Pidato Presiden
Sambutan Pencanangan Pertama Proyek Percontohan Pembangunan Rusun Sederhana
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA PEMANCANGAN PERTAMA
PROYEK PERCONTOHAN PEMBANGUNAN
RUMAH SUSUN SEDERHANA
DI PULO GEBANG
Jakarta, 5 April 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati saudara Wakail Presiden Republik indonesia beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla, yang saya hormati saudara ketua MPR-RI, bersama para pimpinan lembaga-lembaga negara dan segenap anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Repiblik Indonesia, Saudara Menteri Perumahan Rakyat dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, saudara Panglima TNI, saudara Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Kepala Staf Tni Angkatan Laut dan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara yang juga terus berpikir untuk membangun perumahan bagi prajuritnya, yang saya hormati para pimpinan Perwakilan Negara Sahabat dan pimpinan organisasi Internasional, yang saya hormati sauara Gubernur DKI Jakarta beserta ibu dan para pejabat yang bertugas di DKI Jakarta baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri,
Yang saya hormati saudara pimpinan Perumnas dan para pimpinan badan-badan usaha milik negara, yang saya hormati para pengembang, para pimpinan dunia usaha, baik dalam maupun luar negeri.
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Kalau saya sebut hadirin sekalian termasuk saudara-saudara kita yang sekarang berada di Cawang, Cipayung dan Kelender, yang melalui layar kaca saya bisa melihat wajah-wajah beliau, bersama-sama kita pada hari ini.
Puji dan syukur kita panjatkan sekali lagi ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat menghadiri Pemancangan Pertama Pembangunan Rumah Susun Sederhana, di Pulo Gebang Jakarta Timur yang menandai pula percepatan pembangunan rumah susun sederhana di seluruh Indonesia. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini, untuk menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan, kepada Kementerian Negara Perumahan Rakyat dan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kedua instansi ini telah bertekad untuk mewujudkan program pembangunan rumah susun berskala besar. Mudah-mudahan, program ini dapat dilaksanakan tepat waktu, efisien, dan secepatnya dapat digunakan oleh masyarakat.
Hadirin yang saya hormati,
Pemancangan pertama pembangunan rumah susun kali ini, merupakan bagian dari rencana Pemerintah untuk membangun rumah susun berskala besar, melalui program Pembangunan Seribu Menara Rumah Susun. Pembangunan seribu tower rumah susun di seluruh tanah air. Pembangunan itu, akan kita laksanakan di seluruh tanah air, terutama di kawasan perkotaan yang berpenduduk di atas satu-setengah juta jiwa.
Sebagaimana kita maklumi, bahwa rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar selain pangan dan sandang. Dibanyak kesempatan di seluruh Indonesia selalu saya katakan bahwa kita membangun dan terus membangun tiada lain adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Rakyat akan makin sejahtera apabila makin memiliki kecukupan pangan, sandang, papan, memiliki tingkat kesehatan dan pendidikan yang baik. Termasuk rasa aman dalam kehidupannya dan sekali lagi papan makin kita rasakan sebagai kebutuhan dasar, yang negara, yang kita semua harus terus menerus memenuhinya. Setiap tahun, kebutuhan akan rumah terus meningkat, sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Peningkatan kebutuhan itu makin terasa di kawasan perkotaan akibat urbanisasi. Mereka yang pindah ke kota-kota pada umumnya datang dari desa-desa untuk mengadu nasib. Sebagian besar dari mereka datang dengan latar belakang pendidikan yang tidak tinggi dan pengalaman yang tidak banyak, maka mereka berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan apa adanya.
Para pendatang itu memanfaatkan apa saja yang dapat dimanfaatkan, termasuk membangun lahan-lahan, yang dalam banyak kejadian sebenarnya tidak boleh dimanfaatkan. Ada yang membangun rumah seadanya di bantaran sungai sebagaimana saudara Gubernur sampaikan tadi, di bawah jaringan listrik tegangan tinggi, kadang-kadang tegangan ekstra tinggi, di bantaran rel kereta api, di kolong jalan tol, bahkan dibangun di atas tanah-tanah yang sesungguhnya dimiliki orang lain. Pembangunan rumah-rumah seperti itu, menyebabkan ketidakteraturan dan kekumuhan terutama di kota-kota yang besar semakin menyesakkan. Permukiman, menjadi sangat rawan terhadap berbagai bencana, seperti banjir, kebakaran, dan penyakit menular. Berbagai penyakit sosial juga berkembang tanpa dapat dicegah.
Namun kita tidak dapat begitu saja menyalahkan mereka yang pindah ke kota-kota untuk mengadu nasib. Semua mereka adalah rakyat kita. Mereka adalah bagian dari warga bangsa kita, yang wajib kita bantu dan kita lindungi. Terus terang arus urbanisasi makin besar tiap tahunnya, solusinya ada dua, kita bangun di perdesaan-perdesaan dan tempat saudara-saudara kita itu berada, sehingga mereka dapat meningkatkan kesejahteraannya di kampung halamannya sendiri. Yang sudah berada di kota besar, yang terlanjur berada di kota besar kita pikirkan bagaimana mereka juga dapat hidup layak sebagaimana yang dialami oleh saudara-saudaranya yang lain. Kita memang tengah berjuang untuk memperbaiki nasib rakyat. Kita ingin agar rakyat kita hidup lebih sejahtera. Salah satu syarat untuk hidup sejahtera, ialah tersedianya lapangan pekerjaan dan permukiman yang memadai. Tanpa penghasilan, seseorang tidak mungkin dapat bertahan hidup secara wajar.
Penghasilan seadanya saja, hanya cukup untuk makan. Dengan kondisi seperti itu, mustahil rakyat berpenghasilan rendah akan mampu menghuni rumah yang memadai. Saya senang tadi menyaksikan sebuah tekad bersama antara jajaran pemerintah maupun pemerintah dengan dunia usaha, untuk betul-betul melakukan percepatan pembangunan rumah susun sederhana ini. Saya juga senang karena dipikirkan pula pembangunan rumah sosial bagi saudara-saudara kita yang sekarang ini dengan mengangsurpun belum bisa untuk membeli ataupun menyewa. Dengan demikian kita memikirkan pula golongan saudara kita yang ekonominya paling lemah, mudah-mudahan semangat ini terus berkembang, bukan hanya di Jakarta tapi di seluruh Indonesia.
Di sisi lain, para pengembang membangun perumahan jauh dari pusat kegiatan perkotaan karena kondisi kota seperti itu. Alasannya sederhana saja, harga tanah di kota-kota sangat mahal. Sebab itu, berbagai proyek perumahan dibangun jauh dari pusat kota, agar harganya terjangkau. Akibatnya, terjadi peralihan fungsi lahan secara besar-besaran. Lahan pertanian berubah menjadi permukiman, danau dan rawa-rawa yang dalam banyak hal bisa menampung air agar tidak mendatangkan banjir juga berubah menjadi lahan permukiman. Perkembangan perumahan pun mengikuti pertumbuhan jalan yang menyebar ke segala penjuru perkotaan, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Kita sering melihat dibanyak kota, komplek perumahan jauh dari mana-mana belanjapu susah, kemudahannya tidak ada, terisolasi. Tentu ini menimbulkan masalah sosial, masalah ekonomi dan bisa juga masalah keamanan.
Pertumbuhan perumahan dan permukiman yang semakin jauh dari pusat-pusat kegiatan ekonomi perkotaan, memerlukan investasi infrastruktur yang semakin besar. Masyarakat yang bermukim jauh dari pusat kota, memerlukan konsumsi energi kendaraan yang lebih banyak. Hal ini berdampak pula pada peningkatan pencemaran udara atau polusi. Bagi masyarakat berpenghasilan menengah-bawah, berdampak pada semakin tingginya biaya transportasi. Waktu yang dihabiskan untuk pergi dan pulang, maksud saya pulang kerja makin panjang. Rasa lelah menghadapi kemacetan lalu lintas, mudah membuat seseorang menjadi stress dan tertekan. Semuanya itu berdampak pada ketenangan jiwa dan pikiran dalam menghadapi hidup sehari-hari.
Saudara-saudara yang saya hormati,
Menghadapi kenyataan-kenyataan tadi, Pemerintah berketetapan hati untuk melakukan percepatan pembangunan rumah susun sederhana, bagi masyarakat berpenghasilan menengah-bawah di perkotaan. Pembangunan rumah susun ini berpegang pada prinsip ”membangun tanpa menggusur”, dengan melibatkan peran dunia usaha melalui pola ”public-private partnership” kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha. Dengan prinsip membangun tanpa menggusur, masyarakat berpenghasilan menengah-bawah tidak akan merasa disingkirkan dari perkotaan. Lahan-lahan yang tersedia di kawasan perkotaan, kita bangun rumah susun sederhana. Daerah-daerah permukiman kumuh kita ubah menjadi kawasan permukiman yang sehat, melalui program ini. Kota-kota yang tadinya berpandangan tidak baik, tidak teratur, kumuh menjadi semakin berseri, bersih, sehat, rapi dan indah.
Pembangunan rumah susun sederhana skala besar di perkotaan, bertujuan untuk lebih meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, mengefisienkan pemanfaatan tanah, sekaligus melakukan penataan kota. Pembangunan rumah susun dengan tata kota yang baik, diharapkan dapat menciptakan lebih banyak ruang-ruang terbuka hijau. Kita perlu menyediakan ruang publik yang lebih layak dan memadai bagi interaksi sosial masyarakat, serta kehidupan perkotaan yang lebih nyaman kalau wilayah perkotaan tidak habis untuk perumahan, kita akan menyediakan banyak tempat untuk olahraga, untuk rekreasi, untuk kegiatan yang sehat, makin hijau, karena bisa kita tanami lebih banyak pohon dan bunga-bungaan. Pembangunan rumah susun sederhana skala besar, juga diharapkan mampu mengentaskan kawasan kumuh di kota metropolitan. Masyarakat berpenghasilan menengah-bawah, dapat menghuni rumah yang lebih layak dalam lingkungan permukiman yang lebih sehat dan tertata dengan baik.
Saudara-saudara,
Pembangunan perumahan ini, selain untuk mewujudkan kesepakatan dunia internasional dalam pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) yang menargetkan berkurangnya 50% kawasan kumuh pada tahun 2015 di seluruh dunia. Juga merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004 – 2009. Dalam RPJMN 2004-2009, kita tetapkan perlunya memperluas kesempatan masyarakat berpenghasilan menengah-bawah di perkotaan untuk mengakses permukiman yang sehat dan terjangkau. Dalam pidato saya awal tahun ini, pada bulan Januari yang lalu, saya sudah sampaikan bahwa akselerasi atau percepatan program pembangunan perumahan rakyat, khususnya rumah susun sederhana akan kita lakukan dengan intensif.
Kita pun menetapkan target-target pembangunan rumah susun sederhana sewa dan rumah susun sederhana milik, melalui peranserta swasta. Pembangunan rumah susun sederhana skala besar di kota metropolitan, harus secepatnya kita laksanakan. Kita tidak boleh menunda-nunda kebutuhan yang sangat mendasar ini. Pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah-bawah, harus menjadi prioritas utama.
Pada bulan Desember 2006 yang lalu, saya telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2006 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan. Pemerintah juga memberikan insentif kepada dunia usaha ---agar terdorong untuk membangun rumah susun sederhana--- dalam bentuk keringanan Pajak Pertambahan Nilai bagi rumah susun sederhana, dengan kriteria luas dan harga tertentu sebagaimana tadi disampaikan oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat.
Pemerintah juga memberikan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, agar mampu menjangkau harga jual rumah susun sederhana dengan cicilan yang relatif lebih rendah, ini bantuan ganda dari pemerintah Insya Allah dengan bantuan ini saudara-saudara kita yang berpenghasilan menengah bawah makin mampu untuk memiliki rumahnya. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum mampu membeli rumah, Pemerintah akan terus meningkatkan penyediaan rumah susun sederhana sewa secara bertahap.
Pembangunan rumah susun sederhana yang akan kita laksanakan di seluruh tanah air, kita harapkan juga dapat membuka kesempatan kerja. Dampak kesempatan kerja yang disediakan akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat ada pekerjaan ada penghasilan, kalau kita punya penghasilan tentu kita bisa memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Melalui program ini, kita juga mendorong tumbuhnya industri bahan bangunan, yang juga membuka kesempatan kerja.
Hadirin yang saya hormati,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya mengajak Saudara-saudara dari kalangan dunia usaha, agar dapat mendukung upaya Pemerintah ini. Setiap kali saya keliling Jakarta dan beberapa kota besar saya gembira karena pembangunan pusat-pusat perdagangan, pusat-pusat bisnis dan juga rumah-rumah golongan keatas makin besar ini menunjukkan ekonomi terus bangkit dan mulai pulih dari krisis 8 tahun yang lalu tetapi kewajiban negara tidak hanya untuk itu. Untuk mencegah kesenjangan yang bisa makin melebar antara yang kaya dengan yang miskin yang juga dialami oleh banyak negara yang berhasil membangun negaranya mari kita pikirkan membangun fasilitas yang sama bagi saudara-saudara kita yang berpenghasilan menengah bawah dan berpenghasilan rendah. Ini amanah, ini kewajiban, ini tugas mulia. Oleh karena itu mari kita imbangi cepatnya pembangunan seperti itu dengan sekali lagi membangun rumah susun sederhana ini. Pemerintah menyambut baik inisiatif para penanam modal, baik dari dalam maupun luar negeri yang mendukung upaya Pemerintah dalam menyediakan rumah susun sederhana bagi masyarakat perkotaan. Pemerintah mengajak para pengembang dan penanam modal di tanah air, untuk mengikuti langkah-langkah yang telah dimulai oleh para investor dalam membangun rumah susun di Kawasan Pulo Gebang ini.
Melalui kesempatan yang baik ini kepada segenap pimpinan dunia usaha, para pengusaha jangan menunggu sampai semuanya rampung dilakukan perbaikan. Pemerintah bekerja siang dan malam memperbaiki iklim investasi, meningkatkan sektor riil dan lain-lain, harapan saya marilah kita bekerja sekarang juga bersama-sama jangan menunggu sampai segalanya sudah siap. Dan sekali lagi kepada para pemilik modal di negeri ini untuk mengutamakan menamkan modalnya di dalam negeri di bandingkan di luar negeri. Memang modal tidak punya kebangsaan tetapi ketika pemerintah bekerja habis-habisan sekarang ini mari kita berbagi komitmen berbagi rasa dan berbagi tanggung jawab untuk membangun kembali negeri kita.
Saudara-saudara
Marilah kita bangun rumah susun sederhana di kota-kota besar lainnya di seluruh tanah air. Dengan demikian, kita dapat memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat, baik yang berpenghasilan menengah, bawah, maupun yang berpenghasilan rendah. Kota-kota besar di tanah air bukan hanya Jakarta, dapat menata kembali kotanya dengan lebih efisien dengan menggunakan tanah, efisien dalam investasi infrastruktur, serta lebih banyak tersedia ruang terbuka hijau dan ruang publik yang memadai. Marilah kita pergunakan momentum dimulainya pembangunan rumah susun di kawasan perkotaan ini, sebagai tanda dimulainya era baru penyelenggaraan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menengah-bawah di perkotaan.
Kepada seluruh jajaran Pemerintahan, baik di pusat maupun di daerah, saya minta untuk mendukung dengan sungguh-sungguh pelaksanaan pembangunan rumah susun sederhana seperti ini. Para Kepala Daerah, baik Gubernur, Bupati maupun Walikota, saya minta untuk dapat berperan aktif menciptakan iklim pembangunan yang makin kondusif. Saudara-saudara dapat merancang tata ruang di kota-kota saudara untuk membangun lebih banyak rumah susun lebih aktiflah saudara, jangan pasif tanpa inovasi tanpa aktifitas, tanpa prakarsa akan panjang yang harus kita lalui untuk menyediakan perumahan bagi saudara-saudara kita berpenghasilan menengah ke bawah. Saya minta, saudara-saudara dapat memberikan fasilitas, insentif, dan berbagai kemudahan bagi para investor yang berniat membangun rumah susun. Untuk yang kesekian kalinya lakukan kemitraan yang baik, pemerintah daerah dengan dunia usaha permudahlah setiap urusan dengan demikian usaha yang berkembang rakyat akan senang.
Kepada para investor dan pengembang yang akan memulai pekerjaan pembangunan rumah susun sederhana di Pulo Gebang dan di lokasi lain di Jabodetabek, saya ucapkan selamat bekerja. Saya turut berdoa, mudah-mudahan Saudara-saudara dapat melaksanakan pekerjaan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga pula Saudara-saudara dapat menyelesaikan pembangunan ini tepat waktu, berkualitas baik, dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang memerlukan, aman Insya Allah nyaman .
Akhirnya, memohon ridla dan inayah Allah SWT seraya mengucapkan Bismillahirrahmannirrahim Pembangunan Seribu Menara Rumah Susun, secara resmi saya mulai.
Demikian
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



