Pidato Presiden
Sambutan Acara Penganugerahan Lencana Tunas Kencana untuk Presiden RI dan PM Malaysia
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENGANUGERAHAN LENCANA TUNAS KENCANA KEPADA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA OLEH KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA DAN KEPADA PERDANA MENTERI MALAYSIA OLEH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
BIRAWA ASSEMBLY HALL-KOMPLEKS BIDAKARA
22 FEBRUARI 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Selamat siang,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang Amat Berhormat Dato’ Seri Abdullah Ahmad Badawi, Perdana Menteri Malaysia, Pimpinan Puncak Gerakan Pramuka Indonesia, dan Pimpiman Puncak Persekutuan Pengakap Malaysia, Hadirin sekalian yang saya muliakan, Keluarga Besar Pramuka yang saya cintai dan saya banggakan.
Salam Pramuka.
Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat menghadiri Penganugerahan Lencana Tunas Kencana kepada Perdana Menteri Malaysia Yang Amat Berhormat Dato’ Seri Abdullah bin Haji Ahmad Badawi. Saya ingin menggunakan kesempatan yang memberbahagiakan ini untuk menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas perkenan Yang Amat Berhormat Dato’ Seri Abdullah bin Haji Ahmad Badawi memenuhi undangan kami. Semoga kehadiran Dato’ Seri menjadi perekat persahabatan antara organisasi kepanduan kedua negara.
Hadirin yang saya muliakan,
Pada tanggal 5 Agustus 2006 yang lalu, saya mendapat kehormatan menerima Penghargaan Bintang Pingat Semangat Padi dari Persekutuan Pengakap Malaysia. Penghargaan ini merupakan penghargaan yang sangat bernilai bagi saya. Atas anugerah itu, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus.
Pada hari ini saya sebagai Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, atas nama Gerakan Pramuka Indonesia dengan penuh sukacita dan kehormatan menganugerahkan penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka berupa Lencana Tunas Kencana kepada Yang Amat Berhormat Dato’ Seri Abdullah bin Haji Ahmad Badawi. Penghargaan ini kami anugerahkan atas peran dan jasa Dato’ Seri dalam memajukan Gerakan Kepanduan di Malaysia, serta mempererat jalinan kerjasama antara Gerakan Pramuka Indonesia dan Persekutuan Pengakap Malaysia.
Perlu saya sampaikan ke hadapan forum yang mulia ini. Tadi pagi atas nama Bangsa dan Pemerintah Indonesia, saya telah menghaturkan tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia Adipradana kepada Yang Mulia Perdana Menteri Malaysia. Karena atas peran dan jasa beliau, persahabatan, kerjasama, dan kemitraan Indonesia-Malaysia, bukan hanya antar Pemerintah kedua negara, tetapi antar kedua bangsa makin berkembang dan makin maju, sehingga tepat kalau kita memberikan penghargaan yang tinggi.
Hadirin sekalian,
Bagi kami, Persekutuan Pengakap Malaysia adalah organisasi kepanduan yang memiliki cita-cita dan tujuan yang sama dengan Gerakan Pramuka di Indonesia. Kedua organisasi kepanduan memiliki cita-cita dan tujuan untuk membangun mental, semangat, dan kedisplinan anak-anak, remaja dan pemuda di kedua negara. Kita berharap melalui organisasi kepanduan, generasi muda Indonesia dan Malaysia memiliki ikatan persaudaraan yang erat. Sama-sama berperan aktif dalam gerakan kepanduan, tidak hanya dalam organisasi kepanduan di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga dalam organisasi kepanduan dunia.
Di tengah-tengah perubahan peradaban yang sedemikian cepat, kepanduan kedua negara perlu menjalin kerjasama yang lebih baik, lebih erat, dan lebih akrab. Kita perlu bekerja sama dalam membangun karakter bangsa. Menjalin solidaritas di antara negara-negara sahabat dan memperkuat ikatan bangsa serumpum, kerjasama itu dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan kepanduan kedua negara. Kegiatan kepanduan kedua negara dapat menjembatani hubungan yang lebih akrab dan hangat antara Indonesia dan Malaysia.
Hadirin yang saya muliakan,
Di Indonesia, Gerakan Kepanduan telah dimulai sejak tahun 1912. 5 tahun setelah lahirnya Scout Movement yang digagas oleh Robert Baden Powell. Ketika itu, bangsa Indonesia masih berada di jaman penjajahan. Sejak itu Gerakan Kepanduan tumbuh di berbagai organisasi sosial kemasyarakatan dan lembaga-lembaga pendidikan. Pada tanggal 14 Agustus 1961, Gerakan Kepanduan berubah nama menjadi Gerakan Pramuka, singkatan dari Gerakan Praja Muda Karana.
Gerakan Praja Muda Karana mengandung arti gerakan pemuda yang suka berkarya. Tujuan Gerakan Pramuka adalah untuk menumbuhkan tunas bangsa, agar menjadi generasi yang memiliki watak dan budi pekerti luhur, menjadi generasi yang dapat menjaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan bangsa. Gerakan Pramuka juga memiliki peran yang strategis dalam mencerdaskan dan membangun karakter bangsa, character building. Kegiatan Gerakan Pramuka memiliki ciri khas sebagai gerakan pendidikan non formal. Gerakan Pramuka berperan sebagai komplemen dan suplemen terhadap pendidikan formal. Aktivitas Gerakan Pramuka dilakukan melalui proses yang menyenangkan, tapi cukup menantang bagi para anggotanya dengan menggunakan prinsip dasar dan metode kepramukaan. Penerapan prinsip dasar dan metode kepramukaan dilaksanakan di alam terbuka, bersifat non formal dan lebih banyak menimbulkan kreativitas.
Mengingat pentingnya Gerakan Pramuka sebagai wadah, tempat mendidik kader-kader bangsa, Pemerintah yang saya pimpin telah mencanangkan revitalisasi Gerakan Pramuka pada Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45 tanggal 14 Agustus 2006 yang lalu. Revitalisasi Gerakan Pramuka dimaksudkan, agar kaum muda Indonesia berperan aktif dalam meningkatkan semangat dan tekad bela negara, memiliki semangat juang sebagai patriot bangsa, dan sekaligus dapat memperkuat ikatan kebangsaan dari berbagai suku, adat istiadat, dan budaya yang berbeda.
Sebagaimana kita ketahui bersama, pada bulan Agustus 2007 yang akan datang dalam peringatan 100 tahun Gerakan Kepanduan, organisasi kepanduan sedunia akan menyelenggarakan Jambore se-dunia di Inggris dengan tema “One Promise, One World”. Kita pun dapat menyelenggarakan kegiatan yang sama bagi Gerakan Kepanduan di negera-negara ASEAN.
Pada saat menerima Penghargaan Pingat Semangat Padi di Kuala Lumpur, saya mengajak Persekutuan Pengakap Malaysia bersama-sama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka untuk menyelenggarakan perkemahan ASEAN pada tahun 2008 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Perkemahan Kepanduan ASEAN ini saya anggap penting sebagai jembatan mewujudkan tekad bersama untuk menjalin persahabatan dan persaudaraan yang lebih erat di antara negara-negara anggota ASEAN. Pada kesempatan yang baik ini, saya kembali mengusulkan tema untuk kegiatan itu nanti, yaitu “Satu Hati, Satu Janji, Satu Bumi ASEAN”.
Hadirin yang saya muliakan,
Mengakhiri sambutan ini, saya berharap Yang Amat Berhormat Dato’ Seri Abdullah bin Haji Ahmad Badawi berkenan menerima penghargaan tertinggi Lencana Tunas Kencana dari Gerakan Pramuka. Semoga penghargaan ini akan lebih meningkatkan persahabatan, kebersamaan, dan rasa solidaritas di antara organisasi kepanduan kedua negara kita. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sekalian dan semoga Gerakan Pramuka Indonesia dan Persekutuan Pengakap Malaysia tetap jaya.
Terima kasih.
Salam Pramuka.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



