telah kita tetapkan secara bersama.

Persoalan mendasar yang kita hadapi benar kalau tadi PBR memberikan award kepada pejuang-pejuang tadi. Persoalan kita yang paling mendasar, yang paling fundamental adalah kemiskinan, kedua pengangguran, yang ketiga hutang luar negeri karena krisis yang berat kemarin. Sebelum krisis pun sebenarnya meskipun pemerintah yang lalu terus membangun tapi kondisi kemiskinan, pengangguran dan hutang luar negeri belum dikatakan selesai dan pada keadaan yang baik dan aman. Apalagi kita mengalami krisis maka statistik mengatakan data dan fakta yang kita miliki memang terjadi pembengkakan angka kemiskinan, pengangguran dan hutang luar negeri itu. Itulah yang kita lakukan sekarang dari pemerintah ke pemerintah dan ketika saya mengemban amanat mari kita lanjutkan upaya-upaya untuk mengurangi pengangguran, kemiskinan dan hutang luar negeri itu.

Disamping itu ada pekerjaan rumah besar yang belum rampung. Korupsi di negeri kita pada tingkatan yang mencemaskan, korupsi yang kronis, itulah yang sekarang kita lakukan kegiatan yang sangat serius, untuk memberantas korupsi, mencegahnya untuk tidak terjadi lagi apalagi dengan merajalela di negeri tercinta ini.

Kita juga ingin ekonomi nasional merupakan fundamental, bangunan dan sumber untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, memberikan, memenuhi hak-hak dasar rakyat, pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, energi, lingkungan yang baik, rasa aman dan sebagainya. Ekonomi harus tumbuh tetapi pertumbuhan itu disertai dengan pemerataan yang adil bukan hanya dari segi makro meskipun makro merupakan fundamental bangunan yang kokoh harus dialirkan ke segi mikro disertai dengan bangkitnya sektor real.

Saya setuju dengan Partai Bintang Reformasi bahwa tidak boleh kita menyerahkan dinamika dan kegiatan ekonomi nasional kita tunduk kepada hukum-hukum pasar secara absolut karena selalu ada ketidaksempurnaan pasar atau market economy. Dalam tatanan yang pantas pemerintah harus ikut serta agar pertumbuhan ekonomi itu berkembang dengan baik tetapi tidak menimbulkan kesenjangan yang terlalu besar harus memberikan pemerataan sehingga berwajah keadilan social. Yang kita pilih adalah menurut pendapat saya ekonomi terbuka berwajah keadilan sosial, inilah yang harus kita lakukan dan sesungguhnya kita sudah melakukan itu, memperkuat fundamental ekonomi kita tetapi ada program-program terarah, program-program khusus pemerintah untuk langsung mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Tahun 2007 ini anggaran APBN kita untuk mengurangi kemiskinan berjumlah 51 triliun rupiah, meningkat dari posisi tahun 2006, meningkat dari 2005, dari 2004 dan seterusnya. Peningkatan cukup tajam oleh karena itulah kita berharap disamping menguatkan ekonomi tadi yang pada akhirnya ekonomi yang tumbuh, dunia usaha yang tumbuh juga memberikan, menciptakan lapangan pekerjaan, kalau ada pekerjaan ada penghasilan, kalau ada penghasilan akan bisa memenuhi kehidupan sehari-harinya secara minimal tetapi tidak cukup itu semua harus ada program-program khusus yang kita lakukan diseluruh tanah air agar dengan program itu, dengan fiskal kita, kemampuan kita lebih cepat lagi upaya pengurangan kemiskinan itu.

Itulah kebijakan dan strategi yang kita lakukan dan itulah langkah-langkah nyata yang kita lakukan karena kita memiliki persamaan pandangan dalam sebutlah ideologi ekonomi ini. Mari kita lakukan langkah-langkah bersama agar semua itu dapat mencapai sasaran dengan baik.

Kita juga ingin disamping memberantas korupsi, membangun pemerintahan yang baik, membangun dan meningkatkan ekonomi kita makro, mikro, kita juga ingin memelihara stabilitas politik dan keamanan di seluruh tanah air. Keadaan dalam negeri yang tentram, aman, stabil dan tertib akan sangat kondusif bagi upaya membangun ekonomi yang pada gilirannya bagi upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Marilah kita pertahankan keadaan dalam negeri yang alhamdulillah tahun-tahun terakhir ini pada hakekatnya semakin baik. Rakyat akan tentram kalau bebas dari kerusuhan, bebas dari kejahatan, bebas dari apapun yang hanya menimbulkan kecemasan bagi rakyat kita semua. Itu adalah persoalan-persoalan mendasar yang harus kita lakukan bersama dengan sendirinya pemerintah berjuang keras dengan segala kemampuan. Terus terang ada yang telah kami capai, ada yang belum kami capai tetapi kami yakin itulah tugas kami, itulah amanat bagi kami dan itulah pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan.

Saudara-saudara,
Ketika kita sedang mengemban amanah itu memang ada persoalan yang datang, tetapi tidak untuk kita keluh kesahkan tapi kita atasi secara bersama. 2 tahun terakhir ini karena letak geografisnya yang bisa dijelaskan dari segi keilmuan terjadi berbagai musibah bencana, tsunami, gempa bumi, gunung berapi dari tempat ketempat yang tentu sangat berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi kita secara nasional bisa dijelaskan secara teori keekonomian.

Yang kedua harga minyak dunia meroket dan memukul ekonomi negara manapun termasuk ekonomi negara kita tentu ada masalah-masalah yang berkaitan dengan itu dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu 2 masalah ini yang disebut dengan goncangan eksternal mesti dapat kita kelola dengan baik, pemerintah bertanggung jawab dan harus mengelolanya dengan baik dan itu yang kita lakukan agar sekali lagi tidak mengganggu perjalanan bersama kita.

Hadirin sekalian,
Atas semuanya itu, mari kita atasi bersama persoalan itu, mari kita satukan kekuatan dan energi kita untuk bersama-sama mengatasi semua masalah yang ada. Yang terakhir, ini forum Hari Bangkit, forum komitmen untuk berbuat yang lebih baik kepada bangsa dan negaranya tapi juga forum politik.

Saya ingin menyampaikan sedikit tentang permasalahan demokrasi atau bagaimana kita menghadapi ujian demokrasi yang akhir-akhir ini ada di negeri kita. Saya baru pertama kali ini menyampaikan statement atau merespon dinamika politik yang terjadi di negeri kita paling tidak 2 bulan terakhir ini, Desember dan Januari. Bahkan ini namanya dinamika suka duka kehidupan. Saya mendapat sms, telpon dan surat, ngapain Pak SBY kok tiarap saja, kok diam saja, dibegitukan kok tidak menyampaikan sesuatu. Dimarahi saya oleh sebagian dari saudara-saudara kita, SBY takut. Persoalannya saudara-saudara bukan takut atau tidak takut. Saya mempertimbangkan dengan seksama apakah kalau saya mengeluarkan statement balik itu membawa kebaikan atau tidak bagi rakyat, bagi keadaan semuanya ini.

Sebagai manusia biasa terus terang mendengarkan semua itu, membaca semua itu yang kadang-kadang terlalu jauh, kadang-kadang menyangkut pribadi tentu ya Allah, seperti itu. Tetapi saya ingat kembali sebagai seorang yang sedang mengemban amanat, sebagai pemimpin kalau saya mudah mengeluarkan statement, reaksi dan begini begitu barangkali situasinya menjadi lebih rumit dan lebih berat.

Oleh karena itulah saya dengan sadar dan sengaja memilih untuk lebih menahan diri bahkan ketika ada hiruk pikuk, hingar bingar politik di Jakarta 15 Januari saya sedang berada di Gorontalo bersama-sama petani di Gorontalo untuk menanam padi hibrida dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh mereka. Saya kira dihadapi oleh saudara-saudara kita diseluruh tanah air, bagaimana kerjasama kita akan lebih produktif pertanian kita, lebih cukup pangan kita dan kalau cukup pangan kita tidak terus menerus Indonesia import dari tahun ke tahun dan seterusnya.

Satu hari sebelumnya saya berada di Tomohon, saya bertemu dengan petani aren, yang Alhamdulillah memberikan penghasilan yang lumayan dan ini bisa dikembangkan di seluruh Indonesia. Saya berdialog dan bersama-sama mencari akal, meningkatkan kesejahteraan petani tanaman hias dan bunga. Yang semua itu saya kira penting dalam rangka mengurangi kemiskinan dan dalam rangka mengurangi pengangguran.

Oleh karena itulah karena keadaan kita seperti itu saya memilih memberikan statement yang sangat-sangat terukur, menyerukan bagi semua pihak untuk menghormati tatanan demokrasi. Tapi saya juga mengajak rakyat, marilah kita terus bekerja, berikhtiar, bersama-sama mengatasi keadaan ini, kita menghormati mereka-mereka yang menyampaikan ekspresi dalam ruang demokrasi itu tetapi tentu tidak cukup dan tidak selesai permasalahan di negeri ini kalau hanya itu, saya mengajak semua untuk kembali bersama-sama lebih kompak, lebih bersatu mengatasi masalah itu.

Statement saya satu, dua kali mendapatkan kritik pula. Baru begitu saja SBY marah. Saya, satu, dua kalimat yang sangat saya ukur dan saya hanya mengajak rakyat mari kita lebih bekerja dan itu yang mulia tapi itulah demokrasi. Itulah yang harus kita selamatkan tidak bisa nilai-nilai kebebasan kita balik mundur karena amanat reformasi tetapi saya dalam kesempatan yang mulia ini mari kita memaknai dan menyelamatkan kehidupan demokrasi yang konstruktif.

Pertama-tama demokrasi yang kita bangun tentu tidak boleh mengambil over model demokrasi negara manapun, tidak bisa dan tidak cocok. Meskipun nilai-nilai demokrasi pada prinsipnya bersifat universal tetapi budaya bangsa, sejarah bangsa, karakter bangsa meniscayakan ada varian dari demokrasi dari satu negara ke negara, dari bangsa ke bangsa.

Saya ingin demokrasi yang kita bangun di negeri ini disatu sisi mengedepankan, menghormati, memekarkan kebebasan, freedom tetapi disisi lain juga kita mengembangkan harmoni dan toleransi diantara kita semua. Dan agar demokrasi itu menjadi ruang dan system kehidupan yang baik harus bertumpu pada pranata hukum, rule of law. Kalau itu hidup bersama ada kebebasan, ada toleransi dan harmoni tetapi juga rule of law, tatanan hukum, Insya Allah seperti apapun dinamika, romantika, kerasnya kehidupan demokrasi Insya Allah tidak menimbulkan kegoncangan apapun dinegeri ini, tidak menimbulkan instabilitas yang hanya akan merugikan, menyengsarakan bagi seluruh rakyat Indonesia, bagi kita semua.

Dalam konteks itulah yang sesungguhnya menurut saya nilai demokrasi ini sungguh dekat dengan nilai Islam yang dipahami oleh Islam. Saya mengajak kader-kader Partai Bintang Reformasi, mari kita hidupkan kehidupan demokrasi yang bertumpu pada kebebasan, pada toleransi dan harmoni dan sekaligus pada rule of law.

Oleh karena itu demokrasi menghormati konstitusi, seorang konstitusionalis tentu menghormati tatanan undang-undang dasar, menghormati aturan main atau rules of the game dan menghormati etika politik. Kalau itu yang kita pegang, yang kita anut dan kita laksanakan, sekali lagi segaduh apapun negeri ini akan selamat, akan terus ke depan. Tapi manakala keluar dari itu tentu awal dari ketidakteraturan, awal dari kegoncangan dan akan beruntun seperti itu negara kita akan hidup dalam satu ketidakpastian bahkan barangkali sesuatu yang membelenggu diri kita sendiri untuk maju kedepan.

Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk sekali lagi menghormati konstitusi, menghormati aturan main dan menghormati etika politik. Ada regularitas dalam demokrasi, regularitas dalam tatanan sistem politik kita berlaku bagi semua. Oleh karena itu, mari kita sama-sama mematuhi itu. Menghalalkan segala cara untuk sebuah tujuan, untuk kekuasaan tanpa peduli pada tatanan tadi, tentu sangat berbahaya, mari kita cegah.

Demokrasi memerlukan kepatuhan dan kesabaran. Ada regularitas, ada tatanan kita ikuti, disitulah pentingnya sebuah konsistensi, kepastian dan regularitas dalam demokrasi. Saudara Bursah Zanubi dengan jelas mengatakan kalau seorang Bupati dipilih oleh rakyatnya untuk masa jabatan 5 tahun jangan tiap tahun dijatuhkan. Bagaimana bisa membangun kabupaten itu kalau jatuh bangun dan kemudian ganti-ganti pemimpinnya. Gubernur demikian juga, tentunya berlaku bagi yang dipilih oleh rakyat pada tingkat nasional.

Saya mendengar kritik kalau Bapak/Ibu datang kekantor saya tiap hari itu ada ratusan sms, ada belasan surat yang masuk. Ada yang sangat keras mengkritiknya, mengecamnya, ada yang moderat, ada yang dukungan, ya meskipun alhamdulillah selama ini yang sangat-sangat keras itu sedikit tetapi kami dengar. Karena bagaimanapun tidak pernah ada satu pemerintahanpun yang sempurna, tidak semua bisa dicapai sebagaimana yang diharapkan. Masih ada yang belum kita capai, masih ada yang belum berhasil, yang gagal dan ini dan itu. Kami menyadari ada kelemahan, ada kekurangan dipihak pemerintah untuk mengemban amanat rakyat ini, untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan.

Oleh karena itu semua kami dengar dan sesungguhnya sudah sangat banyak yang menjadi pertimbangan pengambilan keputusan dan pertimbangan dalam perumusan kebijakan. Saya kira ini mendasar sebab kalau negara kita yang sudah mulai diberikan apresiasi oleh dunia, Indonesia menjadi negara demokrasi yang baik, demokrasi yang hidup berdampingan dengan Islam dan modernitas begitu pengantar orang di luar negeri, tiba-tiba coreng moreng lagi, kita malu, malu pada diri sendiri, malu pada bangsa sendiri, malu pada dunia dan lebih malu kepada Allah SWT.

Mari bersama-sama kita selamatkan semuanya itu untuk rakyat kita, kemudian saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah memberikan kritik, memberikan kecaman, memberikan hal-hal yang mungkin sepertinya kurang enak didengar tetapi kalau itu saya anggap sebagai obat, pil rasanya pahit, tetapi kalau dosisnya tepat Insya Allah badan akan makin sehat. Kalau obatnya salah dan dosisnya berlebihan barangkali tidak membawa kebaikan.

Demikianlah yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini dan sekali lagi selamat ber Hari Bangkit, selamat beribadah, selamat berjuang untuk masyarakat, bangsa dan negara kita. Semoga Partai Bintang Reformasi semakin dicintai oleh rakyat dan berhasil dalam perjuangannya diwaktu yang akan datang.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.



*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan