Pidato Presiden

Wejangan Presiden Pada Silaturahmi dengan Para Anggota Legislatif Partai Demokrat Seluruh Indonesia

 

TRANSKRIPSI
WEJANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
SILATURAHMI DENGAN PARA ANGGOTA LEGISLATIF
PARTAI DEMOKRAT SELURUH INDONESIA
HOTEL SAHID, 4 MARET 2007



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,

Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat dan para pengurus DPP Partai Demokrat,
Yang saya hormati Saudara Ketua Fraksi Partai Demokrat dalam Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,
Yang saya hormati para anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, para Pimpinan Daerah Partai Demokrat seluruh Indonesia, para anggota Legislatif dari Partai Demokrat, baik pada tingkat Nasional, tingkat Provinsi, maupun tingkat Kabupaten dan Kota,

Keluarga Besar Partai Demokrat yang saya cintai dan saya banggakan,
Pada kesempatan yang baik dan semoga senantiasa penuh berkah ini, saya mengajak Saudara semua untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena kepada kita masih diberi kesempatan, masih diberi kekuatan, dan masih diberi kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita sebagai umat beragama dan melanjutkan tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.

Sebelum saya menyampaikan harapan, ajakan, dan arahan saya selaku Ketua Dewan Pembina partai Demokrat, saya ingin pertama-tama menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus dari saya, atas semua jerih payah yang dilakukan oleh Keluarga Besar Partai Demokrat, termasuk para anggota Legislatif. Keadaan tidak selalu mudah, tetapi saya mengikuti dengan seksama, bahwa Saudara semua ingin benar berbuat yang terbaik, ingin mengatasi masalah yang dihadapi oleh rakyat kita, dan bahkan secara nyata turun di lapangan untuk secara fisik mengatasi masalah itu dan meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan rakyat yang kita cintai. Itu adalah kader Demokrat yang sejati. Kader Demokrat tidak hanya menonton, tidak hanya mengkritik, tidak hanya mengecam dan tidak hanya menyalahkan, tetapi bersama-sama dengan gigih, dengan serius, berusaha mengatasi keadaan itu. Sebab masalah tidak akan selesai, kalau hanya dilihat dan diamati saja, tanpa harus secara nyata diselesaikannya, lanjutkan cara berpikir dan cara bertindak seperti itu.

Saudara-saudara,
Mari kita pahami kembali hakekat perjuangan sebuah partai politik. Partai politik manapun di dunia ini, partai politik manapun di negara kita, termasuk Partai Demokrat. Setiap partai politik didirikan tentulah memiliki misi besar, misi mulia, yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memajukan kehidupan bangsa. Itu hakekat perjuangan sebuah partai politik, sebagaimana yang harus dilakukan oleh segenap komponen bangsa di negeri kita. Sedangkan perjuangan sebagai, sebuah partai politik, kita semua mendapatkan ruang kekuasaan-kekuasaan, tolong dibaca dalam konotasi yang positif, agar dengan kekuatan itu, dengan ruang itu, dengan peluang kekuasaan itu, partai itu benar-benar bisa berbuat lebih nyata, lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memajukan kehidupan bangsa. Kekuasaan bukan tujuan akhir, kekuasaan adalah alat atau instrument untuk sekali lagi meningkatkan kesejahteraan kita, memajukan kehidupan bangsa kita. Kekuasaan itupun harus kita capai dengan cara-cara yang benar, cara-cara yang etis, cara-cara yang mulia. Harus halal.
Siapapun yang memegang kekuasaan, apakah Presiden? Apakah Menteri? Apa Gubernur, Bupati, Walikota, anggota DPR RI, anggota DPR Provinsi, Kabupaten,Kota, ingat itu semua harus amanah, itu bukan tujuan akhir, tetapi dengan itu semua kita ingin benar-benar meningkatkan nasib dan masa depan rakyat kita, bangsa, dan negara kita. Tolong camkan kembali oleh kita semua, termasuk berlaku bagi diri saya.

Dengan pengantar ini, setelah saya mendengarkan laporan dari Saudara Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, saya menyampaikan penghargaan kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Fraksi Partai Demokrat, dan Saudara semua atas kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini dan bahkan mulai hari Jum’at yang lalu. Kegiatan ini positif, karena kita harus menyamakan pikiran kita, komitmen kita, persepsi kita, agar misi yang diemban oleh Partai Demokrat berhasil dengan baik. Kalau Partai Demokrat benar dalam mengemban tugasnya, berhasil dengan baik, yang diuntungkan adalah rakyat yang kita cintai bersama.

Saudara-saudara,
Untuk membulatkan kegiatan tiga hari ini, saya ingin menyampaikan kepada Saudara semua, tolong dicamkan benar-benar. Karena saya ingin, Saudara benar-benar menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Saya akan mengikuti, apakah Saudara semua, baik di tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota, apakah gigih berjuang untuk partai yang kita cintai, untuk masa depan partai bukan hanya 2009, tapi seterusnya atau tidak? Saya akan ikuti, saya ingin semuanya sukses.

Dengan sukses pertama, Insya Allah terbangun sukses berikutnya lagi untuk Saudara semua. Oleh karena itu, apa yang saya sampaikan nanti, slide-nya ini bisa dibagikan, bisa di-fotocopy untuk dijalankan di tempat tugas Saudara-saudara semua. Kembali judul, arahan saya adalah partisipasi dan kontribusi Partai Demokrat dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Itu hakekat perjuangan kita, itu tugas kita. Dari misi besar itu, saya ingin menyampaikan 4 hal.

Pertama adalah visi dan misi Partai Demokrat, saya segarkan kembali secara ringkas, ibarat sebuah perjalanan Saudara harus tahu, berjalan ke arah mana? Jangan salah arah, jangan salah tujuan, kita akan berada di tempat yang keliru nanti.

Yang kedua, saya perlu jelaskan secara ringkas pula, meskipun Wapres dan para Menteri sudah menjelaskan tentang agenda dan program utama Pemerintah, tetapi ingin saya garis bawahi beberapa hal, yaitu agenda utama Pemerintah yang Alhamdulillah saya pimpin dewasa ini, untuk 2004 – 2009, meskipun saya tahu utamanya adalah tahun 2007 ini. Kemudian Saudara harus tahu program partai sendiri, jangan sampai menggunakan jaket biru menggunakan pin Demokrat, tidak tahu program partainya. Kalau tidak tahu bagaimana bisa berpartisipasi dan berkontribusi. Wajib hukumnya, Saudara mengerti, apa yangn ingin dicapai oleh partai ini tahun ini dan tahun-tahun berikutnya lagi untuk berhasil, mencapai tujuannya. Dan yang terakhir atau yang keempat, harapan saya kepada Saudara semua, bagaimana peran dan tugas anggota Legislatif dari Partai Demokrat.

Saudara-saudara,
Saya mulai dengan Visi dan Misi, singkat saja. Visi nasional kita sebetulnya yang tentunya identik dengan visi Partai Demokrat tiada lain adalah, kalau kita melihat negara kita, 10 tahun dari sekarang, 20, 30 tahun dari sekarang adalah Indonesia yang lebih baik di masa depan itu, better Indonesia, Indonesia yang lebih baik. Kita sudah merusmuskan sejak tahun 2003–2004, bahwa yang dimaksud Indonesia yang lebih baik adalah Indonesia yang lebih aman, lebih adil, lebih demokratis, dan lebih sejahtera, peace, justice, democracy and prosperity. Empat, jangan sepotong-sepotong apa gunanya kita menjadi negara demokratis, tapi tidak aman, rakyat tidak sejahtera, keadilan tidak ada, empat-empatnya kita perlukan.
Sedangkan misi kita, tugas pokok kita gamblang dan jelas, bersama Pemerintah dan rakyat mewujudkan Indonesia yang lebih baik itu. Itu visi kita. Visi itu penglihatan jangka panjang maksudnya dan misi kita untuk mencapai tujuan jangka panjang itu. Sedangkan misi Partai Demokrat tahun 2004 – 2009 tiada lain adalah, saya ulangi tadi, mensukseskan agenda dan program Pemerintah Pusat dan Daerah, utamanya peningkatan kesejahteraan rakyat.

Untuk Saudara ketahui, beberapa saat setelah saya dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia yang ke-6 tanggal 22 Oktober, jadi dua hari setelah itu saya sampaikan kepada seluruh Menteri dan anggota Kabinet Indonesia Bersatu dan tiga hari kemudian saya sampaikan kepada seluruh Gubernur di Indonesia tentang agenda utama dan sasaran yang ingin dicapai oleh Pemerintah pada tahun 2004 – 2009. Ini menjadi garis kebijakan pusat yang mesti dijalankan oleh seluruh Menteri dan seluruh Gubernur tentunya, termasuk Bupati dan Walikota. Saudara bisa melihat nanti apakah ini dijalankan dengan sesungguh-sungguhnya atau tidak?

Kembali sasarannya tetap empat, keamanan dan perdamaian, security and peace sebetulnya. Keadilan dan hukum, katakanlah justice. Demokrasi dan politik, ya ini bukan politics ini sebenarnya demokrasi ini salah ini, tidak. Ekonomi dan kesra atau prosperity. Mari kita lihat satu persatu. Karena sudah saya canangkan sejak tanggal 22 Oktober 2004, sekarang tahun 2007 berarti sudah hampir 2,5 tahun untuk mengukur diri kita, untuk mengevaluasi kemajuan kita, apa progress-nya di seluruh tanah air? Kita bisa lihat satu persatu, ini cermin, ini kaca untuk kita bisa melihat diri kita.

Pertama, upaya untuk membangun Indonesia yang lebih aman dan damai. Sebagai Presiden, sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, saya ingin, dan oleh karena itu, saya membawa pemerintahan saya untuk berupaya, agar NKRI tetap tegak dan utuh dari Sabang sampai Merauke. Ini amanah konstitusi. Wajib sebagai Presiden terpilih menjalankan amanah konstitusi itu dengan sebenar-benarnya.

Yang kedua, Integrasi nasional harus kokoh. Bangsa ini akan lemah, kalau bercerai-berai. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Yang ketiga, kedaulatan negara tegak dalam konteks hubungan internasional. Politik luar negeri kita sendiri yang memutuskan, tidak ada satu pun negara yang mendikte politik luar negeri kita. Kalau Saudara baca kembali pidato saya tanggal 31 Januari yang lalu, pidato awal tahun akan dengan jelas mengetahui apa saja yang dilaksanakan oleh pemerintah misalnya untuk membangun kemandirian, di bidang politik, di bidang ekonomi, dan di bidang pertahanan.

Yang keempat, keamanan dalam negeri terpelihara. Saudara bisa membandingkan keamanan negeri kita ini dari tahun-tahun sebelumnya memburuk atau membaik, bisa dilihat sebagai contoh. Separatis bersenjata dihentikan. Satu negara, one state, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konflik komunal diakhiri. Kita memiliki masa gelap di masa yang lalu, ketika terjadi konflik komunal di banyak tempat dengan korban, jiwa dan harta benda yang tidak sedikit, kita ingin ke depan benar-benar itu bisa kita akhiri. Kejahatan diperangi, termasuk terorisme dan kejahatan trans nasional, banyak sekali. Dan saya sudah mengajak seluruh rakyat Indonesia yang terbaik cara memerangi terorisme, mencegahnya. Mencegah terorisme harus kita ketahui akar permasalahan terorisme, akarnya, penyebabnya. Tapi yang penting ingin negara kita selamat dari kejahatan seperti itu. Harmoni dan integrasi sosial diperkokoh, janganlah karena suku, agama, etnis, daerah, golongan, kita bermusuhan satu sama lain. Yang kita cari kerukunan, persaudaraan, toleransi, dan harmoni. Kemudian saya angkat secara khusus toleransi kehidupan antar umat beragama makin diperkuat. Ini yang kita sebut Indonesia yang damai dan aman. Kita ingin makin ke depan Indonesia lebih aman dan lebih damai.

Yang kedua, kita bicara hukum dan keadilan. Indonesia yang lebih adil yang ingin kita capai adalah keadilan sosial diperkuat, persamaan kesempatan didorong, semua yang punya potensi di negeri ini kita dorong. Jangan dihalang-halangi karena potensi itu sangat berguna untuk memajukan kehidupan bangsa kita. Diskriminasi dihilangkan, tidak boleh kita mendiskriminasi warga negara kita, seseorang diantara kita, karena identitas yang berbeda. Yang saya katakan tadi misalnya, suku, agama, etnis, kedaerahan dan lain-lain. Hukum ditegakkan, supremasi hukum sangat penting. KKN dan penyimpangan diberantas, sangat jelas. Penghormatan kepada Hak Asasi Manusia ditingkatkan.

Indonesia dulu dianggap negara yang gemar melanggar HAM. Tetapi untuk Saudara ketahui, sekarang ini Indonesia pada pentas global, termasuk di tingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki posisi yang dari ukuran negara berkembang luar biasa. Ada 9 institusi di PBB yang kita ada di dalamnya. 3 yang paling prestisious yang ada yang mengubah citra Indonesia di waktu yang lalu dan sekarang ini, keberadaan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB. Keanggotaan Indonesia dalam Dewan Hak Asasi Manusia, bisa dibayangkan negara yang dianggap melanggar HAM dulu, sekarang kita berada pada peace line Human Right Council. dan Indonesia apa yang kita lakukan, terutama tahun-tahun terakhir untuk ikut mengatasi konflik di dunia, di Timur Tengah, di Korea, di Myanmar, dan di tempat-tempat lain, Indonesia juga resmi menjadi anggota Peace Building Commission. Ini sangat prestigious dan menunjukkan, bahwa apresiasi dunia kepada negara kita makin baik.

Indonesia yang lebih demokratis adalah kehidupan demokrasi yang makin baik. Oleh karena itu, kita kembangkan, konstitusionalisme yang makin kuat. Jangan sampai mengaku mengerti demokrasi, tetapi tidak mengerti aturan main yang ada dalam konstitusi. Oleh karena itu, bukan hanya kepada Keluarga Besar Partai Demokrat, kepada seluruh rakyat Indonesia, saya katakan berkali-kali, marilah kita menjadi konstitusionalis, menjalankan aturan konstitusi dengan perangkat dengan perundang-undangannya, karena demokrasi meniscayakan seperti itu. Kelembagaan dan budaya politik dikembangkan, ada aturan mainnya berpolitik itu. Partisipasi partai politik juga didorong kemudian perang masyarakat atau civil society ditingkatkan. Sudah makin baik, karena masyarakat sudah makin terlibat dalam proses pengambilan keputusan di negeri ini.

Semuanya itu demokrasi yang kita kembangkan adalah demokrasi yang hidup dalam lingkungan politik yang tertib dan stabil. Tidak ada gunanya kebebasan mengemuka demokrasi luar biasa, tapi negaranya gonjang-ganjing terus. Kapan bisa membangun? Kapan rakyatnya merasa aman? Kapan kita bisa mengatasi masalah-masalah ini? Kebebasan penting, tetapi toleransi juga penting dan kepatuhan pada pranata hukum jangan ditinggalkan. Pendek kata, kebebasan dalam harmoni, demokrasi dalam harmoni. Indonesia yang lebih sejahtera, pertumbuhan ekonomi terus didorong. Alhamdulillah, dua tahun terakhir ekonomi kita sudah tumbuh di atas 5%. Bayangkan dibandingkan waktu krisis minus 13%, naik merangkak pelan-pelan, kemudian kita sudah mendekati 6%, mudah-mudahan tahun 2007 ini betul-betul kita mencapai 6%.

Makro ekonomi diperkuat dan tetap stabil. Saya tidak perlu cerita, makro ekonomi kita kuat, stable dan living well. Silakan dibaca lengkap nanti. Sektor riil dan dunia usaha didorong, ini pekerjaan rumah kita. Makro ekonomi baik, tetapi mesti dialirkan ke arah mikronya, agar sektor riil betul-betul bergerak. Kalau sektor ril belum bergerak benar, lapangan kerja tidak ada. Kalau lapangan kerja kurang, kemiskinan masih ada, masih cukup besar. Oleh karena itu, kalau dulu makro dan mikro rontok karena krisis, kita perbaiki makronya bagus, kita pastikan sisi mikro dan sektor riilnya tumbuh dengan baik. Pengangguran dikurangi, tugas kita. Kemiskinan dikurangi, itu yang kita lakukan. Daya beli rakyat ditingkatkan, pekerjaan rumah kita yang sangat penting. Infrastruktur dibangun, Saudara ikuti, Saudara Menteri PU menjelaskan, Wapres menjelaskan, apa yang kita lakukan peningkatan infrastruktur ini. Investasi digalakkan. Siang dan malam kami berpikir untuk membangun kembali ekonomi kita dengan menghadirkan investasi, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Ekspor ditingkatkan, Alhamdulillah, dua tahun terakhir ekspor kita di atas 17% dan ini harus kita tingkatkan terus sampai pada tingkat yang betul-betul memberikan sumbangan pada pertumbuhan ekonomi kita.

Kualitas hidup masyarakat atau hak dasar ditingkatkan. Saya pingin para Anggota Legislatif, baik itu di pusat maupun di daerah mengerti betul apa yang disebut dengan hak dasar rakyat, basic human need. Pertama-tama, pangan. Yang kedua, sandang. Yang ketiga, papan. Yang keempat, kualitas pendidikan. Yang kelima, kualitas kesehatan. Yang berikutnya lagi, lingkungan yang baik dan di atas segalanya rasa aman, rasa tentram masyarakat. Oleh karena itu, kalau kita terus-menerus dengan gigih memperbaiki kondisi itu berarti kita sudah berhasil memenuhi kebutuhan yang paling azasi dari rakyat kita. Pendidikan ditingkatkan, kesehatan ditingkatkan, lingkungan ditingkatkan kualitasnya dan peran perempuan ditingkatkan.

Saudara-saudara,
Itulah apa yang hendak kita lakukan 5 tahun ke depan ini dan bahkan 5 tahun, 5 tahun berikutnya lagi, siapapun yang memimpin negeri ini. Dalam pelaksanaannya, terutama 2 tahun sekian bulan ini, saya perlu jelaskan kepada Saudara dan Partai Demokrat harus mengerti betul posisi negara kita, apa yang kita lalui, kita tempuh 2 tahun lebih sedikit ini dan bagaimana kedepan? Banyak pihak mengatakan, termasuk lembaga-lembaga internasional. Terakhir ini, apa yang disampaikan oleh World Bank Indonesia, bahwa Indonesia berada dalam arah yang benar. Indonesia is on track. Kalau arahnya benar, meskipun ada hambatan, rintangan, persoalan, Insya Allah dengan kebersamaan kita mengatasi semuanya itu tetap akan menuju kearah yang benar dan berada pada saatnya, atau sampai pada saatnya di tempat yang benar.

Dalam banyak hal keadaan negara membaik, saya tidak ingin menjelaskan satu persatu, silahkan dilihat dari dokumen yang kita sudah berikan kepada Saudara. Karena external shocks ada persoalan baru. Jadi 2 tahun lebih, kita menghadapi cobaan, mengalami goncangan atau shocks yaitu rangkaian bencana alam dan meroketnya harga minyak di dunia. Dua persoalan inilah yang telah memukul upaya kita untuk membangun kembali negeri ini dari krisis, memukul pembangunan ekonomi kita. Tidak bisa kita elakkan memang, dua goncangan itu telah mempengaruhi capaian kita untuk pengurangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran.

Harus saya akui, bahwa pengurangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran belum sebagaimana yang kita harapkan, karena persoalan yang ada sebelumnya ditambah dengan dua goncangan eksternal tadi. Tetapi tidak mengurangi semangat kita untuk terus berjuang dan berjuang, agar kemiskinan dan pengangguran di negeri ini tahun demi tahun dapat kita kurangi.

Kemudian yang tidak banyak diketahui orang, tidak banyak dicatat dalam arena publik, adalah telah kita selesaikannya berbagai warisan masalah dari masa sebelumnya. Saya berikan contoh ada 11 masalah yang kita kelola, kita tangani, dan kita selesaikan dalam kurun waktu 2 tahun 4 bulan ini.

Pertama, Aceh. Tidak ada solusi waktu itu, Alhamdulillah, selesai. Aceh telah berhenti dari konflik bersenjata. Aceh membangun kembali masa depannya dengan adil, di bawah naungan Sang Saka Merah Putih. Papua, waktu itu masih banyak sekali masalah menyangkut keberadaan NRP, konflik antara Papua dan Irian Jaya Barat, masalah-masalah fundamental di Papua dan lain-lain, Alhamdulillah Papua telah dapat kita kelola semakin baik sekarang ini. Dan belum lama kedua Gubernur telah saya undang ke Jakarta untuk melakukan percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat kita di Papua dan Irian Jaya Barat. Harus terus kita jalankan, saya sampaikan kepada seluruh pihak di luar negeri, PBB dan negara-negara lain, kita kelola Papua dengan arif, dengan tepat, dengan bijak, dalam kebersamaan dengan keluarga besar bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Pelanggaran HAM Timor-Timur. Dulu PBB dan negara-negara di dunia memutuskan untuk membentuk COE, The Commission of Expert yang intinya adalah justice pengadilan arahnya. Sebagai bangsa tentu kita harus melindungi citra, kehormatan dan diri kita, tidak bisa diacak-acak begitu saja. Namun saya, tahu ada masalah masa lalu, kita dengan Timor Leste. Oleh karena itulah, dengan diplomasi kita, dengan upaya kita, kita selesaikan bersama-sama dengan Timor Leste, bukan justice atau pengadilan, tapi truth and friendship. Mencari kebenaran dan kemudian setelah itu melakukan rekonsiliasi dan membangun persahabatan. Ini berjalan dan harapan saya pada saatnya kita betul-betul menutup buku, mengakhiri masalah-masalah yang tersisa dari hubungan kita dengan Timor Leste di waktu yang lalu. Ini sedang berjalan dan kita bisa meyakinkan dunia, bahwa inilah yang terbaik, menurut bangsa Indonesia dan masyarakat, dan rakyat Timor Leste.

Kita ingat dulu kita diembargo oleh dunia, oleh negara-negara mengganggu kesiapan dan kesiagaan Tentara Nasional Indonesia. Alhamdulillah, yang namanya embargo, sanksi dari banyak negara sudah dicabut kita berjuang 1 tahun dengan gigih, tahun 2005 sudah tidak ada itu. Dan kita sudah bisa berdiri tegak, dan kekuatan pertahanan kita, kita bangun kembali untuk mempertahankan negeri kita, untuk mengamankan wilayah Indonesia.

APBN tidak sehat, karena tertunda-tundanya penyelesaian masalah subsidi yang luar biasa besarnya, keropos. Akhirnya, kita telah tata kembali bagaimana APBN kita makin sehat, bisa membiayai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bisa mengalirkan dana untuk mengurangi kemiskinan dan lain-lain. Tentu ada konsekuensi-konsekuensi yang kita ambil waktu itu.

Hutang IMF sudah kita lunasi. Kemudian forum CGI sudah saya akhiri. Dan kemudian rasio hutang Pemerintah terhadap GDP tadinya tinggi sekali, turun, turun, turun, turun, akhirnya rasio atau perbandingan hutang Pemerintah terhadap produk domestik bruto sekarang ini sudah kita di bawah 40%, bahkan angkanya lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga kita. Ini tentu menyenangkan untuk masa depan kita untuk generasi yang akan datang. World Bank mengatakan bad crisis is over. Yang mengatakan orang lain, krisis hutang Indonesia telah berakhir. Mari kita pelihara dan kita perbaiki terus ini, agar betul-betul kita bisa membiayai pembangunan dari sumber-sumber dalam negeri yang lebih besar lagi.

Masalah kita Sena Lampung dulu bergejolak, sudah kita selesaikan meskipun ada satu, dua yang harus kita tindak lanjuti. Cemex kita diancam arbitrase kalau kena denda bisa trilyunan itu. Alhamdulillah, selesai dan tidak ada lagi konflik antara Indonesia dengan Cemex dan itu satu achievement dalam negosiasi kita. Karahabodas status quo, mereka menuntut kita, kita juga menuntut mereka, karena tiap malam tidak beres. Cepu yang tadinya, Cepu supaya tidak salah melihat masalah ya. Cepu itu dari dulu memang dikerjasamakan sejak pemerintahan yang lalu, bahkan design dari pengerjaan Cepu itu ditetapkan sejak Pemerintahan Presiden Soeharto. Terus berlangsung dari tahun ke tahun, pada masa Pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri dicari upaya untuk segera menyelesaikan konflik itu agar Cepu itu bisa beroperasi, minyaknya bisa kita hasilkan, sehingga produksi dalam negeri naik, pendapatan negara kita bertambah, seraya memberikan lapangan pekerjaan pada masyarakat lokal Jawa Tengah, Jawa Timur.

Dulu sudah dibikin semacam agreement yang baru waktu itu Megawati memimpin. Dibandingkan sebelumnya, perjanjian itu fair, baik, karena sebetulnya kita banyak diuntungkan, Pemerintah dan Exxon Mobile juga ada kerjasamanya, tetapi tidak diputuskan karena ada perbedaan-perbedaan. Waktu berjalan terus, teriak-teriak kita, produksi minyak kita susut, susut, penerimaan kita kurang, sedangkan masalah ini enggak selesai-selesai. Setelah itulah kita tinjau kembali, perjanjian atau term of reference yang pada Ibu Megawati sudah baik kita perbaiki lagi. Dengan demikian, hitungannya yang kita terima lebih besar lagi, yang tadinya yang mengerjakan Exxon Mobile, sekarang Exxon Mobile bersama Pertamina, baik untuk Pertamina, baik untuk kita, dan kemudian baik untuk rakyat setempat Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kita putuskan, agar segera mengalir membawa kebaikan bagi kita semua. Itu dulu persoalan Cepu. Kemudian Texmaco ini kecelakaan sejarah, artinya panjang sekali prosesnya, tapi kita ditengah-tengah ruang yang sempit ini akan kita upayakan untuk selesai, selesai baik bagi negara, baik bagi rakyat kita.

Jadi dari 11 isu ini, akhirnya hampir semua tuntas. Kalau kita tuntaskan berarti banyak yang kita lega, karena yang mengganggu sekali negeri kita sudah dapat kita lampaui dan sudah dapat kita atasi. Itu contoh, tentu banyak masalah-masalah yang terus-menerus kita perbaiki, kita bikin lebih baik, kita carikan solusinya, kalau masih ada masalah-masalah yang mengganjal.

Saudara-saudara,
Atas perkembangan semuanya itu, atas kinerja Pemerintah yang saya pimpin, yang dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, seluruh kader Partai Demokrat harus meyakini dan percaya, sempit ini, bahwa keadaan negara membaik. Bukan hanya retorika, tapi realitas dan fakta, data kuasai, pegang apa saja yang telah kita capai. Dengan demikian, Saudara bisa berinteraksi dengan siapapun, dengan fakta, dengan data dan realitas, ini penting. Saya ingin pimpinan partai fraksi alirkan semua imformasi, semua dokumen, semua bahan yang bukan rahasia untuk diketahui oleh Saudara-saudara, miliki referensi itu.

Saudara-saudara,
Saya tidak mengatakan, bahwa semuanya telah dapat kita capai, tidak, kita tidak boleh sombong. Kita juga harus mengakui yang sudah kita hasilkan, namun banyak pula yang belum sepenuhnya dapat kita perbaiki, kita wujudkan. Itulah tugas kita, tugas saya, tugas Saudara untuk mempertahankan yang sudah baik, meningkatkannya dan kemudian memperjuangkan, memperbaiki, mencapai sasaran-sasaran yang belum dapat dicapai itu. Ini sisi Pemerintah. Saya ingin sekarang, karena tugas partai adalah menyukseskan program Pemerintah, tadi pimpinan fraksi mengatakan demikian yang dibacakan oleh Anggota Legislatif juga demikian, maka saya berharap program partai sendiri harus betul-betul dijalankan dan disukseskan.

Pertama, kita beri contoh bagaimana kita mengatasi masalah-masalah kecil di situ yang bisa diselesaikan, meskipun sebagian pihak mengatakan tebar pesona, ya tapi inilah seninya berpolitik, kita harus siap menerima seperti itu. Enggak apa-apa, enggak apa-apa, anggaplah itu pemacu supaya semangat kita menjadi lebih baik. Anggaplah itu masukan yang positif, konstruktif. Karena kalau Presiden hanya di belakang meja, “Ah, Presiden kok tidak turun, kok jauh sama rakyat, kok hanya di Jakarta, kok ini kok itu.” Keliru. Oleh karena itu, dengan penuh kesadaran dan bisa dilihat secara nyata saya bekerja di seluruh wilayah Indonesia, memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh rakyat, membantu Pemerintah Daerah sambil melakukan supervisi, bahwa semuanya itu dijalankan dengan benar, itu tujuan saya.

Pendidikan kita ingin betul–betul makin baik, makin gratis, makin murah, makin berkualitas. Kesehatan, demikian juga harus makin murah, makin mudah, makin berkualitas, obat-obat yang bisa kita turunkan harganya akan kita turunkan. Dengan demikian, rakyat bisa membeli dalam jangkauan mereka.

Penanganan bencana alam, bencana alam akan dapat datang setiap saat di negeri kita, karena letak Indonesia, pahami geologi kita, geografi kita. Jangan termakan oleh tahyul, tetapi mari kita mohon kepada Allah SWT yang memegang kekuasaan tertinggi adalah Allah supaya kita dijauhkan. Tetapi selebihnya kita siap, kita mempersiapkan diri, early warning, ini, itu, protap. Dengan demikian, kalau ada bencana, kita bisa mengatasi dengan cepat, dengan tepat dan mengurangi jumlah korban yang ada.

Peningkatan kecukupan pangan. Saya minta seluruh kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia aktif, baik pada tingkat dewan hubungan dengan eksekutif harus terjangkau. Kalau harganya terlalu mahal, rakyat kita tidak bisa membeli. Harga itu harus pas, stabil, termasuk sudah melindungi petani yang menghasilkan beras itu. Oleh karena itu, tujuan kita meningkatkan produksi beras terus-menerus, karena penduduk makin naik jumlahnya, tiap tahun pertumbuhan penduduk 1,3% dari 220 juta. Manakala ada kekurangan beras, ini juga dialami oleh negara-negara lain yang penduduknya besar, kita tambah stok itu, manakala tidak ada kekurangan beras, tidak perlu menambah stok, bahkan suatu saat kalau produksi kita lebih, kita bisa jual, kita bisa ekspor itu beras.

Saudara harus pahami, jangan beretorika karena akhirnya Pemerintah harus memikirkan apakah rakyat kita bisa membeli beras dan harga yang mereka jangkau. Oleh karena itu, saya mengajak saudara-saudara ikutlah bersama-sama rakyat meningkatkan produksi beras, utamanya dan produksi pangan secara keseluruhan.

Meningkatkan kecukupan energi. Saya keliling ke daerah-daerah menggalakkan biofuel misalnya, jarak pagar misalnya, agar rakyat kita tidak tergantung pada minyak tanah dan bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya, termasuk yang lain, yang dari singkong, dari kelapa sawit dan dari gula. Demikian juga akan mulai kita hidupkan sekarang sumber energi dari angin, dari hidro atau air dan dari sinar matahari.

Peningkatan usaha kecil dan menengah. Saya pingin Saudara betul-betul meningkatkan usaha kecil. Kemarin saya datang ke Boyolali, saya datang ke Lebak, saya datang ke Kasongan-Yogyakarta sebelumnya, saya datang ke Grobogan.

Terutama kaum perempuan, aktiflah di dalam ikut menyelamatkan putra-putri kita, pemberantasan narkoba misalnya. Program-program khusus untuk petani, nelayan, buruh, guru, pemuda pesantren dan lain-lain. Tolong aktiflah, proaktiflah, nyatalah Partai Demokrat di dalam meningkatkan ini semua. Saudara sudah saya beritahu prioritasnya apa saja. Sekarang salah satu arena politik itu adalah bagaimana kita, bagaimana Saudara bisa berkomunikasi dengan rakyat, melakukan komunikasi sosial dan komunikasi politik. Saya ingin Saudara-saudara dalam berkomunikasi menggunakan bahasa rakyat, yang gamblang, yang mudah dimengerti. Jangan merasa sekali bicara sudah cukup, tahun depan baru bicara, ndak bisa. Terus- menerus berdialog, berkomunikasi dengan rakyat, tetapi proporsional, jangan berlebihan, pas. Ketika rakyat bingung, sampaikan penjelasan Saudara. Ketika ada isu yang tidak jelas, munculkan bagaimana yang sesungguhnya dan lain-lain.

Katakan apa yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah, yang dilaksanakan oleh Presiden dan Partai Demokrat disertai contoh-contoh capaian. Saya tidak suka, kalau kita menyampaikan sesuatu yang tidak ada. Jangan berbohong kepada rakyat. Saya hanya minta, karena tidak semua yang dilaksanakan Pemerintah diketahui oleh rakyat, beri tahu mereka bahwa Pemerintah telah melakukan ini-ini, untuk mereka dengan hasil ini-ini. Katakan pada mereka juga ini belum bisa dicapai, minta maaf. Jangan berbohong, katakan yang jujur, say what we do, say what we have done, sampaikan. Mengapa saya berkata demikian? Ternyata dari komunikasi saya dengan berbagai pihak, SMS yang masuk tiap hari ratusan, surat puluhan, sudah jutaan SMS sejak 2 tahun yang lalu, banyak ternyata apa yang dilakukan oleh kita belum diketahui oleh rakyat. Belum kalau dimanipulasi, belum kalau diputar balik dan lain-lain.

Tidak usah kita sibuk ke sana, ke mari, jelaskan secara benar dengan fakta dan data yang ada. Pelihara hubungan baik dengan semua insan pers dan media massa di seluruh tanah air. Pers itu alat demokrasi. Pers itu juga menyampaikan sesuatu untuk kebaikan negaranya. Gaya pers berbeda-beda, tetapi kalau Saudara pelihara komunikasi dengan baik, hubungan dengan baik, jelaskan duduk persoalannya, pers pun tentu juga akan menyampaikan pada publik. Pers adalah kawan, kawan seperjuangan. Oleh karena itu, baik-baiklah, pelihara komunikasi dengan mereka.

Yang nomor tiga adalah ini yang sangat penting, jaga integritas partai dan semua kader Partai Demokrat. Mari kita mencegah korupsi, mari kita memasuki lembar baru dalam kehidupan bangsa, yang lewat, lewat, masa lalu, masa lalu. Saya menyeru kepada seluruh rakyat Indonesia, utamanya kader Demokrat, mari kita hidup bersih, hidup baik untuk kebaikan bangsa dan negara kita. Saya dengar memang tidak boleh pemberantasan korupsi tidak menggunaklan keadilan, membabi buta, katakanlah begitu, tidak bisa membedakan mana kebijakan dan mana tindak pidana korupsi. Saya dengar itu, tetapi bagaimana pun korupsi memang harus diberantas. Masa depan kita akan gelap, kalau digerogoti terus kekayaan negara, aset negara ini. Harus selamat kita setuju tidak terus-menerus menambah hutang. Kita setuju enggak mau didikte negara lain, kita setuju kita harus mandiri. Oleh karena itu, mari kita selamatkan aset kita, kita bangun sumber daya kita, jangan bocor, jangan dikorupsi, agar semua itu untuk membiayai pembangunan kita, membiayai kehidupan rakyat kita. Begitu cara berpikir kita, dengan semangat kemandirian itu.

Cegah tindakan tunasusila. Saling ingat-mengingatkan. Manusia bisa khilaf, mari dengan kasih sayang, persaudaraan, kebersamaan, saling ingat- mengingatkan. Cegah pameran perpecahan, jangan senang menunjukkan ke orang luar kalau kita ini berantem gitu. Rumah tangga, ayah sama ibu bisa saja berantem. Pernahkan kita? Tapikan tidak mungkin, saudara-saudara RT 6, RW 3 yang saya cintai, besok siang ada pertengkaran saya sama istri, datanglah berbondong-bondong ke rumah saya. Janganlah. Jangankan partai politik, rumah tangga pun bisa berselisih, Saudara pun bisa berselisih, tapi selesaikan secara baik, secara bijak dan tidak perlu diwartaberitakan kemana-mana.

Baik, peran dan tugas, ini khusus Anggota Legislatif, baik yang di Pusat, yang di Provinsi, Kabupaten dan Kota. Satu, dampingi, kritisi, kontrol, tetapi juga sukseskan program Pemerintah. Silakan, baik kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Kabupaten maupun Kota. Perjuangkan aspirasi rakyat seringlah turun Anggota Legislatif Partai Demokrat. Semua bukan hanya pusat ya, Provinsi ikut turun, Kabupaten, Kota turun, Pusat turun, wong saya juga turun. Kalau turun, tahu kondisi rakyat, tahu aspirasi rakyat. Kalau tahu aspirasinya, kalau tahu persoalannya, carikan solusinya, di situ yang membedakan Anggota Legislatif Partai Demokrat dengan Anggota Legislatif di bumi yang lain. Kalau memang saudara menawarkan solusi. Solusinya apa? Bantu Pemerintah mewujudkan aspirasi itu, siapapun. Meskipun ada Gubernur partai politiknya bukan Partai Demokrat ada Bupati, ada Walikota parpolnya bukan parpol Demokrat, tetapi karena mereka menjalankan tugas untuk kesejahteraan rakyat, bantu mereka.

Yang kedua, kalau Saudara sudah menjalankan yang pertama dan yang kedua tadi, beri tahu rakyat. Rakyat, setelah Saudara menyampaikan kepada saya permasalahannya, saya dengar aspirasinya, kami terus berjuang agar bisa dipecahkan dengan cara-cara seperti ini. Yang ini Alhamdulillah sudah berhasil, yang ini masih terus kita perjuangkan, karena memang masalahnya tidak semudah yang kita bayangkan. Katakan kepada mereka, bahwa Saudara peduli, Saudara melakukan itu semua untuk kebaikan di masa depan.

Yang ketiga, tampilkan, tunjukkan kepada rakyat, bahwa Anggota Legislatif dari Partai Demokrat matang. Saya tidak senang, kalau ada Partai Demokrat, Anggota Legislatif, entah di tingkat Kabupaten, Kota, Pusat memaki-maki pejabat yang sedang mengemban tugas. Bayangkan kalau Saudara dimaki-maki, kalau Presidennya dimaki-maki. Kritik boleh, pakailah bahasa yang tepat, sehingga rakyat, ya Demokrat kritis dia, mengoreksi, kita lihat bahasanya, kena itu. Itu tabungan saudara-saudara, tabungan masa depan. Tetapi lihat itu, Masya Allah bahasanya, waduh. Pas, tetapi tetap kritis, mengoreksi, sampaikan, tapi pilihlah sikap dan prilaku. Jangan bangga, jangan senang, kalau dianggap, wah ini tokohnya ini. Tokoh dalam hal itu. Lihat itu, Anggota DPR Kabupaten dari Demokrat, dari Provinsi, dari Kota ini, dari Pusat, kritis, tapi solusinya ada. Kemudiannya approve-nya, enak, enak, enak itu. Saya suka orang itu, nanti jadi Anggota Legislatif lagi, misalkan begitu. Saya suka orang itu punya masa depan yang lebih baik, begitu. Rakyat yang menilai. Hati-hati, rakyat yang melihat nanti lewat televisi, lewat koran, lewat ini. Profesional, rasional, menjunjung tinggi tata krama di dalam berpolitik.

Saya ingin nostalgia sedikit. Terakhir ini. Pada tanggal 26 Juli tahun 2003, ketika partai ini baru berusia 2 tahun kurang di Bogor, di tengah-tengah apakah ini partai ini nanti laku, apakah lolos dalam penyaringan Departemen Hukum dan HAM, apakah memenuhi threshold, kita ada yang pesimis, ada yang setengah optimis, ada yang gamang, ada yang gundah gulana, tapi kita Bismillah waktu itu, berjuang, berjuang yang benar, mudah-mudahan Allah memberikan jalan. Saya ingat waktu itu, ini yang saya sampaikan pada tanggal 26 Juli 2003, agar partai ini bisa diterima oleh rakyat. Kembali sikap dan perilaku, damai, tanpa kekerasan, tertib, teratur dan memiliki disiplin yang tinggi, bersahabat, ramah dengan semua pihak. Pemasangan atribut partai yang baik dan berwibawa, jangan sembarangan. Karena waktu itu menuju kampanye 2004, pelaksanaan kampanye yang damai dan tertib, tapi megah.

Ingat saya, kita menjalankan semuanya itu, waktu itu Alhamdulillah Tuhan Maha Besar, rakyat memberikan dukungan, sampailah saudara pada posisi sekarang ini. Jangan diganti, jangan diubah, sikap dan perilaku berpolitik seperti ini, karena lebih dasyat. Diperlukan kesabaran, bayangkan saya sebagai Presiden, saudara kalau ikut kegiatan saya seminggu saja, pagi sampai paginya lagi, akan tahu apa yang saya pikirkan, apa yang saya kerjakan, apa yang saya rasakan. Itu pun kadang-kadang, caci-maki, dikecam, diini, segala macam, tapi harus sabar. Kalau saya ikut berkomentar, gaduh negara kita ini. Sabar, tegar, berikhtiar terus, sehingga suatu saat, saya akan melapor kepada Allah SWT, ya Tuhan, saya telah menjalankan amanah ini dengan segala kelebihan dan kekurangan saya, dengan segala cobaan, maafkan kalau ada kesalahan saya dan saya akan meninggalkan politik dengan hati tenang. Mari bersama-sama kita jalankan dengan penuh ikhtiar, ketegaran, tapi juga sabar. Rakyat akan tahu, kalau Partai Demokrat ke depan ini betul-betul berjuang untuk mereka.

Kemudian satu tadi, saya kira Saudara ada yang salah terima, setelah dibacakan oleh 3 orang anggota DPR. Semuanya bagus, ketika berbicara pada Peraturan Pemerintah Nomor 37. Dengarkan, justru sikap Saudara sangat menentukan masa depan partai kita. Semua kita wadahi, keinginan, kebijakan untuk memberikan penghasilan yang layak kepada wakil-wakil rakyat kita penuhi, ketat. Tetapi sesuatu yang dianggap kurang pas, itu kita tata kembali, tetapi semangatnya tetap memberikan kesejahteraan yang pantas, seadil-adilnya. Dengan demikian, semuanya senang. Rakyat bisa menerima Saudara, juga mendapatkan kesejahteraan yang makin baik. Itulah yang kita pikirkan dan kebijakan itu kita tempuh dengan cara-cara yang paling baik. Oleh karena itu, saya tidak ingin dengar lagi ada yang tidak mengerti persoalan ini. Tidak baik di depan rakyat, kalau kita ini memperjuangkan sesuatu yang tidak tepat, apalagi dengan cara yang tidak tepat. Kami ingin memikirkan Saudara semua, seluruh anggota DPR, baik pusat maupun daerah. Negara, saya sebagai Kepala Negara memikirkan yang terbaik untuk Anggota Legislatif, pusat maupun daerah, yang bisa diterima oleh rakyat kita.

Saya kira demikian penjelasan saya. Kapan kembali ini? Dengarkan lagi Saudara-saudara. Setelah silaturahim kita selama 3 hari ini, saya minta Saudara-saudara lebih berhasil lagi menjalankan tugas. Sampaikan salam saya, salam rindu, penuh kasih sayang kepada seluruh Anggota Partai Demokrat di tanah air. Mari kita terus berjuang, berjuang di jalan yang benar, di jalan Tuhan dan saya punya keyakinan, bahwa masa depan partai kita akan makin baik, karena kita ingin masa depan bangsa dan negara kita makin baik pula.
Selamat berjuang.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.




*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan