Pidato Presiden

Sambutan Peresmian Proyek-Proyek di Provinsi Bali

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PROYEK-PROYEK
DI PROVINSI BALI
PELABUHAN NUSA PENIDA, 28 APRIL 2007



Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Saudara Gubernur Bali, Pimpinan DPRD Bali, Bupati Klungkung dan para Pejabat dan Pimpinan yang bertugas di daerah Bali, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun dari TNI dan Polri, Saudara-saudara Pimpinan BUMN dan Lembaga Pemerintah Non Departemen,

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Om swastiastu,
Sebelum saya menyampaikan sambutan pada acara yang sungguh penting ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal. Tadi pagi saya bertolak dari Tampaksiring menggunakan kendaraan darat melewati Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem. Sepanjang jalan saya beserta istri tidak habis-habisnya memuja kebesaran Tuhan, karena apa yang saya lihat sepanjang perjalanan di Pulau Dewata ini semuanya serba indah. Saya melihat bukit dan pegunungan indah, melihat persawahan indah, melihat perkampungan di sepanjang jalan indah. Dan istri saya berkomentar, barangkali karena saudara-saudara kita di Pulau Bali ini memiliki kegiatan spiritualitas yang tinggi, Tuhan memberkati.

Beberapa kali lembaga internasional memberikan predikat, Bali sebagai pulau yang terindah di dunia. Bahkan juga disebutkan beberapa kali, bahwa Pulau Bali adalah tujuan wisata yang paling diminati oleh para wisatawan dari berbagai Negara. Oleh karena itulah, Saudara-saudara kita harus terus memelihara keamanan, ketertiban, dan semua yang menjadi karakteristik yang khas Bali ini, keindahan alamnya, keluhuran nilai budayanya, kehidupan masyarakatnya yang memelihara nilai dan tradisi yang baik dan yang lain-lain.

Kita pernah berduka pada tahun 2002 dan 2005 ketika keamanan, keteduhan Bali dirobek oleh mereka-mereka yang tidak bertanggung jawab. Tetapi alhamdulillah dengan kerja keras kita bersama-sama, keadaan telah pulih dan mudah-mudahan Bali terus dapat kita pertahankan keamanan, ketertiban, keindahan, dan kebesarannya sehingga membawa manfaat, bukan hanya bagi saudara-saudara yang ada di Bali, tetapi juga bagi bangsa Indonesia dan juga menjadi kebanggaan dari dunia.

Saudara-saudara,
Kali ini saya bersama delegasi mengikuti kegiatan selama kurang lebih tiga hari di Bali. Kemarin sebagaimana Saudara ikuti, saya dengan Perdana Menteri Singapura melaksanakan pertemuan bilateral di Istana Tampaksiring. Dan setelah 37 tahun kurang lebih, sejak Presiden Soeharto, Presiden Habibie, Presiden Gus Dur, Presiden Megawati, dan saya kita terus bergulat, berjuang, agar lahir yang kita sebut Perjanjian Ekstradisi, kita dengan Singapura. Akhirnya dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, kemarin telah ditandatangani Perjanjian Ekstradisi itu di Tampaksiring. Mudah-mudahan ini membawa kebaikan dan tekad kita dengan kerjasama ekstradisi ini atau Perjanjian Ekstradisi ini, kalau ada penjahat-penjahat dari negeri kita bersembunyi di negara-negara lain, misalnya koruptor yang membawa uang negara yang begitu besar, dimana pun di dunia ini, kalau kita memiliki Perjanjian Ekstradisi, maka bisa kita bawa pulang, kita adili dan mengembalikan harta yang dicuri dari negara dan rakyat Indonesia.

Hari ini saya sangat bersyukur bisa berada di tengah Saudara-saudara sekalian untuk meresmikan, katakanlah berbagai proyek pembangunan. Kita melaksanakan pembangunan secara terus-menerus, tetapi apa yang akan kita resmikan hari ini adalah apa yang telah kita capai hingga saat ini dan tentunya tidak akan pernah berhenti, kita membangun karena tujuan akhir adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, kesejahteraan Saudara-saudara semua.

Nanti malam saya mendapat kehormatan untuk menghadiri Dharma Santi di Denpasar dengan umat Hindu di seluruh Indonesia. Dan besok saya dijadwalkan untuk membuka dan menghadiri Konferensi Internasional Parlemen sedunia yang disebut Inter-Parliamentary Union yang juga dilaksanakan di Bali, Indonesia. Dengan demikian, Bali, Indonesia akan makin dikenal oleh dunia, karena banyaknya kegiatan yang kita laksanakan di tanah air kita, khususnya di Pulau Dewata ini.

Akhir tahun ini, kita mendapat kehormatan kembali untuk menjadi tuan rumah bagi Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa untuk membahas tentang perubahan iklim atau pemanasan global yang kita sering dengar sebagai climate change ataupun global warming. Puluhan ribu yang akan datang di Pulau Dewata ini, mudah-mudahan ini juga menjadi sumber wisata dan ekonomi kita. Karena setiap saat saya menawarkan, datanglah ke Indonesia lakukan konferensi, seminar itu di Bali pada prinsipnya, responnya baik. Mari kita menjadi tuan rumah yang baik, agar terus tumbuh wisata dan kegiatan ekonomi di negeri kita, utamanya di Pulau Bali yang sama-sama kita cintai dan kita banggakan.

Demikianlah pengantar saya dan ijinkan saya sekarang untuk menyampaikan sambutan pada acara yang sungguh penting pada hari ini.

Hadirin yang saya hormati,
Hari ini, kita kembali bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat menghadiri Peresmian Proyek-proyek Pembangunan di Provinsi Bali. Saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini, untuk menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Perhubungan, Pemerintah Daerah Provinsi Bali, serta pihak swasta dan masyarakat luas tentunya yang telah berperan serta membangun berbagai proyek di daerah ini. Semoga dengan selesainya pembangunan proyek-proyek ini, tingkat kemajuan dan kesejahteraan makin meningkat, serta dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh saudara-saudara kita yang ada di Provinsi Bali.

Sebagaimana kita ketahui bersama, salah satu di antara lima sasaran pokok dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat adalah meningkatnya dukungan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur, baik pembangunan di bidang pekerjaan umum maupun di bidang perhubungan dapat mendorong meningkatnya aktifitas ekonomi, aktifitas sosial, dan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat kita, dan lebih jauh lagi dapat meningkatkan pengembangan wilayah secara keseluruhan.

Salah satu infrastruktur penting yang harus kita bangun adalah infrastruktur di bidang transportasi, terutama jalan dan jembatan. Akses masyarakat terhadap pelayanan transportasi sangat tergantung pada tersedianya prasarana dan sarana transportasi, serta kemampuan daya beli masyarakat terhadap biaya transportasi itu. Salah satu kendala belum terpenuhinya seluruh infrastruktur di negara kita, adalah letak geografis dan kepadatan penduduk yang tidak merata. Tengoklah tanah air kita yang begitu luas, begitu banyak pulau, dan kondisi biografi yang berbeda-beda. Masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil, daerah pedalaman atau di gunung-gunung masih sulit mendapatkan akses pelayanan transportasi. Ketersediaan prasarana jalan di daerah terpencil dan pedalaman juga masih belum sepenuhnya dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

Pemerintah menyadari, bahwa jaringan transportasi merupakan urat nadi pertumbuhan wilayah. Oleh karena itu, kehandalan jaringan transportasi, khususnya jalan merupakan prasyarat guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Berkaitan dengan itu, Pemerintah telah menetapkan jalan nasional sepanjang ± 34.000 km pada akhir 2009, paling tidak 90% harus dalam kondisi mantap.

Di samping itu, saya sudah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum, agar jalan-jalan ekonomi regional yang mengalami kerusakan dapat segera diperbaiki. Jalan-jalan ekonomi regional itu meliputi, jalur ekonomi lintas Timur Sumatera; lintas Pantura Jawa; lintas Selatan Kalimantan; lintas Barat Sulawesi; lintas Maluku dan Papua serta lintas Bali, NTB, dan NTT. Jalan dan Jembatan yang kita resmikan di Bali hari ini, merupakan bagian dari lintas jalan Bali, NTB, NTT.

Dengan selesainya proyek pembangunan infrastruktur di bidang pekerjaan umum, yaitu jalan Tohpati – Kusamba dan jembatan Tukad Bangkung, diharapkan dapat memacu pertumbuhan pembangunan ekonomi Bali Timur yang relatif masih tertinggal. Kita sudah mendengarkan laporan, persentasi, dan penjelasan Bapak Gubernur tadi yang sangat gamblang. Dengan demikian, kita yakin makin terbangunnya infrastruktur, maka kehidupan ekonomi di seluruh Wilayah Bali akan lebih meningkat lagi. Pembangunan jalan dan jembatan selain dapat mendorong pengembangan wilayah dan membuka kawasan yang terisolasi, juga dapat memperlancar arus lalu lintas, serta memperpendek jarak dan waktu tempuh.

Hadirin yang saya hormati,
Dalam rangka menunjang ketahanan pangan, khususnya beras, hingga tahun 2009 perlu dibangun dan direhabilitasi jaringan irigasi teknis yang dapat mengairi sawah seluas ± 7,2 juta hektar, serta irigasi rawa seluas 1,8 juta hektar. Oleh karena itu, Pemerintah terus berupaya untuk memenuhi ketersediaan sumber daya air, khususnya irigasi. Saat ini kita masih menghadapi sejumlah permasalahan, mencakup rendahnya kualitas operasional dan pemeliharaan, serta kurangnya optimalisasi pemanfaatan fasilitas yang ada. Dari potensi jaringan irigasi di tanah air seluas 6,77 juta hektar diperkirakan sekitar 1,67 juta hektar atau hampir 25%-nya masih belum berfungsi dengan baik. Di daerah irigasi yang masih berfungsi pun diperkirakan terjadi kerusakan hingga 30%. Sebagian besar kerusakan itu, justru terjadi di daerah-daerah penghasil beras nasional di Pulau Jawa dan Sumatera. Luas tanah produktif beririgasi, juga makin menurun, karena terjadinya alih fungsi lahan menjadi lahan non pertanian, terutama perumahan. Ini harus menjadi catatan kita semua.

Melalui forum yang baik ini, saya serukan dan saya ajak para Pimpinan Pemerintahan di Pusat dan di Daerah, para Gubernur, para Bupati, para Walikota, masyarakat luas, dan semua pihak untuk benar-benar bekerja keras, satu, dua, tiga tahun mendatang ini untuk meningkatkan ketahanan pangan kita, utamanya kecukupan beras. Kita harus menyadari, karena faktor pemanasan global, perubahan iklim sering terjadi perubahan musim tanam, bencana alam lebih sering terjadi, akibatnya kesediaan pangan bisa berkurang, sementara penduduk jumlahnya meningkat terus.

Oleh karena itu, satu-satunya solusi oleh bangsa kita sendiri, sekarang dan ke depan tiada lain adalah meningkatkan ketahanan pangan kita, meningkatkan produksi beras kita. Caranya adalah, satu pertanian harus terus tumbuh dan terus berkembang. Kita kembangkan benih atau bibit yang tepat, pupuk yang tepat, cara-cara bercocok tanam yang tepat, upaya efektif untuk melawan hama dan lain-lainnya. Kita pastikan, bahwa jaringan irigasi cukup, airnya cukup. Kita pastikan, setelah panen ada mekanisme dan manajemen yang baik. Dengan demikian, penjualannya menjadi baik. Apabila itu tercapai, maka beras kita cukup untuk kebutuhan kita, harganya tepat, karena melindungi petani, namun juga tidak terlalu mahal sehingga bisa dijangkau oleh seluruh rakyat Indonesia. Itulah yang saya serukan kepada seluruh pihak untuk dengan sungguh-sungguh meningkatkan ketahanan pangan kita ini.

Dulu di tanah air kita banyak embung, tempat simpanan air, sekarang berkurang. Mari kita lakukan gerakan kembali embungisasi, menambah, memelihara tempat-tempat untuk penampungan air. Kita kurang cerdas, kadang-kadang hujan turun lebat mengakibatkan banjir. Padahal kalau kita cerdas, ketika hujan turun, ketika curah hujan begitu tingginya, kita tampung air itu dan manakala air itu diperlukan misalkan musin kemarau, kita bisa mengaliri sawah-sawah kita, kita bisa mencukupi kebutuhan air minum untuk rakyat kita. Saya meminta Pak Gubernur, Pak Bupati, semua yang ada di Bali ini menjadi contoh, karena saya lihat sistem pengairannya baik, pertahankan itu dan kembangkan di waktu yang akan datang.

Saudara-saudara,
Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas pelayanan sumber daya air dan guna memenuhi kebutuhan air irigasi telah dilakukan berbagai upaya. Upaya itu antara lain rehabilitasi dan peningkatan jaringan, fungsionalisasi dan pembangunan jaringan irigasi baru, serta rehabilitasi rawa dan pencetakan sawah baru. Anggaran untuk Departemen Pekerjaan Umum atau anggaran untuk pembangunan infrastruktur tahun 2007 ini cukup tinggi, 2008 lebih tinggi lagi. Saya ingin uang negara itu betul-betul digunakan untuk membangun infrastruktur, sehingga ekonomi bergerak di seluruh Indonesia, termasuk infrastruktur untuk pertanian, agar semua produk pertanian bukan hanya beras tentunya, juga perikanan, juga rumput laut, juga peternakan dan lain-lain juga berkembang dengan lebih pesat lagi.

Dengan selesainya Bendungan Telaga Tunjung di Kabupaten Tabanan, mudah-mudahan dapat meningkatkan produksi pertanian di daerah ini. Bendungan ini sengaja kita bangun untuk dapat memenuhi kebutuhan air irigasi di areal persawahan yang luasnya mencapai ribuan hektar. Di samping itu, air Bendungan Telaga Tunjung juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, baik rumah tangga maupun industri. Pembangunan Bendungan Telaga Tunjung juga merupakan bukti dari upaya perbaikan lingkungan. Oleh karena itu, sebagaimana yang dilaporkan oleh Saudara Gubernur tadi, saya berharap bendungan tersebut, juga dapat diberdayakan menjadi salah satu objek pariwisata tirta. Saya kira akan menjadi obyek wisata yang baik nantinya dan sekaligus pembangkit listrik tenaga mikrohidro.

Saya menerima laporan Kabupaten Karangasem misalnya kekurangan listrik, di Nusa Penida juga ada kekurangan listrik. Oleh karena itu, di sini hadir beberapa Menteri, kebetulan Menteri Energi tidak datang, tidak bisa hadir. Tetapi saya ingin Menteri-menteri terkait bekerja sama dengan Gubernur, Bupati yang ada di Provinsi Bali ini memprioritaskan mana-mana yang perlu di bangun lebih dahulu sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada. Dengan demikian, kebutuhan saudara, kebutuhan ekonomi dan sosial akan secara bertahap kita penuhi.

Hadirin yang saya muliakan,
Proyek lain yang kita resmikan penggunaannya pada hari ini, adalah pembangunan Dermaga Nusa Penida dan kapal penyeberangan. Saya sudah menyeberangi laut yang indah ini dengan kapal yang ada di depan Saudara-saudara. Sedikit goyang karena ombaknya tinggi, tapi nyaman. Bagi kita alat transportasi itu syarat pertama aman, penumpangnya selamat. Oleh karena itu, Menteri Perhubungan memiliki pekerjaan rumah yang berat dan harus dilaksanakan sungguh-sungguh. Saya tidak ingin transportasi di negeri ini, apakah darat, laut, udara tidak memiliki keselamatan yang paling tinggi, utamakan keselamatan bagi penumpang. Kalau ingin berusaha di bidang transportasi darat, laut, udara, maka usaha transportasi mengutamakan juga keselamatan.

Jajaran Departemen Perhubungan, Pemerintah Daerah juga mengutamakan tindakan keselamatan. Penumpang kalau diberi tahu sudah penuh, jangan naik lagi karena berbahaya, jangan makssa untuk naik juga, karena juga untuk keselamatan. Dengan demikian, kalau semuanya dengan penuh kesadaran, kerjasama, saya yakin akan selamat transportasi di negeri ini. Tahu ombaknya besar jangan berlayar. Tahu cuacanya buruk jangan terbang, begitu ini kesadaran kita semua. Beri tahu rakyat cuacanya buruk, gelombangnya tinggi jangan berangkat dulu, tunggu, besok barangkali. Ini tanggung jawab kita semua untuk bersama-sama menjamin keselamatan dari transportasi kita.

Saudara-saudara,
Dengan selesainya pembangunan Dermaga Nusa Penida, selain bermanfaat untuk pengembangan wilayah, juga diharapkan dapat membuka isolasi dan mempercepat akses ke pulau-pulau lainnya. Dengan adanya kemudahan transportasi di Pulau Nusa Penida ke depan pulau ini dapat dikembangkan menjadi kawasan pariwisata yang unggul. Saya sudah jatuh hati tadi melihat pulau ini dari jauh. Mudah-mudahan, insya Allah suatu saat, saya sebagai wisatawan nanti, sebagai rakyat biasa datang ke tempat ini bertemu dengan Saudara-saudara sudah lebih maju lagi keadaannya.

Pembangunan pelabuhan penyeberangan merupakan komitmen Pemerintah untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah menyadari Saudara-saudara, potensi kekayaan alam dan luasnya wilayah Indonesia hanya memberi manfaat yang besar, jika dikelola secara baik dan terpadu. Sementara itu, untuk membangun infrastruktur transportasi, termasuk pelabuhan diperlukan dana yang tidak sedikit jumlahnya. Pemerintah akan memberikan dukungan terhadap setiap upaya yang dilakukan, baik oleh Pemerintah Daerah, BUMN dan Swasta dalam penyelenggaraan transportasi. Kita perlu memberikan applause, penghargaan karena Pemerintah Provinsi Bali memiliki inisiatif untuk mengadakan kapal yang ada di depan kita ini. Mudah-mudahan Provinsi yang lain juga memiliki kreatifitas, inovasi untuk mengembangkan apa yang bisa dikembangkan daerah.

Dengan demikian, adil, Kabupaten berusaha membangun Kabupatennya sendiri, Provinsi juga demikian, Pemerintah Pusat membantu dengan penataan yang adil. Karena sumber daya Pemerintah Pusat tentu harus kita distribusikan secara adil ke seluruh wilayah Indonesia. Demikian juga Provinsi juga dibagi Kabupaten dan Kota, maka kalau Pak Bupatinya inovatif, kreatif, cinta pada rakyatnya, turun ke lapangan, siang dan malam memikirkan bagaimana membangun daerahnya, jadi daeahnya itu. Itu yang harus kita kembangkan bersama-sama.

Pembangunan proyek pelabuhan penyeberangan ini merupakan wujud nyata dari kebersamaan atau kerjasama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada Provinsi Bali, tadi sudah saya sampaikan yang telah memiliki inisiatif untuk membangun kapal penyeberangan untuk melayani lintas Nusa Penida ke Bali Daratan. Ke depan saya minta kepada Menteri Perhubungan, tolong dicatat oleh Saudara-saudara dalam hati, dapat merealisasikan tambahan pelabuhan baru di pantai Selatan Bali guna memperluas jaringan dan membuka isolasi. Saya ditunjukkan tadi tempatnya di sebelah Utara ya. Sering telepon Pak Hatta saja nanti. Tambahan pelabuhan baru itu sekaligus untuk mengembangkan pariwisata bahari. Indah sekali kalau kita diving di sekitar ini dan juga mengantisipasi padatnya pelabuhan yang telah ada.

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Demikianlah sambutan saya dalam rangka peresmian proyek-proyek pembangunan di Bali hari ini. Dan dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, serta mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Proyek-proyek Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Bali dengan resmi saya nyatakan dibuka.

Terima kasih.
Om santi santi santi om.

*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan