Pidato Presiden

Dialog dengan Masyarakat Palu pada Peluncuran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)

 

TRANSKRIPSI
DIALOG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN MASYARAKAT PALU, SULAWESI TENGAH
PADA ACARA
PELUNCURAN PROGRAM NASIONAL
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
LAPANGAN KANTOR WALIKOTA PALU, SULAWESI TENGAH
30 APRIL 2007



Gubernur Palu
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Pada seluruh masyarakat peserta Peluncuran PNPM Mandiri yang kita sudah saksikan beberapa saat yang lalu diresmikan pelaksanaan peluncurannya oleh Bapak Presiden Republik Indonesia. Tentunya, kita sebagai masyarakat sudah mendengarkan tadi apa Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri atau program mandiri ini tetapi tentunya juga ada yang belum memahami di dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, untuk kelancaran di dalam pelaksanaannya, kita buka dialog kepada Bapak Presiden dan disamping itu juga ada Bapak Menko Kesra ada disini sebagai penanggungjawab dari pelaksanaan program ini.

Dan kita mulai dari sebelah, angkat tangan dulu yang mau mengajukan pertanyaan ya. Wah ini perempuan semua. Baik. Kita mulai dari tahap pertama, sebutkan nama ibu dari kelompok mana atau mungkin dari Desa mana. Dan saya persilakan, yang singkat ya.

Sdri. Dina Mawadah,
Badan Keswadayaan Masyarakat Sibulo Nagaya

Assalamu’laikum warahmatullahi wabarakatuh dan salam sejahtera bagi kita semua,
Bapak Presiden bersama rombongan yang kami hormati. Nama saya Dina Mawadah dari BKM Sibulo Nagaya, Kelurahan Kayu Malue Pajeko, Palu Utara.

Bapak Presiden yang kami hormati,
Usaha pengentasan kemiskinan di kota Palu, khususnya Kelurahan Kayu Malue Pajeko yang dilaksanakan oleh Pemerintah, Pemerintah Kota Palu kiranya dapat bermanfaat sekali khususnya bagi Kelurahan yang ada pada Kayu Malue Pajeko. Akan tetapi, pelaksanaan ini masih banyak kelemahan-kelemahan yang terdapat di dalamnya, misalkan saya ambil pelayanan di bidang kesehatan dan ataupun di bidang pendidikan masih ada ketertinggalan dan belum tertangani secara serius.

Bapak Presiden yang saya hormati,
Kiranya dalam kesempatan ini, dapat kami diberikan arahan, arahan atau petunjuk sesuai dengan Peluncuran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri P2KP, agar kami sebentar nanti tidak salah melangkah seperti Bapak Presiden yang katakan tadi, tidak melenceng dari koridor-koridor yang sudah ditentukan dan banyak melibatkan kaum perempuan dalam pengambilan keputusan.

Bapak Presiden yang kami hormati,
Pada kesempatan ini Pak, di belakang saya ini banyak anggota BKM. Saya juga termasuk anggota BKM, juga koordinator BKM di Kelurahan Kayu Malue Pajeko, kiranya dapat memberikan kesempatan untuk berdialog langsung kepada Presiden. Yang kami tanyakan disini, BKM Sibulo Nagaya, Kayu Malue Pajeko. Singkatan BKM, Badan Keswadayaan Masyarakat.

Pada kesempatan kiranya Bapak berkenan memberikan arahan atau petunjuk kepada kami agar ke depan kami tetap.

Terima kasih Pak.
Wassalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia
Walai’kumussalam,
Ibu terima kasih. Justru kalau dilihat masih ada kekurangan, kelemahan, tolong dimusyawarahkan dengan baik, ada Pak Camat, ada Pak Kepala Desa, ada tokoh masyarakat, ada ulama, ada pemuda, ada kaum perempuan, rumuskan bagaimana yang paling baik meningkatkan kesehatan masyarakat, meningkatkan pendidikan di wilayah itu. Karena kita ingin, terutama saudara-saudara kita yang belum sejahtera, yang masih miskin, pendapatannya sedikit, jangan harus dibebani dengan biaya sekolah, dibebani dengan biaya kesehatan dan lain-lain.

Di sini, Pak Bupati tentu punya program dibantu Pak Gubernur, dibantu para Menteri. Saya persilakan dengan singkat Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Kesehatan, tolong jelaskan apa yang bisa secara praktis dilaksanakan, agar kesehatan dan pendidikan di Kecamatan itu makin baik, makin berkualitas, makin murah dan yang miskin gratis. Saya persilakan.

Menteri Pendidikan Nasional
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bapak Presiden beserta Ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyono, serta Menko Kesra, para Menteri Anggota Kabinet Indonesia Bersatu, para Hadirin semuanya,

Ijinkanlah saya memberikan penjelasan, bahwa PNPM Mandiri ini belum termasuk program pendidikan dan kesehatan. Khusus untuk pendidikan dan kesehatan, Pak Menko punya program tersendiri yang namanya nanti adalah Bantuan Langsung Tunai Bersyarat. Persyaratannya adalah mengikuti program-program pendidikan wajib belajar 9 tahun, kemudian pemberantasan buta aksara. Kemudian juga untuk yang anaknya sudah usia sekolah lanjutan, anaknya ikut pendidikan sekolah menengah atau ikut program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan kecakapan hidup ini.

Jadi nanti ada untuk penduduk miskin, ada bantuan langsung tunai, tapi persyaratannya harus secara disiplin mengikuti program-program pendidikan. Syarat-syaratnya sudah dirumuskan. Nanti komandannya adalah Menteri Sosial pelaksanaannya di lapangan. Komandan umumnya adalah tentunya adalah Pak Menko. Barangkali demikian dari saya. Kalau untuk PNPM mandiri yang spesifik ke pendidikan memang belum ada. Terima kasih

Presiden Republik Indonesia
Pak Menteri tolong jelaskan BOS tujuannya apa? Beasiswa tujuannya apa? Kemudian hal-hal lain yang selama ini kita lakukan untuk meringankan beban dan membikin pendidikan kita makin baik. Tolong jelaskan apa saja yang kita lakukan dengan biaya yang makin besar dari keuangan negara kita.

Menteri Pendidikan Nasional
Terima kasih Bapak. Jadi untuk BOS, BOS ini adalah program untuk pembiayaan biaya operasional sekolah. Ini untuk untuk SDMI dan yang sederajat misalnya paket A, kemudian SMP MTs yang sederajat, termasuk paket B ya. Dengan demikian, wajib belajar ini tidak lagi dipungut dengan biaya operasional sekolah. Tetapi kalau misalnya sekolah mengadakan darmasiswa ya, mengadakan rekreasi itu tidak termasuk biaya operasional sekolah. Jadi kalau sekolah memungut, tentu kepada yang mengikuti program itu saja tidak termasuk itu. Jadi tidak boleh lagi sekolah yang menerima BOS ini memungut kepada peserta didik, terutama yang miskin. Tetapi kalau memang itu masih kurang bisa saja memungut, tapi pungutan mesti harus menurut secara signifikan karena Pemerintah memang sudah menyalurkan dana BOS itu sangat signifikan. Ini program BOS.

Kemudian pemberantasan buta aksara, Pemerintah juga secara besar-besar melakukan pemberantasan buta aksara. Targetnya adalah pada tahun 2009 buta aksara harus turun menjadi di bawah 5 %. Alhamdulillah, Bapak Presiden Sulawesi Tengah tidak termasuk propinsi yang parah buta aksaranya, tidak seperti Provinsinya Bapak Presiden dan Provinsinya Mendiknas, Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah juaranya. Ini program BOS.

Kemudian Pemerintah juga besar-besaran melakukan program pendidikan kecakapan hidup, ini terutama ditujukan kepada anak usia sekolah, jebolan SMP atau yang dari SMP ke sekolah menengah, tapi tidak melanjutkan. Ini pemerintah menyediakan pembiayaan untuk pendidikan kecakapan hidup, agar yang tidak melanjutkan itu bisa memiliki kecakapan hidup. Barangkali itu, juga untuk SS di tingkat sekolah menengah, itu Pemerintah sekarang memperbesar SMK-nya. Targetnya dalam jangka panjang, kalau dulu ketika bapak Presiden memulai memerintah itu rasio siswa SMA-SMK adalah 30 : 70, 30 SMA, 70 SMK-nya dalam jangka panjang kita ingin balik 70-nya menjadi untuk SMK-nya 30% untuk SMA.

Presiden Republik Indonesia
Biar mereka bisa segera bekerja. Tujuannya kalau tamat sekolah menengah atas dengan SMK ini, Bapak/Ibu, mereka lebih terampil untuk bisa mendapatkan lapangan pekerjaan, tujuannya itu sebetulnya. Jangan masih menganggur lagi karena belum ada pekerjaan dan ketrampilan yang cocok.

Menteri Pendidikan Nasional
Meskipun sebetulnya menyelenggarakan SMK itu jauh lebih mahal, dua kali lebih mahal bagi Pemerintah daripada SMA. Dan SMK itu tetap bisa lulusan SMK tetap bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Itu keuntungan kalau sekolah di SMK.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih Mendiknas. Dikasih tepuk tangan untuk Mendiknas. Ibu Menteri Kesehatan apa yang bikin rakyat makin baik perawatan kesehatannya? Silakan.

Menteri Kesehatan
Bismillahirrahmanirrahmin,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang saya hormati Bapak Presiden dan Ibu Ani Bambang Yudhoyono dan para hadirin sekalian,

Atas ijin Bapak Presiden, saya ingin menjelaskan kepada BKM apa yang sudah dikerjakan oleh Departemen Kesehatan. Untuk BKM, saya sangat berterima kasih kalau setiap daerah ada BKM-nya. Departemen Kesehatan sudah mempunyai suatu program, yaitu asuransi kesehatan untuk rakyat miskin. Jadi semua rakyat yang miskin, kalau berobat ke Puskesmas maupun ke Rumah Sakit di kelas 3 tidak dipungut biaya sama sekali.

Kalau Bupatinya hebat lagi, bahkan seluruh rakyatnya dibebaskan. Ada beberapa Kabupaten, tergantung dari Kabupatennya masing-masing. Tapi yang jelas, yang miskin semua dibebaskan dari Pemerintah Pusat. Artinya bukan gratis, tapi yang membayari adalah pemerintah pusat di bawah pimpinan Pak SBY gitu.

Jadi ini tolong BKM ini satu disosialisasikan dan dikontrol, apakah betul Puskesmas itu gratis? Apakah betul Rumah Sakit kelas 3 itu gratis? Saya rada kaget kok BKM itu belum tahu. Ini Pak Kadisnya mesti harus lebih giat lagi untuk mensosialisasikan ini.

Kemudian imunisasi gratis sama sekali. Dan ini tolong BKM bergerak untuk dari pintu ke pintu untuk mengingatkan imunisasi. Saat ini folio sudah bersih sama sekali dari negeri kita dan ini jangan sampai kembali lagi kemari. Dan kemudian, adanya Desa Siaga. Provinsi ini akan membuat 1.600 Desa Siaga. Desa siaga ini adalah suatu desa yang dimana desa ini mempunyai pos kesehatan desa. Ini tugas BKM untuk memberikan semangat, agar desanya ada Poskesdes. Poskesdes ini adalah upaya dari masyarakat untuk masyarakat, dimana Pemerintah Pusat hanya membimbing. Sehingga dari Poskesdes yang isinya satu bidan desa dan dua volunteer akan bisa memberikan warna sehat di desa tersebut. Jadi saya minta, BKM bekerja sedikit keras untuk menghidupkan desa siaga ini di daerahnya masing-masing.

Dan saat ini, obat generik juga sudah turun dengan sangat signifikan dan bahkan nanti obat murah akan segera kita segera kirimkan ke daerah-daerah. Obat yang sangat murah, jadi obat sakit kepala, obat sakit perut, obat sakit apa saja hanya 1.000 perak harganya. Jadi inilah barangkali.

Presiden Republik Indonesia
Mutunya tetap baik. Tidak boleh harganya murah, tapi tidak sembuh-sembuh. Jadi sudah kita pikirkan murah, kualitasnya tetap baik, dokter bertanggung jawab kan gitu. Terima kasih.

Gubernur Palu
Baik kita lanjut. Penanya berikutnya. Ya Bapak-bapak dulu gentian. Habis ibu bapak. Sebutkan namanya? Darimana?

Sdr. Abidin Ahmad, BKM Singgani
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Saya Abidin Ahmad, koordinator BKM Singgani Kelurahan Ujunapa, Kecamatan Palu Barat, kota Palu. Yang terhormat bapak Presiden beserta rombongan. Kami sangat berbahagia karena diberi kesempatan untuk berdialog langsung dengan Bapak. Program penanggulangan kemiskinan di kota Palu, khususnya di Kelurahan Ujunapa sebagai kelurahan kami itu sudah sangat berjalan dengan baik. Masyarakat sangat merasakan manfaatnya yang cukup besar. Karena tahapan proses itu masyarakat semua terlibat, mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan sampai pada pengawasan, masyarakat itu ikut aktif berpartisipasi, sehingga muncul swadaya dengan kegotongroyongan yang cukup luar biasa.

Namun demikian Pak, dari alokasi dana yang diberikan kepada kami sejumlah 250 juta itu belum mampu mengatasi semua persoalan kemiskinan. Contoh kasus misalnya, kami dari sisi ekonomi memberikan bantuan pinjaman bagi usaha kecil itu sebanyak 200 orang dengan jumlah perempuan 80%. Dari dana tersebut para ibu-ibu yang melakukan usaha kecil itu merasa tertolong. Kemudian masalah sosial, kami telah memberikan santunan kepada jompo, kepada para fakir miskin, para pemulung, kami juga sentuh. Kemudian disisi lingkungan kami bisa memberikan fasilitas MCK, jalan setapak yang bisa dimanfaatkan oleh semua keluarga miskin. Tetapi harapan kami Pak program ini tetap dipertahankan ke depan lebih baik lagi.

Satu usulan Pak dari kami, usulan mudah-mudahan ini bisa menjadi perhatian kalau ini diterima ini merupakan kebanggaan kami. Kami mengusulkan Pak agar tanggal 30 April sebagai peluncuran ini bisa dijadikan sebagai kalender nasional sebagai Hari Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Istilahnya setiap tahun kita peringati Pak, bukan hanya diluncurkan supaya akan kesan bagi kami pelaku penanggulangan kemiskinan yang ada di seluruh Indonesia. Terima kasih Pak.

Gubernur, pemandu dialog,
Terima kasih. Saya kira Bapak presiden langsung, saya kira ini hanya dua saja saya mohon maaf karena Bapak Presiden masih ada acara lain

Presiden Republik Indonesia
Saudara-saudara,
Bagus saya kira bisa kita tetapkan 30 April menjadi Hari Pemberdayaan Masyarakat Mandiri asalkan programnya berjalan dengan baik. Saya akan lihat setahun ini. Kalau setahun ini baik seluruh Indonesia semua bersemangat, pimpinannya bersemangat, rakyatnya merasakan hasilnya, saya akan tetapkan nanti tahun depan mulai kita peringati tiap tahunnya. Jadi bersyarat, mari kita sukseskan dahulu untuk kita tetapkan nanti menjadi hari itu.

Yang kedua, tadi saya setuju marilah kita laksanakan bersama-sama. Koordinasinya harus baik, semua diajak, gunakan anggaran yang ada. Kita ingin Saudara-saudara untuk terus meningkatkan anggaran pemberdayaan masyarakat ini. Tapi ingat yang dibiayai negara ini banyak sekali ya, ada listrik memerlukan biaya. Listrik kita kurang banyak harus kita lipat gandakan itu uang negara kita gunakan. Membikin jalan, membikin irigasi, agar sawahnya bisa tumbuh dengan baik, itu memerlukan anggaran Pemerintah banyak sekali. Namun saya tahu, bahwa ini prioritas. Oleh karena itu, gunakan dana yang ada, anggaran yang ada sambil sejalan dengan pertumbuhan ekonomi anggaran itu dapat kita tingkatkan tiap tahunnya secara pantas.

Saudara-saudara ,
Sebagaimana pesan Pak Gubernur tadi masih ada rangkaian-rangkaian acara. Saya masih kangen sebetulnya, tapi kita masih bertemu-bertemu lagi semalam ini saya bermalam di sini. Satu lagi. oke ini yang terakhir ya. Silakan Ibu.

Sdri. Tasriyah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang terhormat Bapak Presiden bersama Ibu dan rombongan yang saya banggakan. Nama saya Tasriyah sebagai pemanfaat dari Desa Kumbasa, Kecamatan Silue, Kabupaten Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah. Dengan ini, saya memohon, agar program PTK atau PNPM Mandiri dapat diperpanjang waktunya dan dananya bisa ditingkatkan. Karena program tersebut sangat menyentuh kepada masyarakat miskin. Karena menjadi jembatan permanen. Terima kasih.

Gubernur Palu
Baik yang satu lagi ibu guru ya. Yang lainnya nati besok di PLTU di Manau

Sdri. Aswati
Terima kasih,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak Presiden dan Ibu yang kami hormati beserta rombongan, Bapak Gubernur, Ketua DPR, Majelis Ulama Propinsi Sulawesi Tengah yang saya hormati, hadirin wal hadirat yang saya sama muliakan.

Saya dari guru, nama saya Aswati. Yang pertama, yang ingin saya sampaikan adalah masalah sertifikasi guru, yang kami sangat rasakan tidak efisien. Itu yang pertama, barangkali perlu dipertimbangkan kembali. Karena kalau sertifikasi ini berdasarkan sertifikasi ini baru kesejahteraan guru ditingkatkan, tidak masuk diakal karena kasihan guru yang mau pensiun. Perlu dipertimbangkan kembali masalah sertifikasi guru, agar menjadi pertimbangan.

Yang kedua, masalah guru honor yang berada di sekolah swasta yang selama ini banyak tidak masuk di database, karena dengan alasan mereka mengajar tidak sesuai dengan bidang studi yang sesuai dengan ijasah mereka. Contoh kalau sarjana tarbiyah yang mengajar di Al Khaerat mereka tidak mungkin mengajar pendidikan agama semua, karena di sana adalah tempatnya guru agama. Mereka hanya mengabdi disana hanya untuk mengabdikan dirinya, tapi kalau ke sekolah negeri mereka tidak bisa, karena disana banyak sekolah agama. Karena tidak sesuai dengan ijasahnya mereka tidak dimasukkan ke database selama ini. Jadi bagaimana pengangkatan mereka.

Yang ketiga, masalah gaji guru tadi masalah dengan kesejahteraan guru, kami sangat menginginkan seperti jamannya BJ Habibie ya naik gajinya secara diam-diam. Kalau dulu seratus lima puluh ribu kami menginginkan sekarang ini naik satu juta setengah 10% secara diam-diam. Secara diam-diam tanpa dipublikasikan kepada masyarakat, supaya masyarakat miskin pun turut menikmati ini karena pedagang kita tidak sewot dengan masalah itu. Itu permintaan kami.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih. Ibu, ibu, lihat saya habis bicara dengarkan. Ibu Kalau ngajar biasanya begitu juga pada murid. Baik meskipun marah-marah pada saya, tapi isinya baik, isinya patut saya tanggapi. Mendiknas silakan jelaskan.

Menteri Pendidikan Nasional
Terima kasih. Jadi Bapak Presiden ini satu sample guru. Jadi ini memang saya tahu ini jadi masalah, sumber keresahan guru, karena belum memahami saja. Guru sesuai dengan Undang-Undang guru yang sudah disahkan pada bulan Desember tahun 2005, memang menurut amanat Undang-Undang tersebut guru akan mendapatkan tunjangan fungsional atau kalau yang non PNS subsidi tunjangan fungsional, baik negeri maupun swasta, baik PNS dan non PNS semuanya dapat ya dan mulai dibayar tahun ini. Semuanya dapat tunjangan fungsional atau subsidi tunjangan fungsional, tentunya kalau memenuhi syarat. Kalau jumlah jam mengajarnya juga cukup. Kalau mengajarnya satu jam perminggu ya ngga dapat. Jadi harus memenuhi syarat, juga memang tercatat secara resmi sebagai guru di Departemen Pendidikan Nasional, baik guru yang mengajar di bawah Depdiknas maupun yang di bawah Departemen Agama. Semuanya harus tercatat yang mempunyai nomor register di Departemen Pendidikan Nasional supaya tidak ada guru yang dapat dobel. Dari Depag dapat dari Depdiknas juga dapat tidak boleh itu.

Tunjangan profesi, ini lain lagi. Tunjangan profesi hanya diberikan kepada guru yang sudah meraih gelar S1 atau D4, kemudian sudah mendapatkan sertifikat pendidik. Itu baru mendapatkan tunjangan profesi. Bagi yang belum memperoleh derajat S1 atau D4 dan belum memperoleh sertifikat pendidik diberi waktu 10 tahun, cukup longgar sepuluh tahun itu untuk meraihnya itu.

Jadi tetapi kalau tunjangan fungsional, baik sudah memulai S1 maupun belum, baik PNS maupun non PNS asal memenuhi syarat, itu semuanya diberikan tunjangan fungsional maupun subsidi tunjangan fungsional. Demikian. Demikian Bapak Presiden, saya kira penjelasan dari kami dan itu berlaku mulai tahun ini.

Presiden Republik Indonesia
Baik Ibu ya kalau belum lengkap semuanya pak Mendiknas akan menjelaskan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku program kita. Dengan demikian, dimengerti oleh semuanya. Terima kasih Mendiknas.

Bapak/Ibu sekalian,
Begini, ini menyambung pertanyaan Ibu guru tadi ya. Kita harus meningkatkan kesejahteraan semua abdi negara, dan bahkan masyarakat luas. Guru jelas, tapi petani juga tidak boleh diabaikan, nelayan tidak boleh diabaikan, buruh tidak boleh diabaikan, PNS tidak boleh diabaikan, semua harus kita tingkatkan, karena semua adalah abdi negara. Pemerintah adil, Pemerintah punya kebijakan, Pemerintah menjalankan tugasnya, agar kesejahteraan rakyat itu makin hari makin meningkat. Dengan harapan, kalau sudah dinaikan kesejahteraannya, maka harus disiplin, mutunya harus baik, kemudian semua juga mendapatkan anugerah dari apa yang dilakukan oleh Pemerintah tersebut.

Demikianlah Bapak/Ibu sekalian. Sudah nih acara-acara berikutnya lagi nanti, Bapak tulis saja, Ibu tulis saja. Silakan.

Gubernur Palu
Saudara-saudaraku yang saya hormati, demikianlah dialog kita dengan Bapak Presiden Republik Indonesia dan kita akhiri. Kalau masih ada pertanyaan, pertanyaan yang mungkin harus disampaikan, saya bisa secara tertulis.

Sdri. Indi Wahyuni, Siswa SMP Negeri 1 Palu
Saya berdiri di sini sekaligus berdialog dengan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Nama saya Indi Wahyuni dari SMP Negeri 1 Palu. Seperti tadi sudah dijelaskan dari Menteri Pendidikan Nasional sudah diterapkan beberapa program-program di kota-kota besar untuk memajukan, meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan yang kita lihat ini, masih sebagian saja, misalnya bantuan buat murid-murid yang prasejahtera itu baru sebagian saja. Jadi sebagian lagi juga masih terlantar. Jadi menurut saya apabila bisa ditingkatkan lagi program-program tentang itu. Karena juga kami berharap agar mutu di kota Palu ini tidak tertinggal dengan kota-kota lainnya. Katakan saja kota Palu ini masih tertinggal sangat jauh dengan pendidikan di katakan Provinsi Gorontalo saja masih tertinggal jauh Palunya. Untuk itu, saya minta Pemerintah bisa melebihkan, menambahkan program-program lagi juga membantu-membantu sekolah-sekolah, demi meningkatkan mutu di sekolah-sekolah itu juga demi meningkatkan mutu pendidikan di kota Palu.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih ya, terima kasih. Selamat belajar. Sampaikan salam untuk semuanya. Terima kasih bisa kembali. Yah ini harapan anak-anak sekolah saya kira semua harapannya begini. Tugas kita mulai Pak Bupati, Pak Walikota, Pak Gubernur, Pak Menteri, saya, mari kita tingkatkan pendidikan untuk mereka semua. Terima kasih anak-anak.

Hadirin sekalian,
Saya kira itu dan pesan saya satu Bapak/Ibu ya keamanan, kerukunan, persatuan itu sangat penting. Saya mengajak, mari kondisi Sulawesi Tengah yang Alhamdulillah sudah semakin baik ini, kita pertahankan. Jangan ada yang dengan kepentingan yang tidak jelas mengganggu, merusak suasana yang sudah baik ini. Ini mari kita camkan bersama, mari kita jaga keutuhan, kerukunan dengan sebaik-baiknya dan kita tolak setiap upaya yang mengganggu keamanan, kerukunan, dan persatuan, semua yang ada di Sulawesi Tengah ini.

Demikian Saudara-saudara, selamat melanjutkan ibadah. Selamat melanjutkan karya, mari kita sukseskan pembangunan kita semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita sekalian.

Sekian.
Wassalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuh.



*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan