Pidato Presiden
Sambutan Penganugerahan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada Pendonor Darah 100 Kali
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENGANUGERAHAN SATYALANCANA KEBAKTIAN SOSIAL
KEPADA PARA DONOR DARAH 100 KALI
HOTEL BOROBUDUR, 25 JANUARI 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Menteri Sosial Republik Indonesia dan para Menteri Kabinet indonesia Bersatu, Saudara Gubernur DKI Jakarta, Mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Saudara Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Bapak Ma’rie Muhammad beserta Ibu, para tamu undangan dari negara-negara sahabat, para pimpinan dunia usaha dan tokoh masyarakat yang peduli pada masalah-masalah kemanusiaan,
Yang saya cintai dan saya muliakan para pahlawan kemanusiaan, pendonor darah sukarela,
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Sebelum saya menyampaikan sambutan pada acara yang penting ini, saya ingin menyampaikan kepada Hadirin sekalian, Saudara-saudara sekalian, saya ini jarang ketemu Pak Ma’rie Muhammad di Jakarta. Pertemuan saya dengan beliau unfortunately, adalah ketika kami berada di daerah-daerah, di pelosok tanah air yang sedang mengalami musibah, bahkan hari pertama kami bertemu atau jam-jam pertama setelah terjadinya, entah gempa bumi, ataupun musibah-musibah bencana alam yang lain, kami bertemu dalam rangka tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Oleh karena itulah, saya menjadi saksi sejarah atas apa yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia di negeri kita ini, terutama 2 tahun terakhir, baik di Aceh, di Nias, di Seumelu, di Yogya, di Jawa Tengah, di Pangandaran, di Cilacap dan tempat-tempat lainnya. Oleh karena itu, sungguh mulia apa yang dilakukan oleh pahlawan dan pejuang kemanusiaan yang bernaung di dalam organisasi Palang Merah Indonesia.
Tadi Pak Ma’rie Muhammad juga berharap, agar Istri saya atau Ibu Negara juga bisa bersama-sama dengan Palang merah Indonesia, tentu disambut dengan gembira dan bahkan menunggu undangan. Karena selama ini disamping mendampingi saya, bertemu rakyat di berbagai wilayah, terutama yang sedang mengalami musibah, supaya kita bisa ikut merasakan kesulitan dan penderitaannya untuk membantu mereka, Ibu Negara ini memang lebih saya perankan untuk aktif di dalam kegiatan sosial, pendidikan dan kesehatan.
Kemarin saya tahu, juga hadir dalam acara dengan para penyandang cacat, anak-anak kita. Oleh karena itu, Pak Ma’rie silakan untuk mengajak dan bukan hanya Ibu Negara, tapi saya menyerukan karena Ibu-ibu yang lain untuk meluangkan waktu bersama Palang Merah Indonesia. Pak Ma’rie Muhammad masih seperti yang dulu, ceplas-ceplos, terus terang, tapi benar.
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Saya mengajak sekali lagi untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat menghadiri pemberian penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial. Penghargaan ini, kita berikan kepada 541 saudara-saudara kita yang telah rela menyumbangkan darahnya sebanyak 100 kali. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para donor sukarela, baik yang hadir di tempat ini ataupun yang tidak hadir di seluruh tanah air. Semoga amal bakti Saudara-saudara diterima Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai amal saleh.
Saudara-saudara,
Palang Merah Indonesia sebagai organisasi sosial telah memberikan sumbangan yang sangat besar bagi kemanusiaan. Sejak didirikan pada tanggal 17 September 1945, PMI telah memainkan peranan yang sangat penting dalam menyelamatkan kehidupan sesama umat manusia. Sejak masa perang kemerdekaan, PMI telah banyak membantu para korban perang. Para sesepuh tentu masih ingat, apa yang dilakukan PMI pada waktu itu. Bantuan kemanusiaan, pertolongan pertama kepada para korban, dan pendirian dapur umum, adalah kegiatan-kegiatan awal yang telah dilakukan oleh Palang Merah Indonesia. Berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan, kesamaan, kemandirian, dan kesukarelaan, PMI telah menunjukan kegiatan yang sangat mulia dan membanggakan.
Ketika terjadi bencana, PMI adalah organisasi yang senantiasa paling awal terjun ke daerah bencana. Upaya tanggap darurat dengan sigap dilakukan. Evakuasi korban, pertolongan pertama bagi korban luka, hingga distribusi bantuan pangan dan obat-obatan, adalah tugas utama yang dilaksanakan PMI di lapangan.
Kita menyaksikan peran PMI dalam berbagai kejadian bencana. Pada kejadian gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah, dan berbagai bencana lain yang menimpa saudara-saudara kita di seluruh tanah air, PMI telah aktif melakukan kegiatan tanggap darurat. Dengan kesigapan, kecepatan, dan ketepatan penanganan para korban, sebagian korban bencana itu dapat diselamatkan. Kita juga melihat tayangan tadi, bahwa PMI bukan hanya ikut terlibat dalam kegiatan tanggap darurat, tapi juga dalam rehabiltasi dan rekonstruksi daerah, serta masyarakat pasca bencana.
Di luar bencana, saya juga memberikan apresiasi atas berbagai kegiatan PMI. Mulai dari kegiatan pencarian dan penyampaian berita keluarga, pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat, tranfusi darah, hingga pembinaan remaja dan relawan, adalah kegiatan-kegiatan yang amat positif dalam kehidupan masyarakat kita. Ketika terjadi bencana alam, konflik, dan musibah, kegiatan pencarian dan penyampaian berita keluarga sangatlah penting untuk dilakukan. Pelayanan seperti itu, dapat meringankan penderitaan batin, baik bagi para korban maupun keluarganya. Kegiatan mencari mereka yang hilang dan menyatukan kembali anggota keluarga yang terpisah, sungguh merupakan kegiatan yang mulia.
Hadirin yang saya hormati,
Sebagaimana dikatakan orang bijak, setetes darah dapat menyelamatkan jiwa manusia. Kata-kata bijak itu benar adanya, dan mari kita terapkan dalam kehidupan bersama kita. Bagi mereka yang sehat dapat memberikan tetesan darahnya melalui donor darah secara sukarela. Dengan tetesan darah yang kita miliki, kita dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang memerlukan. Di tengah-tengah bencana dan kecelakaan yang sering terjadi, tetes demi tetes darah, sangat membantu untuk mengurangi jumlah korban. Juga untuk mengurangi penderitaan bagi mereka yang terluka dan mempercepat penyembuhannya.
Kita tidak dapat berpangku tangan menghadapi para korban yang tertimpa bencana alam dan musibah kecelakaan. Kita harus mengambil tindakan-tindakan yang konkret. Melakukan aksi-aksi untuk menolong mereka secara cepat, tepat, sasaran, dan terkoordinasi merupakan kewajiban kita semua dan bukan hanya menjadi kewajiban Palang Merah Indonesia semata.
Pemerintah telah dan akan terus melakukan aksi-aksi untuk menghadapi berbagai bencana dan musibah yang mungkin saja akan terjadi. Dewasa ini, Pemerintah bekerja sama dengan berbagai badan internasional sedang membangun sistem peringatan dini untuk menghadapi bencana tsunami, meskipun kita berdoa semoga tsunami tidak datang lagi. Tetapi karena keadaan tanah air kita, konstruksi geologi negara kita, bencana semacam tsunami, letusan gunung berapi dan gempa bumi itu mungkin saja terjadi. Sistem peringatan dini ini, kita siapkan agar masyarakat dapat mengambil langkah-langkah cepat dan tepat manakala setelah gempa ada kemungkinan disusul dengan tsunami. Dengan demikian, kita dapat meminimalisasi atau mengurangi jatuhnya korban jiwa.
Saya sungguh berterima-kasih, dalam berbagai bencana yang menimpa masyarakat kita, seluruh komponen masyarakat telah secara aktif bergotong-royong mengatasinya, sebagaimana tadi disampaikan oleh Saudara Menteri Sosial. Kita harus terus-menerus menggelorakan kesetiakawanan sosial semacam itu. PMI sebagai salah satu komponen masyarakat, saya harapkan dapat terus meningkatkan kinerjanya dalam pengabdian kemanusiaan dan tugas-tugas yang saya sebutkan tadi dalam rangkaian penanggulangan bencana alam. Pemerintah tidak mungkin mengatasi setiap kejadian bencana tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh jajaran Pemerintah, baik di pusat maupun di daerah untuk memerankan PMI dan berbagai komponen masyarakat yang terlibat dalam aksi-aksi penanggulangan bencana sebagai mitra kerja Pemerintah.
Saudara-saudara, Hadirin yang saya muliakan,
Selain bencana alam, sebagaimana saya katakan tadi, akhir-akhir ini kita juga kembali mengalami berbagai kecelakaan transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Penyebabnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan cuaca maupun non-cuaca. Saya ingin menegaskan kembali, bahwa keselamatan jiwa manusia harus menjadi prioritas utama. Karena itu, saya telah meminta kepada seluruh jajaran Pemerintah terkait untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Saya juga telah membentuk tim nasional yang akan bekerja selama 3 bulan untuk melakukan evaluasi keselamatan dan keamanan transportasi kita, baik transportasi darat, transportasi laut, maupun transportasi udara. Dengan harapan, di masa depan sistem, manajemen dan operasi transportasi kita akan lebih memiliki tingkat keselamatan dan keamanan yang lebih tinggi lagi.
Berbagai prosedur, standar pengamanan, serta keselamatan para penumpang harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kita tidak boleh memberikan toleransi, jika keselamatan para penumpang tidak terjamin. Kesalahan dan kelalaian dari pihak-pihak penyelenggara transportasi yang mengakibatkan terjadinya musibah, harus ditindak tegas. Demikian pula, para pejabat dan petugas yang tidak melaksanakan kewajibannya sesuai dengan ketentuan harus diberikan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku di negara kita.
Saya berikan contoh Saudara-saudara, perlunya kesadaran dan kerjasama antara Pemerintah, pihak pengusaha transportasi dan masyarakat luas atau penumpang atau pengguna jasa transportasi. Sebagai contoh, kalau sebuah kapal motor tidak layak untuk mengarungi samudera yang luas dengan jarak tempuh yang panjang dan kemudian diberikan ijin, katakanlah oleh Departemen Perhubungan, Departemen Perhubungan salah. Dan yang memberi ijin harus diberikan tindakan dan sanksi. Apabila ternyata, setelah diuji laik untuk berlayar, berarti Departemen Perhubungan tidak salah. Kemudian pihak pelayaran itu tidak memenuhi ketentuan, misalnya menaikan penumpang melebihi batas yang ditentukan, maka maskapai pelayaran itu bersalah dan harus diberikan sanksi yang tegas. Apabila pihak nahkoda membatasi jumlah penumpang untuk keselamatan, tapi penumpangnya memaksa, mengancam dan harus diangkut, akhirnya melebihi jumlahnya, maka penumpang yang memaksa, yang mengancam itu juga ikut salah.
Ini memerlukan kesadaran bersama, kerjasama kita, agar sama-sama menjaga keselamatan dan keamanan dari transportasi kita sekali lagi baik, darat, laut dan udara. Selama 10 tahun terakhir setelah saya kaji kecelakaan di negeri ini angkanya relatif tinggi. Oleh karena itu, kita harus melakukan langkah-langkah yang sangat serius untuk melakukan perbaikan-perbaikan fundamental sekali lagi demi menjamin keselamatan dan keamanan yang lebih baik di waktu yang akan datang. Saya yakin itu bisa kita lakukan, apabila semua pihak memiliki kesadaran yang tinggi dan kita jalankan secara bersama-sama.
Saudara-saudara,
Di luar bencana dan musibah, kita juga masih dihadapkan dengan wabah flu burung. Penyakit ini belum sepenuhnya dapat kita atasi. Kadang-kadang menurun, hilang di beberapa Provinsi, muncul lagi satu, dua kasus di Provinsi yang lain, karena memang luasnya negeri kita, luasnya sebaran ternak, unggas kita di negeri kita.
Departemen Kesehatan telah menyatakan 9 Provinsi dalam status Kejadian Luar Biasa, yang berarti kemungkinan masih akan terjadi di tempat-tempat itu kasus-kasus penyakit flu burung. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, saya minta seluruh jajaran Pemerintah, utamanya Pemerintah Daerah, karena Pemerintah Daerah, Kabupaten dan Kota yang langsung berhadapan dengan masyarakat, dengan penduduk-penduduk, dengan komunitas-komunitas yang tahu dimana tempat-tempat peternakan unggas ataupun dimana unggas-unggas itu berada, agar terus-menerus melakukan tindakan-tindakan nyata.
Saya juga berharap para Pemimpin Daerah, Gubernur, Bupati dan Walikota dengan tanggung jawab dan kepemimpinannya yang tinggi aktif dan turun ke lapangan untuk mengatasi flu burung ini. Saya hargai apa yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta dan beberapa Pimpinan Daerah yang turun langsung untuk memimpin upaya mengatasi flu burung ini. Saya berharap semua Pemimpin Daerah juga begitu untuk keselamatan saudara-saudara kita, rakyat kita, yang bisa jadi terkena penyakit flu burung itu. Kita harus dapat mencegah penyakit ini, agar tidak terjadi penularan dari manusia ke manusia. Kita pun harus mencegah, agar pandemi penyakit ini tidak meluas. Untuk itu, diperlukan kerjasama dari masyarakat, terutama yang memiliki dan beternak berbagai jenis unggas.
Pemerintah akan terus melakukan upaya pencegahan. Dengan terpaksa sekali lagi dengan terpaksa, memusnahkan berbagai jenis unggas di tempat penularan dan sekitarnya. Kepada seluruh warga masyarakat, saya minta kesadarannya untuk melakukan pengawasan terhadap unggas yang dimiliki, agar tidak terjangkit penyakit ini. Jika diketahui unggas yang dimiliki terjangkit virus ini, saya minta agar segera dimusnahkan. Kita harus berani dan mampu berkorban untuk kepentingan dan keselamatan kita bersama. Saya minta Pemerintah Daerah dapat memberikan kompensasi yang wajar kepada penduduk yang unggasnya terpaksa dimusnahkan.
Saudara-saudara,
Saya menganggap persoalan ini serius. Mengapa kita harus memusnahkan unggas yang nyata-nyata akan mengembangkan atau menularkan penyakit flu burung ini. Bukan hanya Indonesia bisa dilihat oleh dunia sebagai kurang serius di dalam memberantas flu burung, bukan hanya, kalau ini dilihat oleh media masa internasional, orang takut datang ke Indonesia, pariwisata kita anjlok, kegiatan ekonomi perdagangan menurun, bukan hanya itu, tetapi bagi kita dan yang lebih penting, karena kita ingin menjamin keselamatan jiwa rakyat kita sendiri, saudara kita sendiri, penduduk kita di tempat-tempat yang diduga masih ada penyakit flu burung itu. Oleh karena itu, karena menyangkut keselamatan jiwa, saya berharap semua bersatu padu untuk menyukseskan program pemberantasan penyakit flu burung ini.
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Itulah yang dapat saya sampaikan dan sebelum mengakhiri sambutan ini, sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Saudara-saudara penerima Penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial. Semoga darma bakti Saudara-saudara selama puluhan tahun dapat menjadi suri teladan bagi Saudara-saudara yang belum pernah menyumbangkan darahnya. Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak seluruh warga masyarakat untuk rela menyumbangkan darahnya demi keselamatan saudara-saudara kita yang memerlukannya.
Kepada seluruh jajaran Palang Merah Indonesia di seluruh tanah air, saya ucapkan terima kasih atas pengabdian yang tulus dari Saudara-saudara. Teruskan perjuangan kemanusiaan yang diemban oleh PMI. Perluas cakupan sasaran dan pengabdian Saudara-saudara. Aktifkan Palang Merah Remaja, Korps Suka Rela, dan Tenaga Suka Rela di berbagai tempat. Untuk meningkatkan profesionalisme PMI, saya minta agar para anggota PMI meningkatkan keterampilan dan kemampuannya. Lakukan pembinaan, pendidikan, dan pelatihan kepalangmerahan secara berkesinambungan. Dengan kemampuan dan keterampilan para anggotanya, PMI akan dapat meningkatkan peran dan pengabdiannya untuk menolong sesama.
Semoga Tuhan yang Maha Kuasa, Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita semua dalam mengarungi kehidupan kita menuju hari esok yang lebih baik.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



