Pidato Presiden
Sambutan Pembukaan Pameran Inacraft 2007
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PEMBUKAAN PAMERAN
THE 9TH JAKARTA INTERNATIONAL HANDICRAFT TRADE FAIR (INACRAFT) 2007
JAKARTA CONVENTION CENTER, 18 APRIL 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Yang saya hormati, Ibu Negara dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, berturut-turut selaku Pelindung dan Ketua Umum Dekranas,
Yang saya hormati, para Pimpinan Lembaga-lembaga Negara,
Saudari Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang mulia, para Duta Besar Negara-negara Sahabat dan Pimpinan Organisasi Internasional,
Saudara Wakil Gubernur DKI Jakarta dan para Gubernur dari seluruh Indonesia yang hadir pada acara sore hari ini,
Saudara Pimpinan ASEPHI, para Pengusaha, para Perajin dan para Peserta Pameran yang saya cintai dan saya muliakan,
Sebelum saya menyampaikan sambutan pada acara yang sungguh penting ini, saya ingin menyampaikan bahwa tadi di ruang tunggu, Pak Rudi Lengkong mengucapkan terima kasih kepada saya, karena tiga tahun berturut-turut, alhamdulillah, saya bisa hadir untuk membuka Inacraft tahunan. Jawaban saya, Pak Rudi, wajib hukumnya bagi saya untuk hadir, karena dua hal, yang pertama, saya patut mengucapkan terima kasih atas kerja keras para perajin dan pengusaha untuk memajukan handicraft Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri. Kalau kita lihat perkembangannya, jumlah pesertanya makin banyak. Jumlah transaksinya makin besar, bahkan ekspornya pun meningkat dalam prosentase yang tinggi, 16% untuk tahun 2006 yang lalu.
Yang kedua, saya menaruh harapan yang tinggi, saya minta tolong sebetulnya kepada para perajin dan pengusahan untuk terus mengembangkan usaha di bidang ini. Karena kalau usahanya baik, maka lapangan kerja akan tercipta lebih banyak lagi. Pajak untuk negara akan masuk lebih banyak lagi. Ekspor lebih tinggi lagi. Dan akhirnya, kalau itu terjadi, yang senang adalah seluruh rakyat Indonesia. Itulah yang menjadi harapan saya.
Ijinkan saya menyampaikan sambutan pada acara yang penting ini.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Hari ini, kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat menghadiri Pembukaan Inacraft 2007. Saya ingin menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para peserta yang datang dari seluruh tanah air. Kepada para pengunjung dari luar negeri, saya ucapkan selamat datang di negeri kami. Kami senang Saudara-saudara bisa ikut berpartisipasi kembali dalam Inacraft yang diselenggarakan tahun 2007 ini. Kehadiran Saudara-saudara sangat besar artinya dalam upaya kita bersama mengembangkan kerajinan tangan atau handicraft di Indonesia. Saya berharap, mudah-mudahan pameran yang digelar untuk ke sembilan kalinya ini, dapat membawa manfaat dalam meningkatkan produksi dan daya saing handicraft Indonesia, baik di pasar dalam negeri maupun di pasar luar negeri.
Terselenggaranya Inacraft ke-9 ini, merupakan hasil kerja keras Saudara-saudara para perajin dan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycraft Indonesia (ASEPHI). Pameran-pameran Inacraft yang kita gelar sebelumnya, telah memperoleh respon positif dari para perajin yang tergolong ke dalam kelompok usaha kecil dan menengah, small and medium enterprises. Minat para perajin untuk mengikuti pameran ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2005, catatan saya, peserta pameran tercatat 1350 peserta. Pada tahun 2006 meningkat menjadi 1600 peserta. Disampaikan oleh Pak Rudi tadi, tahun ini mencapai 1700 peserta, bahkan ada yang masuk daftar tunggu karena tempatnya tidak cukup. Ini menjadi pekerjaan rumah kita semua untuk mencari, barangkali, baik tempat maupun tata cara pameran nanti, yang memungkinkan semua peserta dari seluruh tanah air dapat ikut berkesempatan memamerkan produk-produknya. Peningkatan jumlah peserta ini juga menunjukkan bahwa pameran Inacraft ini bermanfaat bagi para perajin Kelompok Usaha Kecil dan Menengah itu. Tidak mungkin kalau tidak membawa manfaat, kalau tidak mendapatkan keuntungan, terus berpartisipasi dalam pameran ini.
Saudara-saudara,
Bangsa kita diakui sebagai bangsa yang mampu memproduksi beraneka ragam bentuk produk kerajinan. Di kawasan Asia Tenggara, negara kita adalah produsen kerajinan yang terbesar. Produk kerajinan itu tercipta dari tangan-tangan terampil para seniman dan para perajin handal, baik yang tinggal di kota maupun di desa-desa. Bangsa kita memang memiliki bakat seni yang luar biasa. Hampir setiap gerak dan langkah kehidupan keseharian kita, tidak pernah sunyi dari pelibatan nilai seni di dalamnya. Bakat seni yang bersifat alamiah itu, wajib kita syukuri sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kemajemukan suku bangsa yang membentuk bangsa kita, telah ikut pula mewarnai keanekaragaman karya-karya seni dan kerajinan. Kita mengenal ukiran kayu dari Bali dan dari suku Asmat, misalnya. Ukiran mebel dari Jepara. Anyaman daun serta bambu dari Jawa. Perhiasan manik-manik dari Kalimantan dan kerajinan kain songket dari Palembang. Tentu masih banyak lagi produk kerajinan dari berbagai daerah di seluruh pelosok tanah air, yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.
Sebagian besar produk kerajinan menggunakan bahan baku yang berasal dari alam. Tanah liat dan kaolin adalah bahan pembuat tembikar dan aneka jenis barang keramik. Bambu dan rotan adalah bahan untuk membuat aneka jenis anyaman dan peralatan rumah tangga lainnya. Aneka jenis kayu-kayuan adalah bahan pembuat ukiran dan juga peralatan rumah tangga. Bahan-bahan dari alam ini, Saudara-saudara, harus kita jaga, kita pelihara dan kita budidayakan, saya garis bawahi, kita budidayakan. Para seniman dan para perajin dari Bali, akhir-akhir ini seringkali mengalami kelangkaan bahan-bahan untuk menciptakan karya seni dan produk kerajinannya. Karena itu, saya mengajak masyarakat, mari kita lestarikan bahan-bahan itu, untuk kepentingan generasi yang akan datang.
Ingat, marilah kita bersemboyan, bahwa yang kita gunakan dan kita kembangkan ini bukan warisan nenek moyang kita, tetapi sesuatu yang kita pinjam dan milik generasi yang akan datang. Melestarikan bahan-bahan itu, oleh karenanya, harus kita lihat sebagai bagian dari upaya besar kita dalam menyelamatkan dan melestarikan lingkungan hidup serta karya seni dan produk kerajinan bangsa kita.
Potensi kerajinan tangan, sesungguhnya memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi penopang kekuatan ekonomi rakyat. Bakat alami bangsa kita harus didukung dengan pengembangan bisnis yang sungguh-sungguh. Para seniman dan para perajin, memang tidak semuanya, pada umumnya kurang memiliki bakat untuk berdagang. Mereka adalah seniman dan perajin, bukan pengusaha yang memahami seluk-beluk dunia bisnis. Sebab itu, karya seni dan kerajinan yang mereka hasilkan, sering tidak dapat dipasarkan secara luas dan optimal.
Tidak jarang pula, ini kita jumpai dalam praktek, calon pembeli produk seni dan kerajinan, urung membeli barang kesukaannya karena hanya faktor kemasan, packaging. Mereka bingung, bagaimana harus membawa barang kesukaannya ke tempat mereka. Mereka khawatir barang itu akan pecah, patah, dan akhirnya rusak, karena produk seni dan kerajinan itu banyak yang masih dibungkus dengan apa adanya. Tidak jarang kemasan yang digunakan hanya dibungkus dengan kertas koran atau kertas plastik yang tidak menimbulkan rasa bangga bagi si pembeli.
Pemerintah daerah, koperasi, pengusaha, harus membimbing mereka, bagaimana membuat kemasan yang aman, bagus dna menimbulkan rasa bangga bagi pembeli, apalagi sangat sering produk seni dan kerajinan itu, yang dibeli di negeri ini, atau dibeli di tempat-tempat lain, ketika dipasarkan di luar negeri, akan dihadiahkan kepada orang lain. Oleh karena itu, marilah kita pikirkan bagaimana melakukan, atau mengemasnya secara baik.
Keterlibatan para pengusaha dalam bisnis produk kerajinan akan dapat memperluas bidang usaha. Saya yakin, bisnis ini akan sangat menguntungkan jika dikelola secara sungguh-sungguh. Keterlibatan para pengusaha itu akan mendorong para seniman dan perajin untuk dapat meningkatkan mutu dan jumlah karya-karya mereka. Semua ini pada akhirnya, akan memberikan sumbangan bagi pertumbuhan ekonomi, perluasan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Hadirin yang saya muliakan,
Meskipun potensi kerajinan kita sangat besar, namun sumbangannya bagi perolehan devisa belumlah besar. Nilai ekspor produk kerajinan kita masih terhitung kecil yaitu 0,65% dari total nilai ekspor produk non migas. Saya punya keyakinan, ke depan, prosentase ini, jumlah ini akan dapat kita tingkatkan secara signifikan. Karena itu, kita perlu berupaya maksimal untuk meningkatkan ekspor dari produk handiraft ini. Ekspor yang harus kita tingkatkan, akan memperbesar penerimaan devisa negara, dan sekaligus akan menimbulkan dampak berganda terhadap perekonomian bangsa kita. Peningkatan ekspor, merupakan salah satu jalan yang harus kita tempuh untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kita.
Saudara-saudara,
Pada kesempatan yang baik ini, dengan semangat untuk meningkatkanproduksi dan daya saing handiraft kita, saya ingin menyampaikan beberapa pesan kepada para perajin dan pengusaha di seluruh tanah air. Pertama, marilah kita tingkatkan kualitas dari karya seni yang dihasilkan. Perdaya kreatifitas, motif, gaya, serta warna, agar dapat bersaing di pasar internasional. Dalam era globalisasi yang semakin terbuka, berbagai produk seni dan kerajinan dari negara lain, akan menjadi saingan produk kerajinan kita. Persaingan produk itulah yang harus kita jawab dengan kreativitas dan inovasi produk yang lebih maju, sehingga istilah SMTP masih berlaku. Seninya ada, modalnya kita berikan, teknologi kita bawa di situ, sehingga bisa dijual di pasar.
Kedua, ikuti dan pertimbangkan isu-isu perdagangan internasional, seperti produk yang ramah lingkungan dan produk yang perduli akan kesehatan. Dunia internasional akan memberikan nilai positif, jika produk yang kita hasilkan tidak merusak sumber daya alam, demikian sebaliknya. Bisa saja, produk kita akan diembargo, tidak bisa masuk, kalau nyata-nyata merusak lingkungan. Oleh karena itu, mari kita perhatikan hal ini secara sungguh-sungguh.
Yang ketiga, sebagaimana yang pernah saya kemukakan pada pembukaan Inacraft tahun lalu, saya minta agar para perajin dan produsen handicraft untuk berani memunculkan dan mendaftarkan merk atau brand untuk produk yang dihasilkan. Sampai saat ini, Saudara Rudi Lengkong, Ibu Mari Pangestu, saya belum mendapat informasi adanya merk dari kerajinan kita yang benar-benar mampu bersaing di pasar global. Mungkin sudah ada, tapi barangkali jumlahnya belum banyak, padahal sangat potensial, kita bisa memiliki daya saing yang tinggi dalam pasar global itu. Janganlah kita lengah dan jangan pula merasa rendah diri untuk mendaftarkan hasil kreativitas dan produk yang kita miliki. Jangan sampai terjadi, produk yang sesungguhnya merupakan hasil karya bangsa kita, justur didaftarkan oleh bangsa lain, oleh negara lain.
Dan keempat, marilah kita tingkatkan sinergi antara ekonomi, teknologi, dan dunia usaha secara terus-menerus. Saya yakin, jika produk kerajinan yang kita hasilkan ditunjang dengan hasil penelitian dan pengembangan, research and development, maka daya saing kita, produktivitas kita, dan keunggulan kita akan terus meningkat sehingga akan benar-benar menang di pasar global.
Hadirin sekalian,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyampaikan satu pesan, harapan dan ajakan, kepada Saudara-saudara semua. Marilah kita terus menggali dan mengembangkan sumber-sumber ekonomi di negeri ini dari kekhasan, keunikan yang dimiliki oleh bangsa dan negara kita. Saya sebut antara lain, ekonomi yang bersumber atau berbasiskan warisan budaya, heritage, peninggalan sejarah, keindahan alam, lingkungan yang dapat kita tampilkan, dan lain-lain, seperti handiraft yang sedang kita kembangkan di negeri ini.
Negara kita diberikan anugerah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, dengan berbagai kekayaan, keindahan alam, warisan sejarah, benda-benda purbakala, dan lain-lain. Di sini hadir para Duta Besar Negara Sahabat, para Pimpinan Organisasi Internasional, karena negara lain juga memiliki keindahan alam, warisan budaya, tetapi sesungguhnya keindahan alam indonesia, budaya Indonesia, tidak kalah. Bahkan sebagian barangkali lebih baik. Tinggal, apakah kita cerdas, apakah kita arif, mengembangkannya dengan baik.
Kita memasuki peradaban gelombang keempat, dimana manusia sejagat dituntut untuk memiliki kesadaran, tanggung jawab, dan langkah bersama untuk menyelamatkan bumi kita dari berbagai kerusakan, dari berbagai pemborosan, termasuk pemanasan global atau global warming, yang dampaknya dirasakan secara negatif di banyak negara. Oleh karena itu, mari kita jemput sejak sekarang, untuk mengembangkan ekonomi, yang saya katakan tadi, dengan mendayagunakan keindahan alam, lingkungan, warisan sejarah dan benda-benda purbakala.
Kalau kita berbicara economic growth, mari kita bicara green growth, pertumbuhan hijau, dalam arti mempertimbangkan aspek lingkungan. Itulah pesan saya dan saya yakin seyakin-yakinnya, pengalaman saya hadir dan membuka pameran seperti ini di luar negeri, di Nagoya, di Tokyo, di Shanghai dan di tempat-tempat lain, selalu mendapatkan apresiasi dengan transaksi yang luar biasa. Mari kita teruskan, mari kita tingkatkan, jangan sia-siakan kesempatan sejarah, jangan sia-siakan potensi besar yang kita miliki.
Demikianlah Saudara sambutan saya. Akhirnya, dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Inacraft ke-9 tahun 2007, dengan resmi saya nyatakan dibuka.
Sekian,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



