Pidato Presiden

Sambutan Peluncuran Buku "Kerangka Dasar Visi Indonesia 2030"

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PELUNCURAN BUKU KERANGKA DASAR VISI INDONESIA 2030
ISTANA NEGARA, 22 MARET 2007


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,

Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia, para Pimpinan dan Anggota Lembaga-Lembaga Negara, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang mulia para Duta Besar Negara Sahabat dan para Pimpinan Organisasi Internasional, para Gubernur, Bupati dan Walikota, para senior Tokoh-tokoh Nasional yang saya cintai, para Akademisi, para Pimpinan Dunia Usaha, jajaran Pejabat Pemerintah, Pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat, Keluarga Besar Yayasan Forum Indonesia di bawah pimpinan Saudara Chairul Tanjung,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik dan semoga senantiasa penuh berkah ini, marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT karena kepada kita masih diberi kekuatan, kesehatan, dan kesempatan untuk melanjutkan karya, tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta. Hari ini di tempat ini, kita bersama-sama mendengarkan prakarsa dan niat baik dari anak-anak bangsa yang tergabung dalam Yayasan Indonesia Forum, yang menggagas dan mengkontruksikan masa depan kita, masa depan Indonesia.

Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya untuk menyampaikan ucapan terima kasih, dan penghargaan yang tinggi atas prakarsa dan niat baik itu. Dalam kesempatan ini setelah pengantar yang saya sampaikan ini, saya ingin memberikan pandangan saya sebagai respon dari apa yang telah disampaikan oleh Yayasan Indonesia forum, dan setelah itu apa yang mesti kita lakukan bersama ke depan untuk benar-benar mencapai apa yang diniatkan oleh kita semua, menuju Indonesia, masa depan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Saudara-saudara,
Saya menyambut baik dan mendukung apa yang dilakukan oleh Yayasan Indonesia forum, karena menurut pendapat saya apa yang dikomunikasikan tadi merupakan wujud dari kesadaran, kepedulian, dan pemikiran, sekali lagi anak-anak bangsa, yang saya tahu banyak disumbang oleh baik perseorangan, maupun kelompok yang juga memiliki kepedulian dan kesadaran yang sama. Terus terang pada kesempatan yang baik ini, saya harus mengatakan, bangsa Indonesia barangkali tidak akan memiliki masa depan yang cerah kalau kita kering dalam cita-cita dan idealisme, kita hidup dalam pragmatisme dan keseharian, tetapi sebagai bangsa janganlah kita kering dari cita-cita pemikiran besar, gagasan-gagasan dan idealisme itu.

Masa depan kita juga tidak cerah, kalau kita tidak menjadi bangsa inovatif, yang terus menyampaikan pikiran-pikiran besar, mengubah mimpi menjadi kenyataan. Kita juga tidak akan maju dan kalah sekarang kalau kita tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dan diatas segalanya sebagaimana kita saksikan tadi dalam tayangan Yayasan Indonesia Forum yang menyangkut Visi Indonesia 2030, kita juga tidak akan dapat mewujudkan cita-cita besar itu kalau kita tidak bersatu, tidak berjuang bersama untuk membangun hari esok kita.

Atas semua itu Saudara-saudara, selaku kepala negara, saya menyerukan untuk forum ini bisa melibatkan sebanyak mungkin, mengajak serta sebanyak mungkin, anak-anak bangsa kita, komponen bangsa kita, untuk diajak menggagas dan mengkontruksikan masa depan negara kita. Saya berpesan pula kepada forum ini untuk melibatkan sebanyak mungkin generasi muda karena masa depan sesungguhnya milik mereka semua. Tetapi yang saya harus sampaikan ini meskipun kita tahu tidak pernah ada jalan yang lunak untuk mencapai cita-cita yang besar, tetapi marilah kita yakinkan diri kita, jika bangsa lain bisa maju, Indonesia pasti bisa maju, Insya Allah. Dengan keyakinan ini marilah kita sambut prakarsa dari Yayasan Indonesia Forum ini dengan pikiran yang positif, untuk bersama-sama mewujudkan apa yang tadi telah disampaikan.

Saudara-saudara,
Ini kesempatan yang baik, kalau saya boleh sedikit menyampaikan catatan-catatan kecil saya terhadap presentasi yang disampaikan tadi, disatu sisi kemudian forum yang baik pula untuk saya ingatkan kembali bahwa negara kita sesungguhnya juga telah memiliki semacam visi masa depan kita yang tertuang dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 yang berjudul Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 – 2025. Tidak hendak untuk membanding-bandingkan, karena saya yakin banyak kandungan yang sama, semangatnya sama, tujuan yang sama, dan dua-duanya mengundang kebersamaan dan kerja keras kita semua.

Saudara-saudara,
Yang perlu saya garis bawahi, pemikiran dari Indonesia Forum adalah tadi dikatakan bahwa Visi Indonesia, berarti Indonesia masa depan yang kita tuju, yang hendak kita diwujudkan tahun 2030 begitu kata Yayasan Indonesia Forum adalah negara maju yang unggul dalam pengelolaan kekayaan alam. Dikatakan ada 4 sasaran utama, empat capaian utama, yang sempat saya catat.

Pertama, Indonesia ingin menjadi negara ekonomi besar, big five negara ekonomi besar dan dengan pendapatan disebutkan dengan 18 ribu perkapita.

Capaian yang kedua juga disampaikan tadi pengelolaan kekayaan alam dilakukan dengan mempertahankan keberlanjutannya, sustainability. Saya senang dengan rumusan ini, karena kalau tidak sustainable kita mengelola kekayaan alam kita, masa depan kita tidak akan bertambah cerah, barangkali akan makin gelap.

Kemudian yang saya juga senang capaian yang ketiga diingatkan kepada kita bahwa yang hendak dituju adalah kualitas hidup modern yang merata, self growth. Dalam banyak kesempatan, saya ingatkan kita yang saya tuju bukan hanya pertumbuhan ekonomi semata, tetapi growth with equity, pertumbuhan disertai pemerataan. Oleh karena itu, growth must be inclusive, growth must be broad based, growth must be just dengan rumusan ini mudah-mudahan apa yang hendak kita tuju bisa diwujudkan.

Dan yang keempat ini, dari sisi dunia usaha Forum Indonesia mencita-citakan, memimpikan pada tahun 2030, ada 30 perusahaan Indonesia yang masuk menjadi four to five hundred companies.

Forum sadar bahwa untuk mewujudkan cita-cita maha besar itu, tujuan yang luar biasa itu ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan, yang tadi ingin mendayagunakan potensi yang kita miliki, baik itu modal manusia, human capital, modal alam dan fisik, dan juga modal sosial. Saya garis bawahi modal sosial ini karena bagaimanapun, kalaupun kita punya banyak sekali potensi, kalau tidak disinergikan, tidak disatukan energi itu, tidak akan pernah menjadi kekuatan yang dahsyat untuk mencapai tujuan yang kita hendak capai.

Dari catatan saya ada beberapa imperatif yang dipersyaratkan sebenarnya oleh Yayasan Indonesia Forum, yang ingin dibangun adalah ekonomi, berbasis keseimbangan pasar terbuka, open market, kemudian meniscayakan pembangunan yang integrated sebetulnya, yang terpadu, sumber daya alam, manusia, modal dan teknologi dan kemudian mengingatkan bahwa perekonomian waktu itu 2030, barangkali perekonomian yang benar-benar berintegrasi dengan kawasan dan dunianya.

Dan yang terakhir, perlukan konsensus masyarakat dan kerekatan sosial atau social cohesion. Dari itu semua Saudara-saudara, saya yakin tentu yang hadir di ruangan ini, yang tidak hadir di ruangan ini pula akan bisa memberikan telaahan, kritik barangkali, masukan, rekomendasi, dan saya berpendapat harus terbuka pikiran dari Yayasan Indonesia Forum ini, dengan demikian pada saatnya nanti akan dapat diwujudkan sesuatu yang dibicarakan secara bersama di dalamnya barangkali ada semacam konsensus diantara kita yang menghendaki Indonesia kita menjadi lebih baik.

Oleh karena itu, pertama-tama saya berpesan terhadap semuanya itu, buat ini sebagai pemikiran terbuka. Memang cukup berani Indonesia Forum mentargetkan tahun 2030 untuk Indonesia menjadi ekonomi nomor 5 besar tadi. Saya membaca Saudara-saudara, memang tahun 2004 akhir ada sebuah telaahan yang mengatakan formasi kemajuan bangsa-bangsa, ekonominya maksud saya, itu konon di depan ada Jepang, Amerika, dan Uni Eropa, formasi di belakangnya ada India dan China dan beberapa negara yang lain. Konon katanya dalam buku itu, Mapping the Global Future Indonesia lapis berikutnya lagi setelah India dan China. Tulisan yang lain mengatakan the emerging power, emerging market, emerging economic adalah yang disebut dengan BRIC, Brazilia, Russia, India, China, tetapi ada lagi tulisan dari UBS saya kira yang berjudul The Essential, yang terbit pada tahun ini, dikatakan disitu memang ada optimisme bagi bangsa kita, membaca itu, karena sangat mungkin Indonesia disitu dikatakan 2025 menurut Essential akan menjadi ekonomi, sekali lagi ekonomi nomor 7 di dunia, yang pertama dikatakan disitu China, yang kedua Amerika Serikat, yang ketiga Uni Eropa, yang keempat India, yang kelima Jepang yang keenam Brasilia, yang ketujuh Indonesia setelah itu ada Jerman, Inggris dan lain-lain.

25 tahun kemudian, 2050 konon menurut buku itu bergeser lagi Big The G5 atau G-Five itu, yang pertama tetap China, yang kedua India, yang ketiga Amerika Serikat, yang keempat Uni Eropa, yang ke lima Indonesia, Jepang, Brazilia setelah kita. Disitu dikatakan mengapa ada estimasi besar seperti itu, dikaitkan dengan potensi ekonominya, the geography, the size of population, trennya dan lain-lain, sampailah pada kesimpulan seperti itu. Tetapi itu 2050, yang saya pikirkan barangkali kalau semua imperatif, pekerjaan rumah yang kita lakukan tadi dilaksanakan, sangat boleh jadi, kita menempati posisi terhormat seperti itu. Tetapi Indonesia Forum men-challenge dan merasa yakin diri kita lebih cepat 20 tahun dari yang diramalkan oleh yang lain, silakan dikritisi nanti, apakah itu realistik, ya, tidak, setengah realistik, tapi yang jelas tentu ada diterima alasan yang tadi disampaikan oleh Indonesia Forum untuk mencanangkan 2030 sebagai tahun baik bagi Indonesia.

Namun dari segalanya itu Pak Chairul Tanjung dan teman-teman, saya memberikan apresiasi terhadap pemikiran strategis ini dan memang Saudara-saudara ketahui setelah mendengar ini nanti ada komentar, wah ini mimpi ni ye. Inilah bangsa yang besar dan maju adalah bangsa yang bisa menciptakan mimpinya menjadi kenyataan. Tetapi kalau saya memberikan apresiasi dengan pikiran yang positif sebagai satu exercise besar oleh kita, dari kita, untuk kita, di masa yang jauh ke depan.

Saudara-saudara,
Setelah kita pahami garis besar atau esensi dari Visi Indonesia 2030 yang digagas oleh Indonesia Forum, saya hanya ingin mengingatkan kembali Undang-Undang No.17 Tahun 2007. Undang-Undang adalah produk Pemerintah dan DPR RI, tetapi maksudnya inilah produk negara, negara memang harus punya visi, negara harus punya tujuan, melangkah kemana, 20, 30 tahun dari sekarang, yang Undang-Undang itu menjadi tuntunan dan rujukan dalam perencanaan pembangunan nasional kita.

Visi Indonesia Tahun 2025 katakanlah begitu menurut Undang-Undang kita ini adalah Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Belum mengatakan maju dan unggul disini dielaborasi mandiri, maju, adil, dan makmur. Kalau Indonesia Forum menetapkan misi kita menuju ke situ imperatif-imperatif, maka dalam Undang-Undang yang kita miliki ada delapan langkah yang meski kita lakukan dari sekarang sampai 2025, yaitu langkah-langkah bersama mewujudkan masyarakat yang bermoral, berbudaya, dan beradab, civilized disini menjadi sasaran pertama berdasarkan Falsafah Pancasila, begitu yang kita tuangkan dalam Undang-Undang kita.

Yang kedua, yang disebut adalah dalam masyarakat demokratis, berlandaskan hukum. Di berbagai kesempatan, saya mengingatkan freedom, rule of law and tolerance itu harus duduk bersama, kalau itu duduk bersama demokrasi yang akan mekar dan tumbuh tentu adalah demokrasi yang mengandung harmoni di dalamnya. Yang ketiga, Indonesia yang aman, damai, dan bersatu. Saya menggarisbawahi bersatu dari Undang-Undang kita.

Berikutnya lagi, pemerataan pembangunan yang berkeadilan. Ini koreksi atas banyak hal yang terjadi di waktu yang lalu, pengalaman negara-negara lain juga kalau growth hanya for the side of growth tidak disertai dengan pemerataan akan mendatangkan keburukan, kesenjangan, konflik dan lain-lain.

Kemudian Indonesia yang asli dan lestari, maksudnya adalah yang bisa memelihara kesinambungan, berkelanjutan, sustainability dari pembangunan kita. Di era sekarang ini makin berkumandang di tingkat dunia, kesadaran bersama utuk mengatasi global warming, climate change yang berubah banyak sekali tatanan di belahan bumi. Saya kira kalau kita sadar dan kita menjadi bagian dari itu saya kira langkah yang paling tepat.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang mandiri, maju dan kuat, maksud dari Undang-Undang adalah mengingatkan tentang bentuk biografi kita, wilayah kita. Dan yang terakhir Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia. Itu adalah yang tertuang dalam Undang-Undang kita. Kita harus menata kembali negeri kita setelah krisis, membangun, memajukan, seraya mempertahankan partisipasi dan kontribusi kita dalam hubungan antar bangsa.

Kemudian kalau boleh saya simpulkan apa yang ada dalam Undang-Undang kita No.17 yang disitu memang diakhiri dengan kunci keberhasilan, sama dengan tadi di Yayasan forum. Kunci keberhasilannya apabila ada komitmen dari kepemimpinan nasional, kita semua, untuk mencapai semuanya itu, ada konsistensi kebijakan dari dari periode ke periode, regularitas demokrasi meniscayakan lima tahun, kalau ada konsistensi dan kesinambungan tiap-tiap lima tahun. Dan kemudian dikatakan keberpihakan kepada rakyat yang kuat, bukan rakyat untuk pembangunan, tetapi pembangunan untuk rakyat. Dan akhirnya diperlukannya peran serta masyarakat dan dunia usaha. Itu adalah empat kunci keberhasilan yang ada dalam Undang-Undang kita, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007.

Saudara-saudara,
Dari semuanya ini, saya melihat bahwa ada titik temu, ada kesamaan, ada kesepadanan diantara kedua gagasan ini, visi 2030 dan visi 2025 yang tertuang dalam Undang-Undang kita. Barangkali Undang-Undang kita memberikan cakupan yang lebih luas, lebih komprehensif, sedangkan visi 2030 nampak tadi bahwa tekanannya adalah pada tampilan, kinerja, kemajuan ekonomi, yang tentunya juga berdampak pada kesejahteraan. Dari semuanya itu, pada kesempatan yang membahagiakan ini, terakhir dari apa yang saya sampaikan adalah mari kita menjawab pertanyaan kritis yang hendak saya sampaikan ini.

Dapatkah Kita mewujudkan Visi Indonesia sebagaimana yang disampaikan tadi, 2030 menurut Indonesia Forum, maupun 2025 menurut Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional kita?

Kemudian pertanyaan kritis kedua, apakah langkah kita ke depan sebagai bangsa, dapatkah kita berarti menguji keyakinan kita, dan kemudian apabila kita yakin atau untuk membikin untuk yakin itu tercapai tentu ada langkah-langkah besar yang harus kita lakukan secara bersama. Saya punya keyakinan Saudara-saudara, dalam abad ke 21 ini, Indonesia akan mampu menjadi negara maju dan sejahtera. Maju dalam arti self generating nation. Maju karena memiliki daya saing, competitiveness, memiliki productivity mengelola semua yang dimiliki potensinya untuk mencapai tujuan. Dan sebuah pertumbuhan yang sustainable dalam jangka pendek, jangka menengah barangkali bagi ekonomi saya kira sudah sangat mengetahui pertumbuhan sering kita maknai atau kita lihat dari sisi demand, apakah konsumsi kita, investasi kita, pengeluaran Pemerintah kita dan ekspor bersih kita bisa terus meningkat sehingga pertumbuhan meningkat. Tapi dalam jangka panjang saya punya keyakinan, bangsa yang akan tumbuh dan sustainable adalah bangsa yang memiliki human capital dan teknologi yang tinggi, productivity menjadi sangat-sangat penting. Oleh karena itu, dalam bayangan saya, Indonesia yang maju adalah self generating nations karena competitiveness, karena productivity, dan karena kemampuan teknologinya untuk mendayagunakan yang kita miliki, termasuk termasuk sumber daya alam yang ada di negeri kita.

Saya punya keyakinan abad 21 ini, 100 tahun ke depan kita lihat tonggaknya dimana nanti, kita akan bisa mewujudkan cita-cita dan tujuan yang dalam tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang menjadi cita-cita dari para Pendiri Republik. Mengapa kita perlu yakin Saudara-saudara, paling tidak mengapa saya meyakini? Saya ingin menyampaikan kalau kita melihat lintasan, perjalanan, dan pelajaran sejarah kita memungkinkan untuk itu. Kalau kita ingin mengkontruksi masa depan kita 100 tahun ke depan, baik kalau kita melihat kembali perjalanan bangsa kita 100 tahun ke belakang. Dengan demikian, kita akan paham, sejauh mana bangsa kita ini dalam perjalanan panjangnya, mungkin disini kemampuan dan ketangguhan tertentu untuk mengatasi masalah dan mewujudkan cita-citanya.

Yang kedua, disamping perjalanan sejarah dengan pelajaran-pelajaran besar, mengapa saya yakin? Kita semua tahu negeri kita memiliki modal dan potensi nasional yang besar.

Yang ketiga, tren perkembangan negara kitapun minus diskontinuitas, minus shocks, minus kemunduran-kemunduran disana-sini, trend line positive dari periode ke periode.

Dan yang keempat, mengapa saya yakin? Ada peluang di depan kita, baik secara nasional, maupun sebagai bagian dari proses hubungan antar bangsa kita, regional maupun global. Dari empat tinjauan itu, saya memiliki keyakinan bahwa abad 21 ini kita akan dapat mewujudkan, baik yang disampaikan Indonesia Forum maupun tadi yang saya sampaikan sesuai Undang-Undang yang kita miliki.

Saudara-saudara,
Yang saya maksudkan dengan pelajaran besar dari sejarah kita adalah, menurut pendapat dan penilaian saya, bangsa kita selalu dapat mengatasi persoalan bangsa sepanjang sejarahnya, termasuk krisis, dan kemudian melangkah ke depan melanjutkan perjalanannya. Memang kalau kita kembali sedikit pada kebangkitan era modern di dunia ini, era modern dunia itu dipercayai mulai abad ke-18, terutama setelah kita menyaksikan di dunia, bukan kita menyaksikan para Founding Fathers kita, revolusi-revolusi besar, revolusi Perancis, revolusi Industri, revolusi di Amerika sebelumnya. Kebangkitan bangsa kita agak memang terlambat dibandingkan negara-negara maju. Meskipun sesungguhnya pada abad 19 ekonomi kita sudah berintegrasi dengan ekonomi global, pada masa Hindia Belanda, tetapi pemerintah penjajah waktu itu, dengan kontrolnya yang kuat memang tidak membuka peluang, kita sendiri yang bisa mengintegrasikan dari semuanya itu. Kecuali setelah abad 20, 1908 dan periode-periode seterusnya, setelah ada Kebangkitan Nasional, maka kita mufakat bahwa ternyata, ketangguhan dan kemampuan kita sebagai bangsa mengatasi masalah-masalah besar, memproklamirkan kemerdekaan dan periode terus dan seterusnya, telah diuji dalam sejarah dan itu memang memiliki kemampuan yang kita banggakan.

Jika bangsa kita mampu mengatasi krisis dan berbuat sesuatu untuk masa depan, kita lihat revolusi kemerdekaan, survive kita. Kita atasi dan kita melangkah maju. Era Pemerintahan Presiden Soekarno, bukan main persoalan yang dihadapi, kita atasi, krisis dilampaui dan maju. Era Pemerintahan Presiden Soeharto, banyak masalah-masalah dan akhir pemerintahan itu juga ada krisis, tapi juga ada kemajuan dari bangsa ini, oleh anak bangsa yang mencapainya. Dari itu semua, saya percaya Saudara-saudara, di era reformasi ini meskipun banyak sekali masalah yang juga kita hadapi, pada saatnya kita akan keluar dari semuanya ini, akan kita atasi semua krisis dan kita lampaui dan kemudian kita sebagaimana generasi-generasi sebelumnya akan dapat melakukan kebaikan dan kemajuan untuk bangsa dan negara kita.

Ini alasan saya bahwa kita patut memiliki keyakinan untuk bisa mencapai tujuan-tujuan itu. Yang penting Saudara-saudara, semua imperatif, semua keharusan, baik yang ada dalam tulisan Indonesia Forum, Visi Indonesia 2030 maupun dalam Undang-Undang 17 Tahun 2007 haruslah kita jalankan dengan sungguh-sungguh, tanpa itu tidak mungkin semua yang indah katakanlah dalam jangkauan, capaian kita katakanlah, dan momentum dan serta peluang juga ada, kalau tidak diimbangi dengan kerja keras kita sebagaimana yang sama-sama kita persyaratkan.

Oleh karena itu, dengan keyakinan dan ingatan untuk kita semua seperti itu, saya meminta pada Yayasan Indonesia Forum dan segenap komponen bangsa yang ikut berperan merumuskan Visi Indonesia 2030 ini untuk meneruskan prakarsa dan kegiatan ini. Teruskan langkah-langkah positif, langkah-langkah positif dari manapun komponen bangsa ini, orang seorang, kelompok, siapapun selalu ada manfaatnya. Dan apabila kita menyambutnya dengan pikiran terbuka, meskipun juga bisa memberikan kritik dan yang baik kita jadikan betul untuk mengubah masa depan kita, saya yakin akan banyak yang dapat kita lakukan pada periode untuk ini dan pada periode-periode berikut lagi. Tuhan tidak akan mengubah nasib dan masa depan Indonesia, kecuali dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, kita sendiri yang mengubahnya.

Dan akhirnya Saudara-saudara, saya titip satu, barangkali kata-kata bijak pemberi semangat, sebagai apresiasi saya terhadap Indonesia Forum hari ini dalam bahasa Inggris yang nanti akan saya sadur secara bebas, yang mengatakan demikian, no challenge is to create, by sharing a common understanding we build brigdes, by carrying today we invest in tomorrow, and by working together we do make a difference. Dalam saduran bebas saya adalah tiada tantangan yang terlalu besar untuk kita atasi dengan menyatukan kesadaran dan pemikiran kita, kita membangun jembatan menuju masa depan. Dengan memelihara dan mengelola apa yang kita miliki, hari ini, today, kita menanam dan mempersiapkan hari esok, tomorrow. Dan dengan bekerja dan melangkah bersama, kita mengubah negeri kita, make it different, mengubah masa depan yang kita cita-citakan bersama.

Demikian Saudara-saudara, terima kasih Yayasan Indonesia Forum, terima kasih Saudara semua. Mari kita menyambut masa depan kita dengan optimisme dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita kita bersama.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.


*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan