Pidato Presiden

Sambutan Peresmian Pabrik PT TVS Motor Company Indonesia

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PABRIK PT TVS MOTOR COMPANY INDONESIA
KAWASAN INDUSTRI SURYA CITRA, KARAWANG
16 JULI 2007



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Menko Kesra, Saudara Menteri Perindustrian dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Jawa Barat, Bupati Karawang dan para Pejabat Negara dan Pejabat Pemerintahan yang bertugas di Jawa Barat dan di Karawang, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif maupun TNI dan Polri,
Yang mulia Duta Besar India untuk Indonesia,
Yang saya hormati Pimpinan TVS Motor Company India dan TVS Motor Company Indonesia beserta jajaran Direksi dan Dewan Komisariat,
Yang saya cintai para Karyawan PT TVS Motor Company Indonesia,

Pada kesempatan yang baik dan semoga senantiasa penuh berkah ini, saya mengajak Hadirin sekalian untuk terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan Insya Allah kesehatan, untuk melanjutkan karya, pengabdian, dan tugas kita bersama untuk masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.

Pada kesempatan yang membahagiakan sore ini, ijinkan saya untuk mengucapkan selamat kepada PT TVS Motor Company India dan PT TVS Motor Company Indonesia yang telah berhasil membangun industri otomotif pabrik sepeda motor yang dilaksanakan atau bertempat di Karawang, Jawa Barat ini. Semoga industri otomotif ini terus berkembang dan dapat memberikan kontribusi bagi ekonomi Indonesia dan juga untuk rakyat kita dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya. Dan kita berharap semoga kerjasama antara India dengan Indonesia terus berkembang di waktu yang akan datang.

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Saya menyambut baik apa yang disampaikan oleh Yang Mulia Duta Besar India untuk Indonesia tadi untuk kedua negara India dan Indonesia dapat lebih meningkatkan lagi kerjasama dan kemitraan bilateral di waktu yang akan datang. Perlu Saudara ketahui, bahwa kerjasama kita bukan hanya secara bilateral, tetapi juga kita laksanakan pada forum-forum regional dan multilateral. Dengan sahabat baik saya, Perdana Menteri Manmohan Singh, saya amat sering bertemu, berdiskusi dan meningkatkan semangat kita untuk menjalin kerjasama, baik secara bilateral maupun sekali lagi secara regional. Kami berdua telah menyepakati untuk membangun yang kita sebut dengan strategic partnership di berbagai bidang.

Kunjungan saya ke India, bertemu dengan Presiden Abdul Kalam dan Perdana Menteri Manmohan Singh juga ditandai dengan sejumlah agenda kerjasama yang makin konkret kita laksanakan di bidang perdagangan, di bidang investasi, bidang energi dan lain-lain. Saya mendukung komitmen dan semangat dari Ibu Duta Besar tadi yang juga mencerminkan komitmen dan semangat kedua negara untuk mencapai perdagangan bilateral menuju ke angka 10 milyar dolar Amerika Serikan pada tahun 2010 nanti, angka yang sangat bisa kita capai asalkan mulai sekarang, kita betul-betul bisa mengembangkan dan meningkatkan secara riil kerjasama perdagangan itu.

Saya masih ingat dulu, waktu bertemu dengan Perdana Menteri Manmohan Singh karena sebagaimana kita ketahui, India sebuah negara yang besar, penduduknya besar, pasar domestiknya besar, teknologinya maju, termasuk IT dan sejumlah keunggulan yang ada di India. Oleh karena itu, India adalah partner yang penting bagi Indonesia. Indonesia Alhamdulillah setelah kita mengalami krisis, Indonesia juga kembali berkembang, baik pertanian, industri maupun jasa. Kemudian kita juga memiliki berbagai keunggulan, termasuk pasar domestik yang juga berkembang dan berbagai sumber daya alam. Apabila potensi kedua negara ini kita satukan, kita sinergikan, maka baik India maupun Indonesia akan mendapatkan keuntungan dan manfaat yang besar. Dengan semangat inilah, kita ingin terus meningkatkan kerjasama dan kemitraan kita.

Bahkan saya pernah menyebut kepada Perdana Menteri Manmohan Singh, Ibu Duta Besar waktu itu, Indonesia ingin bekerja sama dengan India di bidang industri farmasi, karena industri farmasi India berkembang dengan pesat dan juga banyak men-supply obat-obatan pada pasar global. Kami juga ingin sebetulnya belajar dari Bollywood kerjasama di bidang perfilman yang tentunya tidak aneh lagi bagi kita yang di Indonesia, bahkan bangsa-bangsa lain di dunia.

Kita sepakat untuk menjalin kerjasama di bidang IT, Information Technology dan juga pada kerjasama teknik pertahanan. Yang penting semua komitmen dan agenda itu dapat benar-benar kita realisasikan dan kita kembangkan di waktu yang akan datang. Saya optimis, bahwa kerjasama bilateral, kerjasama India dan Indonesia melihat berbagai background yang tadi Ibu Duta Besar telah sampaikan akan betul-betul menjadi modalitas, menjadi capital kita untuk dapat diwujudkan dalam kerjasama yang makin kuat.

Hadirin yang saya hormati,
Alhamdulillah sebentar lagi akan kita resmikan, kita mulai beroperasinya PT TVS Motor Indonesia. Yang jelas kehadiran industri otomotif ini pasti menambah supply dari sepeda motor yang ada di Indonesia, yang kita tahu kebutuhannya dari tahun ke tahun makin meningkat. Tadi Pak Fahmi Idris, Menteri Perindustrian mengatakan bahwa memang ada kelesuan sedikit pada tahun 2006, karena tahun 2005 kita dulu menaikkan harga BBM yang tidak bisa kita elakkan karena krisis harga minyak sedunia, ada kelesuan disana, sini. Tapi Alhamdullillah, awal 2007 ini telah mulai bangkit, termasuk industri otomotif kita. Sehingga angka 5 juta untuk kebutuhan nasional sangat bisa kita tembus kembali dan bahkan saya memperkirakan tahun-tahun setelah itu akan terjadi kenaikan konsumsi atau kebutuhan sepeda motor. Oleh karena itu, saya berterima kasih sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan atas hadirnya TVS Motor Company Indonesia ini.

Di pasar otomotif kita, di pasar kendaraan roda dua kita akan terjadi satu kompetisi yang bagus, yang sehat, sehingga menimbulkan efisiensi dan tentunya yang diuntungkan adalah rakyat kita. Dengan didirikannya industri otomotif di Karawang ini akan terjadi satu rantai bisnis yang makin baik, mulai dari industri komponen, industri perakitan, jasa jual-beli kendaraan roda dua ini sampai dengan jasa perbengkelan di kemudian hari dan ini semuannya akan menyerap tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung. Ini tentu bukan hanya menggerakkan ekonomi lokal, Pak Bupati Karawang, Pak Gubernur Jawa Barat, tapi juga ekonomi nasional kita. Dan tentunya ini semua menjadi bagian dari perkembangan sektor riil yang terjadi di negara kita.

Saudara-saudara,
Sektor transportasi dari catatan statistik kita memang mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang amat pesat, tentunya transportasi dalam arti umum darat, laut, udara, termasuk transportasi atau kendaraan roda dua. Seiring dengan peningkatan atau penguatan makro ekonomi kita, seiring dengan pertumbuhan yang Alhamdulillah awal tahun 2007 ini, kita kembali meraih angka pertumbuhan 6% dan apabila ini dapat kita pertahankan tahun ini dan bahkan kita tingkatkan di tahun-tahun mendatang, maka Indonesia kembali kepada periode sebelum krisis, dimana pertumbuhan kita dulu memang sekitar 6-7%. Tetapi karena kita melaksanakan reformasi, maka pertumbuhan yang Insya Allah akan mencapai 6% lebih ini dengan fundamental yang lebih kuat, dengan basis yang lebih kuat, sehingga kita siap menghadapi dinamika dan tantangan perekonomian kita.

Dengan tumbuhnya perekonomian kita 6%, berarti sektor riil juga tumbuh. Keliru yang mengatakan, bahwa meskipun terjadi pertumbuhan ekonomi, sektor riil jalan di tempat atau bahkan hancur, tentu tidak seperti itu cara membaca kita memahami pertumbuhan sebuah ekonomi. Agregat dari pertumbuhan sektor riil juga sama dengan pertumbuhan ekonomi kita yang 6% itu.

Sebagai contoh, kalau kita melihat komponen pembayaran pajak. Tahun ini dibandingkan tahun lalu, year on year, itu dicapai peningkatan sekitar 50%. Semester pertama ini tumbuh 20,8%. Ini menggambarkan perkembangan sektor riil di cabang-cabang tertentu, meskipun pertumbuhannya tidak merata, ada yang pesat, ada yang baik, ada yang sedang, memang ada yang kurang, bahkan ada sejumlah sektor riil yang mengalami penurunan. Ini wajar dan terjadi di negara manapun juga dalam melihat business cycle dalam melihat dinamika dan perkembangan sebuah ekonomi.

Penjualan motor sendiri naik 7,46% naik 8%. Dan bayangkan kalau totalnya misalkan 4,5 juta dengan kenaikan sekitar 8% itu, jumlahkan akan besar sekali. Ini dapat disimpulkan, bahwa meningkatnya pembelian kendaraan bermotor, termasuk roda dua antara lain disebabkan oleh membaiknya suku bunga dan juga meningkatnya daya beli atau purchasing power atau buying power dari saudara-saudara kita.

Ada sejumlah sektor riil yang juga mengalami peningkatan Saudara-saudara, meskipun ada satu, dua yang lampu kuning, ya ini tugas Pak Fahmi Idris untuk segera mengelolanya dengan baik, dengan policy khusus, dengan barangkali insentif tertentu sehingga kita bisa selamatkan satu, dua cabang sektor riil itu. Tetapi dari catatan pada semester pertama ini, dari komponen pembayaran pajak dan dari telaahan yang lain, 8 industri manufacture yang ini menjadi backbone juga dari sektor riil kita mengalami peningkatan. Misalnya industri makanan dan minuman, industri pengolahan tembakau, industri tekstil dan pakaian jadi di beberapa waktu yang lalu ada masalah, tetapi sekarang sudah mulai mengalir kembali, industri logam, industri mesin, industri eletronika, ini pekerjaan Menteri Perindustrian. Ada masalah-masalah yang harus kita selesaikan, kita carikan jalan keluarnya. Industri kendaraan bermotor yang saya katakan prospektif tadi dan juga industri-industri pengolahan lainnya.

Momentum ini tidak boleh kita sia-siakan, pertumbuhan ekonomi harus kita sertai pula dengan pengembangan berbagai sektor yang pada akhirnya disamping menciptakan pertumbuhan yang sustainable juga bisa mengurangi pengangguran dan mengurangi kemiskinan. Itulah sebetulnya kebijakan dasar ekonomi kita tahun-tahun mendatang.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Kita senang dan bersyukur tentunya, karena industri otomotif, utamanya kendaraan roda dua, disamping size-nya atau ukurannya besar juga terus tumbuh. Tadi dikatakan kapasitasnya lebih dari 5 juta, kemudian kita adalah industri otomotif roda dua nomor 3 di dunia. Lantas pasar dalam negeri terus berkembang Alhamdulilllah, dan juga ada industri hilir yang bisa kita kembangkan dengan berkembangnya industri otomotif ini. Tentu saja yang menggembirakan ini memerlukan bantuan ataupun dukungan dari sektor-sektor lain, misalnya karena transportasi naik, maka infrastruktur perhubungan harus juga kita tingkatkan. Dengan demikian, terjadi rasio yang baik antara jumlah kendaraan dengan infrastruktur jalan misalnya.

Kita juga berharap dengan research and development, baik dari motor company maupun dari industri yang lain juga bisa menciptakan instrumen atau mesin yang betul-betul hemat bahan bakar dan sekaligus ramah lingkungan. Saya berharap kepada Pimpinan TVS Motor Company Indonesia juga ikut melaksanakan research and development penggunaan bahan bakar yang lebih irit, yang lebih hemat dan ramah lingkungan yang tentunya juga bisa dikontribusikan untuk pengembangan otomotif ini lebih lanjut.

Kita hidup dalam era globalisasi, oleh karena itu ekonomi yang kita anut adalah ekonomi terbuka. Sebagaimana yang saya sampaikan di Bali beberapa hari yang lalu dalam Peringatan Hari Puncak Koperasi, dalam open economy yang kita laksanakan secara global bersama mitra-mitra dan sahabat-sahabat kita, maka kerjasama kemitraan menjadi bagian dari open economy dan itu juga menjadi bagian dari pembangunan ekonomi kita. Oleh karena itu, mari kita lakukan kerjasama yang adil, kerjasama yang memberikan manfaat dan keuntungan sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara kita dan tentunya yang juga membawa kebaikan bagi partner kita. Apa yang kita laksanakan dengan India bukan hanya TVS Motor Company ini, tetapi juga dengan perusahaan-perusahaan yang lain, di sektor-sektor lain merupakan wujud kerjasama kita di era global dewasa ini.

Kita juga ingin investasi terus berkembang, good news telah datang memang dari kontributor pertumbuhan yang 6% pada triwulan pertama yang Insya Allah akan bertahan pada triwulan kedua, investasi memberikan sumbangan yang cukup signifikan. Dengan demikian, mudah-mudahan konsumsi kita pertahankan dengan meningkatnya daya beli, pengeluaran Pemerintah terus kita dorong dan juga ekspor bisa berkembang plus investasi yang makin membaik dengan pertumbuhan yang menggembirakan, baik dalam negeri maupun luar negeri, asing maksud saya, baik realisasi, baik persetujuan, maupun realisasinya, semua itu betul-betul bisa menyumbang pertumbuhan yang pertumbuhan itu Insya Allah bisa kita distribusikan secara baik kepada seluruh rakyat Indonesia.

Hadirin sekalian,
Kita ingin menciptakan iklim di dalam negeri yang baik. Dalam era kerjasama, dalam era pengembangan investasi dan dunia usaha di negeri tercinta ini, negeri kita harus betul-betul dalam kondisi yang baik, politiknya stabil, keamanannya baik, sosialnya baik, hukumnya tegak, kebijakan ekonominya baik, termasuk berbagai insentif. Dengan demikian, negara kita baik untuk tumbuhnya ekonomi, ekonomi kita sendiri, termasuk kerjasama dengan negara-negara sahabat. Itulah yang mesti kita lakukan secara bersama di seluruh wilayah Indonesia.

Dan kepada jajaran Pemerintah Daerah, kepada Saudara Gubernur, Saudara Bupati maupun para Pimpinan Pemerintah Daerah yang tidak hadir pada kesempatan ini, saya mengajak untuk terus menggalakkan pertumbuhan ekonomi kita, untuk terus memajukan investasi di negeri kita, di seluruh Indonesia, seraya memperbaiki iklim investasi dan dunia usaha, sebagaimana yang saya sampaikan tadi. Berkali-kali saya ingatkan, permudah setiap urusan untuk pengembangan investasi dan dunia usaha dan jangan dipersulit semuanya itu, karena kalau usaha tumbuh, investasi bergerak yang diuntungkan rakyat kita, saudara-saudara yang tentu ini memecahkan pengangguran dan mengurangi kemiskinan.

Saya meminta kepada rakyat Indonesia, pers di seluruh tanah air, lakukan kontrol, lakukan pengawasan, baik kepada saya, kepada para Menteri, para Gubernur, Bupati dan Walikota untuk memastikan bahwa semua pihak bekerja, membangun ekonomi, memajukan investasi, memajukan dunia usaha yang semua itu diabdikan untuk sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat kita.

Itulah yang dapat saya sampaikan Saudara-saudara dan kepada TVS Motor Company Indonesia sekali lagi, saya ucapkan selamat, selamat memulai usaha, pelihara hubungan yang harmonis antara manajemen dengan karyawan, semoga usaha Saudara berkembang terus, berkontribusi pada ekonomi kita, ekonomi Indonesia utamanya dan ekonomi India. Dengan demikian, kita bisa melangkah lebih jauh lagi untuk kerjasama yang makin luas dan konstruktif.

Dan akhirnya Saudara-saudara, dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, PT TVS Motor Company Indonesia dengan resmi saya nyatakan dimulai operasinya.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan