Pidato Presiden

Sambutan Acara Melepas Tenaga Harian Lepas Tenaga bantu Penyuluh Pertanian dan Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
MELEPAS TENAGA HARIAN LEPAS TENAGA BANTU PENYULUH PERTANIAN DAN PENGAMAT ORGANISEMA PENGGANGGU TANAMAN-PENGAMAT HAMA PENYAKIT (POPT-PHP) SERTA ALUMNI SEKOLAH LAPANGAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU (SLPHT)
ISTANA BOGOR, 26 MARET 2007



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,

Selamat siang,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Menteri Pertanian dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, unsur Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPR RI, para Gubernur, Bupati dan Walikota, para Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pimpinan Organisasi Profesi Pertanian,
Saudara-saudara para penyuluh pertanian, para pengamat hama penyakit dan para alumnus Sekolah Pertanian yang cintai dan saya banggakan,

Selamat siang,
Tepuk tangan yang meriah,

Kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT karena hari ini kita dapat bertemu di Istana Bogor tempat yang bersejarah untuk mengemban tugas yang mulia, tugas untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia melalui pertanian. Kita juga bersyukur karena kepada kita oleha Tuhan Yang Maha Kuasa masih diberi kesempatan, masih diberi kekuatan dan masih diberi kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, untuk melanjutkan karya kita dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta.

Saudara-saudara mengetahui, Negara didirikan, Pemerintah dibentuk, pembangunan dijalankan, tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Kita tahu, rakyat Indonesia yang sama-sama kita cintai akan meningkat kesejahteraanya, apabila mereka dapat meningkatkan kebutuhan atau memenuhi kebutuhan dasarnya, yaitu kebutuhan akan pangan, kebutuhan akan sandang, kebutuhan akan papan, kebutuhan mendapatkan pendidikan yang baik, kebutuhan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, mendapatkan rasa aman, memiliki lingkungan hidup yang baik pula.

Untuk memenuhi semuanya itu, saya katakan tadi negara kita terus membangun, membangun dari masa ke masa. Pembangunan yang kita lakukan intinya ingin membangun pertanian yang tangguh, membangun industri yang maju dan membangun sektor jasa yang handal dan makin berkembang. Kemajuan teknologi yang kita miliki, kemajuan teknologi di seluruh dunia harus mampu kita jadikan alat untuk memajukan pertanian kita, industri kita dan jasa kita. Oleh karena itu, makin ke depan cara-cara bertani kita haruslah makin baik dengan mengaplikasikan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu.

Saudara-saudara,
Penduduk Indonesia sekarang ini jumlahnya mencapai sekitar 230 juta. Dari tahun ke tahun jumlah penduduk itu makin bertambah banyak. Tiap orang dari yang tua sampai yang muda memerlukan makanan. Kita tahu, bahwa makanan pokok, kebutuhan pangan yang paling besar dan utama di negeri kita adalah beras. Oleh karena itulah, untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat kita tadi, utamanya pangan, maka jawabannya adalah produksi pangan kita, utamanya produksi beras kita harus makin meningkat dari waktu ke waktu. Kalau penduduknya bertambah banyak, produksi beras atau pangannya tidak meningkat, makin ke depan kita akan makin kekurangan pangan atau beras itu. Oleh karena itu, peningkatan produksi beras atau padi di seluruh tanah air harus benar-benar bisa mengimbangi kebutuhan penduduk yang juga senantiasa berkembang di negeri kita ini.

Saudara-saudara,
Pemerintah telah bertekad, tahun-tahun sekarang ini, tahun 2007, tahun 2008 dan tahun 2009 dan seterusnya tentunya, kita bertekad, kita menjalankan program, kita mengeluarkan anggaran untuk benar-benar meningkatkan produksi pangan kita. Sebagai contoh, anggaran sektor pertanian terus meningkat, anggaran sektor pertanian 2007 dan 2008 yang sudah mulai kita rencanakan untuk tahun depan dan nanti bersama-sama DPR RI akan kita putuskan angka atau anggaran untuk pertanian jumlahnya besar. Kalau jumlahnya besar, maka pembangunan pertanian harus berhasil.

Saya tahu, agar pertanian padi, sawah-sawah di seluruh Indonesia ini betul-betulnya meningkat hasilnya atau produksinya atau produktivitasnya diperlukan beberapa persyaratan. Persyaratan pertama, lahannya cukup. Oleh karena itulah, hadir di sini para Gubernur, Bupati dan Walikota. Beliau-beliau akan mengatur, mengeluarkan kebijakan, menata agar lahan-lahan pertanian itu cukup untuk digunakan pengembangan tanaman padi. Lahannya harus ada. Setelah lahannya ada, maka diperlukan bibit atau benih yang unggul. Pemerintah terus melakukan penelitian dan pengembangan, bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan, lembaga riset dan teknologi untuk benar-benar mengembangkan benih atau bibit padi yang makin unggul yang produktivitasnya jumlah gabah kering panen per hektar sawahnya juga makin tinggi. Jadi kita pilih benih atau bibit yang unggul itu.

Yang ketiga, setelah lahannya ada, bibitnya tersedia, kita pikirkan pupuknya, agar sekali kita tanam, kita rawat, kita berikan pupuk, maka dijamin kesuburan padi itu betul-betul tinggi. Dengan demikian, hasil panennya juga tinggi. Kita pikirkan, kita sediakan, kita beli, kita bikin pupuk untuk bisa menyuburkan tanaman padi itu.

Yang keempat, kita tahu sawah memerlukan air, kita tahu karena krisis, karena satu dan lain hal, banyak infrastruktur yang sudah rusak, banyak infrastruktur yang kurang, seperti irigasi-irigasi. Pemerintah telah memprogramkan dan mulai melakukan penambahan atau pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia, termasuk infrastruktur pertanian. Anggaran Departemen Pekerjaan Umum juga besar, karena termasuk untuk membangun infrastruktur di bidang pertanian.

Kita tahu, setelah tanahnya ada, bibit atau benihnya ada, pupuknya ada, infrastrukturnya ada, maka yang terakhir adalah apakah para petani kita benar-benar bisa menanam padi itu dengan cara-cara yang benar, apakah para petani kita bisa mengenali adanya hama penyakit dan bisa menanggulangi hama penyakit itu, maka akhirnya manusialah yang menentukan. Petani kita harus pandai, harus mengerti, harus menguasai di dalam mengembangkan semuanya ini. Dan Saudara di tempat yang mulia ini, di tempat yang bersejarah ini untuk bersama-sama petani membimbing, melakukan penyuluhan bersama-sama menyukseskan program pertanian padi kita.

Jelas, berhasil tidak berhasilnya, subur tidak suburnya, produktif tidak produktifnya tanaman padi kita di seluruh Indonesia sangat terpulang kepada jasa, peran dan tugas Saudara semua. Anggaran yang dikeluarkan negara besar, anggaran itu hakekatnya uang rakyat, uang negara, mari kita kembalikan hasilnya nanti kepada rakyat dan negara dengan cara produksi pangan kita benar-benar meningkat. Kalau Menteri Pertanian mentargetkan tambahannya tahun ini 2 juta ton beras dengan kerja keras, insya Allah sasaran itu dapat kita capai.

Tujuan yang mulia, sasaran yang besar dapat dicapai, kalau kita yakin, kalau kita punya semangat, kalau kita menjalankan dengan sepenuh hati sambil memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, kepada Saudara-saudara pahamilah betapa penting peran dan tugas Saudara untuk membangun pertanian di seluruh Indonesia, untuk mendampingi, membimbing, membantu para petani kita menyukseskan program pertanian itu.

Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, di tempat yang bersejarah ini, karena di Istana Bogor inilah banyak peristiwa-peristiwa besar, peristiwa penting terjadi. Setelah masa kemerdekaan dulu, Istana ini banyak sekali digunakan untuk peristiwa-peristiwa nasional, bahkan peristiwa-peristiwa internasional. Konferensi Asia Afrika pertama dipersiapkan, dirancang di tempat ini. Kemudian ada lagi yang namanya Organisasi Ekonomi Asia Pasifik yang dikenal dengan APEC yang memiliki tujuan yang disebut dengan Tujuan Bogor atau Bogor Goals juga ditetapkan di tempat ini. Ketika Kamboja sedang dilanda perang saudara, menyelesaikan perang, mengatasi tragedi kemanusiaan itu, banyak sekali kegiatan-kegiatan internasional ini yang akhirnya bisa mengakhiri konflik yang luar biasa di Kamboja dan banyak peristiwa dari tempat ini yang menghasilkan hasil yang baik.

Kita bermohon kepada Allah SWT, agar kehadiran Saudara di tempat yang bersejarah ini mendapatkan rahmat, mendapat anugerah dan berhasil mengemban tugas Saudara-saudara sekalian.

Akhirnya saya berpesan, saya memberikan arahan sebagai berikut:
Pertama, dalam mengemban tugas yang kadang-kadang cuacanya tidak bersahabat, medannya berat, peliharalah kesehatan dan kebugaran jasmani Saudara-saudara. Kalau badan tidak sehat, tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik. Jaga, pelihara kesehatan itu.

Yang kedua, laksanakan tugas sesuai dengan pengetahuan, keterampilan, tuntunan, kebijakan yang telah diberikan kepada Saudara, laksanakan secara profesional dengan penuh tanggung jawab yang tinggi. Kalau Saudara jalankan tugas itu, penyuluhan misalnya, pengamatan hama penyakit misalnya dan tugas-tugas lain secara profesional, maka hampir pasti hasilnya akan baik dan sangat baik.

Yang ketiga, dalam bergaul dengan para petani, peliharalah sikap dan tutur kata yang baik, tetaplah rendah hati, pahami adat istiadat setempat, perlakukan saudara-saudara kita, kaum petani dengan penuh kasih sayang. Mereka pun sebagian telah memiliki banyak pengalaman, jadikan pengalaman yang baik dari mereka juga untuk saling menimba pengalaman dan pengetahuan itu. Dengan kebersamaan itu, dengan suasana batin itu, dengan sikap yang simpatik, tutur kata yang baik itu pula, saya yakin tugas Saudara akan dapat dilaksanakan dengan baik.

Itulah pesan, harapan dan arahan saya. Saudara-saudara selamat berjuang, selamat bertugas. Tuhan beserta kita.

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan