Pidato Presiden

Sambutan Pembukaan Pekan Nasional Keselamatan Transportasi Jalan 2007

 

SAMBUTAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DALAM RANGKA PERESMIAN PEMBUKAAN PEKAN NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN TAHUN 2007
JAKARTA, 23 APRIL 2007


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati saudara Menteri Perhubungan dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Ketua dan Anggota Komisi V DPR RI,
Yang saya hormati Saudara Gubernur DKI Jakarta, para pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen, para Pimpinan Dunia Usaha, para Pimpinan Organisasi Non Pemerintah,
Anak-anakku yang saya cintai,

Hadirin sekalian yang berbahagia.
Sebelum saya menyampaikan sambutan pada acara yang penting ini, saya mau bertanya pada anak-anak, siapa yang ingin jadi Presiden nanti? Siapa yang ingin jadi Gubernur? Siapa yang ingin jadi pengusaha yang kaya? Kaya tapi banyak sosialnya? Baik, insya Allah, Tuhan memberikan jalan untuk anak-anak supaya mencapai cita-citanya.

Yang kedua, saya mau tanya lagi. Siapa yang ke sekolah naik angkutan kota? Nggak ada, ada ya. Siapa yang diantar oleh mungkin orangtua atau kakaknya naik motor, pakai helm nggak? Alhamdulillah. Siapa yang diantar naik mobil, ya. Nah, sekarang Pak Presiden mau tanya ya, anak-anak ingin selamat nggak sampai sekolah? Mau nggak kecelakaan? Anak-anak tidak mau kecelakaan, papa, mama, orangtua, juga tidak mau kecelakaan, para guru juga tidak ingin murid-muridnya kecelakaan, demikian juga semua, termasuk Pak SBY. Oleh karena itulah mari kita bersama-sama meningkatkan keselamatan di jalan-jalan kita. Jelas anak-anak? Baik terima kasih. Sekarang dengarkan ya yang tenang, Pak SBY akan menyampaikan sambutan singkat.

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat menghadiri pembukaan Pekan Nasional Keselamatan Transportasi Jalan yang mengusung tema, yang saya baca di luar tadi, temanya adalah “Keselamatan Transportasi Jalan Tanggung Jawab Kita Semua”.

Tadi sudah disampaikan oleh Bapak Giri Suseno sebagai Ketua Panitia, sangat gambling, apa tujuan dari Pekan Nasional ini, dan apa saja yang dilaksanakan. Demikian juga Menteri Perhubungan telah menyampaikan juga hal-hal yang penting untuk kita lakukan bersama dari sekarang dan ke depan nanti. Kita juga tahu tadi dari sambutan kedua beliau, yang kita lakukan ini adalah kampanye Perserikatan Bangsa-Bangsa, gerakan masyarakat sedunia untuk meningkatkan keselamatan transportasi jalan, karena korbannya sangat besar. Bayangkan satu juta orang meninggal tiap tahunnya. Limapuluh juta orang luka-luka juga tiap tahunnya, kalau tidak salah tadi secara nasional 11 ribu orang di negeri kita meninggal tiap tahunnya dengan 20 ribu kasus kecelakaan cukup besar.

Operasi militer yang dilaksanakan di negeri kita selama ini, tiap tahunnya jumlah prajurit yang gugur dan luka jauh lebih kecil, tetapi justru putra-putri bangsa, termasuk anak-anak kita, harus mengakhiri hidupnya di jalan-jalan raya. Yang mestinya kelak mereka akan menjadi putra-putri bangsa yang baik, pemimpin-pemimpin di negeri tercinta ini. Oleh karena itu, tiada kata lain kecuali mari kita sukseskan Pekan Nasional ini, dan kita sukseskan upaya bangsa dan negara kita untuk meningkatkan tingkat keselamatan transportasi jalan kita.

Saudara-saudara,
Dengan tema yang tadi diangkat, keselamatan jalan tanggung jawab kita semua, saya ingin menyampaikan beberapa harapan, ajakan dan instruksi kepada jajaran pemerintahan, utamanya yang pertama agar segera dituntaskan apa yang telah dirumuskan sekarang ini untuk menyusun kelembagaan atau wadah bagi dilaksanakannnya langkah-langkah yang koordinatif untuk mewujudkan keselamatan transportasi. Tidak boleh parsial, harus bersama-sama melaksanakannya. Yang kedua, dilanjutkan untuk merumuskan cetak biru, blueprint, bagaimana transportasi jalan dapat dilaksanakan lebih efektif lagi, karena yang sekarang, menurut saya belum cukup efektif harus kita tingkatkan. Yang ketiga, segera dituntaskan pembangunan informasi keselamatan jalan agar diketahui oleh publik, diketahui oleh pengguna jalan. Dengan demikian kita bisa mencegah terjadinya kecelakaan-kecelakaan, dan lebih dari itu kalau terjadi kecelakaan ada langkah-langkah yang cepat dan tepat. Yang keempat, rumuskan sumber pendanaan yang bisa menunjang keberlanjutan dari program peningkatan keselamatan ini. Yang kelima, tidak kalah pentingnya, mari kita lakukan pendidikan, pendidikan dini untuk anak-anak kita maupun untuk masyarakat luas supaya dapat kita kurangi secara signifikan dan dramatis angka kecelakaan ini. Dan yang keenam, atau yang terakhir, mari kita lakukan sosialisasi terus-menerus, seluas-luasnya, secara sistematis, dengan bahasa yang gampang dimengerti, termasuk aspek hukum dan etika berlalu-lintas. Enam hal itulah yang saya ingin untuk sama-sama kita lakukan dan kepada jajaran pemerintah saya harapkan dengan cepat dan tepat bisa mengembangkan langkah-langkah yang lebih efektif lagi.

Dan akhirnya Saudara-saudara, kesemua upaya ini akan berhasil apabila dua hal dapat diwujudkan: yang pertama, tanggung jawab dari kita semua, pemerintah, non pemerintah, kesemua pihak untuk benar-benar keselamatan transportasi jalan dapat ditingkatkan. Tanggung jawab yang memelihara keadaan jalan itu sendiri: Pekerjaan Umum, Bina Marga dan pihak-pihak lain termasuk jajaran Pemerintah Daerah, Gubernur, Bupati, Walikota. Jangan biarkan jalan kita tiba-tiba rusak, berlubang yang setiap saat bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

Yang kedua, rambu-rambu lalu lintas dipasang dengan, di tempat-tempat yang baik, mudah dilihat dari manapun, tanggung jawab pihak yang harus memasang rambu-rambu itu. Kemudian tanggung jawab untuk bahwa memastikan apakah motor atau mobil itu bisa berjalan di jalan-jalan dengan tingkat keamanan yang tinggi. Tanggung jawab orangtua mengingatkan putra-putrinya, mengingatkan para pengemudi, mengingatkan barangkali ibu terhadap ayahnya sebagaimana dicontohkan dalam tayangan iklan tadi, tanggung jawab kita semua, pemerintah, masyarakat luas, dunia usaha, petugas-petugas teknis, lalai kita luar biasa resiko yang ditimbulkan. Mari kita sebagai bangsa belajar bertanggung jawab terhadap sesuatu yang menjadi tugas, menjadi amanah untuk kita.

Yang kedua disiplin, disiplin dari semuanya. Disiplin petugas lalu lintas, disiplin pemelihara jalan, disiplin pengemudi, disiplin penyebrang jalan, dan lain-lain. Mari kita bikin masyarakat kita makin disiplin, termasuk anak-anak kita. Tanggung jawab, disiplin. Dan yang terakhir saya himbau kepada siapapun yang mengemudikan kendaraan bermotor, apakah roda dua, roda tiga, roda empat, entah siang, entah malam, entah di jalan tol, entah jalan biasa untuk hati-hati dan tidak ngebut. Anak-anak tahu, hati-hati dan tidak ngebut, ya diingatkan para pengemudinya, diingatkan ayah kalau ngebut, karena kalau ngebut itu, kalau ada apa-apa sulit diatasi. Ada aturan berapa batas kecepatan maksimal di setiap jalan.

Demikianlah Saudara-saudara, sekali lagi mari kita semua bertanggung jawab, mari kita tingkatkan disiplin dan kemudian untuk para pengemudi hati-hatilah dalam mengemudi dan jangan melebihi kecepatan yang ditentukan atau jangan ngebut.

Dan akhirnya dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa serta mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Pekan Nasional Keselamatan Transportasi Jalan Tahun 2007 dengan resmi saya nyatakan dimulai.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

* * * * *


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan