Pidato Presiden
Sambutan Peluncuran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PELUNCURAN PROGRAM NASIONAL
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
LAPANGAN KANTOR WALIKOTA PALU, SULAWESI TENGAH
30 APRIL 2007
Bismilahirrahmanirahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang terhormat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Saudara Gubernur Sulawesi Tengah, Saudara Gubernur Gorontalo, para Perwakilan Negara Sahabat dan Pimpinan Bank Dunia,
Yang saya hormati para Pemuka Agama, para Ulama, para Tokoh Masyarakat, para pimpinan dan pejabat negara yang bertugas di Sulawesi Tengah utamanya, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri, para Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara, Anak-anak,
Hadirin sekalian yang saya muliakan.
Pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena kepada kita masih diberi kesempatan untuk melanjutkan ibadah kita sebagai umat hamba Tuhan dan masih diberikan kekuatan dan kesehatan untuk melanjutkan karya kita, pengabdian kita, dan tugas kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Sebelum saya menyampaikan sambutan pada acara yang sungguh penting hari ini, saya ingin meminta maaf. Yang pertama, sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Gubernur tadi acara ini yang seharusnya dimulai pukul 13.00 baru dilaksanakan pukul 14.00. Saya termasuk yang menghormati dan disiplin pada waktu, dimanapun saya mengikuti acara, karena kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu. Waktu adalah sahabat yang setia, kalau kita pandai-pandai menggunakan waktu untuk sesuatu yang bermaslahat, tetapi waktu juga menjadi musuh kita manakala kita menyia-nyiakannya. Faktor cuacalah yang mengakibatkan perjalanan helikopter kami lebih lambat dari yang direncanakan dan juga silaturahim yang tadi dilaksanakan di Parigi yang juga lebih dari waktu yang kita dialokasikan.
Permintaan maaf yang kedua, baru kali ini saya bisa berkunjung kembali ke Sulawesi Tengah. Sudah sangat lama, saya ingin kembali ke Provinsi yang kita cintai bersama ini. Tetapi 2 tahun pertama, Saudara-saudara tahu, negara kita mengalami banyak cobaan dan ujian, utamanya bencana alam. Saya harus terbang dari satu pulau ke pulau yang lain untuk mengatasi bencana itu, bertemu dengan saudara-saudara kita yang tengah mengalami musibah. Oleh karena itu, saya yakin Saudara akan memahami, apabila baru kali ini saya dapat berkunjung, setelah mengemban amanah sejak akhir 2004 yang lalu. Meskipun ini bukan kunjungan saya pertama ke Sulawesi Tengah.
Tahun 2001, 2002, 2003 saya ingat 4, 5 kali, saya berkunjung ke Propinsi ini ketika waktu itu konflik sedang menjadi keprihatinan kita. Saya datang ke Palu, ke Poso, ke Tentena dan ke tempat-tempat yang lain untuk menghadirkan kembali kerukunan, kedamaian, dan persatuan di antara kita semua. Panjang yang kita lewati, menjadi kenangan yang sangat bermanfaat untuk kita petik pelajarannya. Jangan sampai ketenangan, persatuan, kerukunan yang baik ini dirobek kembali, sehingga kita semuanya menjadi menderita, karena sesungguhnya konflik dan permusuhan itu tidak kita harapkan.
Untuk sekedar nostalgia Bapak, Ibu dan Hadirin, pernah pada saat itu bulan Ramadhan, saya melaksanakan kunjungan dari Palu ini dengan kendaraan darat menuju ke Poso, ke Tentena, Poso kembali ke sini. Dan ketika maghrib datang kami sedang di tengah perjalanan tidak ada tempat waktu itu untuk berbuka puasa. Kami berbuka puasa setengah sepuluh malam di Parigi, masih menjadi ingatan kita. Tetapi Allah Maha Besar, semua itu ternyata membawa berkah dan mudah-mudahan Sulawesi Tengah yang kita cintai bersama ini makin ke depan makin damai, makin tenang, dan makin sejahtera.
Hadirin yang saya muliakan,
Dalam pengantar Pak Gubernur tadi dikatakan, bahwa dalam pemilihan tahun 2004 yang lalu banyak saudara-saudara yang di Sulawesi Tengah ini menyampaikan amanahnya kepada saya. Bagi saya, semua, saudara-saudara yang ada di Sulawesi Tengah ini, saya sayangi, saya cintai seadil-adilnya, insya Allah. Karena pemimpin siapapun haruslah mengayomi semua, adil kepada semua, tidak boleh membeda-bedakan. Kalau ada masalah diselesaikan dengan baik, dengan kasih sayang dan kecintaan yang setinggi-tingginya. Mudah-mudahan semangat seperti ini ada di hati bagi semua yang sedang mengemban amanah, apakah Kepala Desa, apakah Camat, apakah Bupati, apakah Walikota, apakah Gubernur, apakah Menteri, apakah Wakil Presiden, Presiden, semua yang sedang diuji oleh Allah, sedang mengemban amanah untuk memimpin di negara ini.
Saudara-saudara,
Sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Gubernur dan Menko Kesra tadi, tentang upaya kita semua untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Saya tidak akan mengulangi semuanya, saya hanya ingin menyampaikan harapan, ajakan, seraya memberikan penjelasan, agar masalah penting ini, yaitu upaya mengurangi kemiskinan dan tentunya upaya meningkatkan kesejahteraan dapat dipahami oleh saudara-saudara semua dan kemudian dapat didukung dan bersama-sama disukseskan.
Saudara-saudara,
Kemiskinan bukan hanya dihadapi oleh bangsa kita. Kemiskinan dihadapi oleh hampir semua bangsa di dunia, terutama negara-negara yang disebut negara berkembang, bahkan negara yang belum berkembang. Banyak negara di Afrika, di Asia dan tempat-tempat lain yang kondisinya jauh lebih tidak baik dibandingkan kita dari segi kesejahteraan rakyatnya. Ada negara-negara berkembang yang sama dengan kondisi negara kita, ketika kita harus mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.
Ambillah dua negara besar yang oleh dunia sekarang sedang dianggap sebagai negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, yaitu Republik Rakyat Tiongkok yang pendudukanya 1,3 milyar dan India yang penduduknya 1,1 milyar. Dua negara itu ekonominya tumbuh luar biasa, dunia tercengang. Tetapi satu hal, dua negara itu, jumlah rakyat yang miskin juga besar. Kalau di India yang miskin dan setengah miskin 30 % jumlahnya, maka ada 350 juta yang miskin, lebih banyak dibandingkan dengan penduduk kita. Demikian juga di Tiongkok.
Oleh karena itulah, dunia terutama negara-negara berkembang dan negara-negara belum berkembang, dengan harapan dunia maju, memberikan dukungannya sepakat untuk melakukan gerakan besar sedunia yang sering disebut dengan upaya mengurangi kemiskinan global dalam bentuk yang disebut dengan Millenium Development Goals, tujuan pembangunan pada millennium ketiga ini . Yang intinya, 2015 Insya Allah begitu harapan dunia, kemiskinan di seluruh dunia ini bisa dikurangi secara signifikan, secara nyata. Oleh karena itu, Indonesia bersama-sama dengan masyarakat dunia juga melakukan langkah-langkah yang serius untuk mengurangi kemiskinan itu.
Saudara-saudara,
Sesungguhnya bangsa kita, Pemerintah kita dari waktu ke waktu terus melakukan pembangunan. Mulai dari Presiden pertama Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, Presiden Habibie, Presiden Abdurahman Wahid, Presiden Megawati Soekarno Putri dan alhamdulillah saya sekarang ini, semua ingin terus membangun negeri yang kita cintai ini, terus meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi kemiskinan. Oleh karena itulah, kita harus terus-menerus melaksanakan pembangunan ini. Mengurangi kemiskinan sebagaimana dialami oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini tidak seperti membalik telapak tangan. Hari ini kita mulai, besok selesai. Hari ini PNPM mandiri kita luncurkan, tahun depan selesai. Tidak. Memerlukan waktu yang panjang, memerlukan kerja keras, memerlukan kerja bersama. Tetapi kalau kita laksanakan dengan benar, dengan alokasi anggaran yang benar, hampir pasti akan ada kemajuan dari waktu ke waktu menyangkut kesejahteraan rakyat kita.
Tahun 2004, anggaran untuk mengurangi kemiskinan besarnya 19 trilyun. Alhamdulillah, tahun 2005 mulai kita tingkatkan secara berarti menjadi 24 trilyun. Tahun 2006 yang lalu, menjadi 41 trilyun, besar sekali peningkatannya. Tahun ini alhamdulillah, 51 trilyun. Tahun depan akan kita tingkatkan agar biaya itu bisa disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia secara lebih berarti, sehingga upaya pengentasan kemiskinan bisa berlangsung lebih cepat lagi.
Inilah yang kita lakukan, inilah PNPM mandiri. Kalau namanya panjang sebut saja lah Program Mandiri begitu. PNPM, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Saya namakan Mandiri, harapan kita makin ke depan, masyarakat-masyarakat lokal, kecamatan-kecamatan dan desa-desa di situ makin mandiri. Mandiri dalam arti, rakyat yang ada di situ makin memiliki kecukupan pangan, kecukupan sandang, mulai bisa membikin rumah meskipun barangkali sebagian sederhana. Bisa mengikuti pendidikan menyekolahkan putra putrinya secara lebih baik lagi. Bisa berobat, kalau sakit tanpa harus dipungut biaya yang terlalu tinggi dan gratis bagi yang miskin. Mendapatkan keamanan dan ketentraman yang baik, lingkungannya baik dan lain-lain. Apabila sebuah komunitas, Kecamatan katakanlah kita bangun dari tahun ke tahun, kita berdayakan masyarakatnya kita integrasikan programnya, semua bekerja sama dan makin mandiri, maka sesungguhnya kita telah meningkatkan kesejahteraan rakyat kita dari waktu ke waktu.
Jadi intinya PNPM Mandiri, yang insya Allah akan saya luncurkan hari ini secara nasional dari kota Palu Sulawesi Tengah ini adalah Gerakan Bersama, Pemerintah tentu menjadi pelopor dan penjuru bersama masyarakat luas untuk bangkit, tidak menyerah, bekerja bersama-sama, menciptakan peluang, meningkatkan pendidikan, kesehatan, pangan, energi, dan lain-lain, agar makin ke depan makin terpenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh karena itu, harus sukses program ini harus sukses. Biayanya tidak sedikit. Kita bersama-sama DPR rumuskan, agar biayanya nyata dan besar, karena yang kita sentuh adalah komunitas-komunitas di seluruh Indonesia saudara-saudara kita yang belum sejahtera yang masih miskin. Oleh karena itu, wajib hukumnya uang itu semuanya mengalir ke tujuan yang benar, jangan belok di sana sini, tapi jangan mudah curiga, laksanakan pengawasan, laksanakan kontrol, lihat hasilnya, tanpa harus selalu bercuriga ya, sama-sama.
Mari kita tidak sia-siakan uang negara ini, karena tujuannya untuk mensejahterakan rakyat. Bukan hanya uang, tetapi semua kegiatan harus dilaksanakan dengan baik. Saya pesan kepada Menko Kesra, kepada para Menteri libatkan kaum perempuan. Di banyak negara di dunia ini banyak program pengentasan kemiskinan, karena kaum perempuan diajak serta. Jangan GR dulu.
Kaum perempuan, kalau mengelola Usaha Kecil Menengah, mengelola Koperasi memikirkan bagaimana desanya, dibangun kecamatannya dibangun biasanya tekun, rajin, disiplin, dan tidak mau diajak untuk yang tidak-tidak. Tapi tetap bersama kaum laki-lakinya. Bersama-samalah, berdayakanlah semua potensi, libatkan, minta nasehat pemuka agama, ulama, tokoh adat dan lain-lain. Pendek kata, ini gerakan bersama bukan hanya Pemerintah. Ajak semua, beliau-beliau itu punya pikiran yang jernih, punya niat yang baik kalau semua diajak bersama-sama, insya Allah akan berhasil.
Saudara-saudara,
Kalau itu kita lakukan, yang hari ini saya luncurkan secara resmi dan saya minta Pak Kepala Desa, Pak Camat, Pak Bupati, Pak Walikota, semua tolong disukseskan, tolong dibantu, tolong dikontrol. Dengan demikian, semua program ini akan mencapai sasaran yang kita harapkan. Kalau program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri kita laksanakan secara serentak di Indonesia tahun demi tahu kita lanjutkan, insya Allah kalau dunia ingin mengurangi kemiskinan secara nyata, 2015 Indonesia harus juga berhasil mengurangi pada tahap itu. Oleh karena itu, mari kita sukseskan bersama, agar pembangunan ini makin adil, makin merata di seluruh tanah air. Tidak boleh, yang maju, yang makmur hanya kelompok-kelompok tertentu, kantong-kantong tertentu, pihak-pihak tertentu, tetapi harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Setuju Saudara? Kalau setuju mari bekerja bersama-sama. Saya hanya salah satu dari 220 juta rakyat Indonesia. Meskipun sekarang saya sedang mengemban amanah, insya Allah amanah saya jalankan dengan sekuat tenaga, semampu saya, agar masa depan negeri kita ini makin baik dan agar semua masalah yang kita hadapi dapat kita selesaikan dengan baik.
Terakhir, saya setuju dan saya sambut usulan dari Saudara Gubernur tadi, karena Sulawesi Tengah mengalami konflik yang intensitasnya tinggi dulu, saya berkali-kali ke sini saya katakan tadi, saya bisa merasakan akibatnya. Oleh karena itu, cocok kalau kita laksanakan sebuah kebijakan dan program khusus untuk membangun Sulawesi Tengah ini pasca konflik yang terjadi di waktu yang lalu.
Menko Kesra dan Pak Gubernur, Pak Menteri terkait dalam waktu 3 bulan, tadi saya minta untuk menyampaikan usulannya kepada saya sesuai dengan batas kemampuan anggaran negara, mari kita lakukan sesuatu yang lebih konkret untuk saudara-saudara kita di seluruh Sulawesi Tengah utamanya, komunitas-komunitas yang perlu kita tingkatkan kesejahteraannya.
Itulah Saudara-saudara yang dapat saya sampaikan. Dan akhirnya dengan memohon ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, serta mengucapkan ”Bismillahirahmanirahim”, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri saya mulai pelaksanaannya dengan resmi.
Sekian.
Wassalamu’aikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



