Pidato Presiden
Dialog dengan Tokoh Wayang Golek Cepot pada Malam Kesenian Sewindu Harian ''Rakyat Merdeka''
TRANSKRIPSI
DIALOG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN TOKOH CEPOT
DALAM RANGKA MENGHADIRI MALAM KESENIAN
SEWINDU HARIAN RAKYAT MERDEKA
DI BALLROOM, HOTEL MULIA
JAKARTA,11 MEI 2007
Cepot
Haduhhh, Alhamdullilah, nuhun Gusti Nuh Maha Agung,
Assalammu’alaikum, Bapak, Bapak Presiden Republik Indonesia, cakep ya cakep, selamat malam, Pak!
Presiden Republik Indonesia
Selamat malam Cepot
Cepot
Kalau dulu pernah dekat dengan Bapak, waktu Bapak di 330 di Dayeuh Kolot dulu, kalau tidak salah saya.
Presiden Republik Indonesia
Betul di Dayeuh Kolot, abdi mah lama pisan di Dayeuh Kolot, abdi!
Cepot
Iya deket. Aduh, salam dari komandan 330 Pak.
Presiden Republik Indonesia
Hatur nuhun, hatur nuhun Cepot!
Cepot
Bapak sehat terus nih duh. Kan banyak masalah nih Pak, tapi Bapak selalu sehat nih Pak, apa resepnya sih Pak. Ya banyak masalah seperti apa kejadian-kejadian bencana alam, di barat, di timur, di utara, di selatan, juga Bapak itu menerima jutaan SMS, apakah Bapak itu tidak pusing Pak?
Presiden Republik Indonesia
Pusing, riwueh pisan Cepot, tapi negara kita ini memang rawan bencana cepot, ada banyak gunung berapi, ada lempengan bumi tabrakan disana, ada gempa, ada tsunami, ada gunung api. Tapi saya harus tabah, ini amanah dari rakyat, dan harus kita atasi bersama-sama.
Cepot
Alhamdullilah Pak wah kuat nih Bapak, malahan Pak keadaan bencana alam banyak sekarang ini, banyak anekdot-anekdot yang datang tuh Pak untuk Bapak, wah. Makanya Bapak harus kuat Pak.
Presiden Republik Indonesia
Insya Allah Cepot, insya Allah.
Cepot
Aduh, begini Pak ada sedikit, saya mo ini, aduh malu euy duh. Banyak keluhan-keluhan di bawah sekarang seperti tadi yang saya katakan bahwa ada raskin kan Pak ya, yang disampaikan kepada rakyat itu, jadi susahnya ini tidak tahu harus kepada siapa disampaikan, jadi kadang-kadang-kadang yang miskin begini aja, yang kecil sekali tidak menerima itu Pak, sayang sekali.
Presiden Republik Indonesia
Ah, Cepot itu salah, karena raskin itu betul-betul untuk membantu orang miskin.
Cepot
Betul.
Presiden Republik Indonesia
Kalau Cepot jadi ketua RT, berasnya jangan dikasihkan kakang Semar, Astrajingga, tetangga-tetangga yang saudara-saudara, kasihkan ke rakyat yang miskin. Itulah Pak Kepala Desa, Pak Camat, Pak Bupati juga mengawasi jangan dibiarkan akhirnya tidak sampai sasaran, padahal itu untuk membantu saudara-saudara kita yang miskin.
Cepot
Iya, nah gitu padayagan ari geus pe kieu urang teh, ulah ceuh beuja, ya. Jadi kalau menanggulangi bencana alam itu harus kita bekerja sama ya Pak.
Presiden Republik Indonesia
Betul.
Cepot
Dari atas sampai bawah.
Presiden Republik Indonesia
Bencana itu kan Cepot, ada yang karena peristiwa alam, karena ada ulah manusia, yang motong pohon seenaknya, jadi banjir, rusak, tanah longsor, oleh karena itu ya semua harus memelihara alam kita, ya Indonesia bumi kita supaya semuanya selamat. Nah ketika ada bencana alam ya tolong menolong, solidaritas, bantu membantu, yang kaya bantu yang miskin, kemudian pemerintah baik yang di depan Bupati , Pak Camat, semua turun kelapangan , supaya penanganan bencana alamnya cepat dan bagus.
Cepot
Alhamdullilah, ada sedikit Pak, dulu saya mah kaget nih, dulu sebelum hutan dijaga tuh awet sekali, tapi sekarang sesudahnya dijaga abis!
Presiden Republik Indonesia
Itu kalau kakang Astrajingga bilang itu pagar makan tanaman, jangan sampai ulah bagitu kita perbaiki bareng-bareng, yang penjaga jaga betul, jangan sambil jaga sambil ngambil, ini bikin rusak, bikin anak cucu kita nggak dapet apa-apa cepot. Kasih tahu yang lain-lain jaga-jaga yang bener.
Cepot
Illegal logging itu Pak ya! Merajalela gitu, aduh,......
Presiden Republik Indonesia
Mau tanya apa lagi Cepot?
Cepot
Mengenai Pak begini Pak ada, ada guru honorer nih, guru honorer yang sudah 20 tahun belum diangkat-angkat, tapi guru yang baru lulus diangkat. Ini di kampung-kampung nih Bapak, aduh rawieng istri saya nih.
Presiden Republik Indonesia
Iya Cepot, ini guru honorer, guru bantu itu jumlahnya 920.000, hampir satu juta, tiap tahun akan diangkat jadi guru tetap. Tahun 2005 sudah kita angkat 135.000, tahun 2006 sedang berjalan insya Allah tiap tahun akan kita angkat. Mudah-mudahan tahun 2009 yang honor, yang tidak tetap menjadi tetap. Dengan catatan semua betul-betul jujur, jangan sampai yang diangkat saudara-saudaranya, yang nunggu sudah lama tidak diangkat-angkat. Jadi semua perlu bekerja sama dan mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya.
Cepot
Terima kasih Pak, aduh, bagja sadayananya ya nuhun Pak SBY, nuhun Pak SBY ah. Ini lagi Pak, wayang kesenian tradisi, kesenian tradisi kan akarnya budaya nasional ya Pak nah sekarang kesenian wayang itu di Indonesia sudah di akui oleh UNESCO dan dari UNESCO itu ada sumbangan tiap tahun untuk kesenian tradisi wayang, tapi dari UNESCOnya udah memberi uang tapi kesenimannya belum sampai ini Pak.
Presiden Republik Indonesia
Ini, di belakang Cepot ada para Menteri, saya akan cek nanti jadi kemana ini. Memang zaman globalisasi, Cepot jangan silau banyak budaya asing yang tidak cocok dengan budaya kita, justru wayang, wayang golek, gamelan, seni tari, batik, ini yang luar biasa. Harus kita pelihara, harus kita kembangkan. Nanti Pak SBY pulang dari tempatnya Cepot tanyalah kemana uang UNESCO itu. Mudah-mudahan tidak mampir di sana-sini ya.
Cepot
Nah begitu Bapak, aduh karena waktunya ini hanya sebentar saya ini selain dari ngadalang ini saya membikin wayang Pak, sebaba di Giri Harja, di kampung saya ada padepokan sekarang tapi baru 50 % ya terima kasih kalau Bapak mau ikut nyumbang.
Presiden Republik Indonesia
Saya pengen ke padepokannya Cepot di Amarta atau Atina atau di Cungkring salaka ini dimana ini?
Cepot
Kebetulan saya memproduksi wayang baru sekarang, tapi banyak dalang, dalang-dalang yang sudah tua, saya saya itu luar dari tetekon, luar dari wah banyak perobahan. Kata saya, yang tidak bisa di robah itu Qur’an, lah dia kan Absolut, dogmatis, mutlak, kalau wayang kan bebas ya Pak ya?
Presiden Republik Indonesia
Bisa, asalkan untuk kepentingan rakyat, kepentingan yang baik bisa diubah, kecuali Al-qur’an, kitab suci, Undang-Undang Dasar pun kalau mengubah hati-hati, jangan setiap saat ngubah. Ibarat rumah kalau tiap tahun ganti pintu, ganti jendela rusak nanti, dipikir yang baik-baik wong namanya juga Undang-Undang Dasar tapi asalkan untuk rakyat Cepot, untuk semuanya untuk Amarta, insya Allah bisa kita lakukan, tapi harus hati-hati.
Cepot
Nah ini, sebagai produksi giring harja wayang saya akan mewakilkan aja ke Pak Asep, Pak Asep tolong berikan itu wayang ke Pak Presiden untuk kenang-kenangan. Da are menag duit pan maneh wae geuning mah.
Presiden Republik Indonesia
Terima kasih ya.
Cepot
Thank you, juga kenang-kenangan itu juga untuk Bapak Direktur Rakyat Merdeka kenang-kenang wayang Arjuna, kalau yang tadi Bhatara Kresna ya, mudah-mudahan Bhatara Kresna, itu simbolik yang bisa memberantas korupsi. Dipersilahkan Bapak Direktur Rakyat Merdeka, Dirgahayu Rakyat Merdeka, nih kenang-kenangan dari Giring Harja.
Nah gitu geuning euy ari geus punggih mah nyak nu manntak ulah suudzon ulah boga pikir goreng ka batur. Geuning soleh, suka nanya ka batur.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



