Pidato Presiden

Sambutan Peresmian Pasar Ikan Higienis dan Peresmian Industri Perikanan Terpadu PT Pusaka Benjina Resources

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PASAR IKAN HIGIENIS DAN PERESMIAN INDUSTRI PERIKANAN TERPADU
PT PUSAKA BENJINA RESOURCES
AMBON, 28 JUNI 2007


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara Gubernur Maluku, Saudara Walikota Ambon, dan Saudara Bupati Kepulauan Aru dan para Pejabat dan Pimpinan yang bertugas di Provinsi Maluku, baik dari unsur Eksekutiff, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri,
Yang saya hormati para Pimpinan Perguruan Tinggi dan Lembaga-lembaga Pendidikan, para Ulama dan Pemuka Agama, para Tokoh Masyarakat, Saudara Pimpinan PT Pusaka Benjina Resources dan para Usahawan Industri Perikanan,
Yang saya cintai para Nelayan, para Pembudidaya ikan dan para Anggota Komunitas Pesisir,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik dan semoga senantiasa penuh berkah ini, saya mengajak Saudara semua untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan ridho-Nya, hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini untuk bersama-sama menghadiri Peresmian Pasar Ikan Higienis dan Industri Perikanan Terpadu dari PT Pusaka Benjina Resources, sekaligus Peresmian Gedung Fakultas MIPA Universitas Pattimura. Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT, karena kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta.

Tadi rombongan saya yang terbang langsung dari Jakarta ke Maluku ini sempat berputar di udara lebih dari setengah jam atau holding karena cuaca di bawah belum memungkinkan untuk didarati. Saya teringat, dulu tahun-tahun 2000, 2001, 2002, saya sangat sering berkunjung ke Maluku bukan hanya di kotanya, tapi masuk ke wilayah-wilayah yang lain. Setiap kali saya berkunjung ke Maluku dan alhamdulillah ketika saya mengemban amanah sebagai Presiden, ini kunjungan saya yang ketiga. Setiap kali itu, saya bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena situasinya terus semakin baik. Kita ingat hari-hari yang berat waktu itu, biarkanlah jadi bagian dari sejarah, kita petik pelajarannya dan marilah kita dalam menapaki dan mengarungi masa depan dengan kearifan, pembelajaran sejarah itu kita rakit, kita jalani hari esok yang lebih baik.

Tadi waktu kita sebentar transit di bandara, saya berbicara dengan Pak Gubernur dan pejabat-pejabat yang lain. Saya katakan kepada beliau karena saudara-saudara kita di Ambon dan di Maluku pada umumnya telah benar-benar ingin membangun hari esok yang lebih baik, ingin hidup rukun, berdampingan secara damai, menjadi kewajiban kita semua, para pemimpin, termasuk saya, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota dan semua pemimpin berikhtiar, bekerja penuh, berbuat yang terbaik untuk mereka, agar kondisi masyarakat di Maluku pasca konflik ini ke depan makin baik.

Kita ingin Saudara-saudara, ketika alhamdulillah ekonomi kita tumbuh makin baik, penerimaan negara kita makin besar dan anggaran pendapatan dan belanja negara, termasuk daerah juga makin besar, mari betul-betul kita gunakan anggaran itu dengan sebaik-baiknya, dengan sasaran yang tepat, memberikan lapangan pekerjaan, menghidupkan ekonomi lokal. Dengan demikian, penderitaan saudara-saudara kita, tahun-tahun yang berat waktu itu dapat diakhiri dan benar-benar daerah yang kita cintai ini, masuk era baru, era yang penuh dengan rahmat, era yang penuh dengan kedamaian, dan akhirnya membawa kesejahteraan hakiki lahir dan batin.

Hadirin yang saya hormati,
Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih, penghargaan dan selamat kepada Departemen Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Daerah, pihak PT Pusaka Benjina Resources yang telah dapat membangun infrastruktur di bidang perikanan ini. Ucapan yang sama juga saya sampaikan kepada Departemen Pendidikan Nasional, Pemerintah Daerah dan Universitas Pattimura yang juga dapat membangun fasilitas pendidikannya yang baru. Saya berharap pembangunan fasilitas pendidikan terus kita lakukan sehingga semua pendidikan di Maluku ini makin ke depan makin baik, infrastruktur dan kegiatan operasionalnya.

Saudara-saudara,
Negara kita terus membangun, membangun untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya di seluruh tanah air, termasuk saudara-saudara kita yang ada di Provinsi ini. Salah satu agenda penting dalam pembangunan yang kita lakukan sekarang ini adalah bidang kelautan dan perikanan bersamaan dengan bidang pertanian dan bidang atau sektor kehutanan. Dua tahun yang lalu, saya telah mencanangkan dan memulai program nasional yang sangat intensif, yaitu revitalisasi atau pembangkitan kembali pertanian, perikanan, dan kehutanan di seluruh Indonesia. Ini akan terus kita jalankan dan galakkan.

Dengan program ini, dengan biaya yang makin besar tiap tahunnya, kita ingin ekonomi tahun yang hidup di perdesaan, pertanian dan perikanan itu makin baik. Kita ingin kemiskinan di komunitas dan daerah-daerah itu makin berkurang. Kita juga ingin komunitas petani, nelayan, dan petani hutan juga bisa mendapatkan lapangan pekerjaan yang lebih baik, termasuk tentunya yang menjadi tema kegiatan hari ini adalah nasib dan kesejahteraan saudara-saudara kita, para nelayan, pembudidaya ikan, dan komunitas pesisir.

Saudara-saudara,
Kita juga ingin Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah di komunitas petani, nelayan, pembudidaya ikan, dan masyarakat pesisir juga mengalami pertumbuhan yang baik. Kita ingin, agar ekonomi itu bergerak dan pergerakan ekonomi itu benar-benar dirasakan oleh saudara-saudara kita pada komunitas-komunitas itu, baik itu pembudidaya ikan, pengolah ikan, maupun pedagang ikan. Pendek kata, mereka semua harus merasakan hasil pembangunan dari sektor kelautan dan perikanan ini.

Saudara-saudara,
Saya mendukung upaya Departemen Kelautan dan Perikanan untuk terus meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan dari kaum nelayan dan masyarakat pesisir. Yang saya tekankan dan alhamdulillah telah dijalankan, dewasa ini menyangkut sektor kelautan dan perikanan adalah pertama-tama berdayakan nelayannya, masyarakat pesisirnya, tingkatkan kemampuan mereka. Pemberian kapal yang tadi disampaikan, salah satu bentuk untuk memberdayakan nelayan dan meningkatkan kemampuannya. Setelah makin berdaya mereka, dapat hidup lebih baik dari kesehariannya, maka tahapan berikutnya lagi bangun kemitraan, mitrakan mereka dengan usaha-usaha perikanan yang lebih besar. Namanya mitra itu adalah partner.

Harapan saya, misalnya para nelayan, komunitas masyarakat pesisir bermitra contohnya dengan PT Pusaka Benjina Resources laksanakan kemitraan dengan baik, bagi hasil yang adil, berdayakan mereka, jadikan para nelayan aset bagi perusahaan. Dengan demikian, akan terjadi rasa memiliki yang tinggi dari nelayan atas kemitraan itu. Dan akhirnya, usaha itu insya Allah dan saya yakin akan makin tumbuh dengan baik. Kalau itu terjadi, semua mendapatkan manfaat dan keuntungannya. Nelayannya maju, usahanya maju, kalau usaha maju, membayar pajak pada Pemerintah. Pajak itu digunakan lagi untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, kemudian mengurangi kemiskinan dan lain-lainnya. Suasana seperti itulah yang hendak kita kembangkan di negara kita ini, sekarang dan ke depan.

Di samping itu saya juga mendukung upaya serius dari Departemen Kelautan dan Perikanan bersama pihak lain, misalnya TNI Angkatan Laut, Kepolisian, Penegak Hukum untuk memproteksi wilayah-wilayah tangkapan ikan dari mereka-mereka yang melakukan kejahatan dalam penangkapan ikan. Nelayan-nelayan asing harus diawasi, dilakukan kontrol dan dibatasi, tidak boleh begitu saja melakukan penangkapan ikan di negeri ini tanpa aturan yang jelas. Kalau kita ingin mereka bekerja sama dengan pihak dalam negeri yang disebut dengan joint venture policy, jalankan itu. Di negeri kita sumber dayanya besar, kita olah untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat kita sendiri, bahwa kerjasama internasional itu bisa dilakukan dengan cara yang seadil-adilnya. Ini saya mintakan kepada Saudara Menteri dan pihak-pihak terkait untuk betul-betul dilakukan proteksi, pengawasan, dan pengelolaan wilayah-wilayah tangkapan ikan. Kasihan nanti komunitas nelayan yang kemampuannya tidak sebesar perusahaan-perusahaan besar menjadi korban dari pengelolaan yang tidak baik.

Saudara-saudara,
Kebetulan cuaca hari ini, seperti ini, merupakan keadaan barangkali bagi nelayan sulit untuk melaut. Saya dilahirkan di Pacitan. Pacitan itu kota pantai teluk, tetangga-tetangga saya nelayan, masyarakat pesisir saya tahu, kadang-kadang seminggu tidak melaut, kadang-kadang dua minggu tidak melaut. Pernah saya sampaikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Pak Freddy masih ingat, ketika kita menghadapi bermacam-macam badai bulan Januari, Februari tahun ini. Saya telepon beliau, ”Pak Freddy, coba cek daerah-daerah pesisir seluruh Indonesia, komunitas nelayan sudah berapa lama mereka tidak melaut, tidak turun ke laut. Coba carikan solusinya bersama-sama Pak Bupati, Pak Walikota, Pak Gubernur. Kasihan karena cuaca tidak bisa diapa-apakan itu, kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Tapi kita harus mencari akal, bagaimana tidak terjadi situasi yang betul-betul menimbulkan penderitaan bagi para nelayan”.

Saya tahu waktu itu ada aksi-aksi dan saya berharap ke depan, Pemerintah Daerah, Pak Gubernur ada di sini, Pak Bupati, Pak Walikota, Pak Bupati Kepulauan Aru juga ada, saya lihat dilayar monitor di depan saya. Tolonglah terus mengantisipasi, memberikan bantuan, mencari solusi, manakala cuaca dan musim ini sedang tidak bersahabat. Koperasi penting didirikan di tempat itu, Menteri Koperasi dan UKM juga ada bersama saya, tolong pikirkan satu bentuk ketika cuaca buruk ada mekanisme, ada bantuan untuk saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan hidup karena buruknya cuaca tersebut. Pesisir di banyak tempat juga rawan bencana, Tuhan itu Maha Besar, negeri kita diciptakan dengan sumber daya yang melimpah, pertemuan dua samudera, pertemuan dua benua, tetapi di tengah kemudahan, anugerah semuanya itu, ada tantangan, yaitu berbagai bencana alam yang sering datang, letusan gunung berapi, gempa bumi, bencana tsunami dan lain-lain.

Oleh karena itu, saya meminta kesungguhan Pemerintah Daerah, para Bupati, Walikota, Gubernur, semua untuk betul-betul melakukan sosialisasi kepada saudara-saudara kita di pesisir, mengenali manakala terjadi ancaman gempa bumi yang menimbulkan tsunami. Penting agar mereka hidup tenang, bisa menjalankan kegiatannya, tetapi selalu waspada apabila bencana itu datang.

Saudara-saudara,
Disamping bencana yang memang merupakan peristiwa alam, yang kekuasaan-Nya ada pada Yang Maha Kuasa, ada juga bencana-bencana di negeri ini dan di dunia, di negara-negara lain yang diakibatkan kesalahan manusia, kecerobohan manusia. Contoh, kalau negara-negara di dunia ini Amerika, Eropa, negara Asia, termasuk negara kita ceroboh begitu saja, tidak bisa melestarikan lingkungan hidup, membuang karbondioksida atau CO2 begitu saja di udara, maka seluruh dunia, atmosfir di atas bumi itu menjadi buruk, menjadi terganggu. Itulah yang disebut akhirnya menimbulkan global warming, pemanasan global. Karena terjadi pemanasan global, ada kerusakan, ada gangguan, maka terjadilah perubahan iklim atau climate change. Salah satu yang diderita oleh masyarakat pesisir dan kaum nelayan sudah mulai terjadi di wilayah pasifik, terjadinya kenaikan permukaan air laut. Kalau itu terjadi, bayangkan ribuan pulau di negeri ini, kalau air lautnya naik seperti apa. Oleh karena itu, sebagai salah satu pemimpin di dunia ini, saya menyerukan kepada pemimpin-pemimpin dunia, Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara untuk bersama-sama melestarikan lingkungan, mencegah global warming dan peristiwa-peristiwa yang bisa kita cegah.

Bulan Desember tahun iniiInsya Allah, kita akan menjadi tuan rumah Konferensi PBB di Denpasar, Bali untuk sekali lagi, mengelola yang disebut dengan climate change. Saya hanya ingin menyampaikan ini supaya paham, ada yang memang peristiwa alam, ada yang kesalahan manusia. Tetapi yang penting karena daerah pesisir di negara kita rawan bencana dan rawan musim buruk, maka satu-satunya jalan, marilah kita siap secara mental dan secara langkah-langkah nyata untuk menghadapi semuanya itu. Kepemimpinan sangat penting dan saya sungguh berharap para Bupati di seluruh Indonesia yang memiliki wilayah pesisir betul-betul mewaspadai, mengantisipasi, dan mengelola masalah-masalah ini.

Saudara-saudara,
Pada kesempatan yang baik ini, saya juga ingin menggarisbawahi pentingnya kita semua menggalakkan usaha Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Tadi saya memberikan bantuan bagi para pengelola Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, saya harap gunakan dengan sebaik-baiknya. Saya dukung program Menteri Koperasi, Usaha kecil dan Menengah yang kita sebut dengan 3 Paket Program Pemberdayaan Usaha Kecil.

Pertama, kita kenal dengan Program Pembiayaan Produktif untuk Koperasi dan Usaha Mikro, usaha yang betul-betul kecil. Yang kedua, kita kenal Program Perkasa. Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera, itu juga penting. Banyak sukses, banyak kisah sukses usaha yang dipelopori oleh kaum perempuan. Apakah Koperasi, apakah Usaha Kecil dan Menengah.

Kemarin dua hari, dua malam saya berada di Sidoarjo bersama para Menteri, saya bertemu dengan banyak pihak, termasuk kaum perempuan Sidoarjo dan kita memberikan bantuan karena ternyata dana yang dikelola oleh ibu-ibu, oleh kaum perempuan itu banyak yang tersalur dengan baik dan hasilnya juga baik, tolong ini juga digalakkan.

Kemudian juga ada program kredit untuk usaha segala rumah tangga. Ini juga penting. Maluku adalah daerah pasca konflik. Saya tahu barangkali memerlukan bantuan-bantuan untuk rumah tangga, usaha mikro, usaha kecil dan menengah. Marilah betul-betul kita galakkan semuanya itu.

Dan yang terakhir Saudara-saudara, sebagaimana kita saksikan tadi dan diresmikan Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau MIPA Universitas Pattimura, saya minta gunakan fasilitas itu sebaik-baiknya. Saya meminta Menteri Pendidikan Nasional, Saudara Gubernur, Bupati dan Walikota, majukan pula, bangun pula infrastruktur untuk lembaga-lembaga pendidikan yang lain. Sumber daya manusia penting. Saya titip kepada Pimpinan Perguruan Tinggi yang ada di Maluku ini. Karena sektor kelautan dan perikanan memiliki peluang yang tinggi, tolong mahasiswanya dipersiapkan betul untuk menjadi ahli, menjadi expert di bidang kelautan dan perikanan. Majukan fakultas itu, Pemerintah Pusat tolong bantu untuk mengembangkan semua upaya untuk meningkatkan pendidikan di bidang kelautan dan perikanan di Provinsi ini.

Dengan demikian, potensi ini tidak kita sia-siakan, kita bangun bersama. Pemerintah bisa membangun infrastrukturnya sesuai dengan tahapan anggaran Pemerintah, tetapi sumber daya manusianya harus siap, harus makin banyak yang mencintai sektor kelautan dan perikanan. Dan saya kira Maluku perlu menjadi model, menjadi contoh, bahwa sektor kelautan dan perikanan menjadi andalan ekonomi di waktu yang akan datang. Saya yakin saudara-saudara semuanya bisa

Demikianlah yang dapat saya sampaikan Saudara-saudara, pada acara yang penting ini. Dan malam ini, saya masih bermalam di sini dan insya Allah besok saya akan bertemu lagi dengan saudara-saudara yang lain, program-program yang lain. Karena kewajiban kita sekarang ini, semua pemimpin di negeri ini haruslah mencurahkan pikiran, waktu, dan tenaganya untuk memastikan semua pembangunan berjalan dengan baik, termasuk pembangunan di daerah-daerah di seluruh tanah air.

Saya yakin, seberat apapun tantangan yang kita hadapi kalau kita kompak, kita bersatu, kita rukun, apapun identitasnya, jangan kita gagal membangun negeri ini, karena kita terlalu mempersoalkan identitas, apalagi secara tidak positif, entah suku, entah agama, entah etnis, entah partai politik apapun, letakkan secara proporsional, selebihnya marilah kita bersatu dalam hati, dalam pikiran, dalam komitmen untuk membangun Ambon, membangun Maluku, membangun Kepulauan Aru khususnya dan membangun negeri yang kita cintai bersama.

Demikianlah Saudara-saudara, saya melihat Pak Bupati tepuk tangan dengan di Benjina dengan yang lain-lain. Salam saya. Saya pingin ke sana, tapi nampaknya waktunya belum pas dan cuaca sedang tidak bagus. Sampaikan salam saya Pak bupati untuk seluruh saudara-saudara kita yang ada di Kepulauan Aru, termasuk para nelayannya.

Demikianlah dan akhirnya dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Pasar Ikan Higenis dan Industri Perikanan Terpadu PT Pusaka Benjina Resources, Gedung Fakultas MIPA Universitas Pattimura dengan resmi saya nyatakan pengoperasiannya.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan