Pidato Presiden
Sambutan Peresmian Proyek-Proyek di Banten
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PROYEK-PROYEK DI BANTEN
LEBAK, PROVINSI BANTEN
23 JANUARI 2007
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Yang saya hormati Saudara Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudari Gubernur Banten dan para pimpinan dan pejabat yang bertugas di Provinsi Banten, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, maupun dari TNI dan Polri, Saudara Bupati Lebak,
Yang saya cintai dan saya muliakan para ulama, para pimpinan pondok pesantren, para pemuka masyarakat, para guru, para pemuda. Sebelah kanan saya lihat kuning-kuning, para pamong desa, para siswa dan pelajar. Yang belum disebut siapa?
Hadirin sekalian yang dimuliakan Allah SWT,
Sebelum saya menyampaikan sambutan pada acara yang sangat penting dan Insya Allah penuh berkah ini, saya ingin menyampaikan ungkapan perasaan saya ketika hari ini berkunjung kembali ke Kabupaten Lebak, Kota Rangkasbitung. Kalau melihat apa yang saya lihat di kota ini, di beberapa tempat tadi, sudah tidak begitu kelihatan lagi, Lebak dikategorikan sebagai daerah tertinggal. Sebagaimana Pak Saifullah Yusuf katakan tadi, di kampung saya, di Kabupaten saya, di Pacitan, masih banyak kondisinya yang belum sebaik yang ada di Lebak. Tetapi saya tidak boleh mengutamakan, memprioritaskan Pacitan, meskipun kelahiran saya, semua harus dibangun, terutama daerah tertinggal, termasuk Pacitan. Memang tidak mudah untuk berlaku adil. Insya Allah kita belajar dari hari ke hari, hari ke hari mudah-mudahan dalam memimpin masyarakat, dalam membimbing rakyat, kita semua diberikan tuntunan oleh Allah SWT untuk bertindak lebih adil dan lebih tepat.
Yang kedua, Rangkasbitung masih seperti dahulu, penduduknya ramah-ramah, soleh dan solehah. Saya naik kendaraan dari jauh tadi, seputar kota spontanitasnya sangat tinggi. Saya memaknai bahwa rakyat berharap, agar para pemimpinnya, termasuk saya memikirkan nasib dan masa depan mereka semua. Oleh karena itu, disamping Pak Bupati, Ibu Gubernur, yang di belakang kanan adalah para Menteri, saya ajak hari ini untuk ke Lebak, karena saya ingin beliau lebih memikirkan pembangunan daerah tertinggal, memikirkan untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, meningkatkan pendidikan dan kesehatan di daerah tertinggal, sebagian daerah dari Kabupaten Lebak yang Insya Allah tahun-tahun mendatang akan kita tingkatkan kesejahteraannya.
Yang paling kiri Menteri Dalam Negeri, saya mohon berdiri, bertanggung jawab agar Kabupaten ini maju, Banten ini maju, disamping Pak Bupati dan Ibu Gubernurnya. Sebelah kanannya Menteri Pertanian. Produksi pangan harus terus makin meningkat, petani dilindungi, tetapi harga beras harus bisa dijangkau oleh masyarakat luas. Kita berjuang bersama-sama, bersama Pak Bupati, Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat, Gubernur dan Pak Menterinya. Di sebelah kanan adalah Menteri Pekerjaan Umum. Jalan-jalan, irigasi, jembatan-jembatan meski diperbaiki, dibangun dan ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan negara, baik yang ada di Kabupaten, Provinsi maupun Pusat.
Sebelah kanannya adalah Menteri Kesehatan. Harus betul-betul dibikin gratis berobat di Puskesmas, berobat di Rumah Sakit kelas III dengan asuransi, Posyandu digalakan, KB digalakan, Pekan Imunisasi Nasional digalakan. Pendek kata, masyarakat harus lebih sehat, kalau sakit mudah berobat, murah dan sebagian besar gratis. Sebelah kanan adalan Menteri Pendidikan Nasional. Harus makin baik pendidikan kita, makin berkualitas, makin murah, yang harus gratis, gratis, guru diperhatikan, semua diperhatikan, gedung-gedung sekolah yang rusak, jangan membahayakan murid harus makin kita bangun. Di sebelah kanannya Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah. Yang harus banyak dibantu Usaha Kecil dan Menengah, karena itu ada ditengah-tengah rakyat kita, bantu permodalannya, bantu manajemennya, bantu pemasarannya, bantu sumber daya manusianya, bersama Pak Bupati dan Ibu Gubernur tentunya agar lebih maju lagi.
Yang sebelah kanan Menteri Lingkungan Hidup. Ini sedang menjadi topik dunia, ada yang disebut pemanansan global, global warming. Kalau bumi kita, dimana kita hidup ini terjadi pemanasan terus-menerus, iklim berubah. Kalau iklim berubah berbahaya. Panen bisa terlambat, banjir bisa datang setiap saat, udara bisa buruk, membahayakan keselamatan penerbangan dan lain-lain. Masyarakat sedunia, para pemimpin dunia sekarang ini sedang berembuk bagaimana menyelamatkan bumi kita. Mari kita selamatkan Indonesia, agar keseluruhannya, bumi ciptaan Allah SWT ini betul-betul oleh manusia diselamatkan. Menteri Lingkungan Hidup ikut bertanggung jawab bagaimana membikin lingkungan hidup yang baik.
Sebelah kanan adalah Menteri Perumahan Rakyat. Saya meminta Saudara Menteri terus menggalakan program perumahan murah, perumahan sederhana, terutama untuk rakyat kita di seluruh Indonesia sesuai dengan kemampuan kita, kemampuan daerah, maupun kemampuan pusat dengan cara membeli yang diangsur, dengan demikian terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah, maupun berpenghasilan menengah. Yang paling kanan adalah yang membantu saya bekerja siang dan malam, Sekretaris kabinet.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Puji dan syukur, marilah sekali lagi kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat ber-silahturahim dan berkumpul di Kabupaten Lebak, Insya Allah dalam keadaan sehat walafiat. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Lebak atas selesainya berbagai proyek pembangunan di daerah ini. Semoga semua proyek pembangunan yang telah selesai itu dapat membawa manfaat dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Lebak khususnya, dan masyarakat Banten pada umumnya.
Saudara-saudara,
Kabupaten Lebak telah dikenal sejak zaman Kesultanan Banten. Bagi para senior, para sesepuh, saya kira mengikuti sejarah Kesultanan Banten, Kabupaten ini menjadi lebih terkenal lagi setelah Douwes Dekker dengan menggunakan nama samaran Multatuli menerbitkan karya sastranya yang terkenal Max Havelar. Karya sastra yang telah diakui sebagai sastra dunia itu mengambil latar belakang situasai masyarakat Lebak pada pertengahan abad ke-19 dengan segala duka dan nestapanya, waktu itu. Sebagian kita masih ingat, cerita atau episode “Saijah dan Adinda” yang menggambarkan dinamika keadaan, termasuk kesedihan dan penderitaan rakyat Lebak di zaman itu.
Dunia terus berputar, sejarah terus bergulir. Kita telah merdeka selama lebih dari 6 dekade lamanya. Kita tidak hidup di zaman penjajahan lagi, sebagaimana yang ditulis oleh Multatuli. Kita telah menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat untuk menentukan nasib diri kita sendiri. Salah satu harapan dan cita-cita kita menjadi bangsa yang merdeka, ialah agar kita dapat mencapai kehidupan yang sejahtera. Kesejahteraan itu meliputi kesejahteraan lahir dan kesejahteraan batin yang dapat memberikan kebahagiaan bagi semua orang.
Cita-cita ke arah itu tidak otomatis akan terwujud dengan tercapainya kemerdekaan. Kita bahkan harus berjuang lebih keras lagi, agar apa yang kita cita-citakan itu dapat kita wujudkan.
Kabupaten Lebak yang letaknya tidak jauh dari Ibukota negara kita sampai sekarang, tadi Pak Menteri mengatakan masih digolongkan sebagai daerah tertinggal, meskipun saya lihat sudah sangat berubah. Kita sedih dan prihatin atas kenyataan itu, namun kita tidak boleh mengingkari kenyataan. Kenyataan yang ada itu harus kita hadapi, kalau kita miskin dan terbelakang, kita harus berjuang mengatasi kemiskinan dan keterbelakangan itu. Kalau kita belum pandai dan kurang terpelajar, kita harus berjuang agar generasi yang lebih muda menjadi lebih pintar dan lebih terdidik.
Perubahan tidak akan terjadi, jika kita sendiri tidak berjuang keras untuk melakukan perubahan. Para ulama memberikan nasehat kepada saya, memberikan tausiah kepada saya, “Tuhan tidak akan mengubah nasib sebuah kaum, apabila kaum itu tidak mengubahnya”. Masa depan Lebak akan berubah, kalau masyarakat Lebak berusaha mengubahnya, demikian juga Banten, demikian juga Indonesia yang kita cintai bersama. Pada sisi pemerintahan, kita sesungguhnya telah melakukan berbagai perubahan besar. Di era reformasi, Provinsi Banten telah lahir. Kelahiran Provinsi ini telah diperjungkan sejak beberapa dekade yang lalu dan baru sekarang menjadi kenyataan. Kelahiran Provinsi yang baru ini kita harapkan akan mempercepat pembangunan Banten, agar tidak tertinggal oleh kemajuan Provinsi yang lain. Perlu diingat, tujuan pemekaran adalah agar dengan pemekaran itu, rakyat lebih dapat ditingkatkan lagi kesejahteraannya.
Jadi saya pesan kepada para Gubernur Pemekaran, para Bupati, Walikota Pemekaran, ingat tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kalau belum tolong dilakukan upaya yang sangat serius dengan pemekaran, menambah biaya, menambah gedung-gedung, menambah yang lain-lain, boleh karena untuk mengelola pemerintahan. Tapi yang paling penting tujuannya akhirnya kesejahteraan rakyat harus lebih ditingkatkan kembali. Jangan kita hanya ingin atau bercita-cita melakukan pemekaran tanpa memiliki tujuan yang jelas, yang tiada lain tujuannya, sekali lagi pembangunan dapat dilaksanakan lebih baik lagi, sehingga kesejahteraan rakyat dapat ditingkatkan lebih baik lagi di daerah-daerah itu.
Kita juga telah menerapkan kebijakan otonomi daerah sejak tahun 1999. Sebagian besar urusan pemerintah kini telah diserahkan ke daerah, khususnya ke daerah Kabupaten dan Kota. Pemerintah Pusat juga telah mengalokasikan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang cukup besar ke daerah-daerah dalam bentuk, antara lain dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. Pemerintah Daerah juga menggali potensi daerahnya untuk menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Mengingat besarnya kewenangan yang kini telah diserahkan ke daerah, maka maju atau mundurnya suatu Kabupaten sangat tergantung kepada para Bupati, Walikota dan DPRD yang ada di Kabupaten atau Kota itu. Sama saja, maju atau mundurnya Provinsi sangat ditentukan oleh para Gubernur dan DPRD di Provinsi itu. Kalau di daerah itu terjadi busung lapar atau rakyat mengalami kelangkaan air bersih, maka tanggung jawab mengatasi masalah itu, pertama-tama adalah tanggung jawab para Bupati dan jajarannya.
Kalau jalan Kabupaten, jalan Kecamatan, jalan Desa tidak terurus, tanggung jawabnya juga pada Pemerintah Daerah. Demikian pula, jika gedung-gedung SD, Madrasah Ibtidaiyah rusak tidak terawat, tanggung jawab terhadap hal itu ada pada Pemerintah Daerah. Pemerintah Pusat tidak secara langsung lagi menangani masalah-masalah itu, karena itu bunyi Undang-undang yang telah kita jalankan.
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah telah berbagi tanggung jawab. Masing-masing harus melaksanakan tugas dan fungsi, serta kewajiban sesuai kewenangannya masing-masing, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Rakyat di daerah-daerah hendaknya mengetahui dan memahami hal ini, agar tidak semua masalah yang ada di daerah harus diselesaikan oleh Pemerintah Pusat. Itulah sebabnya, kita melaksanakan kebijakan otonomi daerah.
Saya masih menerima SMS tiap hari puluhan, bahkan kadang-kadang ratusan. Saya masih menerima surat melalui PO BOX 9949 Jakarta 10000. Yang mengangkat masalah-masalah yang mestinya bisa diselesaikan di tingkat Desa, di tingkat Kecamatan, di tingkat Kabupaten, setinggi-tingginya di tingkat Provinsi. Karena rakyat berkomunikasi dengan saya, saya jawab, saya arahkan langsung kepada pejabat mana yang harusnya merespon apa yang di dsampaikan oleh rakyat itu.
Di Jakarta, di depan Istana, beberapa kali terjadi unjuk rasa menyangkut masalah di sebuah Desa, di sebuah Kecamatan. Mestinya masalah itu harus selesai di Kabupaten, diselesaikan dengan baik, diberikan respon yang sungguh-sungguh, agar demikian masalahnya dapat dipecahkan.
Demikian juga pemberitaan pers. Sangat sering masalah lokal mencuat dan seolah-olah menjadi masalah nasional. Marilah kita saling memahami sistem pemerintahan yang berlaku sekarang ini, perundang-undangan yang juga kita jalankan bersama dalam sistem pemerintahan yang desentralistik dan mengedepankan otonomi daerah.
Dengan otonomi daerah itu, di sisi lain kita ingin agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan lebih dekat, lebih cepat. Dengan demikian, rakyat tidak perlu menunggu terlalu lama, Pemerintah Pusat turun tangan menyelesaikan masalah-masalah di daerah itu.
Hadirin yang saya muliakan,
Saya sungguh merasa bersyukur dan berbahagia menyaksikan Kabupaten Lebak kini bangkit untuk mempercepat pembangunan daerahnya. Inisiatif Saudara Bupati dan pimpinan, serta anggota DPRD Kabupaten Lebak untuk melakukan percepatan itu patut kita dukung secara bersama-sama. Saya meminta Saudari Gubernur, para Menteri dukung inisiatif dan upaya Saudara Bupati dan DPRD Lebak ini untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Itulah sebabnya, saya memandang perlu untuk datang sendiri ke daerah ini, hari ini, karena saya ingin semua yang dilakukan bisa berhasil dengan baik.
Saya juga berharap percepatan pembangunan ini akan segera disusul oleh daerah-daerah lain di seluruh tanah air. Dengan langkah percepatan itu kita tidak perlu menunggu perbaikan nasib rakyat sampai ke zaman anak cucu kita di masa depan. Perbaikan kesejahteraan rakyat dan hasil-hasilnya sudah harus dapat kita rasakan sejak sekarang. Jangan kita biarkan rakyat kita menunggu dan apalagi harus menderita secara berkepanjangan.
Di Lebak terdapat berbagai potensi untuk mengembangkan pertanian, kerajinan dan industri manufaktur. Pemerintah Daerah berkewajiban untuk mengembangkan iklim berinvestasi di daerahnya menjadi lebih berdaya saing lagi. Tata kelola pemerintahan juga harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab, tidak ada birokrasi yang berbelit-belit, yang mempersulit setiap orang, yang berurusan dengan kantor-kantor pemerintah.
Berkali-kali saya katakan, jangan mempersulit setiap urusan, permudah setiap urusan. Tolong semua melakukan pengawasan kepada semua, termasuk Presiden, Menteri, Gubenur, Bupati, Camat, Kepala Desa, apakah masih ada yang mempersulit urusan? Mestinya sudah tidak ada, kalau masih ada kebangetan, karena rakyat ingin urusannya mudah, cepat dan murah, syukur-syukur sebagian digratiskan. Segala bentuk penyimpangan terutama korupsi, pungli, sogok menyogok harus dijauhi dan disingkirkan. Kalau semua ini kita benahi, tidak ada alasan bagi kita tetap mengatakan, bahwa daerah kita adalah daerah tertinggal.
Berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, Kabupaten Lebak kini berhasil meraih berbagai bentuk penghargaan. Kabupaten ini, termasuk ke dalam tiga besar tingkat nasional, sebagai daerah otonomi yang kondusif untuk berinvestasi. Bank dunia, bank dunia itu organisasi sedunia, World Bank juga mengakui transparansi dan partisipasi Kebupaten ini dalam menyelenggarakan tata pemerintahan dan pengelolaan pembangunan daerah yang dinilai baik. Apa yang baik, harus tetap dipertahankan dan bahkan dikembangkan, agar menjadi lebih baik lagi, apa yang kurang segera diperbaiki. Jangan cepat merasa puas, jauhkan dari sikap sombong dan takabur, teruslah memperbaiki diri dan menambah lagi apa yang bisa kita lakukan untuk rakyat, ini bagian dari ibadah kita sebagai umat hamba Allah.
Saya juga berharap, janganlah kita membuang-buang waktu, karena waktu tidak pernah menunggu kita. Waktu akan berjalan terus tanpa kita mampu menundanya. Apa yang dapat dikerjakan sekarang jangan ditunda, sampai esok hari. Filosofi seperti itu hendaknya menjadi pegangan bagi setiap penyelenggara pemerintahan di daerah. Ingat, manusia itu sesungguhnya dalam keadaan merugi, demi masa, kecuali mereka yang beramal saleh, dan kemudian berbuat kebajikan, berwasiat, saling berwasiat untuk kesabaran dan kebajikan. Oleh karena itu, dengan ajaran itu, marilah sekali lagi janganlah kita menyia-nyiakan waktu, mari kita kerjakan mulai sekarang jangan ditunda sampai semuanya terlambat, sampai masalah menjadi lebih besar lagi.
Hadirin yang saya muliakan,
Pembenahan sumber daya manusia di Kabupaten Lebak memang memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh, pembenahan serupa sesungguhnya wajib dilaksanakan di semua daerah, Kabupaten, Kota di Provinsi Banten. Sebab secara umum kondisi pendidikan di daerah ini masih belum sesuai dengan harapan kita, meskipun sudah jauh berubah. Untuk mengatasi semua itu, Pemerintah Daerah, para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat, semua berkewajiban untuk menyadarkan orangtua akan pentingnya pendidikan.
Syeh Nawawi Al-Banteni tidak akan menjadi ulama kelas dunia, jika beliau hanya bermukim di Tanara dan malas untuk belajar. Beliau menjadi salah seorang Imam di Masjidil Haram di masa lalu karena keluasan ilmu yang dimilikinya. Masyarakat Banten selamanya akan miskin dan terbelakang, jika anak-anak dan generasi mudanya enggan belajar dan menuntut ilmu. Ada sejarah yang luar biasa dari Banten ini yang saya sampaikan tadi, saya kira akan muncul terus ulama-ulama besar dari Banten ini, karena menguasai berbagai ilmu, mengamalkan ilmu itu untuk umat dan untuk masyarakat luas. Sebab itu, saya ucapkan sekali lagi terima kasih dan penghargaan atas inisiatif Pemda Kabupaten Lebak untuk mengalokasikan 38,19% APBD tahun 2006 untuk bidang pendidikan.
Jika dana ini digabungkan dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS dari pusat, maka dengan dana pendidikan di daerah ini jumlahnya cukup besar. Sudah selayaknya, jika gedung-gedung SD yang sebagian besar rusak di daerah ini segera diperbaiki. Tadi Saudara Bupati melaporkan bahwa selama tiga tahun terakhir sudah 563 SD atau 3.137 ruang kelas yag dibangun dan direhabilitasi.
Rehabilitasi juga harus menjangkau gedung-gedung Madrasah dan SMP yang terdapat di daerah ini. Alangkah baiknya, jika bantuan rehabilitasi juga menjangkau pondok-pondok pesantren yang juga menampung banyak murid untuk belajar. Jangan dilupakan, karena semuanya adalah lembaga-lembaga untuk mencerdaskan anak-anak kita, untuk mendidik anak-anak kita.
Selanjutnya perhatian Pemerintah Daerah harus pula diberikan pada pembangunan infrastruktur di daerah, prasarana yang meliputi jalan, jembatan, tenaga listrik, instalasi air bersih dan lain-lain. Pembangunan infrastruktur ini harus menyentuh secara langsung kepentingan rakyat di desa-desa. Jangan ada desa yang terisolasi dan tidak menikmati infrastruktur dasar yang mereka butuhkan. Perhatian Pemerintah Daerah kepada pembangunan kesehatan, jangan pula diabaikan.
Pemerintah Pusat melalui dana alokasi umum telah menyalurkan dana yang cukup besar untuk pembangunan kesehatan di daerah. Pertama pendidikan. Yang kedua, Pertahanan. Yang ketiga, PU atau kesehatan, urutannya? Kesehatan, PU, pertanian. Jadi para Menteri yang hadir bersama kita hari ini memiliki anggaran yang cukup besar untuk mempercepat pengurangan kemiskinan, mempercepat peningkatan kesejahteraan saudara-saudara di daerah tertinggal.
Saya berterima kasih atas pembangunan dan rehabilitasi Puskesmas dan perumahan dokter di daerah ini. Pembangunan kesehatan harus mampu menjangkau desa-desa yang terpencil. Kalau belum ada Puskesmas di daerah ini Saudara Bupati, upayakan pembangunan pos-pos pelayanan kesehatan, berikan pula penyuluhan kepada masyarakat untuk mengatasi dan mencegah penyebaran berbagai jenis penyakit.
Tadi dijelaskan bagaimana kita bersama-sama berusaha keras untuk mengatasi penyakit flu burung. Mata masyarakat seluruh dunia melihat Indonesia, karena kita dianggap masih bisa lebih keras lagi di dalam memberantas penyakit flu burung ini, kalau tidak, sangat membahayakan bagi keselamatan manusia. Oleh karena itulah, lakukan kerjasama yang baik Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, masyarakat luas untuk mengatasi ini. Berikan kompensasi bagi saudara-saudara kita yang harus memusnahkan burung-burung itu sesuai dengan peraturan daerah yang telah ditetapkan tadi.
Kepada kaum Ibu, kegiatan penyuluhan bagi ibu hamil, ibu menyusui, merawat balita sampai kepada pelaksanaan program Keluarga Berencana harus dilakukan dengan intensif. Saya berharap kegiatan Posyandu akan lebih diintensifkan lagi di daerah ini dan di seluruh tanah air.
Saudara-saudara,
Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Dan kepada Bupati dan segenap jajaran DPRD Kabupaten Lebak sekali lagi, saya sampaikan ucapkan selamat, terima kasih dan penghargaan saya atas percepatan pembangunan di daerah ini yang berjalan dengan baik.
Akhirnya dengan mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, dengan ini saya resmikan penggunaan 602 unit Sekolah Dasar yang telah direhabilitasi di daerah ini, bersamaan dengan itu saya resmikan pula peningkatan ruas-ruas jalan di Kabupaten Lebak, serta proyek-proyek pembangunan lainnya di Kabupaten ini.
Sekian.
Wasalamu’alaikum warrahmattulahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



