Pidato Presiden
Sambutan Pembukaan Pekan Nasional (Penas) XII Petani Nelayan Indoesia 2007
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PEMBUKAAN PEKAN NASIONAL (PENAS) XII PETANI, NELAYAN INDONESIA TAHUN 2007
BANYUASIN, SUMATERA SELATAN
7 JULI 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Saudara Gubernur Sumatera Selatan dan para Gubernur, Bupati, Walikota dari seluruh Indonesia, para Pimpinan Organisasi Profesi Pertanian dan Perikanan, para Pejabat Negara yang bertugas di Sumatera Selatan, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri, para Pimpinan Kelompok Usaha Tani dan Nelayan yang datang dari seluruh penjuru tanah air dan dari negara-negara sahabat, para Petani, para Nelayan yang saya cintai,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, kita panjatkan sekali lagi puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepada kita semua masih diberi kekuatan, kesehatan, dan kesempatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, tugas kita, dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.
Kita juga bersyukur karena hari ini, di tempat yang bersejarah ini, kita dapat bersama-sama menghadiri PENAS Petani dan Nelayan Indonesia yang ke-12 pada Tahun 2007 ini. Oleh karena itu, saya turut mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, utamanya saudara-saudara kita, para petani, nelayan yang datang dari segenap pelosok tanah air, terlebih lagi para petani yang datang dari negara-negara ASEAN dan Jepang.
Saya berharap, PENAS Petani dan Nelayan Indonesia Tahun ini benar-benar dapat Saudara jadikan wahana untuk saling bertukar informasi dan pengalaman. Ikuti dengan baik Gelar Teknologi Pertanian yang akan dilaksanakan, lakukan pula kegiatan promosi, bangun kemitraan usaha dengan dunia usaha pertanian dan perikanan dan yang tidak kalah pentingnya, gunakan pula untuk mengembangkan teknik pertanian dan perikanan. Apabila PENAS ini dapat Saudara gunakan untuk mencapai tujuan-tujuan itu, maka kita yakin sekembalinya Saudara-saudara ke Provinsi dan Kabupaten masing-masing akan memiliki pengetahuan yang lebih, teknik baru, menimba pengalaman dari petani lain, dari bangsa lain, sehingga di negeri tercinta ini, produksi dan produktivitas pertanian kita akan meningkat. Kalau produksi dan produktivitas pertanian kita meningkat, kita akan dapat membangun ketahanan pangan. Kalau kita memiliki ketahanan pangan, tidak usah cemas karena 230 juta saudara-saudara kita pasti akan dapat dipenuhi kebutuhan pangannya.
Saudara-saudara yang saya cintai,
Ini untuk yang ke sekian kalinya saya datang bertemu, berdialog, mengunjungi, melihat kegiatan pertanian di seluruh Indonesia. Saya selalu datang, karena saya tahu petani dan nelayan kita jumlahnya kurang lebih 50% dari rakyat Indonesia. Kalau petaninya sejahtera, bangsa kita sejahtera. Kalau petani dan nelayannya berhasil, negara kita berhasil meningkatkan ketahanan pangan. Ini penting untuk sama-sama kita pahami.
Memang saya sudah meminta para Menteri dan para Gubernur untuk mengurangi kegiatan-kegiatan seremonial. Saya sangat selektif untuk datang ke daerah-daerah sekarang dan ke depan. Tetapi kegiatan yang nyata-nyata ada gunanya, apalagi kegiatan pertanian seperti ini, wajib bagi saya untuk memenuhi undangan para panitia dan bertemu dengan para petani. Saya berharap Saudara-saudara, karena negara kita ini besar, alamnya indah, budayanya banyak, gunakan pula PENAS seperti ini untuk kegiatan wisata dalam negeri. Lihatlah keindahan Sumatera Selatan dengan Sungai Musi-nya dan lain lain. Datang pula nanti ke Provinsi lain, lihat pula keindahan, kelebihan, dan kebanggaan saudara-saudara kita di daerah itu.
Hadirin sekalian,
Tema PENAS ini adalah: “Dengan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, Kita Tingkatkan Kemandirian dan Kemitraan menuju Kesejahteraan Petani dan Nelayan”. Tema ini, tepat. Mengapa? Tahun 2005, dua tahun yang lalu saya telah meluncurkan revitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan. Untuk apa kita melakukan revitalisasi itu atau peningkatan sektor itu atau membangkitkan kembali dunia Perikanan, Pertanian dan Kehutanan itu? Tiada lain tujuannya adalah agar kesejahteraan petani dan nelayan, termasuk petani hutan terus dapat ditingkatkan, agar lapangan kerja bisa dibuka lebih luas yang berarti pengangguran dapat kita kurangi, agar kemiskinan makin berkurang. Ingat, kemiskinan banyak terjadi di sektor pertanian dan daerah perdesaan. Dan akhirnya, agar ketahan pangan kita makin meningkat.
Saudara-saudara,
Menurut evaluasi, menurut statistik yang ada, sasaran-sasaran itu setelah kita melakukan revitalisasi pada hakekatnya dapat dicapai. Alhamdulillah, tetapi menurut evaluasi kita pula, masih ada berbagai persoalan di lapangan, di daerah dalam pelaksanaannya, maka semua persoalan itu harus dicarikan jalan keluarnya, bukan hanya dalam PENAS ini, tapi sekarang ke depan agar program yang memiliki tujuan yang baik ini benar-benar berhasil.
Hadirin sekalian yang yang saya cintai,
Pemerintah sangat serius untuk meningkatkan pembangunan sektor pertanian dan perikanan. Saudara sudah tahu, sebagaimana yang saya sampaikan tadi, kita ingin meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan dan kita juga ingin terus-menerus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Pemerintah dalam rangka melaksanakan kebijakan itu telah terus meningkatkan anggaran di sektor pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan. Tiap tahun anggarannya kita tingkatkan. Disamping anggaran yang sifatnya umum, tiap tahun pula, kita berikan bantuan langsung, bantuan yang mengarah kepada para petani, para nelayan, dan komunitas-komunitas dunia pertanian pada umumnya.
Contohnya, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, pupuk murah, pupuk yang bersubsidi dari Tahun 2004 sampai tahun ini, yang dulu jumlahnya 1,8 trilyun telah kita tingkatkan menjadi 5,8 trilyun atau naik 350%. Tujuannya sekali lagi, agar pupuk dapat didistribusikan lebih banyak lagi. Saya tahu jumlah ini pun dirasa belum cukup benar, masih harus kita tingkatkan di waktu yang akan datang. Contoh lain, benih unggul gratis juga kita tingkatkan. Dulu jumlahnya 1 trilyun. Ulangi, dulu jumlahnya 80,9 milyar, kini kita naikkan 1 trilyun atau naik 1300%. Mudah-mudahan, baik pupuk maupun benih ini benar-benar terdistribusi secara cepat dan tepat ke komunitas petani di seluruh tanah air. Subsidi guna petani, petani plasma di perkebunan juga kita anggarkan dengan jumlah yang tidak sedikit, jumlahnya 1 trilyun. Ini contoh-contoh saja, bagaimana kita ingin benar-benar membantu sektor pertanian, utamanya para petani.
Bantuan untuk nelayan juga kita lakukan. Kita memberdayakan ekonomi masyarakat pesisir. Sebagai contoh, kalau dulu 98 milyar, kita naikkan 311,8 milyar dan ini pun harus terus kita naikkan. Infrastruktur Saudara, seperti irigasi, jalan-jalan desa yang sangat penting untuk menggerakkan pertanian juga terus kita tingkatkan. Ada program baru yang kita sebut Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat juga kita laksanakan di seluruh Indonesia dengan basisnya adalah Kecamatan. Tujuannya, membuka lapangan kerja, membangun infrastruktur perdesaan, termasuk pertanian dan membantu Saudara kita yang ada di daerah kumuh di perkotaan.
Dari apa yang saya sampaikan tadi Saudara-saudara, pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan, agar kebijakan Pemerintah tersebut berhasil, agar peningkatan pangan dan kesejahteraan para petani dan nelayan juga berhasil, maka saya meminta tiga hal untuk sama-sama kita lakukan.
Pertama, saya meminta kepada seluruh Pemimpin Pemerintahan, tentu mulai dari saya, para Menteri, para Gubernur, para Bupati, para Walikota, Camat, Kepala Desa, seluruhnya untuk betul-betul memimpin, terjun langsung, memberikan perhatian bagi revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan. Kepemimpinan, mari bersama-sama. Saya sudah melihat banyak sekali Gubernur, Bupati, Walikota yang sangat gigih di dalam meningkatkan ketahanan pangan, memajukan pertanian kita. Contoh tadi, banyak sekali yang mendapatkan penghargaan negara, meskipun tidak dibacakan semuanya, itu menunjukkan bahwa beliau-beliau telah berjuang sangat gigih. Saya ingin semua Pemimpin Pemerintahan di negeri ini juga melakukan hal yang sama. Itu yang pertama.
Yang kedua, agar berhasil perlu dilakukan dukungan atau back up dari sektor-sektor lain di luar pertanian. Contohnya, pembangunan prasarana atau infrastruktur, irigasi, jalan-jalan, pelabuhan, bendungan dan lain-lain. Menteri Pekerjaan Umum ada di sini, Menteri-menteri lain ada di sini, tolong terus bangun infrastruktur kita. Perlu saya sampaikan, anggaran negara untuk infrastruktur tahun ini besar, tahun depan besar sekali, mudah-mudahan betul-betul bisa memajukan pertanian kita. Akses modal jangan dipersulit komunitas petani dan nelayan untuk menberikan, mendapatkan modal. Saya mengajak semua dunia perbankan, tentunya semua untuk betul-betul menyalurkan kreditnya, berikan kemudahan, bantu, agar para petani, benar-benar dapat mendapatkan pinjaman dengan tentunya bunga yang lunak.
Dan yang ketiga, akses pasar. Mari kita atur, kita kelola. Pada saat musim panen pasarnya baik, sehingga harganya juga tidak jatuh dan seterusnya. Itu yang kedua. Yang ketiga, agar berhasil syaratnya, saya meminta kepada semua peneliti, ahli pertanian, ahli perikanan, lakukan terus penelitian dan pengembangan, lakukan inovasi teknologi. Bangsa Indonesia cerdas-cerdas, penelitinya unggul, saya sering berkunjung, luar biasa. Tolong kepintaran, ketegasan itu gunakan pula untuk mengembangkan varietas-varietas unggul bagi pertanian kita, peternakan kita. Dengan demikian, produksinya akan bertambah, produktivitasnya akan meningkat.
Tanah atau lahan pertanian Saudara-saudara, tidak akan bisa kita kembangkan besar-besaran meskipun hati-hati, jangan terus mengecil, oleh karena itu kita imbangi dengan teknologi. Sambil memelihara lingkungan, bertani tanpa merusak lingkungan, bertani menggunakan teknologi dan manajamen yang baik.
Hadirin sekalian,
Sebagai bangsa kita harus patut bersyukur, jangan menjadi bangsa yang sombong, tidak pandai bersyukur. Memang tidak boleh kita cepat berputus asa, harus terus berjuang dengan gigih. Tetapi saya memberikan apresiasi, penghargaan kepada Menteri Pertanian dan Menteri-menteri terkait, kepada para Gubernur, Bupati, Walikota dan semua para Pimpinan di daerah, karena posisi pada awal tahun 2007 ini, di sektor pertanian secara umum telah terjadi peningkatan dan kemajuan. Ditinjau Menteri Pertanian punya datanya, punya angkanya, tidak perlu saya sebutkan, tetapi yang jelas ada peningkatan produksi padi, perkebunan, dan peternakan.
Yang kedua, ada peningkatan investasi atau penanaman modal, baik penanaman modal dalam negeri maupun dalam penanaman modal asing yang diukur dari nilai investasinya dan persetujuannya artinya berapa yang dilaksanakan. Alhamdulillah tenaga kerja di sektor pertanian meningkat, nilai tukar petani tahun 2007 ini meningkat, produksi dan produktivitas meningkat, kira syukuri. Saya berterima kasih, tetapi jangan cepat puas, masih banyak lagi yang harus kita pecahkan, kita majukan, kita atasi permasalahan-permasalahan itu.
Saudara-saudara,
Dan justru kita berkumpul di tempat ini untuk tidak cepat-cepat puas, tapi dengan rasa syukur, dengan semangat baru, dengan tekad baru untuk lebih meningkatkan lagi pembangunan sektor pertanian kita, termasuk kelautan, perikanan dan kehutanan.
Saudara-saudara,
Akhirnya pada kesempatan yang baik ini, selaku Kepala Pemerintahan, saya menginstruksikan kepada Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pekerjaan Umum dan para Menteri-menteri terkait, juga kepada para Gubernur, Bupati dan Walikota, dan jajaran Pemerintahan lainnya untuk menyukseskan revitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan dan diukur secara konkret, meningkatkan ketahanan pangan di daerah masing-masing, utamanya beras dan yang lebih penting lagi, mengatasi semua persoalan di lapangan. Jangan terlambat, seperti pupuk, benih, pemberantasan hama, irigasi dan lain-lain. Cepat ditangani, cepat diatasi. Kalau kita bersama-sama mengatasi ini, insya Allah selalu ada jalan untuk mencapai tujuan dan sasaran itu.
Saya dukung, saya sambut, saya setujui apa yang disampaikan Saudara Gubernur Sumatera Selatan untuk menggalakkan kembali gerakan makan ikan. Saya anak desa, saya lahir di Pacitan, kota nelayan. Sejak kecil sampai sekarang saya suka ikan. Ternyata ikan bikin sehat, bikin kuat, bikin bersemangat dan seterusnya. Mari betul-betul kita canangkan gerakan makan ikan di seluruh Indonesia.
Akhirnya dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Pekan Nasional ke-12 Petani, Nelayan Indonesia, saya nyatakan dibuka dengan resmi.
Sekian.
Selamat berjuang para petani dan nelayan. Tuhan beserta kita.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



