Pidato Presiden

Sambutan Acara Perayaan 200 Tahun Gereja Katholik di Jakarta

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERAYAAN 200 TAHUN GEREJA KATHOLIK DI JAKARTA
ISTORA SENAYAN JAKARTA, 26 MEI 2007


Yang saya hormati Menteri Agama Republik Indonesia,
Yang mulia Duta Besar Khusus Paus untuk Gereja Katholik di Indonesia,
Yang saya muliakan Uskup Agung Jakarta Julius Kardinal Darmo Atmojo,
Yang saya hormati Saudara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ibu Ketua Panitia, Yang saya muliakan para Uskup dan para Pemuka, serta Tokoh-tokoh agama Katholik dan tokoh agama-agama lain yang turut hadir, Saudara-saudara, umat khatolik di seluruh tanah air ,

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Selamat malam,

Salam sejahtera untuk kita semua,
Pada malam yang indah ini dan semoga penuh berkah ini, marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kita semua dapat menghadiri Perayaan 200 Tahun Gereja Katholik di Jakarta. Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat kepada seluruh umat Katholik di tanah air dalam perayaan yang agung ini dan semoga Saudara-saudara dapat meningkatkan ibadah, karya, dan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara tercinta.

Hadirin sekalian,
Umat Katholik adalah bagian utuh dari bangsa Indonesia. Umat Katholik sebagaimana saudara-saudaranya yang lain, memiliki hak dan kewajiban yang sama. Bersama-sama pula dengan saudaranya yang lain ikut bertanggung jawab di dalam membangun bangsa menuju Indonesia yang lebih aman dan damai lebih adil, lebih demokratis, dan lebih sejahtera.

Umat Katholik bersama komponen bangsa yang lain ikut menegakkan nilai dan jati diri bangsa, agar dapat kita tingkatkan harkat dan martabat kita sebagai bangsa, baik di negeri sendiri maupun di forum-forum dunia. Misi besar untuk menuju bangsa yang maju, adil, dan sejahtera sangat ditentukan oleh karakter yang tangguh, yang dimiliki oleh bangsa kita, yaitu semangat optimisme, keuletan dan kesediaan untuk bekerja keras, juga ditentukan apakah bangsa kita makin memiliki pengetahuan yang luas, makin knowledgable dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin tinggi?

Apakah bangsa kita semakin rasional dengan mengedepankan the power of mind, the power of reason untuk mengelola kehidupan di negeri tercinta ini? Ditentukan pula, apakah bangsa kita tetap rukun, tetap toleran dan harmonis dalam kehidupannya? Apakah bangsa kita juga tetap dan terus mencintai tanah airnya, bangsanya, dan negerinya? Dan apakah kita semua, bangsa Indonesia, termasuk umat Katholik di dalamnya tidak sama dalam menghadapi globalisasi. Tetapi secara cerdas dan apik justru dapat mengambil peluang-peluang dalam globalisasi itu untuk kepentingan bangsa, untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Itulah tantangan yang kita hadapi dalam membangun karakter dan sosok bangsa yang sanggup untuk membangun negeri ini menuju masa depan yang lebih baik.

Dalam kaitan itu, maka para pemimpin dan tokoh di negeri ini, siapa pun dan tokoh apa pun diharapkan dapat berperan dan berkontribusi secara optimal, termasuk para pemimpin dan tokoh-tokoh agama. Melalui mimbar terhormat ini, saya mengingatkan para pemimpin umat Katholik untuk secara aktif mengambil bagian dalam tugas besar yang kita jalankan dewasa ini, melanjutkan reformasi dan membangun kembali negeri kita pasca krisis.

Saya berharap Saudara-saudara sekalian, para pemimpin tokoh dan pemuka agama Katholik terus mangajarkan ajaran agama dan moral yang baik dan benar. Terus membangun karakter dan kepribadian umat yang tangguh, terus membimbing dan memberi contoh untuk hidup rukun dan harmonis dengan umat beragama yang lain dan dengan semua komponen bangsa.

Hadirin sekalian,
Saudara-saudara umat Katholik di seluruh tanah air,
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, besar ukurannya, besar potensinya, besar sejarahnya. Kita harus benar-benar mampu membangun peradaban yang juga besar. Peradaban yang tinggi great civilization di masa depan. Dengan keyakinan diri yang tinggi kita semua, dengan persatuan dengan kebersamaan, saya yakin dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, kita akan mampu membangun peradaban yang tinggi itu, the great civilization untuk bangsa kita.

Saudara-saudara,
Dewasa ini kita sedang melakukan transformasi besar, bukan sekedar perubahan, tetapi transformasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, dalam proses besar ini, mari kita benar-benar kita membangun diri kita menjadi bangsa yang berperadaban tinggi. Mari kita perangi dan mantapkan sikap dan perilaku kehidupan yang tidak sehat, yang tidak mendidik, serta miskin etika dan etiket dalam kehidupan bermasyarakat.

Mari kita bangun nilai, sikap, dan perilaku kehidupan yang pandai bersyukur, pandai berterima kasih, ksatria dan sportif, menghormati dan menghargai suatu hasil dan capaian oleh siapa pun betapapun kecilnya, tetapi juga tetap peduli dan kritis pada hal-hal yang tidak benar. Marilah kita bangun budaya damai dan bukan budaya kekerasan atas dasar persaudaraan dan kasih sayang sebagai sesama bangsa Indonesia.

Hadirin sekalian,
Saudara-saudara yang saya muliakan,
Sekarang dan ke depan ini, Pemerintah akan terus mengemban misi dan bekerja keras untuk membangun ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat kita. Antara lain, kita akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendidikan, meningkatkan kesehatan, mendorong tumbuhnya Usaha Kecil dan Menengah, membangun infrastruktur di seluruh tanah air, membangun pemerintahan yang bersih dan efektif dan tugas-tugas pembangunan lainnya. Kita ketahui, saya menyadari sepenuhnya, bahwa upaya-upaya tersebut tidak sepi dari tantangan dan permasalahan. Namun saya yakin, seberapa pun permasalahan dan tantangan itu akan dapat kita atasi, sebagaimana keyakinan saya, saya yakin, keyakinan kita semua, bahwa dengan terus membangun Indonesia di masa depan akan lebih baik dari Indonesia sekarang ini. Dalam kaitan itu semua, saya meminta dukungan dan kebersamaan dari umat Katholik dan seluruh rakyat Indonesia untuk melaksanakan dan menyukseskan tugas-tugas pembangunan tersebut.

Demikianlah Hadirin sekalian yang saya muliakan, sekali lagi dalam kesempatan yang membahagiakan ini, saya mengucapkan selamat kepada segenap umat Katholik di Indonesia pada Perayaan 200 Tahun Gereja Katholik di Jakarta.

Sekian.
Terima kasih.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan