Pidato Presiden
Sambutan Jamuan Santap Malam Kenegaraan Menghormati Yang Dipertuan Agong XIII Malaysia
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
JAMUAN SANTAP MALAM KENEGARAAN
DALAM RANGKA MENGHORMATI
SERI PADUKA BAGINDA
YANG DIPERTUAN AGONG KE XIII MALAYSIA
BESERTA
SERI PADUKA BAGINDA RAJA
PERMAISURI AGONG TUANKU NUR ZAHIRAH
ISTANA MERDEKA, 16 MEI 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Yang Mulia Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong, Tuanku Mizan Zainal Abidin beserta Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong Tuanku Nur Zahirah.
Hadirin yang saya muliakan,
Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat hadir disini untuk menyambut kehadiran Yang Mulia Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong, Tuanku Mizan Zainal Abidin beserta Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong Tuanku Nur Zahirah. Izinkanlah, saya menyampaikan rasa kebahagiaan menyambut kehadiran Yang Mulia Seri Paduka Baginda di negeri kami, dalam jamuan makan malam kenegaraan yang penuh keakraban, persaudaraan, dan kehangatan ini.
Sungguh merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi pemerintah dan segenap rakyat Indonesia, atas perkenan Yang Mulia Seri Paduka Baginda memilih negara kami dalam kunjungan kenegaraan pertama ke luar negeri, selepas penobatan Seri Paduka Baginda sebagai Yang di-Pertuan Agong ke-13 Malaysia. Kunjungan Seri Paduka Baginda, merupakan tonggak sejarah dan memiliki arti penting di dalam perkembangan hubungan Indonesia-Malaysia. Pada tahun 2007 ini, hubungan kedua negara telah memasuki usia 50 tahun. Semoga, kunjungan kenegaraan Yang Mulia dapat lebih memperkokoh jalinan persahabatan, persaudaraan dan kerjasama di antara kedua negara kita.
Yang Mulia Seri Paduka Baginda,
Hadirin yang berbahagia,
Dengan penuh rasa syukur, atas nama Pemerintah dan segenap rakyat Indonesia, kami menyampaikan ucapan selamat dan menyambut gembira atas penobatan Yang Mulia Seri Paduka Baginda menjadi Yang di-Pertuan Agong ke-13 Malaysia, pada tanggal 26 April 2007 yang lalu. Kami turut berdoa, semoga Seri Paduka Baginda senantiasa mendapatkan limpahan rahmat dan hidayah Allah SWT, dalam menjalankan tugas mulia sebagai Yang di-Pertuan Agong Malaysia.
Bagi kami, Malaysia adalah sahabat dan mitra dalam pembangunan. Pembangunan untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan kedua bangsa. Persahabatan dan kemitraan kita dibangun dari begitu banyak persamaan, baik latar belakang sejarah, adat istiadat, budaya, maupun bahasa. Oleh karena itu, saya bersyukur karena kedua negara kita memiliki modal dasar yang kuat dalam membangun hubungan yang lebih kokoh, setara, serta saling menguntungkan.
Hubungan bilateral Indonesia-Malaysia saat ini secara keseluruhan berjalan amat baik. Begitu pula hubungan antara kepala pemerintahan kedua negara, berlangsung cukup erat.
Di depan kita, begitu banyak peluang yang dapat kita kembangkan untuk meningkatkan pembangunan kedua bangsa. Kami terus berupaya mendorong pihak swasta agar berperan lebih aktif dalam upaya peningkatan arus investasi dan perdagangan. Dalam bidang investasi, misalnya, pada tahun 2006, Malaysia adalah investor terbesar di tanah air kami, dengan nilai investasi sebesar US$ 2,2 milyar. Sementara nilai perdagangan Indonesia – Malaysia pada tahun 2006 sebesar US$ 7,3 Milyar atau naik sekitar 30% dari tahun sebelumnya.
Saya mencatat dengan gembira bahwa Malaysia terus berupaya melakukan perlindungan hukum terhadap tenaga kerja asing termasuk sekitar 1,2 juta tenaga kerja Indonesia, melalui rancangan undang-undang tenaga kerja asing.
Saya juga mencatat dengan gembira kesediaan Malaysia untuk memfasilitasi pendidikan bagi 34.000 anak-anak tenaga kerja Indonesia yang orang tuanya bekerja di ladang pedalaman Sabah dan Serawak. Hal ini merupakan tindak-lanjut komitmen saya dan sahabat saya Perdana Menteri Abdullah Badawi sewaktu melakukan pertemuan puncak di Bukittinggi pada bulan Januari tahun 2006.
Kedua bangsa kita juga memiliki komitmen untuk berperan secara nyata untuk menciptakan tatanan dunia yang adil, serta memelihara perdamaian dan keamanan dunia, termasuk upaya penyelesaian konflik yang ada di Timur Tengah dewasa ini. Indonesia dan Malaysia mempunyai komitmen yang sama dalam mendukung perjuangan bangsa Palestina. Sewaktu konflik Libanon memuncak awal tahun lalu, Indonesia dan Malaysia juga bekerjasama dengan erat khususnya dalam kerangka OKI, dimana saya sendiri turut menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi OKI pada awal bulan Agustus 2006 di Kuala Lumpur yang secara khusus membahas konflik Libanon.
Yang Mulia Seri Paduka Baginda,
Hadirin yang berbahagia,
Kerjasama Indonesia dengan Malaysia tidak hanya berkembang dalam konteks bilateral tetapi juga dalam berbagai forum regional dan internasional. Dalam organisasi regional ASEAN, Organisasi Konferensi Islam dan Gerakan Non-Blok, kita telah mengembangkan kerjasama yang meliputi berbagai bidang, baik politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, maupun pertahanan dan keamanan. Khusus dalam kerangka ASEAN, kita sama-sama memiliki komitmen dan visi untuk mewujudkan komunitas ASEAN 2020.
Sementara itu, sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak, kita pun ingin mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin; rahmat bagi semesta alam. Apa yang disyiarkan oleh Pemerintah Malaysia dengan mengusung konsep Islam Hadari, saya pandang merupakan wujud nyata dari Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Kita sungguh ingin mewujudkan Islam yang teduh, serta pembawa kemajuan dan solusi bagi berbagai permasalahan ummat dan dunia.
Yang Mulia Seri Paduka Baginda,
Hadirin yang saya muliakan,
Mengakhiri sambutan ini, saya berharap semoga kunjungan Yang Mulia Seri Paduka Baginda yang singkat ini, dapat membawa manfaat lebih besar bagi peningkatan hubungan kedua negara. Saya berdoa kepada Allah SWT, agar Seri Paduka Baginda dikarunia kesehatan dan kebahagian. Demikian pula rakyat Malaysia dapat menikmati kehidupan yang lebih aman, adil dan lebih sejahtera. Semoga dibawah kepemimpinan Yang Mulia Seri Paduka Baginda, hubungan Indonesia dan Malaysia akan terus meningkat di masa yang akan datang.
Perkenankanlah kini saya memohon kepada para hadirin untuk mengangkat gelas dan minum bersama bagi kesehatan, kebahagian, dan kesuksesan Yang Mulia Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong dan Permaisuri, serta bagi perdamaian, kemakmuran, dan kesejahteraan kedua negara kita.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



