Pidato Presiden
Sambutan Peresmian Daerah Irigasi Bekri dan Rumbia Barat
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN DAERAH IRIGASI BEKRI DAN RUMBIA BARAT
LAMPUNG TENGAH, 26 FEBRUARI 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Menteri Pekerjaan Umum dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara Gubernur Lampung, Ketua DPRD Lampung dan para pejabat yang bertugas di Provinsi Lampung maupun di Sumatera Bagian Selatan, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri, Saudara Bupati Lampung Tengah, para Camat, para Kepala Desa,
Yang saya cintai dan saya muliakan para Ulama, para Tokoh Masyarakat, para Pemuka Adat, para Pimpinan Asosiasi tani, dan para Petani,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat menghadiri Peresmian Daerah Irigasi Bekri dan Rumbia Barat di Kabupaten Lampung Tengah dan peresmian berbagai infrastruktur yang dibangun di provinsi ini.
Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini, untuk menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat dan jajaran Pemerintah Daerah Lampung Tengah khususnya, dan Lampung umumnya atas selesainya pembangunan Irigasi ini. Semoga dengan selesainya pembangunan irigasi ini, dapat membawa manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.
Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa salah satu prioritas pembangunan nasional, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional adalah mewujudkan program ketahanan pangan kita. Keberhasilan program ketahanan pangan nasional, akan berdampak pada upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi, serta penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.
Untuk mewujudkan kecukupan dan ketahanan pangan itu, kita perlu menyediakan sarana dan prasarananya, terutama menyediakan sarana sumber daya air dan penambahan areal sawah. Ketersediaan air sangat penting untuk mengairi sawah dan ladang yang kita olah. Tanpa ketersediaan air yang cukup, mustahil akan dapat menghasilkan produksi beras yang lebih banyak lagi.
Dalam upaya mewujudkan peningkatan ketahanan pangan, Pemerintah telah mencanangkan program peningkatan ketahanan pangan 2 juta ton beras. Ini merupakan tugas besar, tantangannya tidak ringan, tapi kalau kita bekerja keras bersama-sama, melakukan upaya dengan sungguh-sungguh, Insya Allah sasaran itu akan dapat kita capai. Salah satu Provinsi, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum tadi, dari 16 provinsi di tanah air yang ditetapkan menjadi andalan untuk mewujudkan program ini, adalah Provinsi Lampung.
Tadi Saudara Gubernur melaporkan kepada saya, bahwa setiap tahun kurang-lebih Lampung bisa menyumbang untuk kecukupan pangan secara nasional atau berarti surplus, tambahan produksi setelah digunakan di Lampung sendiri, sebanyak 200 ribu ton. Insya Allah ke depan ini bisa ditingkatkan lagi. Tadi kalau Pak Gubernur mengatakan dari 200 menjadi 300, menjadi 400, menjadi 500 ribu suatu saat dengan irigasi yang makin baik ini, maka benar-benar Lampung menjadi lumbung pangan andalan yang kita banggakan.
Kalau Lampung menyumbang kepada saudara-saudaranya di seluruh Indonesia dengan surplus produksi beras, berarti Lampung menjadi bagian dari agen pembangunan, dari solusi dan pahalanya akan tinggi sekali. Oleh karena itu, saya berharap Pemerintah Daerah Provinsi Lampung beserta jajarannya dapat memacu, menyemangati, mendorong para petani untuk memproduksi beras lebih banyak lagi. Kalau petaninya makin banyak memproduksi beras, tentu penghasilannya makin baik dan kesejahteraannya juga makin meningkat. Jadi semua senang, semua mendapatkan keuntungan dari jerih payah itu.
Salah satu elemen penting yang dapat memacu produksi beras, sebagaimana saya katakan tadi, adalah ketersediaan air baku dengan kualitas dan kuantitas yang memadai. Untuk menghasilkan air baku yang memiliki kuantitas dan kualitas seperti itu, diperlukan irigasi yang memadai. Inilah tujuannya, hari ini saya dengan para Menteri, dengan Gubernur dan segenap pejabat pemerintahan dan masyarakat, saudara-saudara semua meresmikan pembangunan infrastruktur, termasuk sarana dan prasarana irigasi karena tujuannya sangat mulia, yaitu mengembangkan pertanian padi di wilayah ini, sekali lagi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani.
Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari ini kita dapat menyaksikan selesainya berbagai pembangunan infrastruktur, termasuk Irigasi Bekri dan Rumbia Barat. Pembangunan daerah Irigasi Bekri dan Rumbia Barat ini, sebagai upaya pemanfaatan air waduk Batutegi yang merupakan kesatuan sistem dari hulu sampai hilir. Dengan kapasitas tampung sekitar 690 juta meter kubik air, kita berharap areal persawahan yang membentang luas di Kabupaten Lampung Tengah dapat dialiri air yang cukup. Para petani, tidak lagi mengalami kesulitan ketersediaan air. Ini tujuan kita. Dengan air yang lebih banyak, para petani akan lebih semangat dalam bekerja. Betul? Mencangkul dan mengolah sawah, tentu lebih bergairah lagi dan Insya Allah masa depan pertanian di daerah ini makin cerah.
Saya mengajak kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah untuk memelihara irigasi ini dengan sebaik-baiknya. Kita biasanya pandai membangun, tetapi kurang pandai merawat. Akibatnya yang sudah kita bangun cepat rusak, kalau rusak memerlukan uang yang banyak untuk membangunnya lagi. Kita menjadi masyarakat yang merugi. Jangan kita senang menjadi masyarakat yang merugi, mulai sekarang marilah kita menjadi masyarakat, menjadi bangsa yang beruntung. Marilah kita jaga dan pelihara kelestarian sumber air waduk ini. Marilah kita pelihara irigasi ini, agar dapat dimanfaatkan dalam waktu yang cukup lama.
Salah satu upaya memelihara kelestarian air waduk, antara lain melalui usaha penghijauan di daerah tangkapan hujan. Saat ini, kita sedang menggalakkan Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air atau GN-KPA. Gerakan ini, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyelamatkan kondisi air dan lingkungan. Gerakan ini, saya anggap penting untuk mengantisipasi pemenuhan kebutuhan air, baik pada masa sekarang maupun untuk masa yang akan datang. Kita tidak ingin di masa yang akan datang, kita mengalami kekurangan air, kita mengalami krisis air. Kasihan anak cucu kita. Agar krisis air tidak menjadi bencana, sekali lagi saya minta kepada masyarakat di seluruh tanah air untuk menggalakkan Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air itu.
Salah satu upaya untuk mewujudkan gerakan ini, antara lain dengan cara melakukan penataan ruang dan pengendalian pembangunan fisik. Kita perlu melakukan penataan ruang secara cermat, terpadu, dan memperhatikan kelestarian lingkungan. Pembangunan fisik yang kita lakukan, misalnya gedung-gedung, perumahan, dan prasarana yang lain tidak boleh mengorbankan lingkungan di sekitar kita. Bencana banjir yang terjadi di ibukota Jakarta akhir-akhir ini, salah satu penyebabnya adalah pembangunan fisik yang tidak memenuhi aturan yang berlaku. Cukup banyak, baik pembangunan fisik yang menggunduli hutan-hutan di daerah hulu, maupun pembangunan fisik yang menghilangkan areal resapan air di Ibukota. Akhirnya terjadilah banjir, banjir lagi, dan banjir lagi.
Bencana banjir, pada hakekatnya adalah akibat dari kelalaian kita dalam memelihara alam dan lingkungan di sekitar kita. Memang dengan perubahan iklim sejagad, dengan pemanasan global di seluruh dunia, curah hujan, cuaca, ini berubah dan kadang-kadang tidak beraturan. Yang tadinya sering hujan menjadi jarang hujan. Yang tadinya hujannya, curahnya rendah menjadi sedang, bahkan tinggi. Yang sudah lama tidak mengalami banjir, mengalami banjir. Memang ada faktor cuaca, faktor iklim, faktor perubahan iklim secara global. Tetapi pengalaman menunjukkan, bahwa karena kesalahan kita, kecerobohan kita, penggundulan hutan semena-mena, pembuangan sampah tidak tertib, selokan-selokan, kanal-kanal yang tidak terpelihara, akhirnya menumpuklah semuanya itu ditambah dengan kadang-kadang curah hujan yang tinggi, maka banjir tidak dapat dielakkan. Mari kita sadar betul untuk menyelamatkan kehidupan kita, menyelamatkan masa depan kita dan menyelamatkan lingkungan kita.
Untuk mencegah terjadinya bencana banjir, longsor, dan bencana lain yang diakibatkan oleh rusaknya hutan dan resapan air, adalah dengan melakukan rehabilitasi hutan, serta konservasi sumber daya alam. Marilah kita gelorakan semangat untuk merehabilitasi hutan dan lahan. Kita hijaukan tanah air kita yang indah ini, kita tanami lagi hutan-hutan kita yang gundul bersama-sama. Yang menggunduli hutan, para penjahat itu, yang mendapatkan keuntungan bermilyar-milyar harus diadili, karena menyengsarakan kehidupan kita semua, menyengsarakan masa depan negara kita.
Gerakan Indonesia menanam yang saya canangkan beberapa waktu yang lalu harus kita jalankan dengan sungguh-sungguh. Kita tidak boleh membiarkan hutan kita ditebangi secara liar. Sebaliknya, yang harus kita lakukan adalah menanami setiap jengkal yang ada di sekitar kita.
Saya meminta kepada Saudara gubernur, Saudara Bupati, Camat, dan Kepala Desa lakukan gerakan penghijauan, gerakan menanam setiap saat. Syukur-syukur kalau diprogramkan setiap tanggal 17 Agustus dilakukan penanaman, mengajak masyarakat, maka tahun demi tahun akan kembali hijau tanah air kita dan kemudian tercegah dari berbagai bencana dan pertanian kita akan bertambah subur dan bertambah maju.
Saudara-saudara,
Upaya penyelamatan dan penanganan lingkungan, terutama hutan dan sumber daya alam diharapkan dapat mengatasi berbagai persoalan yang terkait dengan masalah air. Air yang kita gunakan setiap hari, baik untuk makan, minum, mandi, dan mencuci harus memiliki kualitas air yang baik. Demikian pula air yang diperlukan untuk mengairi sawah-sawah milik petani, harus memiliki kadar yang baik dan ketersediaan yang cukup. Ketersediaan air yang cukup, selain dapat menjamin kelangsungan tanaman padi, juga akan mempercepat pencetakan sawah-sawah baru. Saya bersyukur, di Provinsi Lampung tengah digalakkan pencetakan sawah-sawah baru secara swadaya. Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada para petani. Alhamdulillah saya senang, saya bangga kalau para petani memiliki kesadaran untuk menambah arealnya secara swadaya, Pemerintah harus lebih giat lagi untuk membangun infrastruktur, agar pertanian makin berkembang dan masa depan petani benar-benar makin baik.
Sekitar 4.800 hektar sawah telah berhasil dicetak, luar biasa. Lahan yang semula ditanami singkong telah berubah menjadi tanaman padi. Dengan jumlah produksi padi antara 4,5 hingga 6 ton per hektar, mudah-mudahan dapat kita tingkatkan lagi, ada Menteri Pertanian di sini, secara nasional kita pilih benih atau bibit yang baik, kita gunakan pupuk yang baik, kita pelihara dengan baik pengairan dari irigasi yang cukup, Insya Allah produktivitas kita akan menaik, bukan hanya 4,5 sampai 6 ton perhektar, mudah-mudahan nanti menjadi 6 sampai 8 ton pada saatnya nanti.
Saya berharap, program swadaya pencetakan sawah baru ini dapat dicontoh oleh daerah lain di tanah air. Mudah-mudahan, dengan pencetakan sawah-sawah baru akan mendorong kita ke arah swasembada beras. Swasembada beras bukanlah mimpi di siang bolong. Jika kita bersungguh-sungguh, bekerja keras, bahu-membahu swasembada beras akan kita raih, sebagaimana yang pernah kita raih di masa yang lalu. Insya Allah, kita bisa meningkatkan produksi pangan kita. Memang penduduk makin banyak di negeri kita ini. Oleh karena itu, jangan kalah dengan pertambahan penduduk, program Keluarga Bencana harapan kita tetap berjalan dengan baik. Keluarga makin bahagia, tetapi kita juga harus betul-betul meningkatkan produksi pangan kita, dengan demikian mencukupi kebutuhan mereka semua.
Saudara-saudara,
Sebelum saya mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyampaikan satu, dua hal kepada Saudara semua. Pembangunan yang kita lakukan di negeri ini, tiada lain adalah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Benar Saudara? Rakyat kita makin sejahtera, apabila makin mencukupi kebutuhan pangannya, sandangnya, memiliki papan yang layak huni, mendapatkan pendidikan yang baik, mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, memiliki rasa aman dari berbagai kejahatan dan gangguan keamanan, lingkungannya bersih dan baik, kecukupan energi, terutama untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Itulah yang kita sebut dengan kebutuhan dasar dari rakyat kita yang menjadi elemen dari kesejahteraan.
Oleh karena itu, mulai dari saya, Menteri, Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, jajaran Pemerintahan, siang dan malam harus berpikir dan berikhtiar bagaimana meningkatkan kecukupan dari yang dibutuhkan oleh rakyat kita tadi, meningkatkan kesejahteraan mereka. Memang keuangan negara terbatas dan Insya Allah terus kita bangun untuk menjadi lebih besar lagi dan uang negara harus kita alokasikan secara adil di seluruh tanah air, saudara-saudara kita itu. Tetapi kalau itu dikelola dengan baik, diikhtiarkan dengan baik, bekerja sama di antara kita semua, maka upaya peningkatan kesejahteraan ini akan berhasil dengan baik pula.
Saya titip kepada semua yang mengemban tugas di Provinsi Lampung Tengah dan daerah-daerah yang semua ada di Provinsi ini, agar upaya mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, menggerakan Usaha Kecil dan Menengah dan Koperasi, agar lebih sejahtera, meningkatkan pendidikan dan kesehatan benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik. Dan di atas segalanya meningkatkan kecukupan dan ketahanan pangan, serta energi kita.
Saudara-saudara,
Bumi dimana kita hidup ini semakin tua. Kekayaan alam yang dimiliki bumi berjuta-juta tahun, katakanlah terutama beberapa abad terakhir ini telah kita gunakan secara besar-besaran. Tentu jumlahnya makin berkurang, padahal kehidupan ini akan berlanjut, anak cucu kita juga memerlukan semua itu untuk melanjutkan kehidupan. Di antara kekayaan alam yang ada di bumi yang jumlahnya terus menyusut, persoalannya makin bertambah adalah satu, pangan atau bahan makanan. Yang kedua, energi dan yang ketiga, air.
Jangan dikira air ini akan melimpah ruah selamanya, lama-kelamaan akan susut dan berkurang. Oleh karena itu, mari kita sebagai bangsa pandai-pandai memelihara lingkungan, merawat, tidak hidup boros, agar pangan kita, energi kita, air kita cukup untuk kehidupan kita, baik masa kini dan masa depan.
Saya meminta kepada saudara-saudara, marilah kita menjalankan kehidupan yang betul-betul hemat, hemat air, hemat energi, hemat BBM, hemat listrik, bahkan hemat menggunakan telpon dan lain-lain. Pendek kata, kalau kita berhemat dalam hidup kita dan Insya Allah kita akan meningkatkan penghasilan saudara-saudara kita semua, maka akan makin bermakna penghasilan itu dan akan digunakan benar-benar untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan taraf hidup kita.
Itulah pesan saya pada kesempatan yang baik ini dan Insya Allah, kita akan dapat capai semua tujuan dan sasaran yang mulia itu. Akhirnya kepada seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum, Pemerintah Daerah Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah, sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras saudara-saudara membangun irigasi dan merehabilitasi, serta membangun berbagai infrastruktur di daerah ini. Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Tengah, saya minta untuk memanfaatkan dan memelihara irigasi ini dengan sebaik-baiknya.
Akhirnya dengan memohon ridho Allah SWT, seraya mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Daerah Irigasi Bekri dan Rumbia Barat, serta pembangunan berbagai infrastruktur yang ada di Provinsi ini, dengan resmi saya nyatakan dimulai penggunaannya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT menuntun kehidupan kita, memberikan jalan yang baik kepada kita semua mencapai cita-cita membangun hari esok yang lebih baik.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



