Pidato Presiden

Sambutan Peresmian Proyek-proyek di Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PROYEK-PROYEK BIDANG ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
SUBANG, JAWA BARAT
21 MARET 2007



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,

Selamat siang,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang Mulia para Duta Besar Negara-negara sahabat, Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPR RI yang saya hormati, Saudara Gubernur Jawa Barat, Ketua DPRD Jawa Barat dan para pimpinan, serta pejabat negara yang bertugas di Jawa Barat, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen, Saudara Bupati Subang,
Yang saya hormati para pimpinan dunia usaha, baik dari Badan Usaha Milik Negara, Pertamina, PLN, PGN, Pupuk Iskandar Muda, Pupuk Sriwijaya, Pupuk Kujang Cikampek dan Pupuk Kalimantan Timur. Para pimpinan swasta dalam negeri yang jumlahnya cukup banyak dan saya bangga makin berkibar perusahaan-perusahaan dalam negeri yang dikembangkan putra-putri bangsa
para pimpinan perusahaan negara-negara sahabat sebagai mitra kita. Hadir di sini Pak Sadi Cahyadi tadi saya lihat, beliau juga ada Pak Hendro Priyono menambah barisan kita dunia usaha di dalam negeri,
Yang saya cintai dan saya muliakan para ulama, para pimpinan pondok pesantren, para tokoh masyarakat, ibu-ibu, anak-anak pelajar,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Sebelum saya menyampaikan sambutan saya pada acara yang membahagiakan dan Insya Allah penuh berkah ini, ijinkan saya menyampaikan tiga hal yang membahagiakan hati saya. Pertama dalam perjalanan darat saya dari Jakarta ke tempat ini, terutama ketika kami memasuki wilayah Jawa Barat, Pak Gubernur dan Kabupaten Subang, Pak Bupati, kami merasa gembira, bersyukur melihat hamparan sawah, padi-padi yang mulai menguning. Bersyukur karena meskipun perubahan iklim global membikin curah hujan kadang-kadang tidak teratur, terjadi banyak banjir di seluruh dunia bukan hanya di negeri kita, tapi tanaman padi yang kami lihat dan saksikan tadi, Alhamdulillah masih dalam keadaan baik. Dan mudah-mudahan Pak Gubernur, Pak Bupati predikat Jawa Barat dan Subang sebagai lumbung pangan dan lumbung padi dapat terus dipertahankan.

Yang kedua, kebahagiaan yang lain adalah menyaksikan banyak sekali penandatanganan kontrak di bidang minyak dan gas, listrik kemudian industri pupuk, termasuk inagurasi atau peresmian beroperasinya sejumlah reproduksi minyak dan gas oleh Pertamina dan perusahaan-perusahaan yang lain. Kita senang dan bahagia menyaksikan ini, Saudara-saudara, pertama listrik menjadi kebutuhan yang utama. Negara kita berkembang terus industrinya, segi komersialnya, rumah tangganya, perkantorannya yang semuanya memerlukan listrik di dalam Jawa dan di luar pulau Jawa.

Perlu kita ketahui, bahwa jumlah tenaga listrik yang kita miliki sejak kita merdeka sampai tahun yang lalu, itu jumlahnya 25.000 megawatt, setara kurang lebih 25 milyarwatt. Dulu cukup, sekarang tidak cukup karena kebutuhan terus naik. Saya mendengar melalui SMS, telepon, surat di luar Jawa, di dalam Jawa, Pak Presiden kami kekurangan listrik, kadang-kadang kami giliran listrik. Kami mengetahui dan oleh karena itulah, dengan intensif kita menambah jumlah tenaga listrik, Insya Allah sampai dengan 2010 nanti program yang kita lalukan melalui penambahan tenaga listrik 10.000 megawatt itu dapat dilaksanakan. Sebagian kita saksikan penandatangan kontraknya dan mulai bekerja setelah ini, sebagian lagi akan ditambah karena masih belum cukup juga 25.000 plus 10.000 masih kita perlukan sekian ribu yang lain. Itulah yang kita ambil dari IDP dari swasta yang juga tadi ditandatangani, kita berharap tahun demi tahun kebutuhan listrik di negeri kita makin tercukupi.

Yang kedua, kita saksikan juga tadi penandatanganan kontrak untuk gas dan minyak bumi. Saudara-saudara, sekali lagi kita juga memerlukan bahan bakar minyak memerlukan energi itu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dunia usaha, pendidikan, rumah tangga dan lain-lain. Kebutuhannya meningkat, kalau produksinya tidak bertambah bahkan susut di sana-sini akan terjadi kekurangan yang besar. Kalau kekurangannya besar, kita perlu mengimpor, impor mendatangkan masalah baru bagi ekonomi kita. Oleh karena itu, kita akan terus tambah produksi itu dengan catatan ada keseimbangan, tidak boleh kita menguras sumber minyak dan gas kita habis-habisan tanpa menyisakan untuk anak cucu kita, untuk generasi yang akan datang. Oleh karena itulah, kita atur sedemikian rupa ada penambahan produksi, tetapi kita juga mengembangkan sumber-sumber yang lain yang bukan berasal dari fosil. Menteri Energi mengatakan dari surya, dari air, dari angin dan lain-lain dan sekarang kita laksanakan besar-besaran dari bahan bakar nabati, biofuels, kelapa sawit, singkong, tebu, jarak pagar yang akan menjadi diesel dan premium.

HTRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PROYEK-PROYEK BIDANG MINYAK DAN GAS BUMI (MIGAS)
SUBANG, JAWA BARAT
21 MARET 2007



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,

Selamat siang,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang Mulia para Duta Besar Negara-negara sahabat, Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPR RI yang saya hormati, Saudara Gubernur Jawa Barat, Ketua DPRD Jawa Barat dan para pimpinan, serta pejabat negara yang bertugas di Jawa Barat, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen, Saudara Bupati Subang,
Yang saya hormati para pimpinan dunia usaha, baik dari Badan Usaha Milik Negara, Pertamina, PLN, PGN, Pupuk Iskandar Muda, Pupuk Sriwijaya, Pupuk Kujang Cikampek dan Pupuk Kalimantan Timur. Para pimpinan swasta dalam negeri yang jumlahnya cukup banyak dan saya bangga makin berkibar perusahaan-perusahaan dalam negeri yang dikembangkan putra-putri bangsa
para pimpinan perusahaan negara-negara sahabat sebagai mitra kita. Hadir di sini Pak Sadi Cahyadi tadi saya lihat, beliau juga ada Pak Hendro Priyono menambah barisan kita dunia usaha di dalam negeri,
Yang saya cintai dan saya muliakan para ulama, para pimpinan pondok pesantren, para tokoh masyarakat, ibu-ibu, anak-anak pelajar,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Sebelum saya menyampaikan sambutan saya pada acara yang membahagiakan dan Insya Allah penuh berkah ini, ijinkan saya menyampaikan tiga hal yang membahagiakan hati saya. Pertama dalam perjalanan darat saya dari Jakarta ke tempat ini, terutama ketika kami memasuki wilayah Jawa Barat, Pak Gubernur dan Kabupaten Subang, Pak Bupati, kami merasa gembira, bersyukur melihat hamparan sawah, padi-padi yang mulai menguning. Bersyukur karena meskipun perubahan iklim global membikin curah hujan kadang-kadang tidak teratur, terjadi banyak banjir di seluruh dunia bukan hanya di negeri kita, tapi tanaman padi yang kami lihat dan saksikan tadi, Alhamdulillah masih dalam keadaan baik. Dan mudah-mudahan Pak Gubernur, Pak Bupati predikat Jawa Barat dan Subang sebagai lumbung pangan dan lumbung padi dapat terus dipertahankan.

Yang kedua, kebahagiaan yang lain adalah menyaksikan banyak sekali penandatanganan kontrak di bidang minyak dan gas, listrik kemudian industri pupuk, termasuk inagurasi atau peresmian beroperasinya sejumlah reproduksi minyak dan gas oleh Pertamina dan perusahaan-perusahaan yang lain. Kita senang dan bahagia menyaksikan ini, Saudara-saudara, pertama listrik menjadi kebutuhan yang utama. Negara kita berkembang terus industrinya, segi komersialnya, rumah tangganya, perkantorannya yang semuanya memerlukan listrik di dalam Jawa dan di luar pulau Jawa.

Perlu kita ketahui, bahwa jumlah tenaga listrik yang kita miliki sejak kita merdeka sampai tahun yang lalu, itu jumlahnya 25.000 megawatt, setara kurang lebih 25 milyarwatt. Dulu cukup, sekarang tidak cukup karena kebutuhan terus naik. Saya mendengar melalui SMS, telepon, surat di luar Jawa, di dalam Jawa, Pak Presiden kami kekurangan listrik, kadang-kadang kami giliran listrik. Kami mengetahui dan oleh karena itulah, dengan intensif kita menambah jumlah tenaga listrik, Insya Allah sampai dengan 2010 nanti program yang kita lalukan melalui penambahan tenaga listrik 10.000 megawatt itu dapat dilaksanakan. Sebagian kita saksikan penandatangan kontraknya dan mulai bekerja setelah ini, sebagian lagi akan ditambah karena masih belum cukup juga 25.000 plus 10.000 masih kita perlukan sekian ribu yang lain. Itulah yang kita ambil dari IDP dari swasta yang juga tadi ditandatangani, kita berharap tahun demi tahun kebutuhan listrik di negeri kita makin tercukupi.

Yang kedua, kita saksikan juga tadi penandatanganan kontrak untuk gas dan minyak bumi. Saudara-saudara, sekali lagi kita juga memerlukan bahan bakar minyak memerlukan energi itu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dunia usaha, pendidikan, rumah tangga dan lain-lain. Kebutuhannya meningkat, kalau produksinya tidak bertambah bahkan susut di sana-sini akan terjadi kekurangan yang besar. Kalau kekurangannya besar, kita perlu mengimpor, impor mendatangkan masalah baru bagi ekonomi kita. Oleh karena itu, kita akan terus tambah produksi itu dengan catatan ada keseimbangan, tidak boleh kita menguras sumber minyak dan gas kita habis-habisan tanpa menyisakan untuk anak cucu kita, untuk generasi yang akan datang. Oleh karena itulah, kita atur sedemikian rupa ada penambahan produksi, tetapi kita juga mengembangkan sumber-sumber yang lain yang bukan berasal dari fosil. Menteri Energi mengatakan dari surya, dari air, dari angin dan lain-lain dan sekarang kita laksanakan besar-besaran dari bahan bakar nabati, biofuels, kelapa sawit, singkong, tebu, jarak pagar yang akan menjadi diesel dan premium.

Harapan kita, kita makin cukup memenuhi kebutuhan energi, tetapi tetap memelihara keseimbangan masa kini, masa depan untuk anak cucu kita sekaligus memperhatikan lingkungan, lingkungan yang harus kita jaga baik-baik. Kemudian pupuk, kita senang kita butuh pangan. Penduduk Indonesia sekarang 230 jutaan, naik terus. Kalau pangannya tidak naik, kurang. Kita ingin berjuang habis-habisan untuk meningkatkan kecukupan dan ketahanan pangan kita, utamanya padi dan lain-lain, ada kedelai, jagung, daging sapi, daging ayam dan lain-lain. Salah satu yang kita perlukan pupuk. Tanahnya ada benihnya bagus, pupuknya kena cara memeliharanya bagus Insya Allah akan berkembang. Dengan ditandatanganinya kontrak ini, maka kekurangan pupuk, akibat kekurangan pasokan gas akan dapat kita tutup secara bertahap tahun demi tahun. Batubara, batubara kita perlukan untuk menjadi sumber energi 10.000 megawatt yang mulai kita bangun tahun ini sampai tahun 2010.

Jadi apa yang ditandatangani tadi, bagian dari investasi kita di bidang energi, bagian dari mencukupi kebutuhan dalam negeri, menanam, memulai, meningkatkan. Namanya menanam, tidak serta-merta yang diteken ini bulan depan langsung berproduksi, yang sebulan produksi itu kecambah. Kalau kita punya kedelai, dikasih air, tiga minggu sudah menjadi kecambah, tidak mungkin. Kemudian ada barangkali yang segera panen, padi 4 bulan, jagung, barangkali 4 bulan, tebu 8 bulan, mungkin yang dipanen tadi 1,5 sudah ada. Listrik yang skalanya kecil, tapi yang gas yang minyak, listrik skala besar ukuran misalkan 2 kali 400 megawatt itu memerlukan 2, 3 tahun seperti menanam kelapa sawit. Aren yang juga memerlukan waktu 3, 4, 5 tahun sama prinsipnya. Tetapi Alhamdulillah, bahwa kita telah meletakkan landasan untuk tahun-tahun berikutnya lagi makin cukup yang kita perlukan, kebahagian kita semuanya.

Kebahagian yang ketiga, yang terakhir,ketika tadi saya menyaksikan bantuan dari perusahaan Indonesia untuk menolong saudara-saudara kita, masyarakat di sekitar, dimana perusahaan-perusahaan ini berada. Saya minta kepada perusahaan dalam negeri dan luar negeri, berikanlah community development program menolong, membantu masyarakat sekitar sehingga perusahaan itu tumbuh, masyarakatnya juga tumbuh, tidak hanya menonton, tapi menikmati kesejahteraan yang dihasilkan oleh perusahaan ataupun industri itu. Kita saksikan tadi, mudah-mudahan iklim ini makin membaik. Dengan demikian, kita tidak boleh maju sendiri-sendiri, maju bersama. Dunia usaha maju petaninya juga maju, penduduknya juga maju. Itulah yang saya sampaikan Saudara-saudara dan mudah-mudahan Allah memberikan jalan yang makin baik bagi negeri kita untuk membangun semuanya ini dengan semua hal yang kita lakukan secara bersama.

Hadirin sekalian,
Pada kesempatan yang baik ini, saya akan menyampaikan sambutan khusus pada rangkaian kegiatan ini. Mudah-mudahan bisa menimbulkan semangat baru, harapan baru dan tentunya kerja sama kita yang makin baik untuk bersama-sama membangun negeri yang kita cintai ini.

Saudara-saudara,
Kita perlu memanjatkan sekali lagi puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan ridho-Nya, kita dapat menghadiri beberapa peresmian proyek, serta penandatanganan kontrak-kontrak di bidang minyak dan gas bumi yang dipusatkan di Lokasi Sumur Pemboran Migas SBG-17, Cidahu, Subang, Jawa Barat. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini, untuk menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah dan masyarakat Jawa Barat dan Subang atas berbagai upaya yang telah dilakukan dalam mengembangkan dan mendayagunakan sumber daya alam yang kita miliki. Semoga dengan bertambahnya proyek-proyek minyak dan gas dapat membawa manfaat dalam meningkatkan produksi energi di tanah air kita.

Saudara-saudara,
Sebagaimana kita ketahui bersama, dalam pembangunan nasional, energi memiliki peran yang sangat strategis, seiring dengan lajunya roda pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di negara kita, tuntutan akan kebutuhan energi, khususnya energi fosil, semakin hari semakin meningkat. Tingginya aktivitas transportasi dan industri, mengharuskan kita memenuhi kebutuhan energi dalam jumlah yang cukup. Akan tetapi, ketersediaan energi yang dihasilkan oleh pasokan energi primer yang selama ini didominasi oleh minyak bumi semakin hari semakin berkurang.

Dalam 2 tahun terakhir ini, industri minyak bumi nasional hanya mampu memproduksi sekitar 1 juta barel per hari, atau sekitar 400 juta barel per tahun. Minyaknya, tapi gasnya memiliki volume yang mengembirakan. Sementara dalam pertumbuhan ekonomi nasional, diperlukan sekurang-kurangnya 1,3 juta barel per hari untuk minyak bumi. Untuk menutupi kekurangan itu, kita berupaya untuk mencari dan mengembangkan ladang minyak yang baru. Mencari dan mengembangkan ladang minyak yang baru itu, juga bukan pekerjaan yang mudah. Hal ini terkendala oleh biaya eksplorasi dan produksi yang makin tinggi. Selain itu, lokasi ladang-ladang minyak dan gas berada di daerah yang sulit dijangkau yang kita sebut remote areas, yang pada umumnya berada di daerah-daerah terpencil dan juga di wilayah laut dalam.

Intensifikasi eksplorasi dan produksi minyak bumi di dalam negeri telah dilakukan dengan meningkatkan penawaran lapangan-lapangan minyak baru. Kita telah menawarkan lapangan-lapangan minyak baru ke berbagai pihak, termasuk lapangan-lapangan minyak yang berlokasi di daerah-daerah terpencil dan di laut dalam.

Dalam 2 tahun terakhir ini, telah ditawarkan lebih dari 30 lapangan minyak baru. Kita pun telah menetapkan pengelola lapangan minyak Cepu. Diharapkan lapangan minyak Cepu dapat beroperasi mulai akhir tahun 2008, betul Pak Purnomo? dan secara bertahap kita harapkan akan mampu menghasilkan tambahan produksi sekitar 300 ribu barel per hari. Kalau negara kita memiliki produksi per harinya 1,3 juta barel, Alhamdulillah kita akan kembali kepada masa dan sekian puluh tahun yang lalu. Dengan demikian, akan sangat mendukung ekonomi nasional kita.

Hadirin yang saya muliakan,
Secara perlahan, kita harus dapat menggantikan peran energi fosil sebagai pasokan energi primer dengan energi lain. Energi lain yang dapat menggantikan energi primer antara lain gas, batubara, dan energi terbarukan. Kita pun harus terus-menerus mengembangkan energi terbarukan itu, khususnya Bahan Bakar Nabati. Ini gerakan nasional harus kita sukseskan, karena bahan bakar nabati, ramah lingkungan dan juga menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak.

Sebagaimana sering saya kemukakan dalam berbagai kesempatan, Pemerintah telah menetapkan Kebijakan Energi Nasional, untuk mendorong dikembangkannya energi alternatif dalam rangka diversifikasi sumber energi baru. Dengan demikian, ketergantungan kepada energi fosil dapat kita kurangi. Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati, bioetanol, biodiesel dan bio-oil, kini telah bekerja keras mengembangkan energi alternatif itu. Pemerintah mendorong partisipasi berbagai pihak, terutama swasta untuk berkontribusi dalam upaya pencapaian sasaran Kebijakan Energi Nasional.

Sebagai langkah awal, pada tanggal 21 Februari yang lalu, saya telah meresmikan Desa Mandiri Energi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Desa Mandiri Energi adalah wilayah yang mampu memproduksi sendiri kebutuhan energinya. Selain memenuhi kebutuhan energi, desa itu dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan. Desa Mandiri Energi dikembangkan dengan konsep pemanfaatan energi setempat. Masyarakat di Desa Mandiri Energi, lambat laun akan mampu melepaskan ketergantungannya terhadap bahan bakar minyak. Kita sedang mengembangkan upaya penggantian minyak tanah atau crossing dengan bahan bakar yang berasal dari jarak pagar yang bisa ditanam dimana saja di negeri kita ini.

Hadirin yang saya hormati,
Beberapa waktu yang lalu, saya telah meresmikan pabrik bioethanol di Lampung yang rencananya akan menanamkan investasi sebesar US$ 700 juta. Investasi sebesar itu merupakan investasi yang bersifat padat modal. Anggaran Pembangunan Belanja Negara kita saat ini, tentu saja belum mampu membiayai seluruh kegiatan pengembangan energi ini, karena APBN kita banyak kita gunakan untuk membantu mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Oleh karena itu, diperlukan investor untuk menanamkan modalnya di sektor energi dan sumber daya mineral, dari dalam negeri, ini kita utamakan dan berpartner dengan investor dari luar negeri.

Guna menarik investor untuk menanamkan modalnya di sektor energi dan sumber daya mineral, kita perlu menyusun suatu kebijakan yang kondusif dan menarik. Di era otonomi daerah sekarang ini, partisipasi dan dukungan Pemerintah Daerah serta masyarakat, Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Walikota, di sini hadir Gubernur Aceh melalui insan pers, saya juga menyeru kepada para Gubernur, Bupati, Walikota seluruh Indonesia untuk berkontribusi, berpartisipasi, berinovasi, agar benar-benar investasi ini tumbuh dengan baik di daerahnya masing-masing.

Saya ulangi lagi, Pemerintah Daerah sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan pembangunan, kita harapkan dapat membantu menciptakan kondisi yang aman, nyaman, dan menarik bagi para penanam modal. Jangan dipersulit, undang mereka datang menanamkan modalnya, ekonominya bergerak, lapangan pekerjaan ada, rakyatnya makin sejahtera. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah diharapkan selaras dengan kebijakan Pemerintah Pusat dalam menciptakan kondisi yang saya kemukakan tadi. Dengan banyaknya penanaman modal yang datang di tanah air, diharapkan akan dapat memberikan keuntungan bagi bangsa kita dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di tanah air.

Hadirin yang saya muliakan,
Pemerintah terus berupaya melakukan langkah-langkah nyata dan secara sungguh-sungguh untuk merealisasikan target yang telah dicanangkan. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi minyak dan gas sebesar 30% dalam kurun waktu sampai dengan tahun 2010. Insya Allah bisa, minyak dan gas. Minyaknya punya keterbatasan untuk peningkatan, tapi gas bumi kita memiliki slot atau ruang yang lebih luas untuk ditingkatkan mencapai total atau rata-rata tadi sekitar 30%. Untuk memenuhi target itu, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh, terencana, dan terpadu. Kita harus menyadari bahwa kegiatan produksi minyak dan gas kita, dihasilkan dari lapangan-lapangan yang sudah cukup tua, dengan cadangan yang semakin berkurang. Bawa teknologi yang tepat untuk bisa menekstrasi, menarik minyak yang berada dalam kondisi alam seperti itu.

Saat ini, produksi gas bumi mencapai 8 sampai 9 ribu juta kaki kubik per hari. Lebih dari setengahnya dipasarkan ke luar negeri. Pada tahun 2010, produksi gas bumi sekitar 10.000 juta kaki kubik per hari. Volume gas yang dipasarkan ke dalam negeri, akan lebih besar daripada volume untuk ekspor karena kebutuhan dalam negeri kita yang meningkat dan tentunya harus kita utamakan.

Pada tahun 2025, diperkirakan kebutuhan gas dalam negeri akan mencapai sekitar 15 ribu juta kaki kubik per hari. Dengan demikian, ladang baru untuk gas bumi perlu segera dikembangkan. Kita perlu mengembangkan potensi di daerah-daerah yang cadangan gasnya diperkirakan sangat besar. Namun, besarnya investasi untuk pengembangan lapangan gas baru menjadi kendala yang cukup besar. Di sini ada Kepala BKPM, Saudara Lutfi, saya minta harus bekerja siang dan malam bersama-sama yang lain untuk memastikan, bahwa investasi mengalir di negeri kita ini.

Kita patut bersyukur, bahwa kita masih dapat mengembangkan potensi sumber daya mineral, terutama gas yang sebagian sumur dan fasilitasnya berada di desa Cidahu ini. Bertambahnya produksi gas dari desa ini, diharapkan dapat membantu Pemerintah dalam memenuhi target ketersediaan minyak dan gas yang telah ditetapkan.

Saudara-saudara,
Mengakhiri sambutan ini, sekali lagi saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral atas selesainya 5 proyek kegiatan usaha hulu Migas dan 2 proyek kegiatan usaha hilir Migas. Kepada semua pihak yang telah menandatangani kontrak kerja di sektor energi dan sumber daya mineral, saya ucapkan selamat. Semoga berbagai kontrak dan perjanjian yang kita sepakati bersama pada hari ini, dapat berjalan sesuai dengan rencana dan harapan kita semua.

Kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah, baik jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Subang, maupun Pemerintah Daerah lainnya yang memiliki proyek-proyek energi dan sumber daya mineral, saya berpesan, untuk senantiasa menjaga, memelihara, dan memanfaatkan proyek-proyek itu dengan sebaik-baiknya. Dengan cara itu, Insya Allah kelangsungan proyek-proyek Migas dapat dimanfaatkan dalam waktu yang cukup lama.

To our partners from foreign nation, I would like to thank for your presence here, in this inaguration of gas and oil production and on the signing of contract in field of energy. Our partnership and cooperation not only to bring benefit to both of us but it has contributed a lot to our economic development. We have to maintain sustainability of energy not only in Indonesia, but in the global arena. We have to ensure on the other hand we have to produce more in energy sector, oil, gas and others sources of energy, but on the other hand we have to maintain the sustainability of our planet. We have to take care of our environment, we have to combine those through interest in developing our new energy policy in developing our global commitment in the field of energy.

I thank you for your cooperation. Lets continue our partnerships. Fair partnership and bring good thing to Indonesian people. I encourage you, I appeal you to more, to our local community by contributing more your community development. I thank you for your presence my friends from foreign nations.


Akhirnya, Saudara-saudara dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Proyek-proyek di bidang Minyak dan Gas Bumi, saya nyatakan dibuka dengan resmi.

Sekian
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.


*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan
arapan kita, kita makin cukup memenuhi kebutuhan energi, tetapi tetap memelihara keseimbangan masa kini, masa depan untuk anak cucu kita sekaligus memperhatikan lingkungan, lingkungan yang harus kita jaga baik-baik. Kemudian pupuk, kita senang kita butuh pangan. Penduduk Indonesia sekarang 230 jutaan, naik terus. Kalau pangannya tidak naik, kurang. Kita ingin berjuang habis-habisan untuk meningkatkan kecukupan dan ketahanan pangan kita, utamanya padi dan lain-lain, ada kedelai, jagung, daging sapi, daging ayam dan lain-lain. Salah satu yang kita perlukan pupuk. Tanahnya ada benihnya bagus, pupuknya kena cara memeliharanya bagus Insya Allah akan berkembang. Dengan ditandatanganinya kontrak ini, maka kekurangan pupuk, akibat kekurangan pasokan gas akan dapat kita tutup secara bertahap tahun demi tahun. Batubara, batubara kita perlukan untuk menjadi sumber energi 10.000 megawatt yang mulai kita bangun tahun ini sampai tahun 2010.

Jadi apa yang ditandatangani tadi, bagian dari investasi kita di bidang energi, bagian dari mencukupi kebutuhan dalam negeri, menanam, memulai, meningkatkan. Namanya menanam, tidak serta-merta yang diteken ini bulan depan langsung berproduksi, yang sebulan produksi itu kecambah. Kalau kita punya kedelai, dikasih air, tiga minggu sudah menjadi kecambah, tidak mungkin. Kemudian ada barangkali yang segera panen, padi 4 bulan, jagung, barangkali 4 bulan, tebu 8 bulan, mungkin yang dipanen tadi 1,5 sudah ada. Listrik yang skalanya kecil, tapi yang gas yang minyak, listrik skala besar ukuran misalkan 2 kali 400 megawatt itu memerlukan 2, 3 tahun seperti menanam kelapa sawit. Aren yang juga memerlukan waktu 3, 4, 5 tahun sama prinsipnya. Tetapi Alhamdulillah, bahwa kita telah meletakkan landasan untuk tahun-tahun berikutnya lagi makin cukup yang kita perlukan, kebahagian kita semuanya.

Kebahagian yang ketiga, yang terakhir,ketika tadi saya menyaksikan bantuan dari perusahaan Indonesia untuk menolong saudara-saudara kita, masyarakat di sekitar, dimana perusahaan-perusahaan ini berada. Saya minta kepada perusahaan dalam negeri dan luar negeri, berikanlah community development program menolong, membantu masyarakat sekitar sehingga perusahaan itu tumbuh, masyarakatnya juga tumbuh, tidak hanya menonton, tapi menikmati kesejahteraan yang dihasilkan oleh perusahaan ataupun industri itu. Kita saksikan tadi, mudah-mudahan iklim ini makin membaik. Dengan demikian, kita tidak boleh maju sendiri-sendiri, maju bersama. Dunia usaha maju petaninya juga maju, penduduknya juga maju. Itulah yang saya sampaikan Saudara-saudara dan mudah-mudahan Allah memberikan jalan yang makin baik bagi negeri kita untuk membangun semuanya ini dengan semua hal yang kita lakukan secara bersama.

Hadirin sekalian,
Pada kesempatan yang baik ini, saya akan menyampaikan sambutan khusus pada rangkaian kegiatan ini. Mudah-mudahan bisa menimbulkan semangat baru, harapan baru dan tentunya kerja sama kita yang makin baik untuk bersama-sama membangun negeri yang kita cintai ini.

Saudara-saudara,
Kita perlu memanjatkan sekali lagi puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan ridho-Nya, kita dapat menghadiri beberapa peresmian proyek, serta penandatanganan kontrak-kontrak di bidang minyak dan gas bumi yang dipusatkan di Lokasi Sumur Pemboran Migas SBG-17, Cidahu, Subang, Jawa Barat. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini, untuk menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah dan masyarakat Jawa Barat dan Subang atas berbagai upaya yang telah dilakukan dalam mengembangkan dan mendayagunakan sumber daya alam yang kita miliki. Semoga dengan bertambahnya proyek-proyek minyak dan gas dapat membawa manfaat dalam meningkatkan produksi energi di tanah air kita.

Saudara-saudara,
Sebagaimana kita ketahui bersama, dalam pembangunan nasional, energi memiliki peran yang sangat strategis, seiring dengan lajunya roda pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di negara kita, tuntutan akan kebutuhan energi, khususnya energi fosil, semakin hari semakin meningkat. Tingginya aktivitas transportasi dan industri, mengharuskan kita memenuhi kebutuhan energi dalam jumlah yang cukup. Akan tetapi, ketersediaan energi yang dihasilkan oleh pasokan energi primer yang selama ini didominasi oleh minyak bumi semakin hari semakin berkurang.

Dalam 2 tahun terakhir ini, industri minyak bumi nasional hanya mampu memproduksi sekitar 1 juta barel per hari, atau sekitar 400 juta barel per tahun. Minyaknya, tapi gasnya memiliki volume yang mengembirakan. Sementara dalam pertumbuhan ekonomi nasional, diperlukan sekurang-kurangnya 1,3 juta barel per hari untuk minyak bumi. Untuk menutupi kekurangan itu, kita berupaya untuk mencari dan mengembangkan ladang minyak yang baru. Mencari dan mengembangkan ladang minyak yang baru itu, juga bukan pekerjaan yang mudah. Hal ini terkendala oleh biaya eksplorasi dan produksi yang makin tinggi. Selain itu, lokasi ladang-ladang minyak dan gas berada di daerah yang sulit dijangkau yang kita sebut remote areas, yang pada umumnya berada di daerah-daerah terpencil dan juga di wilayah laut dalam.

Intensifikasi eksplorasi dan produksi minyak bumi di dalam negeri telah dilakukan dengan meningkatkan penawaran lapangan-lapangan minyak baru. Kita telah menawarkan lapangan-lapangan minyak baru ke berbagai pihak, termasuk lapangan-lapangan minyak yang berlokasi di daerah-daerah terpencil dan di laut dalam.

Dalam 2 tahun terakhir ini, telah ditawarkan lebih dari 30 lapangan minyak baru. Kita pun telah menetapkan pengelola lapangan minyak Cepu. Diharapkan lapangan minyak Cepu dapat beroperasi mulai akhir tahun 2008, betul Pak Purnomo? dan secara bertahap kita harapkan akan mampu menghasilkan tambahan produksi sekitar 300 ribu barel per hari. Kalau negara kita memiliki produksi per harinya 1,3 juta barel, Alhamdulillah kita akan kembali kepada masa dan sekian puluh tahun yang lalu. Dengan demikian, akan sangat mendukung ekonomi nasional kita.


Hadirin yang saya muliakan,
Secara perlahan, kita harus dapat menggantikan peran energi fosil sebagai pasokan energi primer dengan energi lain. Energi lain yang dapat menggantikan energi primer antara lain gas, batubara, dan energi terbarukan. Kita pun harus terus-menerus mengembangkan energi terbarukan itu, khususnya Bahan Bakar Nabati. Ini gerakan nasional harus kita sukseskan, karena bahan bakar nabati, ramah lingkungan dan juga menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak.

Sebagaimana sering saya kemukakan dalam berbagai kesempatan, Pemerintah telah menetapkan Kebijakan Energi Nasional, untuk mendorong dikembangkannya energi alternatif dalam rangka diversifikasi sumber energi baru. Dengan demikian, ketergantungan kepada energi fosil dapat kita kurangi. Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati, bioetanol, biodiesel dan bio-oil, kini telah bekerja keras mengembangkan energi alternatif itu. Pemerintah mendorong partisipasi berbagai pihak, terutama swasta untuk berkontribusi dalam upaya pencapaian sasaran Kebijakan Energi Nasional.

Sebagai langkah awal, pada tanggal 21 Februari yang lalu, saya telah meresmikan Desa Mandiri Energi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Desa Mandiri Energi adalah wilayah yang mampu memproduksi sendiri kebutuhan energinya. Selain memenuhi kebutuhan energi, desa itu dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan. Desa Mandiri Energi dikembangkan dengan konsep pemanfaatan energi setempat. Masyarakat di Desa Mandiri Energi, lambat laun akan mampu melepaskan ketergantungannya terhadap bahan bakar minyak. Kita sedang mengembangkan upaya penggantian minyak tanah atau crossing dengan bahan bakar yang berasal dari jarak pagar yang bisa ditanam dimana saja di negeri kita ini.


Hadirin yang saya hormati,
Beberapa waktu yang lalu, saya telah meresmikan pabrik bioethanol di Lampung yang rencananya akan menanamkan investasi sebesar US$ 700 juta. Investasi sebesar itu merupakan investasi yang bersifat padat modal. Anggaran Pembangunan Belanja Negara kita saat ini, tentu saja belum mampu membiayai seluruh kegiatan pengembangan energi ini, karena APBN kita banyak kita gunakan untuk membantu mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Oleh karena itu, diperlukan investor untuk menanamkan modalnya di sektor energi dan sumber daya mineral, dari dalam negeri, ini kita utamakan dan berpartner dengan investor dari luar negeri.

Guna menarik investor untuk menanamkan modalnya di sektor energi dan sumber daya mineral, kita perlu menyusun suatu kebijakan yang kondusif dan menarik. Di era otonomi daerah sekarang ini, partisipasi dan dukungan Pemerintah Daerah serta masyarakat, Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Walikota, di sini hadir Gubernur Aceh melalui insan pers, saya juga menyeru kepada para Gubernur, Bupati, Walikota seluruh Indonesia untuk berkontribusi, berpartisipasi, berinovasi, agar benar-benar investasi ini tumbuh dengan baik di daerahnya masing-masing.

Saya ulangi lagi, Pemerintah Daerah sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan pembangunan, kita harapkan dapat membantu menciptakan kondisi yang aman, nyaman, dan menarik bagi para penanam modal. Jangan dipersulit, undang mereka datang menanamkan modalnya, ekonominya bergerak, lapangan pekerjaan ada, rakyatnya makin sejahtera. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah diharapkan selaras dengan kebijakan Pemerintah Pusat dalam menciptakan kondisi yang saya kemukakan tadi. Dengan banyaknya penanaman modal yang datang di tanah air, diharapkan akan dapat memberikan keuntungan bagi bangsa kita dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di tanah air.

Hadirin yang saya muliakan,
Pemerintah terus berupaya melakukan langkah-langkah nyata dan secara sungguh-sungguh untuk merealisasikan target yang telah dicanangkan. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi minyak dan gas sebesar 30% dalam kurun waktu sampai dengan tahun 2010. Insya Allah bisa, minyak dan gas. Minyaknya punya keterbatasan untuk peningkatan, tapi gas bumi kita memiliki slot atau ruang yang lebih luas untuk ditingkatkan mencapai total atau rata-rata tadi sekitar 30%. Untuk memenuhi target itu, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh, terencana, dan terpadu. Kita harus menyadari bahwa kegiatan produksi minyak dan gas kita, dihasilkan dari lapangan-lapangan yang sudah cukup tua, dengan cadangan yang semakin berkurang. Bawa teknologi yang tepat untuk bisa menekstrasi, menarik minyak yang berada dalam kondisi alam seperti itu.

Saat ini, produksi gas bumi mencapai 8 sampai 9 ribu juta kaki kubik per hari. Lebih dari setengahnya dipasarkan ke luar negeri. Pada tahun 2010, produksi gas bumi sekitar 10.000 juta kaki kubik per hari. Volume gas yang dipasarkan ke dalam negeri, akan lebih besar daripada volume untuk ekspor karena kebutuhan dalam negeri kita yang meningkat dan tentunya harus kita utamakan.

Pada tahun 2025, diperkirakan kebutuhan gas dalam negeri akan mencapai sekitar 15 ribu juta kaki kubik per hari. Dengan demikian, ladang baru untuk gas bumi perlu segera dikembangkan. Kita perlu mengembangkan potensi di daerah-daerah yang cadangan gasnya diperkirakan sangat besar. Namun, besarnya investasi untuk pengembangan lapangan gas baru menjadi kendala yang cukup besar. Di sini ada Kepala BKPM, Saudara Lutfi, saya minta harus bekerja siang dan malam bersama-sama yang lain untuk memastikan, bahwa investasi mengalir di negeri kita ini.

Kita patut bersyukur, bahwa kita masih dapat mengembangkan potensi sumber daya mineral, terutama gas yang sebagian sumur dan fasilitasnya berada di desa Cidahu ini. Bertambahnya produksi gas dari desa ini, diharapkan dapat membantu Pemerintah dalam memenuhi target ketersediaan minyak dan gas yang telah ditetapkan.

Saudara-saudara,
Mengakhiri sambutan ini, sekali lagi saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral atas selesainya 5 proyek kegiatan usaha hulu Migas dan 2 proyek kegiatan usaha hilir Migas. Kepada semua pihak yang telah menandatangani kontrak kerja di sektor energi dan sumber daya mineral, saya ucapkan selamat. Semoga berbagai kontrak dan perjanjian yang kita sepakati bersama pada hari ini, dapat berjalan sesuai dengan rencana dan harapan kita semua.

Kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah, baik jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Subang, maupun Pemerintah Daerah lainnya yang memiliki proyek-proyek energi dan sumber daya mineral, saya berpesan, untuk senantiasa menjaga, memelihara, dan memanfaatkan proyek-proyek itu dengan sebaik-baiknya. Dengan cara itu, Insya Allah kelangsungan proyek-proyek Migas dapat dimanfaatkan dalam waktu yang cukup lama.

To our partners from foreign nation, I would like to thank for your presence here, in this inaguration of gas and oil production and on the signing of contract in field of energy. Our partnership and cooperation not only to bring benefit to both of us but it has contributed a lot to our economic development. We have to maintain sustainability of energy not only in Indonesia, but in the global arena. We have to ensure on the other hand we have to produce more in energy sector, oil, gas and others sources of energy, but on the other hand we have to maintain the sustainability of our planet. We have to take care of our environment, we have to combine those through interest in developing our new energy policy in developing our global commitment in the field of energy.

I thank you for your cooperation. Lets continue our partnerships. Fair partnership and bring good thing to Indonesian people. I encourage you, I appeal you to more, to our local community by contributing more your community development. I thank you for your presence my friends from foreign nations.


Akhirnya, Saudara-saudara dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Proyek-proyek di bidang Minyak dan Gas Bumi, saya nyatakan dibuka dengan resmi.

Sekian
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.


*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan