Pidato Presiden
Sambutan Peresmian Gedung Arca Museum Nasional dan Pembukaan Pameran Majapahit
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN GEDUNG ARCA MUSEUM NASIONAL
DAN PEMBUKAAN PAMERAN MAJAPAHIT
MUSEUM NASIONAL, 20 JUNI 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang Mulia Para Duta Besar Negara-negara Sahabat dan para Pimpinan Organisasi Internasional, Saudara Gubernur DKI Jakarta,
Yang saya cintai para Budayawan, para Sejarahwan, para Pengusaha Sektor Kepariwisataan,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat
menghadiri, ”Peresmian Gedung Arca Museum Nasional Jakarta” bersamaan dengan Pembukaan pameran yang bertemakan ”Majapahit Puncak Peradaban Nusantara”. Saya juga ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang ke-229 kepada Museum Nasional. Saya berharap Museum Nasional dapat terus maju dan berkembang dalam melestarikan peninggalan kekayaan sejarah dan budaya bangsa kita.
Saudara-saudara,
Di era abad ke-4 hingga abad ke-16 masehi Kerajaan Nusantara tumbuh subur di tanah air, antara lain kerajaan Kutai di Kalimantan, Kerajaan Sriwijaya di Sumatera, Kerajaan Majapahit di Jawa, Kerajaan Gowa di Sulawesi hingga Kerajaan Ternate di Maluku. Kerajaan-kerajaan itu telah mewariskan tradisi, budaya dan peninggalan sejarah yang tidak ternilai. Kejayaan, kebesaran dan peradaban yang tinggi peninggalan Kerajaan-kerajaan itu dapat kita saksikan melalui bukti-bukti arkeologis dan historis. Dalam kaitan ini saya menyambut gembira penyelenggaraan Pameran Majapahit ini. Sebagaimana kita ketahui Kerajaan Majapahit adalah Kerajaan yang sangat besar di Nusantara dan memiliki hikayat sejarah yang panjang dan prestisius.
Melalui pameran ini kita akan dapat lebih menghayati kebesaran dan kejayaan Kerajaan Majapahit sebagai bagian dari upaya kita mempelajari budaya bangsa di masa lalu, disamping itu melalui penyelenggaraan pameran ini saya ingin mengingatkan kita semua bahwa museum merupakan tempat yang sagat bernilai dalam perjalanan hidup sebuah bangsa, museum adalah tempat disimpan dan dipeliharanya berbagai karya luhur nenek moyang kita yang mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman budaya kita.
Dengan menyaksikan karya-karya luhur yang beranekaragam tersebut dan yang berasal dari segenap penjuru tanah air, diharapkan dapat semakin mempertebal penghayatan dan kecintaan kita terhadap keanekaragaman budaya bangsa yang selanjutnya akan memperkokoh kepribadian, jati diri dan watak bangsa kita. Dengan semakin kokohnya watak bangsa ini, maka berarti budaya telah ikut berkontribusi dalam membangun keunggulan dan daya saing bangsa.
Selain itu keanekaragaman budaya yang terbingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia diharapkan sanggup menjadikan bangsa ini lebih menghargai perbedaan budaya, sehingga menjadikan kita lebih toleran dan lebih sanggup dalam membina kehidupan yang harmonis diantara kita sendiri maupun dengan bangsa-bangsa lain.
Di era globalisasi sekarang ini perubahan berkelanjutan dalam berbagai dimensi kehidupan merupakan suatu keniscayaan. Dalam kaitan itu museum dituntut untuk sanggup menjalankan peran lebih dari sekedar tempat penyimpanan benda-benda peninggalan bersejarah, museum harus sanggup berperan sebagai tempat pembelajaran yang tidak saja, terima kasih, yang tidak saja menampilkan kejayaan dan kebesaran dari peradaban nenek moyang kita akan tetapi juga bagaimana nenek moyang kita dapat hidup harmonis dengan alam sekelilingnya tanpa mengakibatkan kerusakan lingkungan.
Dengan demikian melalui museum kita dapat memperoleh sesuatu pembelajaran yang utuh yang memungkinkan kita untuk secara arif dan bijaksana mengambil pelajaran yang terbaik dari peradaban masa lalu dan menjadikannya sebagai bekal yang berharga dalam menapaki kehidupan di masa kini dan masa depan.
Oleh karena itu mengingat pentingnya arti dan peran museum sebagai tempat pembelajaran bagi masyarakat, museum harus lebih inovatif dalam merancang berbagai skenario pameran sejarah, melalui tampilan yang kreatif museum-museum di negeri kita benar-benar dapat memupuk kebanggaan masyarakat terhadap budaya nasional. Ini harapan saya sekaligus memperkokoh persatuan dan persaudaraan kita sebagai bangsa.
Pada kesempatan yang baik ini pula saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sejarah bangsa kita. Marilah kita ajak keluarga kita dan para pelajar kita untuk mengunjungi museum agar mereka bisa mengetahui sejarah masa silam dan kebesaran bangsa kita sendiri. Tanamkan pengertian kepada anak-anak kita sedini mungkin, bahwa museum adalah tempat yang baik untuk mempelajari berbagai kearifan masa lalu yang dapat menjadi inspirasi di masa kini dan masa yang akan datang, jadikanlah pula museum sebagi agenda rekreasi dan hiburan bagi keluarga.
Saudara-saudara,
Pada kesempatan yang baik ini saya mengajak para sejarahwan untuk terus menggali berbagai peninggalan sejarah di tanah air, terus lakukan penggalian di situs-situs bersejarah sebagai bagian dari niat mulia kita untuk melestarikan budaya masa lalu. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Termasuk kebesaran dalam sejarah budaya dan peradaban masa lalunya. Marilah kita revitalisasikan kebanggaan dan kebesaran masa lalu tersebut untuk membangun Indonesia yang lebih maju, lebih adil dan lebih sejahtera.
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Sebelum saya mengakhiri sambutan ini, saya akan menyampaikan beberapa harapan dan ajakan kepada Saudara-saudara dan juga kepada seluruh rakyat Indonesia. Saya menyimak apa yang disampaikan oleh Saudara Menteri Kebudayaan dan Pariwisata tadi, tentang pentingnya kita untuk melestarikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai budaya bangsa.
Saudara-saudara,
Beberapa hari yang lalu saya membuka Festival Kesenian Bali atau Pesta Kesenian Bali. Malamnya saya menghadiri sebuah sendra tari yang dipentaskan oleh seniman-seniman kita dari Bali, yang menurut saya sungguh indah.
Beberapa hari sebelumnya saya menghadiri sebuah ulang tahun media massa dan saya bersama dengan para penyair-penyair profesional ikut membaca sebuah puisi. Saya hanya ingin menyampaikan pesan di negeri ini kepada bangsa kita sebagaimana yang sering saya sampaikan di berbagai forum, janganlah kehidupan kita ini hanya dilihat dari satu, dua dimensi saja. Kalau kita hanya memaknai kehidupan ini sebagai sesuatu yang benar atau salah, maka kita menggunakan dimensi logika, meskipun itu penting untuk membangun sebuah bangsa yang modern.
Kalau kita hanya melihat sesuatu hanya dari segi baik atau buruk yang itu juga penting dalam kehidupan bermasyarakat maka kita memasuki wilayah etika. Satu dimensi yang sering dilupakan yang membikin kehidupan kita serasa lengkap adalah persoalan tentang keindahan, yang kita sebut dengan estetika. Bagi saya pribadi dengan keyakinan yang kuat, hidup kita akan semakin bermakna, semakin harmonis, semakin tenteram dan indah, kalau tiga-tiganya kita hadirkan, logika, etika dan estetika.
Kalau setiap tanggal 17 Agustus di Istana Negara saya tampil di panggung menyanyikan satu lagu bersama-sama, biasanya juara-juara lomba musik seperti Indonesian Idol, seperti-seperti itu, tiada lain bahwa saya meyakini bahwa seni bagian dari budaya secara utuh sangat penting untuk terus kita hidupkan dan kembangkan di negeri ini sambil mengajak yang lain, sambil mengajak yang lain. Pemimpin itu harus sering-sering memberi contoh, dengan demikian keyakinannya diekspresikan dalam tindakannya dan dengan demikian harapan saya, kita mengajak masyarakat kita, bangsa kita untuk sekali lagi menjalani kehidupan yang lebih seimbang, lebih utuh sehingga negara kita akan lebih tenteram dan lebih indah.
Saudara-saudara,
Dalam dinamika kehidupan yang, dalam era globalisasi ini berjalan cepat dengan revolusi, informasi dan hal-hal yang berkaitan dengan modernitas seringkali keseharian kita berhadapan dengan isu-isu yang panas, hot issues, memang tidak terelakkan. Kadang-kadang diantara kita begitu berjarak. Kita tahu Indonesia adalah sangat majemuk, tetapi janganlah jarak ini menjadi penghalang untuk kita selalu hidup rukun, penuh dengan toleransi dan harmoni.
Kita berjarak karena perbedaan identitas, barangkali berbeda dalam agama, dalam suku, dalam etnis, dalam asal dari daerah mana dan sebagainya. Adakalanya kita berbeda dalam profesi, dalam pikiran politik maupun dalam komunitas-komunitas politik yang ada.
Semakin banyak kita dihadapkan dengan perbedaan maka harus semakin tekun, semakin gigih kita mencari persamaan-persamaan. Banyak yang bisa kita angkat bahwa we are one, bahwa Bhineka Tunggal Ika itu benar, bahwa kita hidup dalam sebuah perbedaan yang indah tanpa menimbulkan gangguan terhadap kerukunan kita. Salah satunya kecintaan pada budaya kita, pada sejarah kita, peradaban kita, tanah air kita dan kekhasan Indonesia.
Dalam kesempatan yang baik inilah saya mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia dalam menapaki kehidupan kita dimasa depan marilah terus kita mencari persamaan-persamaan, perekat-perekat untuk bisa meyatukan kita. Indonesia harus lebih bersatu, lebih rukun, lebih kompak dalam keperbedaan, dalam berbagai kemajemukan yang kita miliki.
Saudara-saudara,
Pesan dan harapan serta ajakan lain yang ingin saya sampaikan adalah menyangkut museum kita. Tadi malam saya baru menandatangani dua buku yang dikirim oleh para pengelola dan pencetak museum dari Bali, mereka ingin mendapatkan semangat dari saya, saya berikan semangat dan dorongan yang indah, karena setelah saya baca luar biasa, excellent dan ini tentunya jangan hanya yang ada di Bali, tapi di seluruh Indonesia. Saya tekun berkunjung ke museum-museum Indonesia baik di dalam maupun di dalam dan di luar negeri. Waktu saya berkunjung ke Rusia tahun lalu, saya sempat melihat sebuah museum di Saint Pietersburg, cantik karena peradaban Rusia yang agung di waktu yang lalu.
Saya berpikir Indonesia mestinya juga bisa membikin museum seperti itu karena tidak miskin kita akan sejarah dan peradaban yang pernah berada di negeri kita ini. Saya berkunjung ke sebuah museum geologi di Selandia Baru tahun 2005, cantik, realistik, ditampilkan secara apik, saya yakin Indonesia lebih kaya lagi karena kita memiliki kekayaan geologi yang luar biasa. Kalau peristiwa tsunami, letusan gunung berapi dan berbagai peristiwa alam diabadikan disamping itu sebagai bagian dari sejarah tapi juga pusat pembelajaran bagi generasi.
Kita hidup memang dalam geografi dan geologi seperti ini, we are living on the edge dalam batas alam seperti ini , harus kita jadikan berkah, harus kita jadikan sesuatu untuk kemajuan di waktu yang akan datang. Museum bisa mengambil peran dalam memberikan pembelajaran pendidikan bagi kita semua.
Saudara-saudara,
Yang terakhir saya telah menyampaikan di berbagai forum, dunia sekarang ini menghadapi yang saya sebut dengan peradaban gelombang keempat. Dulu kita pertama-tama mengenal dengan peradaban gelombang pertama, yaitu abad pertanian, agriculture, green revolution, setelah itu kita memasuki lagi yang disebut dengan gelombang kedua peradaban manusia, abad atau gelombang industri, industrial revolution. Setelah itu tahun 80-an hingga sekarang dunia berada dalam satu tahapan revolusi baru yang disebut dengan abad informasi, information edge. Tanpa kita sadari sesungguhnya masyarakat dunia, kita semua sedang memasuki era baru yang saya sebut dengan gelombang keempat yang kita makin sadar dunia kita makin tua, dengan segala permasalahannya kelangkaan pangan, energi, air bersih ada climate change, ada global warming dan semua kejadian-kejadian di bumi ini akibat peristiwa alam yang terjadi. Di samping peristiwa alam ada juga kealpaan, kelalaian kita dalam mengelola sumber-sumber daya alam yang ada.
Gelombang keempat adalah gelombang kita, gelombang anak cucu kita yang harus kita persiapkan dan kita bangun secara bersama all global comunities must be united, dengan satu komitmen dan aksi bersama menyelamatkan bumi ini agar sumber-sumber pangan tadi tujuh miliar manusia didunia tetap tercukupi termasuk energi, termasuk air dan lain-lain yang dibutuhkan oleh umat manusia. Dalam konteks itu diperlukan perubahan paradigma, mindset dan cara pandang kita bagaimana kita hidup di abad, ulangi. Di peradaban gelombang keempat ini yang serba lingkungan menurut saya, dengan memilih, dengan mengembangkan satu cara-cara yang lebih tepat dengan gelombang keempat tersebut.
Ekonomi misalnya, kita tahu ada pertanian, ada industri, ada jasa tetapi bagi kaum yang memahami gelombang keempat yang akan datang mari kita imbangi sumber-sumber ekonomi yang klasik, yang konfensional dengan sumber-sumber baru yang saya sebut misalkan heritage economic, eco-economi, eco-tourisme Indonesia sebagai contoh. Kalau kita mulai sekarang, mulai menyiapkan infrastruktur dalam arti luas, membangun strategi, menyiapkan mental kita, pikiran kita, untuk membangun ekonomi gelombang keempat itu. Seperti yang kita lakukan pameran di museum, pameran seni, kemudian kepariwisataan dan lain-lain dengan keunggulan warisan budaya kita, heritage sejarah kita, nilai-nilai kita, spiritualitas kita, dipadukan dengan keindahan alam dan yang serba nature. Saya yakin bahwa Indonesia di suatu saat akan memiliki potensi yang besar dalam ekonomi kita termasuk ekonomi yang lebih tepat dan cocok untuk gelombang keempat nanti yang kita semua diikat oleh satu komitmen dan aksi untuk menyelamatkan lingkungan hidup di bumi ini.
Itulah yang ingin saya sampaikan dan ini sungguh besar harapan saya untuk kita jadikan satu roadmap, bagaimana kita mengarungi masa depan kita dengan pikiran yang jernih demi kemaslahatan dan keselamatan Indonesia dan demi kemaslahatan dan keselamatan umat manusia di seluruh dunia.
Demikianlah Saudara-saudara yang dapat saya sampaikan dan akhirnya, dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa serta mengucapkan ”Bismillahhirahmannirahim” Gedung Arca Museum Nasional saya resmikan penggunaannya bersamaan dengan ”Pembukaan Pameran Majapahit”.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



