Pidato Presiden
Dialog dengan Petani pada Panen Raya di Desa Rancadaka, Pusakanagara
TRANSKRIPSI
DIALOG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN PARA PETANI
PADA ACARA
PANEN RAYA DI DESA RANCADAKA, PUSAKANAGARA
SUBANG, JAWA BARAT
4 JUNI 2007
Gubernur Jawa Barat (GJB):
Bapak Presiden beserta Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono serta Hadirin sekalian yang berbahagia,
Tibalah hadirin sekalian untuk dapat laksanakan kesempatan temu wicara, khususnya, tentunya kepada untuk teman-teman para petani yang akan menyampaikan apakah pertanyaan, kejelasan dari apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden tadi. Saya kira kalau kita menyimaknya dengan seksama, tadi sangat jelas sekali arah daripada strategi pembangunan pertanian kita ini.
Kemudian yang kedua, barangkali mengusulkan dan sekaligus barangkali memberikan pendapat-pendapat atau pengalaman-pengalaman di lapangan yang saya kira mungkin bermanfaat, akan sangat bermanfaat bagi kebijaksanaan Pemerintah yang tepat tadi, yang merupakan salah satu pilar daripada pembangunan pertanian yang kita harapkan. Hanya tentunya, supaya lebih efisien, lebih fokus, saya mohon nanti yang bertanya itu tidak diulang-ulang oleh penanya yang berikutnya, karena waktu untuk Presiden juga tidak bisa sangat lama sekali, ini mungkin kita mempunyai waktu sekitar 20-25 menit. Oleh karenanya, saya mengharapkan yang bertanya ini betul-betul fokus terhadap masalah. Konteksnya adalah tentunya ketahanan pangan. Tetapi yang lebih fokus lagi adalah bagaimana mensiasati kita meningkatkan 2 juta ton gabah kering giling dalam tahun 2007 ini.
Saya kira demikian dipersilakan. Tolong sebutkan namanya nanti, darimana dan sebagainya. Silahkan Bapak yang di depan ini, kemudian yang kedua di, ini para penangkar dua-duanya. Mungkin dari petani langsung itu yang di belakang itu, ada. Tiga dululah ya dari dua penangkar, kemudian yang dari petaninya satu. Silakan Bapak.
Sdr. H. Muhammad Yusuf, Petani
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bapak Presiden beserta Ibu Ani Bambang Yudhoyono yang kami hormati, perkenankanlah kami memperkenalkan diri. Nama Haji Muhammad Yusuf Sudini AR sebagai Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang. Dan kebetulan sawah yang akan dipanen ini milik kami Pak.
Kami sangat berbahagia sekali bisa dikunjungi Bapak dan nanti bisa panen bersama dengan kami, Pak. Adapun masalah yang akan kami sampaikan menyangkut kepentingan petani khusus di Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang dan wilayah lain. Kecamatan Pusakanagara Bapak Presiden yang kami hormati mempunyai luas 6600 hektar. 3000 hektar ini pada waktu musim gaduk selalu kekurangan air. Salah satu masalahnya adalah sarana pengairan yang ada ini sudah kurang memadai. Bapak Bupati setiap musim gaduk telah berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi masalah tersebut, tapi karena terbatasnya masalah dana dan lain sebagainya, maka tidak bisa dipenuhi. Untuk itu kami mengusulkan masyarakat Kecamatan Pusakanagara, khususnya wilayah Utara untuk membuat saluran penotosan baru yang menotos dari saluran Tarum Timur supaya dekat dengan wilayah kecamatan kami Pak.
Menotos saluran Tarum Timur. Membuat saluran baru, supaya mengalir ke Kecamatan Pusakanagara ini lebih dekat dan cepat. Sebab saluran yang ada, jauh dari bukis situ berliku-liku habis yang di atas Pak. Jadi kami yang di hilir itu tidak kebagian. Jadi karena keterbatasan dana dari Pemda Kabupaten Subang tentu saja bantuan dari pusat sangat kami harapkan.
Kalau 3000 hektar ini kali 6 ton, kali Rp 7 juta saja ini akan ada kerugian satu musim tanam gaduk Rp 21 milyar Pak. Daripada kita membuat sawah pencetakkan baru, alangkah baiknya wilayah yang kekurangan air ini, sarana pengairannya ditingkatkan dan diperbaiki. Itu yang pertama.
Terus tadi rekan-rekan HKTI Kabupaten Indramayu dan Cirebon, “Pak katanya coba tanyakan kepada Bapak Presiden, Waduk Jati Gede itu kapan katanya dibangunnya?”. Sebab wilayah kami katanya Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon, wilayah hilir pada waktu gaduk kurang air, pada waktu musim hujan selalu kebanjiran. Alangkah baiknya ini dipercepat katanya Pembangunan Bendung Jati Gede. Itu saja kami kira masalah yang perlu kami sampaikan kepada Bapak Presiden. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih dan ini tentu saja sebagai tanggapan dari sambutan Bapak Gubernur tadi salah, satu upaya peningkatan produksi pertanian adalah sarana pertanian irigasi harus ditingkatkan. Ini nyambung Pak. Mudah-mudahan bisa terkabul. Sekian saja.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden RI:
Pak Yusuf terimakasih. Tepuk tangan untuk Pak Yusuf. Karena dua hal yang diangkat itu penting semua. Saya kira semua setuju kalau dua-duanya dapat kita penuhi dalam waktu yang tidak terlalu lama, tentu membawa manfaat yang besar bagi Saudara-saudara. Nanti akan saya persilakan Menteri Pekerjaan Umum untuk menyampaikan masalah irigasi dan bendungan atau Waduk Jati Gede. Kemudian sebelumnya, ini Pimpinan BATAN di sini, para peneliti, tolong kita lakukan penelitian yang intensif, agar benih di waktu yang akan datang tidak harus mengkonsumsi air dalam jumlah yang besar. Tolong seperti itu, tentu yang tahan hama. Jadi permintaannya banyak, tapi harganya murah begitu, tolong ya.
Kemudian saya persilakan, tadi masalah irigasi kalau yang menotos itu maksudnya pintas gitu ya, terobosan begitu. Baik, muhun tahu saya. Baik Bapak. Nanti Pak Bupati, Pak Gubernur kita bicarakan penotosan tadi seperti bagaimana gitu. Pak Menteri PU, lusa akan berangkat ke China. Kita tugasi sekaligus beliau untuk merembugkan bagaimana mempercepat pelaksanaan pembangunan Waduk Jati Gede, karena kerjasama kita dengan Tiongkok. Ini ya. Silakan Pak Joko Kirmanto dijelaskan.
Menteri PU:
Terima kasih Bapak Presiden, Saudara-saudara sekalian,
Pertama, memang saya sangat gembira kalau bertemu dengan para petani seperti ini karena teringat masa lalu saya. Saya juga berasal dari keluarga seperti ini, cuma kondisinya waktu itu jauh kurang beruntung dari sekarang. Sekarang saya lihat Ibu-dan Bapak-bapak sekalian kelihatan bersih, pakaian baik-baik gitu. Mudah-mudahan ini pertanda, bahwa kehidupan petani memang sudah jauh membaik daripada waktu saya kecil.
Yang kedua, masalah tadi penotosan. Tadi saya ditanya Pak Gubernur, penotosan itu apa Pak Joko? Itu kalau istilah tekniknya Intake baru. Jadi dari Tarum Kanal Timur minta ada bangunan baru terus dibuatkan saluran sekunder baru. Untuk itu Bapak-bapak sekalian, itu akan kami perhatikan untuk saya lihat dulu Pak. Saya biasanya itu saya lihat sendiri ke lapangan, apakah memang itu diperlukan betul apa tidak.
Presiden RI:
Tolong nanti KTNA, KTNA ini juga aktif dimana-mana saya senang ini. Tolong dampingi waktu Pak Menteri lihat nanti rencana penotosan-penotosan itu nanti.
Menteri PU:
Bapak-bapak sekalian, kemudian program yang ditugaskan oleh Bapak Presiden kepada saya adalah pertama membangun jaringan irigasi baru. Yang kedua, merehabilitasi jaringan irigasi yang rusak dan memelihara jaringan irigasi yang sudah ada. Semua ini ditugaskan kepada Departemen Pekerjaan Umum. Khusus untuk pemeliharaan jaringan irigasi yang ada, karena Departemen PU ini menyadari betul itukan kondisi lokasinya jauh, maka untuk biaya pemeliharaan mulai tahun 2007 itu, kita serahkan, baik kepada Pemerintah Daerah Provinsi istilahnya ditugas pembantuankan. Sedangkan tugas Pemerintah Pusat hanya merehabilitasi yang rusak dan membangun yang baru.
Jadi seperti tadi ada embungisasi, situisasi itu adalah tugas kami. Dan Insya Allah mulai tahun ini dan seterusnya akan terjadi pembangunan-pembangunan baru yang cukup signifikan dalam rangka menunjang ketahanan pangan nasional. Khusus Waduk Jati Gede, Waduk Jati Gede itu sudah ada kontrak antara Pemerintah dengan kontraktor yang harus Cina karena ini kerjasama dengan China. Setelah kontrak ditandatangani, maka harus segera diproses agar pembiayaannya segera bisa kita dimanfaatkan dan untuk itu kami ditugasi Bapak Presiden hari Rabu nanti berangkat ke China untuk menyelesaikan masalah ini dan mudah-mudahan tidak lama setelah itu pembangunan Waduk Jati Gede bisa segera dilaksanakan. Saya kira itu. Terima kasih.
Presiden RI:
Terima kasih Bapak. Pak Yusuf, saya yang dua-duanya. Yang tadi intake baru ini, Menteri PU nanti akan melihat langsung, mudah-mudahan bias di bangunlah Pak karena ini penting sekali. Dan yang kedua Jati Gede akan kita percepat Insya Allah supaya segera dibangun begitu. Silahkan dilanjutkan Pak Gubernur.
Sdr. Tasripin:
Terima kasih waktu yang diberikan kepada kami, Bapak DR. Susilo Bambang Yudhoyono bersama dengan Ibu, Bapak-bapak Kabinet Pembangunan Indonesia Bersatu yang hari ini hadir di tengah-tengah kita, Wakil rakyat kita yang ada di pusat, DPRD dan tamu undangan yang tidak bisa saya sebut satu per satu, serta rekan-rekan kami, anggota petani yang hadir di sini yang saya hormati dan saya banggakan. Bapak, dalam hal ini
Perkenalkan nama saya adalah Pak Tasripin, Bapak Tasripin dari petani Desa Ngritan Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Perlu diketahui Bapak/Ibu sekalian, kami selaku petani dari daerah ke sini karena ingin langsung membicarakan dan tahu, kenal langsung dengan Bapak Presiden kita. Mau mengadukan beberapa hal yang menyangkut kesulitan dan atau hambatan yang terjadi di daerah, khususnya Jawa, Pak. Dalam temu wicara ini adalah khusus untuk Jawa Barat, tetapi yang hadir ini adalah dari seluruh Jawa. Dari penangkar benih yang 60 orang, kemudian dari petani-petani yang kesemuanya ini banyak sekali membawa rasa sakit hati terhadap pelaksanaan apa yang menjadi tugas Bapak. Tetapi yang menyangkut kepada sambutan Bapak Presiden tadi, hati kami menjadi sangat gembira karena memberikan iklim sejuk kepada si kecil, utamanya kami sendiri petani yang ada di perdesaan. Kemiskinan dan kemelaratan selalu ada Pak. Dan dengan demikian ini, yang kami utarakan disini adalah kaitannya dengan kesulitan dan atau hambatan.
Kami sebagai petani adalah sudah cukup lama menjadi anggota HKTI, yang kali ini Bapak ketua kami adalah Bapak Prabowo, mantannya adalah Bapak Siswono Yudhohusodo. Kami masih ingat, masih segar ingatan kami, walaupun sudah tua namun semangat masih muda.
Bapak Prabowo sama dengan Pak Siswono boleh kami katakan adalah PETA atau Pejuang Tanpa Akhir demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani. Ini yang perlu kami sampaikan kepada Bapak, petani ini sulit mencari pupuk dikala pupuk ini dibutuhkan hilang dari peredaran, tetapi andaikan ada harga adalah tinggi. Apa yang diutarakan Bapak tadi, bahwa pupuk yang bersubsidi yang semestinya untuk petani, namun menjadi barang dagangan.
Mohon berkenan Bapak Presiden, BUMN yang mempunyai tanggung jawab melaksanakan perputaran perdagangan menyangkut hajat hidup orang banyak mencukupi pupuk dengan subsidi yang jelas, bisa menerima sebagaimana apa yang diutarakan Bapak 6 pilar tadi, utamanya adalah kepemimpinan. Ini kecuali saya menjadi anggota HKTI Pak, juga menjadi anggota Koperasi Pusat Inovasi Perbenihan yang disingkat KPIUP. Seluruh Jawa ini sudah terdaftar Koperasi yang berstatus badan hukum dari Jawa Tengah ada 7, Jawa Timur ada 7, kemudian Jawa Barat mungkin ada 5. Kesemuanya ini badan hukum koperasi kita dari daerah lancar Pak. Bapak-bapak Bupati memberikan rekomendasi lancar, tetapi hubungannya dengan kesulitan tentang koperasi yang baru yaitu modal sendirinya masih lemah, perlu bantuan kepada Bapak untuk peningkatan permodalan ini sifatnya adalah modal talangan atau pinjaman yang notabene dipertanggungjawabkan oleh Koperasi Pusat Inovasi Perbenihan tadi yang mengajukan kredit untuk kaitannya dengan okubasil benih padi yang ditangkarkan di lahan maupun okubasil hubungannya dengan permasalahan petani yang lain, kaitannya dengan pengadaan pangan stok dalam negeri sebagaimana yang menjadi harapan bapak sesuai dengan Inpres No.3 tahun 2007.
Untuk ini, Bapak sekalian yang menyangkut kepada permohonan salah satu diantara koperasi mengajukan tambahan permodalan, ini rekomendasi dari daerah itu lancar, namun setelah sampai di tangan tingkat pejabat lebih atas, katakan di tingkat gubernur dan sebagainya ini koperasi kita ini koperasinya wong cilik ya Pak di-uncalno sana uncalno sini sampai hampir 5-6 bulan, ini belum ada ketentuan koperasi. Kita ini dapatkah perhatian dari Pemerintah atau tidak?
Mengenai benih perbantuan masih segar ingatan Pak ini, kami mendapat surat dari dari bapak ketua HKTI Pusat yang ditujukan langsung kepada Bapak Presiden. Yang intinya bahwa penangkar benih Koperasi Pusat Inovasi usaha ini bisa ditunjuk sebagai supplier. Inilah beberapa hal yang menyangkut benih bantuan Pemerintah. Jadi ini suratnya masih ada kemungkinan nanti bisa dibaca kembali tertuang dalam suratnya No. 518 tanggal 19 April 2007, ini suratnya ada Pak.
Inilah beberapa hal yang kami kemukakan disini. 6 prinsip kepemimpinan kami mohon bagaimana lancarnya koperasi kita yang ada di daerah, yang notabene ini adalah untuk anggota. Kiranya sekian, manakala ada beberapa tutur kami yang tidak berkenan di hati Bapak dan menyinggung perasaan. Ini saya orang ndeso Pak, royo-royo ke sini biaya sendiri Pak. Saya dikasih pakaian seragam baru tadi malam Pak. Ini aja nanti pulang juga mikir. Kiranya sekian waktu kami kembalikan.
Terima kasih,
wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Gubernur Jawa Barat:
Terima kasih Pak Tasripin.
Presiden RI:
Terima kasih Pak Tasripin. Saya juga wong deso Pak. Kita semua juga dari desa Insya Allah niat dan cita-cita kita sama. Masalah pupuk ini tadi, Pemerintah ini ingin betul membantu petani. Itulah ada pupuk bersubsidi, tapi ada yang nakal di antara kita ini. Yang harusnya untuk petani ini, untuk kepentingan sendiri, dijual. Oleh karena itu, harus ditindak secara hukum siapapun. Siapapun yang di belakang itu, katanya orang setengah kuat, orang kuat harus ditindak secara hukum. Dan saya minta Pak Gubernur, Bupati, semua bekerja sama dengan Kepolisian kita tindak itu yang begitu-begitu. Kita siang dan malam memikirkan petani, siang dan malam cari untung sendiri dia.
Kemudian untuk yang supplier tadi, Pak Anton tolong dijawab nanti bagaimana bagusnya kerjasama dengan HKTI. Untuk permodalan Bapak/Ibu sekalian, tiga bulan yang lalu saya memimpin Sidang Kabinet di Departemen Koperasi dan UKM, di Kementerian Negara KUKM. Modal untuk Koperasi dan Usaha Kecil Menengah sudah kita tetapkan jumlahnya 60% dibandingkan kredit pinjaman pada usaha-usaha besar. Jadi sejak 2005 sudah saya putuskan lebih banyak untuk Koperasi dan UKM. Persoalannya adalah kadang-kadang persyaratannya itu yang sulit dipenuhi. Saya sudah minta bank-bank kita, BRI khususnya permudahlah persyaratannya itu.
Saya minta Pak Bupati, Pak Walikota, Pak Gubernur bikin solusi, bagaimana bisa membantu Koperasi dan UKM mendapatkan kredit itu. Saya sudah minta bunganya jangan tinggi-tinggi. Kemudian sudah dirumuskan bagaimana penjaminan yang baik sehingga bisa mengalir. Saya akan sampaikan setelah ini kepada Menteri Koperasi dan UKM sejauh mana langkah-langkah untuk mencapai tujuan itu. Tapi saya senang, karena bagaimana pun uang ini di Indonesia ada Pak, cuma kadang-kadang proses untuk pencairan kredit-kredit yang sering mengalami hambatan. Saya minta kita semua mempermudah setiap urusan, jangan sebaliknya, mempersulit. Permudah. Pak Kepala desa ngurus KTP anggotanya, permudah. Pak Camat demikian juga. Pak Bupati, Pak Walikota demikian juga. Itu pahalanya tinggi. Betul, karena nilai agama itu harus dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, saya minta betul permudahlah setiap urusan, layani masyarakat, bukan sebaliknya rakyat harus melayani pemimpin, dibalik sekarang. Silakan Pak Anton bagaimana masalah tadi untuk supplier itu yang dimaksudkan seperti apa.
Menteri Pertanian:
Baik Pak Tasripin. Terima kasih Bapak Presiden. Supplier yang Bapak maksud mungkin supplier benih Pak ya. Jadi begini Pak, untuk saat ini kalau dari program Pemerintah itu sebetulnya kami sudah mendelegasikan wewenang pengadaan benih ke Kabupaten-kabupaten. Dasar pengadaan benih itu adalah RDKK, Rencana Definitif Kegiatan Kelompok para petani. Petani membutuhkan benih apa saja, melalui RDKK itu akan diketahui oleh Pemerintah Daerah Kabupaten, benih-benih apa yang dibutuhkan oleh petani. Kalau MIRA-1 misalnya, dibutuhkan di Kabupaten Subang, tentu Pemerintah Daerah Kabupaten Subang akan berusaha menyediakan benih tadi, benih MIRA-1. Sistem pengadaan yang sudah kami tetapkan itu memungkinkan untuk bisa melakukan pemilihan langsung ataupun juga penunjukan langsung, karena disadari itu tadi benih tadi kebutuhannya spesifik, waktunya juga harus cepat, mengikuti musim tanam. Tentu saja nanti Bapak bisa berhubungan dengan Pemerintah Daerah setempat untuk ikut di dalam proses pengadaan ini, tentu syarat-syaratnya. Silakan syarat-syaratnya dipenuhi, saya yakin Pemerintah Daerah tentunya akan memperhatikan. Saya kira itu Pak penjelasan kami.
Presiden RI:
Terima kasih. Ini ada Pak Gubernur, Pak Bupati, ada Kapolda, ada para pejabat, saya mendapat laporan dari banyak pihak ada keragu-raguan untuk menyalurkan benih ini, khawatir nanti dianggap menyimpang, dianggap melakukan korupsi sehingga bisa menghambat, lambat. Saya sampaikan kepada para Menteri, Kapolri, Jaksa Agung, semua jangan terlalu cepat menuduh seseorang melakukan korupsi, dosanya besar. Tetapi jangan dibiarkan juga orang terus melaksanakan korupsi, menggerogoti uang negara, uang rakyat dan dia hidup enak terus. Oleh karena itu, ikuti aturan. Kalau Menteri Pertanian mengatakan boleh penunjukkan langsung, itu merujuk pada Kepres, ya laksanakan. Teman-teman Kepolisian, Kejaksaan, jangan langsung, ah ini korupsi. Lihat dulu aturannya, kepentingannya, kegunaannya. Namanya korupsi itu masuk kantong sendiri. Kalau tidak masuk kantong sendiri mempercepat, memperlancar untuk kepentingan petani sawah tumbuh enggak terlambat, itu bukan korupsi.
Jadi sekarang kita harus mulai dengan keteraturan, kejelasan, korupsi-korupsi, bukan-bukan. Tidak boleh main tuduh korupsi, sebelum dinyatakan bersalah secara hokum oleh pengadilan. Yang paling baik saling ingat-mengingatkan, cegah mencegah jangan sampai terjadi korupsi. Saya minta begitu semangat kita, dengan demikian semua bisa bekerja dengan baik. Ikuti aturan, percepat, jangan diperlambat kalau bukan korupsi jangan cepat-cepat dianggap korupsi nanti enggak ada yang berani menyalurkan benih, nanti macet dimana-mana. Demikian cara melihat permasalahan. Satu lagi mungkin Bapak dari wanita saya belum dengar saya.
Gubernur Jawa Barat:
Saya kira dari penangkar yang mewakili penangkar sudah dua, cukup. Saya pikir. Sekarang kita dari petani tadi, dari petani yang di belakang itu siapa? Silakan. Yang pakai batik disana, silakan, silakan Bapak. Nanti satu barangkali dari ibu, dari ibu petani.
Sdr. Engkas :
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Nama saya H. Engkas Kasmadi dari Kelompok Tani dari Desa Pengarengan, Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang. Yang terhormat Bapak Presiden beserta Ibu dan Bapak-bapak dinas instansi terkait yang saya hormati. Saya langsung saja, saya ingin mengusulkan kepada Bapak bahwa di desa kami pada tahun 2006 tanam gaduk banyak yang tidak panen Pak, yaitu mengenai irigasi atau pengairannya kurang mencukupi. Tetapi Pak, ini tadi di desa lain, ini di desa, Kecamatan kami Pak. Ini juga perlu kami mengusulkan karena kami sebagai petani Pak. Karena kami juga istilahnya merasa rugi artinya setelah tanam, itu kurang cukup airnya, karena apa salahnya kami usulkan begitu. Agar untuk yang ke depan itu bisa didengar dan bisa diatur oleh pengairannya begitu oleh Bapak-bapak.
Di wilayah irigasi yang dari Tambak Dahan menuju Kecamatan Legon Kulon itu ada 3 desa Pak yang tidak panen pada waktu tahun 2006, yaitu di Desa Pangarengan dan Desa Legon Wetan juga Desa Mayango. Nah itu Pak, itu airnya waktu panen gaduk setelah tanam sudah dipupuk, sudah disemprot. Akhirnya tidak terjangkau oleh air, sehingga tidak tercapai panen. Sedangkan tadi dengar dari Bapak Presiden sendiri mengharapkan untuk tahun 2007, harus ada istilahnya apa itu, kelebihan daripada hasil panennya 2 juta ton, kalau tidak salah. Nah di Desa Bobos dan Karang Uyah, saya juga punya sawah di situ tidak terairi Pak, yang jalurnya dari sebelah Timur Kali Cipunagara, itu juga tidak tercapai airnya itu karena digilir satu minggu satu kali Pak, jadi tidak kebagian, kebagian. Setiap malam saya ke sawah, airnya habis di jalan. Nah itu, mohon pengairan dan minta debet airnya minta ditambah dan irigasinya minta diperbaiki Pak.
Terus yang kedua, saya mohon apabila ada perbaikan-perbaikan dari pintu-pintu air untuk pembagian air itu, mohon jangan sampai air yang sedang digunakan, lantas perbaikan-perbaikan pintu itu dilaksanakan. Itu nanti apa itu ya kebutuhan para petani itu sulit Pak itu. Nah itulah yang dapat saya sampaikan, agar untuk tahun 2007, baik itu pengairan maupun irigasi yang debet airnya dari wilayah Subang itu ditambah, tapi itu irigasinya limpas Pak, itu juga supaya diperkuat atau dipertinggi.
Terima kasih dan wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden RI:
Walai’kumsalam. Pak Kusnadi betul itu namanya tadi ya? Kasmadi terima kasih Bapak ya. Begini. Terima kasih, itu juga sama dengan Pak Yusuf tadi, masalah pengairan penting, saya setuju itu. Indonesia ini Bapak dibagi-bagi dalam Provinsi, Kabupaten/Kota. Saya disamping dibantu oleh sekian Menteri juga dibantu oleh 33 Gubernur, oleh 400 lebih Bupati dan Walikota, terbagi habis, semua bertugas, bertanggung jawab untuk memajukan pertanian. Karena tadi menyangkut Kecamatan-kecamatan, Kelurahan-kelurahan, Desa-desa, saya ingin dengar dari Pak Bupati, bagaimana solusinya, apa saja yang telah dilaksanakan mencakup masalah-masalah tadi. Kita akan dukung nanti apa yang akan dilaksanakan Pak Bupati. Silakan Pak Bupati.
Bupati Subang :
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang saya hormati Bapak Presiden beserta Ibu Ani Bambang Yudhoyono. Saya akan jelaskan tentang kebijakan pertanian Pak. Yang pertama tentang pupuk di Kabupaten Subang, kita punya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sehingga bisa mengontrol perusahaan-perusahaan pupuk yang lainnya pada saat menjual pupuk itu. Ini tidak ada hambatan dengan pupuk pada saat ada perusahaan lain yang menjual lebih, maka kita menjual di daerah tersebut. Dengan BUMD ini dan sekarang ini juga ada beberapa desa yang sudah bisa menyalurkan pupuk di pertanian ini.
Yang kedua, tentang pengairan Pak, Kecamatan Pusakanagara ini, Kecamatan yang swadaya masyarakatnya, gotong-royongnya luar biasa. Lebih dari 100 km masyarakat mengeruk sungai, hanya dengan biaya yang murah, Pemerintah Daerah memberikan beco dan pada hari ini pun pengerukan tidak pernah berhenti selama 2 tahun Pak. Jadi ada 100 km lebih hanya habis paling oleh biaya Pemerintah rupiahnya satu koma sekian milyar dan kalau itu dikontraktualkan bisa habis 50 sampai 60 milyar, efesiensi anggaran.
Yang ketiga, barangkali program ke depan kita pada tahun 2008, kita akan memberikan kepercayaan kepada masyarakat tentang membangun lining pengairan di desa-desa. Jadi kalau dikerjakan secara kontraktual ini berat biayanya, sangat besar dan tidak akan selesai dalam kurun waktu 20 tahun ke depan, tetapi saya yakin kalau dikerjakan oleh masyarakat di desa-desa ini akan selesai. Yang sudah dikerjakan oleh kita disamping pertanian, pertama membangun sekolah Pak, itu dikerjakan oleh masyarakat Insya Allah tahun 2010 tidak akan ada sekolah butut di Subang, terus membangun balai desa dan sekarang membangun jalan desa di seluruh desa, diberikan aspal 50 drum, uang 30 juta. Pada tahun depan akan kita berikan kepada masyarakat untuk membangun lining-lining air, itu oleh masyarakat desa langsung Pak, sehingga diharapkan 10 tahun ke depan itu bisa selesai oleh masyarakat itu sendiri.
Itu barangkali yang kami kerjakan dan masih banyak, hanya usulan mungkin dari kami sekaligus kehormatan kepada Bapak Presiden. Kami punya sungai Cipunagara yang sangat besar, Pak. Sungai ini kalau mengamuk itu milyaran rupiah padi, ikan habis oleh sungai itu. Digunakan oleh masyarakat secara langsung, diluar pompa paling hanya 30 hektar. Jadi kalau dibangun bendungan Sada Warna akan terjadi irigasi teknis 10.000 hektar yang baru dari yang tadinya tidak teknis menjadi teknis. Dan yang kedua, akan menyelesaikan daerah-daerah seperti Pusakanagara yang di ujung ini, yang ujung ini juga Kecamatan Legon Kulon dan Pamanukan. Itu barangkali dari saya. Terima kasih atas penghargaannya yang diberikan Bapak Presiden.
Wabillahi taufik wal hidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden RI:
Terima kasih Pak Bupati. Rencana Bapak untuk meningkatkan irigasi dan sistem pengairan di Subang, bukan di Pusakanegara tadi, tolong nanti dilaporkan khusus kepada Pak Gubernur dan Pak Menteri PU untuk dilihat apa yang bias dibantukan oleh Provinsi maupun oleh Pusat. Khusus ide untuk membangun Waduk Sada Warna ya, Cipunagara Sada Warna tadi, tolong seperti apa, rencana Bapak, pikiran Bapak ke Pak Gubernur dan Pak Menteri PU untuk ditelaah. Terus Terang kalau baik, kemudian mendatangkan manfaat besar dalam jangkauan anggaran kita, tentu kita akan dukung. Kalau belum bisa segera, tentu memerlukan waktu. Tapi yang penting rencana Bapak seperti apa untuk kita telaah dari segi fisibilitasnya. Dua-dua tadi langsung ke Pak Gubernur, Pak PU nanti Pak Menteri PU, Saudara Menteri PU lapor saya nanti seperti apa yang diusulkan oleh Pak Bupati tadi. Terima kasih.
Gubernur Jawa Barat:
Terima kasih Bapak Presiden. Saya kira karena waktu juga kita akhiri temu wicara ini. Tapi dengan kesimpulan, bahwa memang untuk mengaktualisasikan pembangunan pertanian yang ideal dengan 6 pilar yang tadi disampaikan oleh Bapak Presiden belum optimal kita lakukan. Oleh karenanya, saya kira semua stakeholders, termasuk para petani, para penangkar dan lain-lainnya, HKTI juga bersama kami Pemerintah Daerah, mari kita memberikan yang terbaik untuk pembangunan pertanian ini. Saya kira kalau kita semuanya memberikan yang terbaik untuk pembangunan pertanian ini, rasanya pembangunan pertanian ini akan lebih cepat kita bisa aktualisasikan.
Saya kira demikian. Terima kasih Bapak Presiden. Dan terima kasih Hadirin yang tadi telah menyampaikan beberapa hal, yang pasti itu kami catat sebagai masukan-masukan bagi kami secara berjenjang, baik Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Saya kira demikian.
Terima kasih
Wabillahitaufiq walhidayah wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



