Pidato Presiden

Sambutan Pembukaan Sidang Tanwir Muhammadiyah 2007

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
SIDANG TANWIR MUHAMMADIYAH TAHUN 2007
YOGYAKARTA, 26 APRIL 2007



Bismilahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga-Lembaga Negara dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta beserta Ibu,
Yang saya hormati Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Bapak Prof. DR. Din Syamsudin, para penasehat dan para pengurus baik Muhammadiyah maupun Aisiyah di seluruh tanah air,
Yang saya muliakan para sesepuh dan para ulama Muhammadiyah baik yang hadir pada acara ini maupun yang sedang mengemban tugas di tempat yang lain,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Sebelum saya menyampaikan sambutan pada acara yang penting dan bersejarah ini ijinkan saya untuk menyampaikan ucapan yang tulus, terima kasih dan penghargaan saya kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah atas pikiran yang kritis dan konstruktif yang tadi disampaikan dalam kutbah iftitah yang sama-sama kita dengar.

Saya menyimak dengan seksama Pak Din dan bahkan ketika Pak Din menyampaikan pidato tadi, kita merasakan ada getaran, ada gempa bumi dengan kekuatan 4,1 skala richter, pusat gempanya disebelah selatan Bantul, kedalaman 34 kilometer, alhamdulillah, alhamdulillah, tidak ada tsunami, sejauh ini tidak ada kerusakan. Semoga itu pertanda bahwa Allah Yang Maha Mendengar meridhoi niat baik dan semangat Muhammadiyah untuk membangun bangsa dan negara tercinta ini.

Komitmen dan niat dari Keluarga Besar Muhammadiyah untuk membangun negeri ini sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Din tadi tentu sebagai seorang yang sedang mengemban amanah sekarang ini saya sambut dengan baik, mari bersama-sama kita selamatkan dan kita bangun negeri tercinta ini.

Hadirin yang berbahagia,
Marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridho-Nya kita dapat menghadiri Pembukaan Sidang Tanwir Muhammadiyah Tahun 2007. Shalawat dan salam marilah sama-sama kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat dan pengikut-pengikut beliau sampai akhir jaman. Kita berdoa semoga kita semua yang hadir dalam Sidang Tanwir ini akan senantiasa mendapatkan bimbingan dan perlindungan dari Allah SWT.

Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk mengungkapkan rasa hormat yang mendalam kepada para ulama, para sesepuh dan seluruh jajaran Pimpinan Muhammadiyah di seluruh tanah air. Rasa hormat yang mendalam itu perlu saya ungkapkan mengingat betapa besar keikhlasan dan pengabdian yang telah diberikan oleh para ulama, sesepuh dan pimpinan Muhammadiyah dalam meneruskan tugas dakwah dan membina amal usaha Muhammadiyah hingga dewasa ini.

Sesungguhnya keikhlasan dan pengabdian yang tiada batas itulah yang membuat Persyarikatan Muhammadiyah terus tumbuh dan berkembang seperti yang kita saksikan sekarang ini. Ikhlas dalam beramal, demi mengabdikan diri kepada Allah SWT, memang menjadi salah satu tuntunan ajaran Islam. Jika saja sikap seperti ini diteladani oleh seluruh komponen bangsa kita, saya yakin, tidak ada persoalan bangsa seberat apapun yang tidak dapat kita selesaikan. Semoga sikap keikhlasan dan pengabdian para ulama, sesepuh dan seluruh jajaran Pimpinan Muhammadiyah itu tetap kuat dan terus berkembang di masa depan.

Hadirin yang saya hormati,
Khusus mengenai sidang Tanwir Muhammadiyah tahun ini, pertama-tama saya turut berdoa semoga sidang kali ini dapat melahirkan pikiran dan gagasan-gagasan yang segar untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh umat Islam pada khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya.

Saya katakan demikian karena saya mengetahui dengan pasti bahwa dalam pemikiran warga Muhammadiyah tidak ada batas antara persoalan umat Islam di tanah air dengan persoalan bangsa kita secara keseluruhan. Sebagian besar warga bangsa adalah umat Islam. Oleh karena itu agenda keumatan sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dengan agenda kebangsaan.

Hadirin yang saya muliakan,
Sidang Tanwir Muhammadiyah tahun 2007 kali ini mengangkat tema: “Peneguhan dan Pencerahan Gerakan untuk Kemajuan Bangsa”. Tema ini sungguh kontekstual dan relevan dengan perkembangan keadaan dewasa ini.

Dengan peneguhan gerakan, maka Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan yang senantiasa menggelorakan amar ma’ruf nahi munkar serta memperjuangkan syiar Islam, diharapkan tetap konsisten dengan visi dan komitmennya. Sebagaimana kita ketahui bersama Persyarikatan Muhammadiyah bertujuan untuk “Menjunjung Tinggi Agama Islam, sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.

Namun demikian disamping melakukan gerakan keagamaan, Muhammadiyah juga sebagai sebuah gerakan sosial yang senantiasa peka dan tanggap terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi oleh umat Islam dan Bangsa Indonesia.

Gerakan pencerahan mesti menyentuh pemikiran dan upaya besar Muhammadiyah dalam melakukan perbaikan kehidupan bangsa secara menyeluruh. Sebagaimana tadi kita dengar dalam pidato Ketua Umum PP Muhammadiyah. Didalamnya tentu saja termasuk keberpihakan yang tinggi pada umat, khususnya para kaum dhu’afa dan fakir miskin, sehingga taraf hidup dan kesejahteraan mereka terus dapat kita tingkatkan dari masa ke masa.

Saudara-saudara,
Presiden pertama kita, Presiden Soekarno pernah mengatakan (saya kutip) : “Dengan sedikit bicara banyak bekerja, Muhammadiyah telah memodernisasi cara mengembangkan Islam sehingga di seluruh tanah air Indonesia mulai Sabang sampai Merauke”. Selanjutnya beliau menyampaikan : “ Saya ingin berpesan kepada saudara-saudara supaya berpegang pada motto : “ Sedikit bicara banyak bekerja”, inilah sebabnya Muhammadiyah berkumandang dan menjadi besar. Demikian kata-kata Presiden pertama kita.

Sejalan dengan motto Muhammadiyah ini kita semua menyaksikan bahwa program-program da’wah bil hal yang dilakukan Muhammadiyah terus berkembang. Amal usaha pendidikan dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi tersebar di seluruh pelosok tanah air. Rumah Sakit dan Poliklinik bertebaran dimana-mana. Pengembangan ekonomi mikro dan perbankkan juga telah memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat kita.

Panti asuhan dan Panti Sosial lainnya telah menampung warga yang tidak berdaya. Semuanya ini membuktikan bahwa Muhammadiyah sungguh ingin mempertahankan motto : “Sedikit bicara banyak bekerja” itu. Saya berpesan kepada saudara-saudara untuk terus melanjutkan dan mengembangkan karya nyata dan amal usaha itu, masa kini dan masa depan.

Hadirin yang berbahagia,
Tentu tema-tema yang menjadi fokus perhatian dari Persyarikatan Muhammadiyah akan terus berkembang dari zaman ke zaman. Tantangan yang dihadapi pada awal berdirinya Persyarikatan ini dengan tantangan yang kita hadapi sekarang tentu berbeda. Kita tidak lagi hidup di zaman penjajahan. Kita telah lama menjadi bangsa yang merdeka, yang kita capai dengan tidak terlepas dari peranan tokoh-tokoh Muhammadiyah.

Sejak awal, Muhammadiyah bukan saja menggelorakan semangat pembaharu dalam makna pembaharuan pemikiran dan pemahaman terhadap ajaran agama, melainkan juga melakukan pembaharuan sosial dan pembaharuan ekonomi. Karya nyata Muhammadiyah dalam bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan dan ekonomi tadi telah saya sampaikan.

Kini kita membutuhkan pemikiran-pemikiran yang lebih segar dari Muhammadiyah bukan saja dalam memecahkan persoalan-persoalan bangsa, melainkan juga dalam menghadapi isu-isu global yang terus berkembang. Kesetiaan warga Muhammadiyah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak perlu kita ragukan lagi. Terima kasih tadi diingatkan kembali kepada kita semua, kepada seluruh rakyat Indonesia. Keinginan warga Muhammadiyah menjadikan bangsa kita menjadi bangsa yang maju dan sejahtera juga terlihat nyata. Sebab itu saya mengajak seluruh warga Muhammadiyah, pupuklah dan kembangkan terus kecintaan dan semangat itu.

Mengenai pendidikan, persoalan yang dihadapi Muhammadiyah sekarang ialah bagaimana meningkatkan mutu pendidikan sehingga sekolah Muhammadiyah dapat menjadi sekolah yang unggul. Pemerintah memang terus mendorong kemajuan dunia pendidikan kita.

Sebagian besar masyarakat kita masih hidup dalam kemiskinan. Itulah sebabnya kita ingin ke depan ini, saya mengajak Keluarga Besar Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan kita dengan biaya yang murah, dengan cara-cara yang mudah dan bahkan gratis bagi saudara-saudara kita yang miskin. Demikian juga dibidang kesehatan mudah, murah dan gratis juga bagi saudara-saudara kita yang benar-benar tidak mampu.

Sementara sebagian warga masyarakat kita ada yang telah tergolong mampu menyekolahkan putera-puterinya ke sekolah-sekolah yang bergengsi. Muhammadiyah harus memikirkan hal ini agar di masa depan mampu melahirkan elit bangsa yang bukan hanya sejalan dengan visi dan cita-cita Muhammadiyah tetapi juga menjadi putera-puteri bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi.

Muhammadiyah tentu harus pula mampu meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang kini tersebar di seluruh pelosok tanah air. Dilihat dari sudut kualitasnya kita tidak meragukan banyaknya perguruan tinggi Muhammadiyah yang membuka berbagai jurusan pada jenjang pendidikan tinggi. Dalam berbagai kunjungan saya ke tanah air, saya banyak berinteraksi dengan lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola oleh Muhammadiyah.

Sumbangan dari perguruan tinggi itu dalam melahirkan warga bangsa yang terdidik sangatlah besar. Namun, Muhammadiyah masih perlu bekerja lebih keras lagi dalam meningkatkan kualitas perguruan tingginya sehingga benar-benar mampu melahirkan kaum terdidik yang mumpuni dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

Saudara-saudara, hadirin-hadirot yang saya muliakan,
Kita harus jujur mengakui bahwa peranan Muhammadiyah dalam mendorong kemajuan ekonomi, menurut catatan saya, relatif berada di belakang dari amal usahanya di bidang pendidikan, kesehatan dan karya sosial lainnya.

Dalam catatan saya pula, jajaran pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah yang berasal dari kalangan dunia bisnis semakin sedikit. Pimpinan Muhammadiyah kini lebih didominasi oleh kaum intelektual, akademisi, birokrat dan aktivis pergerakan sosial lainnya.

Saya berharap, dalam Sidang Tanwir kali ini keterlibatan Muhammadiyah dalam memajukan ekonomi bangsa terutama dalam bidang ekonomi kerakyatan sungguh mendapat tempat yang luas dalam pembahasannya.

Agar negara kita terbebas dari kapitalisme global kita berdayakan kemampuan kita, kita bangkitkan kemampuan sendiri dengan demikian kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Kita percaya bahwa makin tinggi tingkat kemajuan ekonomi umat Islam dan bangsa kita komitmen mereka kepada pengalaman ajaran-ajaran Islam akan semakin meningkat pula. Kemiskinan saudara-saudara sering menjauhkan umat dari nilai-nilai agamanya.

Kenyataan empiris masyarakat kita menunjukkan bahwa ada kesejajaran antara kemajuan ekonomi dengan meningkatnya kesadaran beragama. Namun kita harus pula menyadari bahwa persaingan ekonomi masa kini baik antar kelompok masyarakat didalam negeri, maupun antar negera pada tingkat regional dan global terasa begitu besar.

Muhammadiyah harus memikirkan cara-cara yang cerdas dan efektif untuk mendorong warganya dan mendorong umat Islam di tanah air dalam memasuki dunia usaha yang terus berubah dan menang dalam persaingan yang makin keras itu. Jika usaha itu dilakukan maka saya yakin Muhammadiyah akan kembali menjadi pelopor pembaharuan masyarakat dalam memajukan ekonomi bangsa kita.

Saudara-saudara,
Sebagai organisasi sosial keagamaan yang besar di tanah air Muhammadiyah tentu tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab moral untuk memperteguh solidaritas dunia Islam. Diberbagai belahan dunia, umat Islam masih bergulat dengan upaya untuk keluar dari penderitaan, kemiskinan, rasa tidak aman dan ketidakadilan.

Oleh karena itu Muhammadiyah khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya haruslah terus berperan aktif dan berkontribusi untuk membantu saudara-saudaranya itu melalui cara dan upaya-upaya yang tepat dan efektif.

Diberbagai kesempatan termasuk dalam forum Organisasi Konferensi Islam, D-8 adalah Organisasi Ekonomi Sosial 8 Negara Islam (Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Turki, Mesir dan Iran), 2 tahun ini saya sebagai Ketua D-8, dan kegiatan bilateral dengan negara-negara Islam sering saya sampaikan perlunya memperkokoh persatuan dan sinergi kekuatan Islam termasuk kekuatan ekonomi untuk dapat membantu negara-negara Islam yang masih mengalami kesusahan.

Dengan pimpinan OKI dalam forum D-8, saya katakan banyak negara-negara Islam yang memiliki kemampuan finansial, kemampuan ekonomi yang apabila digunakan membantu saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan, utamanya kesulitan ekonomi akan sangat efektif untuk meringankan beban mereka.

Masalahnya adalah apakah kita sungguh memiliki kesadaran yang bulat untuk mengalirkan sebagian yang kita miliki itu, untuk membantu saudara-saudara kita di tempat-tempat yang mengalami permasalahan itu.

Ketika saya diundang oleh Universitas Ibnu Saud di Riyadh, Saudi Arabia, saya sampaikan waktu itu bahwa peradaban Islam pada millenium pertama sungguh besar. Millenium kedua tertinggal dengan peradaban barat. Millenium ketiga sekarang ini saatnya kita untuk membangkitkan kembali peradaban besar itu karena saya tahu banyak putera-puteri Islam dibanyak negara didunia ini yang memiliki keunggulan yang luar biasa. Apabila disatukan maka akan banyak memberikan solusi pada permasalahan yang dihadapi oleh umat di dunia. Dengan demikian Islam akan benar-benar menjadi rahmat bagi semesta alam.

Saudara-saudara,
Itulah yang dapat saya sampaikan pada forum yang mulia ini. Mari kita bersama-sama senantiasa memohon bimbingan dan petunjuk Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Sidang Tanwir Muhammadiyah tahun ini membawa kemajuan bagi persyarikatan, bagi umat Islam dan bagi bangsa kita seluruhnya.

Akhirnya dengan memohon ridho Allah SWT dan dengan ucapan ”Bismillahirrahmanirrahim” Sidang Tanwir Muhammadiyah Tahun 2007 dengan resmi saya nyatakan dibuka. Demikian.

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.


*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan