Pidato Presiden
Sambutan Pembukaan Muktamar Ke-6 Partai Persatuan Pembangunan
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PEMBUKAAN MUKTAMAR KE-6
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN
WAHANA RAMA SHINTA-TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL
30 JANUARI 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Yang saya hormati, para Pimpinan Lembaga-lembaga Negara,
Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang Mulia para Duta Besar Negara-negara Sahabat,
Saudara Gubernur DKI Jakarta,
Yang saya hormati, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan, Bapak Hamzah Haz yang juga mantan Wakil Presiden Republik Indonesia,
Para Pimpinan dan Pengurus Partai Persatuan Pembangunan,
Para Pimpinan Partai Politik dan Ormas Islam,
Yang saya cintai dan saya muliakan, para Ulama dan Sesepuh Partai Persatuan Pembangunan,
Keluarga Besar PPP,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Malam ini kita bersyukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat menghadiri Pembukaan Muktamar Ke-6 Partai Persatuan Pembangunan, sekaligus bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Partai yang ke-34. Shalawat dan salam, marilah kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW serta keluarga, para sahabat dan pengikut-pengikut Rasul sampai akhir jaman.
Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bermuktamar pada para peserta yang datang dari seluruh tanah air. Semoga Muktamar Partai Persatuan Pembangunan kali ini, dapat melahirkan gagasan-gagasan cemerlang, demi masa depan dan cita-cita partai di masa yang akan datang. Saya berdoa ke hadirat Allah SWT, semoga Muktamar ini berjalan dengan lancar dan sukses.
Hadirin yang berbahagia,
Tema Muktamar Partai Persatuan Pembangunan kali ini ialah “Berhikmat Melayani Umat, Meneguhkan Komitmen Ke-Indonesiaan Dalam Menjaga Agama dan Mensejahterakan Bangsa”. Saya menilai tema ini merupakan tema yang sangat penting dan relevan dengan situasi yang kini tengah dihadapi oleh bangsa dan negara kita. Sebagai partai politik yang berazaskan Islam, PPP tentu berkewajiban melayani dan menyalurkan kepentingan umat. Melayani dan menyalurkan kepentingan umat Islam itu tentu dalam konteks masyarakat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Partai politik didirikan untuk bekerja dan berjuang dalam konteks negara tertentu. Inilah bedanya partai politik dengan sebuah gerakan sosial atau social movement yang kadangkala tidak membatasi ruang kegiatannya hanya pada suatu negara tertentu. Kiranya tidak seorang pun yang meragukan komitmen Partai Persatuan Pembangunan pada masyarakat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Sebagai partai yang berazaskan Islam, ruh dan semangat partai ini tidak dapat lepas dari ruh dan nilai-nilai ajaran Islam. Semua kita menyadari bahwa ajaran-ajaran Islam itu bersifat universal. Karena itu, ajaran Islam tidak terbatas pada waktu dan ruang tertentu. Tugas Partai Persatuan Pembangunan, sebagai partai Islam di tanah air kita ialah, merumuskan nilai-nilai Islam yang universal itu dalam konteks kekinian, dan konteks kehidupan bangsa Indonesia.
Masalah-masalah yang dihadapi masyarakat dan bangsa kita, tentu mempunyai perbedaan dengan masyarakat dan bangsa-bangsa yang lain. Disamping perbedaan, tentu ada pula persamaan-persamaannya. Katakanlah masalah kemiskinan, keterbelakangan, dan ketidakstabilan adalah masalah yang dapat kita jumpai di mana saja di dunia ini.
Namun apa latar belakangnya dan bagaimana cara yang efektif untuk mengatasinya, dari suatu negara ke negara lain, mungkin berbeda. Itulah sebabnya, pemetaan terhadap masalah-masalah itu memerlukan pendekatan khas Indonesia. Ajaran-ajaran Islam yang universal akan menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah kering dalam kita memecahkan masalah yang kita hadapi.
Selama 34 tahun keberadaannya, Partai Persatuan Pembangunan telah menunjukkan jati dirinya sebagai partai Islam yang berjuang untuk memecahkan persoalan-persoalan bangsa kita. Sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan betapa pentingnya musyawarah, Partai Persatuan Pembangunan sejak awal berjuang untuk menegakan demokrasi.
Perjuangan PPP untuk membangun sistem pemilihan umum yang demokratis, jujur dan adil, telah sama-sama kita ketahui sejak lama. PPP juga sejak dulu menginginkan agar masa jabatan Presiden dibatasi hanya dua periode saja. Perjuangan itu telah dimulai jauh sebelum terjadinya proses perubahan Undang-Undang Dasar. Tidaklah berkelebihan kiranya, kalau kita katakan bahwa sejak awal Partai Persatuan Pembangunan adalah partai reformis yang memiliki watak dan karakter pembaharuan sosial dan politik.
Partai Persatuan Pembangunan telah sejak lama menyadari, bahwa kerangka konstitusional dari tatanan politik, ekonomi, sosial, budaya dan hukum belumlah memadai. Itulah sebabnya, PPP dengan sungguh-sungguh memperjuangkan perubahan terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Undang-Undang Dasar haruslah memuat aturan-aturan dasar di bidang itu. Di mana pun, di dunia ini, undang-undang dasar selalu dijadikan sebagai landasan dalam penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan negara. Para penyelenggara negara tidak boleh bertindak menyimpang dari aturan-aturan dasar konstitusi. Memang selalu ada ruang bagi penafsiran. Namun penafsiran terhadap Undang-Undang Dasar tidak boleh menyalahi aturan-aturan dasar yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian negara akan terjaga dari kepentingan sesaat yang mungkin ada diantara para penyelenggara negara.
Kita memang menyadari, bahwa perubahan Undang-Undang Dasar yang telah terjadi selama empat tahap di era reformasi ini, mungkin masih perlu disempurnakan lagi di masa depan. Namun proses penyempurnaan itu sepenuhnya kita serahkan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat. Majelis inilah yang berwenang mengubah Undang-Undang Dasar. Majelis juga berwenang untuk mengatakan bahwa Undang-Undang Dasar tidak perlu diubah. Kita wajib menghormati apa yang akan diputuskan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Saya yakin para politisi dari Partai Persatuan Pembangunan akan memahami dengan sungguh-sungguh apa yang terbaik, yang harus kita pilih dalam membangun kehidupan demokrasi dan kehidupan bernegara yang lebih baik di masa yang akan datang.
Hadirin yang saya muliakan,
Sebagai salah satu hasil nyata pembangunan politik di tanah air kita yang juga ikut diperjuangkan oleh Partai Persatuan Pembangunan ialah tumbuhnya suasana kemerdekaan menyatakan pendapat di tanah air kita ini. Sebagaimana kita maklum ajaran Islam menjamin kemerdekaan menyatakan pendapat sepanjang menghormati asas-asas akhlak yang harus dijadikan sebagai pedoman. Karena ruang kebebasan telah dibuka, maka sekarang aneka pendapat berkembang di masyarakat tanpa seorang pun dapat menghalanginya.
Meskipun demikian kita tentu harus menyadari, bahwa tidak ada kebebasan mutlak tanpa akhlak dan tanggung jawab. Aturan-aturan hukum musti pula ditegakkan, agar kemerdekaan menyatakan pendapat tidak merugikan orang lain. Begitu pula halnya dalam penyelenggaraan pemerintahan, tidak ada seorang pun dari rakyat kita yang tidak merindukan pemerintahan yang efektif dan efisien. Pemerintahan yang efektif dan efisien itu bukan hanya bekerja berdasarkan sasaran dan parameter ekonomi, tetapi juga memikirkan pemerataan, kesejahteraan dan keadilan. Ekonomi memang harus tumbuh tetapi rakyat juga harus makin sejahtera. Akan sia-sia jika ekonomi tumbuh tetapi rakyat tetap miskin dan pengangguran juga tidak berkurang.
Pemerintah terus berjuang sekuat tenaga untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran guna menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita juga mendambakan adanya pemerintahan yang bersih dan berwibawa, yang mengabdi kepada kepentingan seluruh rakyat, namun kita patut pula menyadari bahwa pemerintahan yang bersih dan berwibawa itu mensyaratkan adanya partai politik yang juga bersih dan berwibawa.
Pemerintahan yang bersifat demokratis harus dibangun dari bawah, sebab itulah Undang-Undang Dasar kita menjamin kemerdekaan berserikat dan berkumpul. Atas dasar itu pula kita menyusun undang-undang tentang partai politik, undang-undang tentang pemilihan umum dan undang-undang lain yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan. Rakyat berhak membentuk partai politik dan ikut dalam pemilihan umum, sepanjang memenuhi persayaratan yang telah diatur dalam undang-undang.
Melalui proses pemilihan umum itulah kita susun pemerintahan kita sebab itu jika menginginkan terbentuknya pemerintahan yang bersih dan berwibawa maka partai politik berkewajiban untuk membangun kehidupan kepartaian yang bersih dan berwibawa. Tapi seruan yang terjadi pada partai politik sedikit banyaknya akan mempengaruhi penyelenggaraan pemerintahan negara. Sebab itu saya mengajak kepada Partai Persatuan Pembangunan dan juga partai-partai politik yang lain.
Marilah kita membangun kehidupan partai yang sehat, demokratis, bersih dan berwibawa. Hanya dengan cara itu kita akan berhasil membangun basis kepercayaan rakyat. Kepercayaan rakyat itu adalah amanat yang wajib kita tunaikan dalam membangun bangsa dan negara.
Hadirin yang berbahagia,
Kepada seluruh anggota, kader dan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan, saya mengajak untuk sama-sama meningkatkan pembangunan demokrasi yang kini telah tumbuh di tanah air kita. Jadikanlah prinsip-prinsip ajaran Islam yang universal sebagai landasan dalam membangun dan menyemarakkan demokrasi di tanah air kita.
Sebagai partai Islam, saya yakin Partai Persatuan Pembangunan akan selalu mengingatkan setiap kadernya betapa pentingnya meletakkan kebijakan dan tindakan politik diatas pondasi akhlak sebagaimana diajarkan Islam. Tanpa akhlak kehidupan politik akan diwarnai oleh hal-hal yang keji dan munkar padahal ajaran Islam menyuruh umatnya untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah yang munkar.
Hadirin sekalian,
Demikianlah sambutan saya. Sekali lagi saya ucapkan selamat bermuktamar kepada seluruh warga Partai Persatuan Pembangunan. Semoga Muktamar ini berjalan dengan aman, sukses dan demokratis. Akhirnya dengan memohon ridho Allah SWT dan dengan mngucapkan Bismilahirrahmanirahim Muktamar Partai Persatuan Pembangunan Yang Ke-6 saya nyatakan dibuka dengan resmi.
Sekian.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



