Pidato Presiden
Sambutan Pelepasan Rombongan Misi Kebudayaan Indonesia ke RRT
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PELEPASAN ROMBONGAN MISI KEBUDAYAAN INDONESIA
KE REPUBLIK RAKYAT TIONGKOK (RRT)
ISTANA NEGARA, 5 MARET 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Menteri Kebudayaan dan Pariwisata beserta Ibu,
Saudara Sekretaris Kabinet, Saudara Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, para tamu undangan, para pembina, pengasuh, pengusaha, para artis, seniman, budayawan yang tergabung dalam misi kebudayaan Indonesia untuk kunjungan ke Republik Rakyat Tiongkok yang saya cintai dan saya banggakan,
Marilah sekali lagi, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepada kita masih diberi kesempatan, diberi kekuatan dan diberi kesehatan untuk melanjutkan karya kita, ibadah kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Saya menyambut baik prakarsa untuk dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan bilateral Republik Indonesia – Republik Rakyat Tiongkok dan dalam rangka memperkokoh, serta menguatkan kemitraan strategis diantara kedua negara dan segera diberangkatkan misi kebudayaan kita untuk menunjukkan kebolehannya di Beijing dalam satu panggung budaya.
Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada misi ini, dengan harapan semoga Saudara berhasil membawa nama besar Bangsa Indonesia sebagai duta bangsa untuk mempertunjukan kesenian dan kebudayaan kita dalam rangka sekali lagi, mempererat persahabatan diantara kedua bangsa, Bangsa Indonesia dan Saudara-saudara kita di Republik Rakyat Tiongkok.
Hadirin yang saya hormati,
Sebagaimana Saudara ketahui, dalam berbagai kesempatan saya mengatakan, bahwa ada bertautan sejarah, ada bertautan masa lalu antara kita dengan Republik Rakyat Tiongkok, apalagi dari segi sejarah, kebudayaan, dan peradaban. Ada semacam trail of civilization di antara kedua bangsa ini. Oleh karena itu, memandang ke depan dengan niat untuk memperkokoh persahabatan atas dasar saling hormat-menghormati dan mendapatkan keuntungan bersama, sepatutnya kekuatan kita untuk bisa memperkokoh persaudaraan, persahabatan seperti ini, kita lanjutkan dan bahkan kita perkuat.
Dalam dunia masa kini sulit membedakan, kadang-kadang apakah satu kegiatan hanya memiliki tujuan tunggal atau saling terkait satu sama lain. Bicara ekonomi mengait pula pada aspek budaya, aspek pariwisata, aspek dunia usaha itu sendiri, bahkan terkadang politik, hukum, dan keamanan. Dan kita sepakat, kemitraan strategis yang saya tanda tangani di Jakarta ini antara Presiden Hu Jintao dengan saya sendiri. Dan kemudian beberapa rangkaian pertemuan bilateral, baik saya dengan Presiden RRT, maupun saya dengan Premier atau Perdana Menteri Wen Jiabao kita sepakat, kita tingkatkan hubungan dan kerjasama bilateral ini di semua bidang. Salah satu yang saya ingin betul tumbuh dengan baik di waktu yang akan datang ini, adalah kerjasama di bidang investasi, di bidang perdagangan, di bidang kepariwisataan, dan di bidang kebudayaan.
Jika misi ini berangkat Insya Allah pada tanggal 11 Maret yang akan datang, sesungguhnya Saudara juga mengemban misi untuk meningkatkan kerjasama kita paling tidak di bidang kebudayaan dan kepariwisataan. Oleh karena itu, saya berharap agar misi ini benar-benar bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
Saudara-saudara,
Kita mengagumi berbagai kesenian, kebudayaan bahkan sejarah Republik Rakyat Tiongkok dan saya yakin, Saudara-saudara kita di sana atau bangsa lain juga mengagumi sebagian atau penggal-penggal dari yang kita miliki apakah sejarah, kebudayaan, kesenian, dan lain-lain. Oleh karena itu, lakukanlah proses interaksi ini dengan baik saling menimba pengalaman, saling belajar, saling membangun diri dengan cara kalau yang lain bisa kita mesti bisa, kalau yang lain maju bangsa kita juga harus maju. Kalau itu yang menjadi pikiran kita, hati kita, niat kita, Insya Allah ada jalan yang baik untuk menuju masa depan yang lebih baik pula.
Saya pernah melihat pertunjukan kesenian di Nanning. Saya kira bulan Oktober tahun lalu, cantik sekali. Kemudian kemarin, baru saja kita sama-sama lihat di PRJ, di Kemayoran juga demikian. Tapi saya juga harus mengatakan, kesenian Indonesia juga tidak kalah di dalam seni budaya yang ditampilkan. Oleh karena itu, saya ingin juga Saudara bisa menampilkan apa yang dapat kita tampilkan yang terbaik dari negeri kita.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Setiap saya datang ke negara lain selalu saya membandingkan untuk tujuan yang baik, apa yang baik bisa kita tiru, yang tidak baik ya memang tidak baik untuk kita terapkan di negeri kita. Demikian juga di bidang kebudayaan dan pariwisata.
Saya pernah mengunjungi Guilin. Saya undang waktu itu Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan juga para pengelola usaha kepariwisataan untuk menimba pengalaman bagaimana kawasan-kawasan wisata dikelola dengan baik oleh Pemerintah Daerah di Republik Rakyat Tiongkok. Dan luar biasa Guilin itu kalau tidak salah 1 tahun wisatawannya berjumlah 11 juta, lebih dari wisatawan tahunan yang datang ke negeri kita. Sekarang berapa Pak? 5 juta, lebih dari jumlah yang berkunjung ke Indonesia. Memang ada daya tariknya, ada kemasannya, ada rakitannya, ada manajemennya dan lain-lain. Kita mesti meningkatkan kemampuan kita untuk meningkatkan semuanya itu.
Dan ada lagi jenis usaha yang baik sekarang ini, yang menarik dan dilaksanakan dibanyak Negara yang kita sebut dengan Business MICE (Meeting, Insentive, Convention and Exhibitions). Kalau itu sudah menjadi sesuatu yang dapat kita unggulkan, kita andalkan, saya yakin akan banyak sekali yang bisa kita jadikan sumber penerimaan negara semacam MICE itu, kemudian pameran handycraft kita, mempertontonkan seni budaya yang connected to kepariwisataan dan lain-lain. Oleh karena itu, saya titip, saya pesan dengan kehadiran Saudara-saudara di Beijing, di Tiongkok dalam waktu dekat ini, berikan kesan terbaik kepada mereka, sehingga mereka pada saatnya nanti datang ke negeri kita sebagai wisatawan dan melakukan aktivitas ekonomi yang lain. Dengan demikian, apa yang kita inginkan dapat kita capai.
Disamping itu berita gembiranya, bahwa kerjasama kita di bidang investasi dan perdagangan cukup mengesankan. Kalau dulu, kita ingin meningkatkan perdagangan kita menuju 20 billion US dollars. Pada tahun 2010, sekarang pun barangkali sudah sangat dekat. Jadi kita bisa capai itu. Komitmen Premier Wen Jiabao dengan saya waktu bertemu di Beijing beberapa saat yang lalu, investasi juga demikian. Pendek kata, Tiongkok yang tumbuh dengan pesat menjadi mega power sekarang ini di Asia Pasifik dengan pertumbuhan ekonomi yang spektakuler, tentu menghadirkan peluang, opportunity. Kalau pandai kita menggunakan opportunity ini, maka Tiongkok bukan lagi threat, tetapi menjadi partner. Marilah kita berpikir, bahwa dengan kerjasama yang baik kita bisa meraih sesuatu yang lebih baik lagi.
Itu harapan saya Bapak/Ibu, hadirin, Saudara sekalian dalam mengiringi misi penting ini. Dan nanti melalui Menteri Budpar, melalui saudara Duta Besar sampaikan salam hangat saya kepada Warga Negara Indonesia yang ada di Tiongkok dan salam saya kepada Presiden Hu Jintao maupun Perdana Menteri Wen Jiabao. Selamat mengemban tugas yang mulia. Sukses, semoga apa yang kita inginkan dapat kita wujudkan dengan baik.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



