Pidato Presiden
Transkripsi Doorstop Usai Menaiki Kapal Penyeberangan Jatra III
TRANSKRIPSI
DOORSTOP PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SEUSAI
MENAIKI KAPAL PENYEBRANGAN KM. JATRA III
PELABUHAN MERAK, BANTEN
27 FEBRUARI 2007
Feri Swasta bukan feri punyaan ASDP dan saya bisa mengambil kesimpulan banyak yang musti kita tingkatkan, kita perbaiki. Terutama ketentuan-ketentuan yang ada dalam regulasi atau peraturan kita, dalam prosedur tetap kita, sampai dengan hal-hal yang teknis Bapak, terutama truk, kendaraan. Itu saya lihat langsung tadi jaraknya mesti dipertahankan betul misalnya 60 cm, ya 60 cm. Kalau itu stable, ya stable, tidak bisa bergerak ke sana, ke mari. Sehingga kalau ada oleng, karena ombak tidak akan terjadi kolusi yang ada percikan api.
Yakinkan betul bahan bakarnya tidak melebihi yang ketentuan, yakinkan betul isinya, bukan barang-barang yang berbahaya. Cek satu demi satu, angkutan. Lantas pelampung cek betul, tiap hari dicek. Sekoci, alat penyelamat yang lain, pemadam kebakaran. Penumpang sendiri yakinkan, yang di atas ya punya tiket. Saya akan menindak dengan tegas dan sudah mulai kita tindak bagi yang lalai, di atas kok enggak punya tidak atau beli uangnya enggak masuk Negara, tidak masuk perusahaan dan lain-lain.
Kita utamakan keselamatan penumpang. Kemudian diberi tahu setiap hari kan? Tadikan di di-display tindakan penyelamatan kalau ada bahaya. Itu bagus. Terus saja. Meskipun ada pelampung, ada sekoci, ada yang lain-lain, tapi kalau penumpang tidak tahu harus bagaimana menyelamatkan diri, salah kita. Beri tahu semuanya, tonasenya, pengecekan kapal sendiri. Jadi, saya mandatkan penuh kepada para administrator, para pimpinan. Bagi saya keselamatan nomor satu. Yang kedua, tentunya faktor ekonomi, usahanya juga jangan diabaikan dan kenyamanan setelah itu. Jadi, betul-betul keselamatan.
Saya tadi setelah mengecek, ikut berlayar. Baik kok, nyaman kok. Tapi ya harus berlakukan bagi semua. Apa masalah-masalah yang menonjol yang dihadapi?
Adpel-Administrasi Pelabuhan
Yang pertama, kami selama ini sudah melakukan ada suatu prosedur yang kami buat di sini itu ada minggu tertib pelayaran. Jadi setiap sebulan sekali, kami cek semua, seperti apa yang tadi Bapak Presiden sampaikan. Mungkin yang menonjol kendala kami di sini Adpel, bahwa memang ada aturan berat yang masuk langsung hanya bayar truk, tapi penumpangnya di dalam tidak tercatat. Nah ini, membahayakan sehingga kesulitan kami di situ Pak.
Presiden Republik Indonesia
Harus mulai ditertibkan ya, harus. Kalau 1 truk, ada 2 penumpang tidak tercatat. Kalau 10 truk, 20 penumpang. 30 truk sudah berapa? Itulah yang mengakibatkan tidak akurat. Ok. Tolong ditertibkan nanti. Kalau peraturannya ada, saya kira tinggal dijalankan dengan baik. Tertibkan semua ya.
Adpel-Administrasi Pelabuhan
Kemudian kapal-kapal yang kami periksa bulan kemarin, ada 4 yang kami grounded , tahun 70-an. Dan itu sesuai perintah Pak Menteri, bahwa tidak ada lagi toleransi, kalau dok harus naik dok dan semua harus rutin dan semua sudah kami laksanakan.
Presiden Republik Indonesia
Ya memang. Gini, di satu sisi perusahaan tidak bisa merugi, kalau merugi ya bangkrut. Tetapi di sisi lain, keselamatan penumpang tidak bisa dikompromikan. Kita lakukan langkah-langkah yang tepat, mengutamakan keselamatan penumpang, tapi sekaligus ya kita cari cara-cara yang semuanya bisa mendapatkan keuntungan. Sebab begini Pak ya, kalau saya melihat regulasinya, prosedurnya, protapnya, sebenarnya sudah cukup, tinggal kepatuhan kita. Jangan memberi toleransi apapun kalau keselamatan. Grounded, grounded. Berhenti, berhenti. Tidak ijin layar, ya tidak ijin layar. Apalagi Pak Widodo? Kalau malam sampai jam berapa itu?
Di sini operasi 1X24 jam. 2 Shift pengamanan. Kemudian high speed draft ini kita khususkan operasi hanya pagi hari, jam 8 sampai jam 5 sore. Habis itu kita stop karena cuaca.
Presiden Republik Indonesia
Kepolisian cukupkan?
Adpel-Administrasi Pelabuhan
Pengamanannya kami di-back up KP3.
Presiden Republik Indonesia
Harus aman, tertib. Baik ya, selamat bertugas.
Adpel-Administrasi Pelabuhan
Terima kasih, Pak.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



