Pidato Presiden

Sambutan Kunjungan Kerja di Kabupaten Grobogan

 

TRANSKIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DALAM RANGKA KUNJUNGAN KERJA
DI KABUPATEN GROBOGAN, JAWA TENGAH
21 FEBRUARI 2007




Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,

Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Menko Perekonomian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan para Menteri Kabinet Indonesia bersatu,
Yang saya hormati Pimpinan dan Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Jawa Tengah dan para Gubernur, Saudara Bupati Grobogan dan para Bupati, Walikota yang hadir pada acara ini, para Pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara, pimpinan dunia usaha yang bergerak di bidang energi, para pejabat yang bertugas di Jawa Tengah maupun Grobogan, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri, para asosiasi petani dan para petani jarak yang saya cintai,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada hari yang baik dan Insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak Saudara semua untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena kepada kita masih diberi kesempatan, diberi kekuatan, dan diberi kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita sebagai umat hamba Allah SWT dan melanjutkan karya, serta pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta.

Hari ini saya beserta rombongan hadir di tempat ini, di Kabupaten Grobogan tiada lain adalah untuk melihat dari dekat, bertatap muka dengan para pimpinan, termasuk para petani, agar sebagaimana yang disampaikan oleh Saudara Bupati Grobogan tadi, budidaya jarak pagar, khususnya dan upaya untuk meningkatkan kecukupan pangan, kecukupan energi, dan kesejahteraan rakyat di wilayah ini dapat berhasil mencapai tujuan dan sasarannya.

Kemarin, saya dan rombongan berada di Kabupaten Boyolali. Saya datang untuk mengunjungi budidaya ikan lele, berdialog dengan para petani. Dan sama dengan acara hari ini, saya datang untuk membantu, memberikan semangat, mendorong, agar usaha budidaya ikan lele yang ada di Boyolali itu tumbuh dengan baik, agar hasilnya bisa dinikmati oleh bukan hanya anggotanya, tetapi juga masyarakat di daerah itu. Dan akhirnya, tujuan kita untuk menciptakan lapangan pekerjaan, untuk mengurangi kemiskinan, dan untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dapat mencapai tujuan dan sasaran itu dengan berhasil.

Saudara-saudara,
Kalau kita sejenak melihat masa lalu di negeri tercinta ini, 10 tahun yang lalu, 1997 dan tahun berikutnya lagi 1998, negara kita mengalami krisis. Pertamanya krisis moneter berlanjut menjadi krisis ekonomi dan akhirnya merambat kemana-mana, kita mengalami yang disebut dengan krisis nasional. Akibat krisis itu, jumlah saudara kita yang miskin, yang menganggur meningkat. Akibat krisis itu pula, hutang Pemerintah, hutang luar negeri kita juga meningkat. Oleh karena itulah, sejak itu pemerintahan demi pemerintahan, kita semua bekerja keras mengatasi krisis, berusaha dengan sungguh-sungguh memulihkan kembali ekonomi kita, membangun kembali bangsa dan negara kita. Tugas itu masih berlanjut. Saya yang mengemban amanah saudara-saudara untuk memimpin negeri ini sampai Insya Allah tahun 2009 nanti bersama yang lain, bertugas untuk melanjutkan upaya pengurangan kemiskinan, pengurangan pengangguran dan pengurangan hutang Pemerintah.

Kalau kita bicara mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, maka kita harus menggerakan ekonomi lokal, ekonomi di perdesaan, ekonomi kerakyatan, agar semua pertumbuhan dan perkembangan itu hasilnya langsung dirasakan oleh rakyat kita. Ingat hampir 70%, saudara-saudara kita yang miskin tinggal di perdesaan dan di sektor pertanian. Oleh karena itu, kalau kita dewasa ini melakukan langkah-langkah besar-besaran, melakukan percepatan untuk membangun ekonomi perdesaan, ekonomi kerakyatan, termasuk pengembangan bahan bakar nabati dari pertanian jarak pagar, semata-mata sekali lagi, agar upaya pengurangan kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan itu dapat berlangsung dengan baik.

Saudara-saudara,
Disamping kita harus terus-menerus mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan taraf hidup rakyat kita, seraya mengurangi hutang tadi akibat krisis, perlu kita ketahui dan ini perlu saya sampaikan di banyak kesempatan. Bahwa tujuan pembangunan yang kita laksanakan ini tiada lain adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tujuannya itu, bukan yang lain-lain. Kesejahteraan rakyat meningkat, apabila dari waktu ke waktu rakyat kita itu makin mendapatkan kecukupannya di bidang pangan, di bidang sandang, memiliki papan yang layak huni, mendapatkan pendidikan yang makin baik, mendapatkan pelayanan kesehatan yang makin baik pula, energinya makin cukup, lingkungannya makin baik, dan terbebas dari ancaman ketakutan, kecemasan oleh kejahatan-kejahatan. Kalau kondisi itu makin baik, bolehlah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha kuasa, karena kesejahteraan rakyat kita makin baik. Itulah yang kita lakukan sekarang ini.

Dan saya menggarisbawahi, saya mengajak semua Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa, semua pihak untuk betul-betul memperhatikan kecukupan pangan, kecukupan energi, dan kecukupan air. Pangan, energi, air, ini menjadi sangat penting bukan hanya untuk bangsa Indonesia, tetapi juga sangat penting bagi umat sedunia. Bumi kita ini makin tua, penduduknya makin banyak, jumlahnya sekarang sekitar 6 milyar manusia. Padahal minyaknya makin berkurang, sumber-sumber yang lain makin susut, air pun juga makin susut. Kalau kita tidak pandai-pandai memelihara lingkungan kita, menghemat sumber daya alam kita, tanah air kita, bumi kita, suatu saat manusia sejagat akan mengalami krisis pangan, krisis energi, dan krisis air. Kita tidak bisa hidup lagi. Hidup layak, kalau tidak bisa makan, tidak ada energi, listrik, bahan bakar misalnya dan tidak ada air minum atau air bersih. Wajib hukumnya bagi kita semua, bangsa kita untuk benar-benar melakukan langkah-langkah yang serius untuk memelihara ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air. Kemarin saya bicara ketahanan pangan, kecukupan pangan untuk rakyat kita. Hari ini saya bicara, ketahanan kecukupan energi juga untuk rakyat kita, untuk masa depan kita.

Tahun lalu, tanggal 1 Juli 2006 di Losari, Magelang, saya bersama para Menteri, bersama Gubernur Jawa Tengah, para Pimpinan BUMN dan pihak-pihak lain bertemu untuk menyusun suatu kebijakan, strategi, rencana, dan langkah-langkah nyata untuk mengembangkan bahan bakar nabati. Mengapa? Selama ini, bangsa kita boros di dalam menggunakan bahan bakar minyak, padahal minyak itu jumlahnya makin berkurang, suatu saat habis. Minyak tidak bisa diperbaharui. Kalau jarak pagar bisa diperbaharui, singkong bisa diperbaharui, tebu bisa diperbaharui, kelapa sawit bisa diperbaharui, tanaman-tanaman yang menghasilkan BBN itu bisa diperbaharui. Minyak tidak, suatu saat minyak kita, gas kita, batu bara kita akan habis. Terlalu banyak kita menggunakan bahan bakar minyak, gas, dan batu bara. Mulai saat ini, kita harus berhemat menggunakan minyak bumi, gas alam, dan batu bara kita.

Di satu sisi, kita menghemat, tetapi ingat, kebutuhan bahan bakar terus meningkat, rumah tangga-rumah tangga butuh bahan bakar, kota-kota butuh penerangan listrik, pabrik-pabrik juga butuh bahan bakar dan listrik dan lain-lain, termasuk transportasi, angkutan darat, laut, dan udara. Oleh karena itu, kita bertekad sambil membikin mesin-mesin itu, kendaraan-kendaraan itu makin hemat, sambil meminta rakyat kita hemat energi, hemat listrik, hemat BBM, kita harus menggantinya dengan sumber energi yang bisa diperbaharui. Apa itu? Sumber daya listrik yang berasal dari angin, seperti kitiran itu menghasilkan listrik. Sumber listrik dari sinar matahari, ditangkap, diubah dengan alat menjadi listrik. Air, air terjun bisa diubah, diproses menjadi listrik. Itu contoh-contoh sumber energi yang bisa diperbaharui dan bahan bakar nabati, sebagaimana yang Saudara lakukan misalnya jarak pagar.

Tahun 2025, yang muda-muda akan mengganti saya, mengganti Menteri, Gubernur, Bupati, dan lain-lain. Dengan kerja besar dengan upaya kita, Insya Allah kita tidak lagi sangat tergantung kepada minyak bumi, gas, dan batu bara. Kita ingin nanti, minyak bumi itu penggunaannya untuk BBM bisa kita kurangi 20%, gas bisa kita kurangi 30%, batu bara kita kurangi sekitar 35% diganti dengan yang bisa diperbaharui tadi. Saudara bekerja sekarang untuk kita dan untuk anak cucu kita di waktu yang akan datang. Pahalanya akan tinggi sekali, anak cucu kita akan berterima kasih mengenang kita semua yang tidak egois, tidak menggunakan semuanya secara serakah hanya untuk kepentingannya masa sekarang. Kita ingat generasi yang akan datang, kita ingat anak cucu kita itu.

Saudara-saudara,
Dengan penjelasan saya ini, maka kita paham, mengapa bahan bakar nabati sebagai bagian dari bahan bakar yang terbarukan harus kita galakan? Di belakang Saudara ada tulisan-tulisan, cocok, benar. Dengan proyek pengembangan bahan bakar nabati di Desa-desa, di Kecamatan-kecamatan, di Kabupaten-kabupaten di seluruh Indonesia dengan model, dengan paket desa mandiri energi, maka diharapkan, tadi Menteri energi sudah menyampaikan, Bupati Grobogan juga sudah menyampaikan, maka dengan pertumbuhan industri atau Usaha Kecil Menengah itu, kita bisa mencapai banyak hal.

Pertama, dengan aktivitas ekonomi, perkebunan, pengolahan pembuatan minyak itu, maka ada lapangan pekerjaan, yang tadinya menganggur dapat pekerjaan. Kalau bekerja, punya penghasilan. Kalau punya penghasilan, bisa untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, akibatnya mereka menjadi kurang miskin lagi. Pengurangan kemiskinan.

Yang kedua, dengan adanya aktivitas perkebunan jarak pagar ini, hiduplah perekonomian di pedesaan, berkembang ekonomi kerakyatan. Akhirnya secara kumulatif seluruh Indonesia, daerah demi daerah, ekonominya akan tumbuh. Kalau ekonomi akan tumbuh, semua diuntungkan. Disamping itu makin banyak bahan bakar nabati yang kita gunakan, makin banyak sumber listrik dari angin, air, matahari yang kita gunakan, udara kita makin bersih.

Saudara tahu mengapa bencana alam datang berganti di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia? Mengapa suhu berubah-ubah? Mengapa es di kutub makin mencair? Mengapa air laut mulai naik di wilayah pasifik? Mengapa musim berubah? Mengapa hujan seperti itu? Mengapa kekeringan menjadi panjang, mengakibatkan panen kita terlambat? Itu karena yang disebut pemanasan global, global warming, menjadikan, menghasilkan perubahan iklim, climate change. Dengan climate change berubah tatanan kehidupan yang berkaitan dengan alam di seluruh dunia. Kalau dibiarkan dampaknya buruk bagi kita semua, bagi umat sedunia, dan bagi Indonesia. Kita wajib ikut menyelamatkan bumi kita.

Pemanasan global terjadi karena banyak sekali gas buang yang dibuang ke udara, yang tadinya bersih, kalau bumi itu seperti jeruk, di luarnya itu ruang udara yang disebut atmosfir. Kalau atmosfirnya baik, baik buminya. Atmosfirnya buruk, banyak macam-macam buruk pula buminya yang bisa bikin buruk karena gas buang seperti gas buang karena kendaraan, karena kebakaran hutan, karena yang lain-lain. Itu antara lain yang disebut zat CO2. Kita cegah jangan terlalu banyak yang dibuang yang berasal dari batu bara dan bahan bakar minyak, makin banyak nabatinya, makin banyak terbarukannya, makin kecil. Sekali lagi, menyelamatkan bumi kita.

Sekarang didengungkanya bumi akan kiamat pada tahun sekian menurut ramalan, karena global warming. Semua di tangan Allah SWT, tapi manusia wajib berikhtiar, menyelamatkan bumi kita. Oleh karena itu, yang Bapak/Ibu yang lakukan baik untuk lingkungan hidup, baik untuk penyelamatan bumi kita. Saya dukung penuh proyek ini, kegiatan ini, tujuannya banyak, tujuannya baik, baik untuk masa sekarang baik untuk masa depan.

Saudara-saudara,
Saya tahu, aktivitas ekonomi seperti ini budidaya tanaman jarak ini memerlukan dukungan, paling tidak ada 5 yang mari kita Pemerintah saya Pak Gubernur, Pak Bupati memberikan dukungan, mari BUMN, Pertamina, RNI dan lain-lain juga bekerja sama. Mari para pengusaha kita bekerja sama dan kelompok-kelompok tani, komunitas kita bekerja sama.

Yang pertama, diperlukan tanah. Tanah ini kita utamakan tanah-tanah yang tidak tergunakan dengan baik, lahan-lahan tidur, tanah yang ditinggalkan karena pertanian, perkebunan masa lalu yang berada di seluruh tanah air. Tidak benar kalau ada pihak di luar negeri mengatakan, program pengembangan bahan bakar nabati akan merusak hutan. Tidak benar, kita sadar, kita harus menjaga lingkungan kita yang akan kita buka tanah-tanah itu benar-benar tanah yang selama ini justru terbengkalai, justru kering, justru tandus, justru yang lain-lain. Kita gunakan untuk jarak pagar sehingga makin baik, makin bisa mencegah datangnya banjir itu. Itu tanah harus ada, kita selesaikan dengan baik.

Yang kedua, modalnya harus ada. Meskipun ada tanahnya, kalau enggak ada uang, enggak ada bibit, enggak ada ini, enggak ada itu tidak bergerak betul? Oleh karena itu, kita pikirkan pendanaannya, modalnya, yang kita berikan hari ini antara lain memberikan pendanaannya untuk menggarap tanah yang di jadikan perkebunan jarak pagar ini.

Yang ketiga, setelah ada tanah, ada modal, tentu ada pabrik-pabrik, ada peralatan-peralatan, ada mesin-mesin. Itu yang kita bangun. Ada yang sekalanya kecil untuk rumah tangga, ada yang besar, karena untuk memproduksi minyak yang lebih besar pula. Kita akan bangun secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan sesuai dengan kerjasama kita, Pemerintah, dunia usaha, dan komunitas masyarakat.

Yang keempat, tentu diperlukan beberapa jaring jalan, mungkin irigasi di tempat-tempat tertentu yang kita sebut dengan prasarana atau infrastruktur. Ini juga kita bangun, seabagaimana Pak Bupati harapkan tadi. Tetapi ingat, uang negara itu harus kita gunakan untuk membiayai pembangunan di seluruh Indonesia. Kalau membangun infrastuktur bukan hanya Grobogan, bukan hanya Jawa Tengah, tapi juga tempat-tempat yang lain. Oleh karena itu, saya meminta Menteri Pekerjaan Umum melewati Menko Perekonomian bicarakan dengan Gubernur Jawa Tengah, Bupati Grobogan untuk meningkatkan infrastruktur bendungan dan air tadi, agar bisa dimanfaatkan lebih baik lagi. Di rencanakan, berapa, kapan dan lain-lain, karena sekali lagi, saya juga harus memikirkan semua saudara kita di seluruh Tanah air. Tetapi saya lihat tadi memang memiliki kepentingan yang perlu segera dilakukan pembangunan lebih lanjut.

Setelah infrastruktur, harus dipastikan yang Bapak hasilkan apakah biji jarak, apakah minyak itu ada yang membeli? Betulkan? Itulah kita memerlukan pemasaran, Pertamina akan membeli, RNI misalnya akan membeli dan lain-lain. Tidak mungkin bisa hidup sebuah usaha, meskipun produktivitasnya baik kalau tidak bisa dipasarkan, kalau tidak ada yang membeli. Di sini kita pastikan, bahwa ada pembelian atau penggunaan barang-barang itu. Itulah yang kita akan lakukan satu dan sudah kita lakukan akan terus kita lakukan ada lahan, ada modal, ada mesin atau pabriknya, ada infrastuktur yang kita bangun, dan kemudian dipastikan ada pemasaran.

Khusus konsep desa mandiri energi, ini akan kita bangun di seluruh tanah air. Tujuannya adalah agar kantong-kantong Kecamatan, pedesaan itu bisa lebih mencukupi ketahanan energinya, tidak sangat tergantung pada minyak tanah. Minyak tanah ini kita subsidi, subsidinya besar sekali. Kalau makin kita kurangi minyak tanah, subsidi kita kurangi, subsidi itu kita gunakan kembali untuk mengurangi kemiskinan, untuk program-program pro rakyat, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Kita ingin makin mandiri desa-desa itu. Oleh karena itu, pengembangan bahan bakar nabati dari jarak pagar, disamping untuk menambah supply, menambah persediaan energi di tanah air juga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga-rumah tangga di desa-desa itu.

Saya juga tahu perlu bimbingan teknis. Saya meminta kepada Menteri-menteri terkait di sini. Mari kita lakukan program bimbingan, penyuluhan yang baik. Pak Gubernur kemarin memiliki ide yang baik, supaya ekonomi perdesaan tumbuh, ekonomi rakyat tumbuh, makin cukup pangan, makin cukup energi, makin sejahtera rakyatnya, maka ada gerakan modal masuk desa, saya ingin bank-bank, lembaga keuangan bukan bank itu mau menyalurkan dananya yang tepat untuk ekonomi perdesaan, modal masuk desa. Saya juga menyeru para sarjana yang muda-muda, itu juga turun memberikan bimbingan, penyuluhan, bantuan sehingga ada gerakan sarjana masuk desa.

Sarjana, banyak, surplus, daripada semua berkumpul di kota-kota menunggu untuk mencari pekerjaan yang kadang-kadang tidak mudah, marilah kita bangun desa kita karena kalau desanya sejahtera, desanya maju seluruh negeri akan sejahtera dan maju. Ini adalah gerakan yang akan kita lanjutkan di waktu yang akan datang. Dengan demikian Saudara-saudara, harapan saya makin ke depan benar-benar lapangan kerja makin banyak tercipta, kemiskinan akan makin kita kurangi, pendapatan rumah tangga demi rumah tangga akan meningkat dan bersama dengan program Pemerintah membikin pendidikan makin murah dan bagi yang miskin, gratis, membikin pelayanan kesehatan makin murah dan bagi yang miskin, gratis, maka penghasilan itu benar-benar bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan yang layak. Dan dengan demikian, Insya Allah jumlah kemiskinan akan makin susut di negeri tercinta ini.

Itulah yang saya sampaikan kepada para Gubernur, Bupati seluruh tanah air, lanjutkan dengan sungguh-sungguh pengembangan bahan bakar nabati ini, turunlah ke lapangan, bertemulah dengan rakyat, bantu mereka agar usahanya makin berhasil. Kepada Saudara-saudara, bekerjalah dengan baik, tekun, gigih, bersemangat. Tidak pernah ada jalan yang lunak untuk mencapai tujuan yang mulia. Kalau kita ingin sejahtera, bangsa ini, negara ini, mari kita bekerja keras, mari kita bersatu, mari kita bekerja bersama-sama. Dan dengan demikian, Tuhan akan memberikan jalan bagi masa depan yag lebih baik. Demikianlah sambutan saya, harapan saya dan ajakan saya kepada semua, mari kita bekerja ikhlas, bekerja tulus, bekerja bersemangat, bekerja cerdas, dan keras untuk masa depan kita semua.

Sekian.
Wassalamua’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan