Pidato Presiden
Sambutan Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang RI Adipradana Kepada PM Malaysia
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
UPACARA PENGANUGERAHAN TANDA KEHORMATAN
BINTANG REPUBLIK INDONESIA ADIPRADANA KEPADA PM MALAYSIA
ISTANA MERDEKA, 22 FEBRUARI 2007
Bismilahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Yang Amat Berhormat Dato’ Seri Abdullah Ahmad Badawi, Perdana Menteri Malaysia,
Hadirin yang saya muliakan,
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat menghadiri Penganugerahan Bintang Republik Indonesia Adipradana kepada Perdana Menteri Malaysia, Yang Amat Berhormat Dato’ Seri Abdullah Ahmad Badawi.
Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk pertama-tama menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Dato’ Seri beserta rombongan memenuhi undangan saya. Kehadiran Dato’ Seri sungguh merupakan suatu kehormatan bagi rakyat dan Pemerintah Indonesia.
Hadirin yang saya muliakan,
Bagi kami, Pemerintah Malaysia adalah mitra dalam pembangunan Indonesia. Sebagai mitra Indonesia, Pemerintah Malaysia telah cukup lama menjalin kerjasama yang saling menguntungkan, baik dalam bidang ekonomi, investasi, pendidikan, pertahanan, keamanan, dan bidang-bidang lain. Kerjasama yang dibangun selama ini tidak hanya sekedar hubungan bilateral, tetapi juga hubungan yang lebih erat sebagai saudara serumpun. Sebagai saudara serumpun, kedua negara kita memiliki begitu banyak persamaan, baik latar belakang sejarah, adat istiadat maupun sosial budaya.
Saya berharap kehadiran kembali Dato’ Seri di negeri kami akan lebih memperkokoh jalinan kerjasama dan persahabatan di antara kedua negara kita. Dalam berbagai pertemuan saya dengan Yang Mulia Perdana Menteri Malaysia, saya menangkap kesan yang amat mendalam tentang pentingnya meningkatkan kerjasama yang berkelanjutan. Kerjasama yang dibangun dalam suasana penuh persahabatan dan kekeluargaan.
Kedua negara kita telah berhasil menyepakati sejumlah kesepahaman dan kesepakatan dalam berbagai bidang. Peningkatan kerjasama, baik di bidang ekonomi, perdagangan, investasi maupun pertahanan dan keamanan terus kita tumbuh kembangkan. Kita pun ingin meningkatkan kerjasama yang lebih erat dalam bidang ketenagakerjaan, pendidikan, kerjasama perbatasan dan keimigrasian. Berbagai kesepahaman dan kesepakatan itu menunjukkan kukuhnya hubungan dan kerjasama bilateral kedua negara. Dengan kerjasama yang lebih erat, saya yakin dan percaya berbagai persoalan dan isu-isu bilateral yang belum tuntas dapat diselesaikan dengan penuh semangat persahabatan dan persaudaraan.
Hadirin yang saya muliakan,
Tidak terasa hubungan diplomatik antara kedua negara kita telah memasuki usia 50 tahun. Pada tahun ini Insya Allah, kita akan merayakan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Malaysia. Selama 50 tahun, hubungan Indonesia – Malaysia semakin hari semakin akrab dan hangat.
Pada tahun 2006 Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Malaysia telah menandatangani memorandum saling pengertian untuk melindungi para pekerja Indonesia yang bekerja di Malaysia. Melalui MoU itu, persoalan-persoalan yang terkait dengan masalah TKI lambat laun dapat diselesaikan. Kitapun menyambut baik kesediaan Pemerintah Malaysia untuk membuka akses pendidikan bagi sekitar 34 ribu anak-anak TKI di daerah-daerah perkebunan Malaysia. Saya menyambut gembira komitmen Pemerintah Malaysia untuk menyediakan fasilitas gedung sekolah, sementara Pemerintah Indonesia menyediakan 500 sampai 1.000 orang guru untuk program pendidikan anak-anak TKI itu.
Pemerintah Indonesia dengan tulus menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Malaysia yang telah memberikan bantuan asrama dan rumah sakit pasca bencana tsunami di Aceh. Termasuk pula pembangunan perumahan dan sekolah bagi korban bencana yang telah diserahterimakan pada tanggal 14 Desember 2006 yang lalu. Demikian pula ketika baru-baru ini ibukota Jakarta dilanda bencana banjir, Pemerintah Malaysia pada tanggal 7 Februari 2007 telah menyumbangkan bantuan kemanusiaan berupa selimut, obat-obatan, dan makanan sebanyak 15 ton.
Lebih dari itu kerjasama di antara kedua negara kita tidak hanya berkembang dalam konteks bilateral, tetapi juga dalam forum regional dan internasional, dalam forum ASEAN, Organisasi Konferensi Islam dan Gerakan Non Blok. Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Malaysia dapat menyelaraskan peran konstruktifnya dalam mengatasi berbagai persoalan. Sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak, kita pun ingin mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, rahmatan lil alamin. Apa yang digalakkan oleh Pemerintah Malaysia dengan mengusung konsep Islam Hadari, saya pandang merupakan wujud nyata dari Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.
Hadirin yang saya muliakan,
Apa yang saya kemukakan tadi adalah beberapa contoh betapa hubungan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Malaysia berkembang semakin dekat, semakin akrab dan semakin hangat. Keakraban dan kehangatan itu tidak lepas dari peran dan jasa-jasa Dato’ Seri Abdullah Ahmad Badawi selama ini. Untuk menghargai jasa-jasa beliau yang sangat luar biasa terhadap Negara dan Bangsa Indonesia, terutama dalam mempererat hubungan persahabatan dan kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Malaysia dengan penuh sukacita dan kehormatan, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia Adipradana kepada Perdana Menteri Malaysia, Yang Amat Berhormat Dato’ Seri Abdullah Ahmad Badawi. Penganugerahan bintang ini semoga akan menambah erat hubungan persahabatan, persaudaraan, dan kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Malaysia.
Hadirin yang saya hormati,
Mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyampaikan selamat atas terpilihnya Sultan Misan Zainal Abidin dari Kesultanan Negeri Trengganu menjadi Yang Di Pertuan Agong Malaysia yang ke-13 pada tanggal 13 Desember 2006 yang lalu. Semoga di bawah pimpinan Yang Di Pertuan Agong Sultan Misan Zainal Abidin, rakyat Malaysia semakin sejahtera, Kerajaan Malaysia pun dapat meraih kegemilangan di masa yang akan datang.
Sekali lagi terimalah ungkapan sukacita yang amat dalam dari saya dan seluruh rakyat Indonesia menerima kunjungan Yang Amat Berhormat Dato’ Seri Abdullah Ahmad Badawi. Semoga Penghargaan Bintang Republik Indonesia Adipradana ini menjadi simbol kekukuhan, persahabatan kedua negara kita. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi persahabatan dan kerjasama antara Indonesia dengan Malaysia.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



