Pidato Presiden

Sambutan Acara Silaturahmi dengan Peserta Musabaqah Nasional Penghafal Alquran dan Hadis

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
SILATURAHMI DENGAN PESERTA MUSABAQAH NASIONAL PENGHAFAL AL-QUR’AN DAN HADIS
ISTANA NEGARA, 22 JUNI 2007



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Yang saya hormati Saudara Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, DR. Hidayat Nurwahid, Saudara Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang Mulia para Duta Besar Negara-negara Sahabat, Saudara Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah, DR. Alwi Shihab,
Yang Mulia Syeikh Abdullah bin Sulaiman Al-Mani, Utusan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi,
Yang Mulia Imam Besar Masjid Nabawi, Syeikh DR. Ali bin Abdurrahman Al-Hudzaifi,
Yang saya hormati para Pimpinan Pendidikan Tinggi Islam dan para Pimpinan Pondok Pesantren,
Yang saya cintai dan saya muliakan para Ulama, para Kyai, Saudara Ketua Panitia Penyelenggara, K.H. Syuhada Bahri dan para Peserta Musabaqah Nasional Penghafal Al-Quran dan Hadist,

Hadirin sekalian yang dimuliakan Allah SWT,
Pada kesempatan yang membahagiakan dan insya Allah penuh berkah ini, marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena hanya atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat bersilaturahim dengan para peserta Musabaqah Nasional Penghafal Al-Qur’an dan Hadis, di Istana Negara. Shalawat dan salam marilah bersama-sama kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat, dan para pengikut Rasulullah hingga akhir zaman.

Saya ingin menggunakan kesempatan ini, untuk menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Yang Mulia Syeikh Abdullah bin Sulaiman Al-Mani’ utusan resmi Pangeran Sulthan bin Abdul’aziz, beserta Yang Mulia Syeikh Dr. Ali bin Abdurrahman Al-Hudzaifi, Imam Besar dan Khatib Masjid Nabawi. Kehadiran Yang Mulia menambah kehangatan dan keakraban silaturrahim ini.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Sungguh saya sangat berbahagia dapat bersilaturahim dengan para hafidz atau penghafal Al-Qur’an dan Hadis yang datang dari seluruh tanah air. Saudara-saudara adalah bagian dari generasi muda yang berkhidmat pada pemurnian Al-Qur’an dan Hadis, melalui hafalan yang Saudara kuasai. Dari jumlah kaum muslimin yang sangat besar di tanah air, tidak banyak yang dapat menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis-hadis Nabi. Oleh karena itu, saya menaruh rasa hormat dan bangga atas prestasii Saudara-saudara. Saya turut berdoa, semoga Saudara-saudara dapat meraih kemuliaan melalui hafalan Al-Quran dan Hadis. Semoga pula, kepandaian Saudara-saudara dapat ditularkan kepada kaum muslimin lainnya, termasuk generasi mudanya.

Bagi kita kaum Muslimin, Al-Qur’an bukanlah sekedar kumpulan wahyu Allah SWT yang menjadi petunjuk, penerang, dan pembeda bagi umat manusia. Al-Qur’an juga memberikan petunjuk kepada manusia untuk memahami hakikat hidup menuju arah yang benar, baik di dunia maupun di akhirat. Al-Qur’an menjelaskan hampir seluruh aspek kehidupan manusia, alam semesta, alam ghaib, dan kehidupan di hari akhirat kelak. Sebagai pembeda, Al-Qur’an berisikan kaidah-kaidah akhlak yang membedakan mana perbuatan yang benar (al-haq) dan mana perbuatan yang salah (al-bathil). Pendek kata, Al-Qur’an bagaikan samudera yang tanpa batas jika kita arungi. Al-Qur’an bagaikan cahaya kebenaran dan kesucian yang diturunkan Allah SWT kepada umatnya, untuk menerangi jalan kehidupan manusia di dunia dan akhirat.

Umat Islam diwajibkan oleh Allah SWT untuk senantiasa membaca, memahami, dan mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Untuk itulah, menjadi kewajiban kita pula agar perilaku kehidupan kita sehari-hari hendaknya selalu diwarnai dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan sunah nabi. Alangkah berbahagianya, jika kita umat Islam mampu menjadi teladan bagi umat-umat lain di muka bumi. Kita masih ingat bahwa di masa lalu, kejayaan Islam sesungguhnya berawal dari kejayaan moral yang tumbuh pada setiap sanubari insan muslim. Kita semua tentu berkeinginan agar pikiran, sanubari dan perilaku kita dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa, selalu bersemi, tumbuh serta diwarnai dengan akhlak yang mulia.

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Al-Qur’an selain mengungkap hakikat dan arti kehidupan, juga memiliki nilai artistik yang sangat tinggi. Kitab suci Al-Qur’an ditulis dengan huruf Arab yang indah dan diharapkan dapat dilafadzkan dengan suara yang merdu. Seni kaligrafi dan seni baca Al-Qur’an, telah menjadi bagian dari upaya kreativitas kaum muslimin yang memadukan unsur keindahan dan spiritual. Bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar, menambah kesyahduan dan kedekatan kita kepada Sang Maha Pencipta. Demikian pula dengan menghafalkan hadis, akan sangat membantu kita di dalam memahami, meyakini, dan mengaplikasikan syari’at Islam, sesuai dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW. Dengan menghayati dan meneladani sisi-sisi kehidupan Rasulullah SAW, kita akan dapat menjalani kehidupan bermasyarakat kita dengan sikap dan perilaku yang penuh kebajikan, yang dapat membangun persaudaraan dan harmoni yang hakiki.

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Atas nama Pemerintah dan selaku pribadi, saya menyambut gembira kegiatan Musabaqah Nasional Penghafal Al-Qur’an dan Hadis Nabi, yang diselenggarakan atas kerjasama Atase Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi dengan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Ikatan Dai Indonesia ini. Kerjasama ini, selain dapat meningkatkan hubungan baik antara Pemerintah kita dengan Kerajaan Arab Saudi, juga dapat memberikan motivasi kepada kaum muslimin di tanah air untuk memelihara kemurnian kitab suci Al-Qur’an dan pendalaman hadis.

Pemerintah sejak lama telah menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an. Membaca, menghafal, dan menafsirkan Al-Qur’an, serta penulisan kaligrafi Al-Qur’an merupakan bagian dari upaya kita untuk lebih mendalami dan mencintai Al-Qur’an.

Saudara-saudara,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin mengajak segenap kaum Muslimin dan Muslimat di tanah air, untuk senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Marilah kita budayakan kembali membaca, mengkaji, memahami, dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an, dengan menghidupkan kembali majelis-majelis taklim di surau-surau dan masjid-masjid kita. Marilah kita tingkatkan apresiasi kita secara lebih nyata kepada Al-Quran dengan penuh keikhlasan dan kesadaran. Saya berharap, mudah-mudahan Musabaqah Nasional Penghafal Al-Qur’an dan Hadis, sebagai salah satu media dan wahana untuk meningkatkan syiar Islam di tanah air dan mencetak kader-kader penghafal Al-Qur’an dan Hadis, dapat terus kita lanjutkan.

Kepada Yang Mulia Duta Besar Arab Saudi, beserta seluruh panitia penyelenggara, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Kepada para pemenang Musabaqah, saya ucapkan selamat. Semoga prestasi yang telah Saudara-saudara raih, ananda raih dapat menjadi contoh bagi generasi muda Islam lainnya di tanah air.

Demikian sambutan saya, semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita sekalian.

Terima kasih.
Wabillahi taufiq wal hidayah, wasalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenanan