Pidato Presiden
Sambutan Peresmian Pembukaan The 15th Indonesia International Motor Show
TRANSKIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PEMBUKAAN THE 15 TH INDONESIA
INTERNATIONAL MOTOR SHOW
JAKARTA CONVENTION CENTER, 19 JULI 2007
Bismillahirrahmanirahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Menteri Perindustrian dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Saudara Pimpinan dan Pengurus Gaikindo,
Yang saya hormati para Pimpinan Organisasi Internasional dan para Pimpinan Dunia Usaha dari Negara-negara Sahabat,
Yang saya hormati para Pimpinan Dunia Usaha dari dalam negeri, khususnya di bidang industri otomotif,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik dan Insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak Saudara semua untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepada kita masih diberi kesempatan dan kekuatan untuk melanjutkan karya kita, tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.
Tadi disampaikan oleh Saudara Ketua Panitia, bahwa beliau senang karena saya bisa hadir pada kesempatan yang baik ini. Perlu saya sampaikan, meskipun pekerjaan rumah Pemerintah sekarang ini luar biasa banyaknya, termasuk pekerjaan rumah saya, persoalan banyak, semua ingin selesai dalam waktu yang cepat, banyak yang tidak sabar, sehingga tujuh hari terasa kurang. Tetapi untuk acara seperti ini, yang saya tahu tujuannya adalah untuk meningkatkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat, wajib hukumnya bagi saya dan para Menteri untuk hadir pada acara yang penting ini. Karena saya juga tahu, industri otomotif adalah industri yang penting dan sumbangannya terhadap perekonomian nasional besar. Oleh karena itu, kita bertanggung jawab untuk terus mendorong, memajukan, dan mengembangkan industri ini sekali lagi untuk kepentingan bersama.
Saya mengucapkan selamat kepada Gaikindo dan semua jajaran panitia yang bisa menyelenggarakan pameran otomotif internasional tahun 2007 ini. Saya juga menyampaikan selamat mengikuti pameran kepada semua peserta pameran. Saya setuju, sebagaimana disampaikan oleh Pak Fahmi Idris tadi, gunakan pameran ini untuk saling berinteraksi, memahami perkembangan industri otomotif, perkembangan teknologi otomotif, yang akhirnya bisa lebih memperkokoh lagi, lebih memperkuat dan mengembangkan lagi industri otomotif ini di negeri kita.
Saudara-saudara,
Kita ketahui, industri otomotif sebagai sektor riil yang memiliki peran yang penting dalam perekonomian kita, juga memiliki dinamika dan perkembangan dari masa ke masa. Industri ini jelas memberikan ruang yang lebih besar untuk penciptaan lapangan pekerjaan, mulai dari industri komponennya itu sendiri, merakit komponen-komponen itu, setelah jadi, didistribusikan, dijual, setelah itu ada aktivitas purna jual, termasuk aktivitas perbengkelan. Semua adalah aktivitas ekonomi, semua menciptakan lapangan pekerjaan. Multiplier effect-nya tinggi, oleh karena itu, harapan kita industri ini betul-betul terus berkembang. Dan kalau negeri kita ini tidak kekurangan kendaraan bermotor, jangan hanya dilihat Jakarta, lihatlah Provinsi yang lain, Kabupaten-kabupaten yang lain di seluruh tanah air. Jika kendaraan bermotor cukup dengan infrastruktur yang juga cukup, maka mobilitas manusia dan mobilitas barang akan bisa dilaksanakan lebih baik lagi, ekonomi lokal bergerak, ekonomi daerah tumbuh dan secara nasional tentu ekonomi kita makin berkembang.
Tetapi sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitia tadi, ada pula dampak negatif, apabila kita tidak mengelolanya dengan baik, dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang makin pesat ke depan ini. Tentu memerlukan dukungan infrastruktur jalan, pasti itu. Kemudian kalau karbondioksida atau CO2 tidak terkelola dengan baik akan menambah beban udara kita, terjadi pemanasan global, terjadi climate change yang tentunya membawa hal-hal yang negatif pada kehidupan manusia. Oleh karena itulah, saya mengajak semuanya untuk mari kita atasi dampak negatif dari perkembangan industri otomotif yang makin meningkat ke depan ini.
Solusinya, ya lakukan inovasi teknologi, bikin mesinnya lebih efisien, lebih hemat bahan bakar. Dikatakan tadi ada motor listrik, ada fuelcells, ada alternatif energi disamping fosil, silahkan dengan inovasi teknologi yang bisa kita lakukan. Kemudian juga infrastruktur daya dukung, jalan-jalan kita, policy perhubungan kita dan lain-lain. Dengan demikian kendaraan bermotor tambah membawa keuntungan bagi ekonomi kita, tetapi sekaligus tetap menjamin keselamatan, tidak menimbulkan pencemaran lingkungan yang tidak kita kehendaki dan juga tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas, terutama di kota-kota besar di negeri kita. Dengan demikian, tepat menurut pendapat saya, tema dari pameran ini yang dikatakan tadi, hidup lebih baik karena kita memelihara lingkungan.
Saudara-saudara,
Saya pada kesempatan yang baik ini, mengajak untuk mari kita lakukan inovasi teknologi seluas-luasnya di negeri ini, bukan hanya inovasi teknologi untuk industri otomotif. Tetapi juga semua cabang kehidupan manusia di Indonesia, bahwa teknologi untuk mengembangkan pertanian kita, industri kita, bahkan kegiatan jasa yang tumbuh dengan pesat dewasa ini. Pikirkan pula apa yang dilakukan secara teknologi, agar kebutuhan pangan, energi, air bersih itu tercukupi, sustainable untuk memenuhi kebutuhan manusia yang jumlahnya terus meningkat. Ini semua disamping memerlukan gaya hidup yang baru, lifestyles yang hemat, yang ramah lingkungan, juga sekali lagi kontribusi teknologi dengan penelitian dan pengembangan research and development termasuk invention atau penemuan-penemuan yang kita harapkan makin baik.
Perlu saya sampaikan, sekarang ini ada sebuah kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh putera-putera bangsa yang jika Insya Allah ini berhasil, maka kontribusinya sangat besar. Karena yang dikembangkan, yang diteliti dan sudah mulai ada produksi dalam skala yang kecil atau membuat bahan bakar minyak atau fuel yang berbasiskan air, H2O, tanpa lagi harus menggunakan fosil. Tentu harganya lebih ekonomis, jauh lebih murah, jelas ramah lingkungan dan saya kira air di dunia, di bumi ini jumlahnya cukup besar. Oleh karena itu, jika ini berhasil tentu akan menjadi sumbangan Indonesia, putera-puteri Indonesia, kepada bangsanya bahkan kepada dunia, bagaimana kita ikut mengatasi permasalahan energi, menggunakan sumber-sumber alternatif dan akhirnya betul-betul bisa ikut mengamankan keberlanjutan dari kehidupan di bumi ini.
Saudara-saudara,
Tadi dikatakan bahwa semester pertama tahun 2007 ini, ada pembaikan sektor riil, termasuk sektor industri otomotif. Itu benar dari statistik BPS, dari analisis dan temuan dini ekonomi 2007, dari pajak yang masuk dan indikator-indikator yang lain, memang terjadi kebangkitan dari berbagai sektor riil. Tahun 2006, memang lesu, ada slowdown dalam ekonomi kita. Mengapa? Ya karena ada kenaikan bahan bakar minyak. Mengapa naik? Karena harga minyak dunia juga naik. Bayangkan sekarang ini harga brent 75 $ per barel, Nimaxs 74 $ per barel, tinggi sekali.
Dengan policy kemarin tahun 2005, memang pilihan yang sulit dan pilihan yang pahit bagi saya untuk mengambil keputusan. Tetapi tujuannya adalah untuk menyehatkan fiskal kita dan untuk memperkuat fundamental ekonomi kita jangka menengah dan jangka panjang. Tetapi kita sadari, ada pukulan-pukulan pada sektor riil, pukulan-pukulan pada daya beli masyarakat kita yang Alhamdulillah sekarang ini mulai pulih dan Insya Allah akan sama-sama kita perbaiki di waktu yang akan datang.
Tetapi kepada Saudara, para pengelola industri otomotif justru jadikan krisis seperti itu untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan terobosan-terobosan, sebab harga minyak dunia tidak akan drop kembali 20 $ per barel, amat sulit, mungkin akan tetap seperti itu. Bagaimana industri bisa survive, bisa sustainable, bisa berkembang dengan kondisi harga minyak seperti itu. Kita tidak boleh fight the problems, don’t fight the problems, tetapi bagaimana dengan kondisi seperti itu, Saudara lebih efisien, lebih produktif, lebih inovatif, melakukan terobosan-terobosan. Sehingga akhirnya meskipun harga minyak dunia mahal, Saudara tetap tumbuh dan berkembang. Cara berpikir seperti itu, paradigma dan mindset seperti itu, saya minta teman-teman di dunia industri, di dunia bisnis mulai mengembangkannya.
Saudara-saudara,
Kita paling tidak saya mengajak Saudara-saudara menghadapi kondisi perekonomian dunia sekarang ini dengan berbagai permasalahannya, tidak perlu kita terus mengeluh dan menyalahkan. Tapi marilah kita cari solusinya yang paling baik, tidak perlu juga terlalu mengharapkan insentif yang berlebihan dari Pemerintah, tapi Pemerintah tahu kapan kami akan memberikan insentif, manakala ada pukulan-pukulan yang telak pada sektor-sektor tertentu dalam ekonomi kita, dalam sektor riil kita.
Hadirin yang saya muliakan,
Setelah kita mengalami krisis tepat sepuluh tahun, ya dulu krisis kita pada bulan Juli 1997, sekarang bulan juli 2007. Sejak itulah kita menghadapi tahun-tahun yang sangat berat, kita merangkak, berjalan pelan-pelan, tertatih-tatih, tapi dengan kerja keras semua, Alhamdulillah tahun-tahun terakhir ini, ekonomi kita mulai pulih, tiga tahun terakhir grouth kita pertumbuhan kita sudah mencapai 5% lebih. Tiga triwulan terakhir, saya ulangi tiga triwulan terakhir ekonomi kita sudah masuk kembali pertumbuhan 6%. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua, termasuk dunia usaha, termasuk industri otomotif yang turut bersama-sama mengelola, berjuang di tengah-tengah situasi yang berat ini sampai dengan ekonomi kita bisa tumbuh kembali.
Kita bersyukur, karena ada sejumlah good news yang mesti kita pelihara perkembangannya ini untuk mencapai kondisi lebih baik lagi. Growth 6% berarti tumbuh ekonomi kita, harus kita pertahankan. inflasi yang berjumlah lebih 6% lebih sedikit, berarti terkelola juga harus kita pertahankan. Sektor riil yang mulai tumbuh kembali, minus satu dua sektor riil yang memerlukan kerjasama kita, usaha dengan Pemerintah, agar bisa mengatasi persoalannya, ini juga harus kita pertahankan. Konsumsi rumah tangga yang mendekati angka sebelum krisis, sekarang sudah mendekati 5% dari komponen growth yang ada. Ini bagus, sebab masa orde baru sebelum mengalami krisis, mengapa pertumbuhan enam, enam, tujuh, tujuh lebih persen pertumbuhan kita, karena kontribusi dari konsumsi juga tinggi mencapai 5%. Sekarang sudah mendekati 5%. Oleh karena itu, harus kita pertahankan bersama-sama dengan investasi yang juga mulai tumbuh pada tahun 2007 ini, agar secara agregatif pertumbuhan kita betul-betul mencapai 6%, bahkan lebih dari itu untuk tahun-tahun mendatang.
Saudara-saudara,
Kalau konsumsi rumah tangga meningkat, maka daya beli juga meningkat. Mengapa daya beli meningkat? Lapangan kerja menurut statistik mulai bertambah, tambahan lapangan kerja satu tahun terakhir ini adalah 2,4 juta. Oleh karena itu, pengangguran juga berkurang dari 10,4 menjadi 9,7. Memang masih belum cukup rendah, harus kita turunkan terus-menerus. Tetapi lapangan kerja tercipta itu, hampir pasti menambah pendapatan rakyat kita. Itulah sebabnya kemiskinan juga turun satu tahun terakhir ini dari 17 koma sekian menjadi 16 koma sekian. Karena itu, harus kita pelihara semuanya ini, agar sekali lagi lapangan kerja makin banyak, income makin tinggi. Dengan demikian, mereka bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemerintah ikut berkontribusi untuk meningkatkan daya beli ini, yaitu dengan mengurangi komponen pengeluaran mereka, bantuan di bidang pendidikan, di bidang kesehatan, di bidang pertanian dan lain-lain, sehingga yang penghasilannya masih pas-pasan bisa memenuhi kehidupannya sehari-hari. Tetapi yang lebih sustainable, bukan bantuan Pemerintah dalam program-program pengentasan kemiskinan, tapi lapangan pekerjaan yang mesti diciptakan oleh dunia usaha, oleh Saudara-saudara semua.
Saudara-saudara,
Dengan momentum ini, saya mengajak dunia usaha, jajaran masyarakat, aparat penyelenggara negara dan masyarakat luas untuk terus menyukseskan program pembangunan perekonomian kita, yang sering saya katakan berkali-kali, kita ingin ada pertumbuhan, tapi kita juga ingin ada penciptaan lapangan pekerjaan, sekaligus pengurangan kemiskinan, yang sering saya sebut dengan Triple Track Strategy, pro growth, pro poor dan pro job. Mengapa kebijakan ini penting Saudara-saudara? Sebab kalau ekonomi tumbuh, mesti lapangan kerja berkembang, lapangan kerja berkembang dapat pendapatan dan kemiskinan berkurang, sebagaimana yang saya katakan tadi.
Marilah kita berbagi tugas dan tanggung jawab. Kami, Pemerintah, para Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, seluruh tanah air, memiliki kewajiban untuk bagaimana kita bisa membikin iklim yang baik, bersama DPR kita bikin Undang-Undang yang bikin ekonomi tumbuh. Kita bikin kebijakan ekonomi yang klop. Kita menyusun APBN yang bagus dan menjalankan APBN atau APBD itu dengan sebaik-baiknya. APBN yang sasarannya jelas, yang tidak boros, yang tidak konsumtif dan lain-lain, dengan demikian bisa menggerakan ekonomi kita. Kemudian akan kita lanjutkan program pengurangan kemiskinan dengan anggaran yang makin besar, karena kita harus menghadirkan keadilan sosial dalam ekonomi yang makin mengglobal, ekonomi terbuka dalam era globalisasi ini. Dan kami punya kewajiban tanpa Saudara minta pun membantu dunia usaha sektor riil tertentu yang mengalami kesulitan yang amat besar. Kami juga bertanggung jawab membangun infrastruktur, ada yang Pemerintah sendiri ada yang bersama-sama dengan dunia usaha untuk infrastructure building ini. Kewajiban Saudara, dunia usaha yang saya harapkan adalah teruslah mengembangkan usaha Saudara, praktekan kaedah-kaedah bisnis yang baik, good coorperate government.
Tolong sambil usaha Saudara tumbuh, ciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat kita. Kemudian kalau hasilnya besar, profit-nya besar, bayarlah pajak yang sesuai. Itu namanya adil, Pemerintah memberikan ruang, memberikan hasil, membantu. Harapan saya, usaha Saudara tumbuh lapangan kerja dan pajak, karena pajak pun untuk membantu Saudara kita yang lain, pendidikan lagi, kesehatan lagi, usaha kecil dan sebagainya. Untuk BUMN disamping pajak juga deviden. BUMN tidak boleh terlena, tidak boleh business as usual. Saya ingatkan, karena itu milik negara, lakukan sesuatu, disamping bayar pajak juga memberikan deviden untuk negara yang nantinya juga untuk kita arahkan ke kepentingan rakyat.
Dan jangan lupa perusahaan-perusahaan sesuai dengan kemampuannya, bantulah masyarakat sekitar. Jadi yang disebut dengan corperate social responsibility tolong diberikan. Rakyat di sekitar merupakan pengaman, merupakan social capital yang baik, agar industri Saudara, usaha Saudara terus tumbuh. Saya sudah mengatakan kewajiban Pemerintah, kewajiban dunia usaha, apakah ada kewajiban masyarakat luas, ada. Insya Allah dengan ekonomi dan dunia usaha yang tumbuh, tentu tenaga kerja bisa mendapatkan tempat, rakyat kita, Saudara-saudara kita. Saya pesan kepada para tenaga kerja, teruslah produktif, teruslah berdisiplin, dengan demikian ekonomi dan usaha juga akan tumbuh.
Saya minta juga masyarakat luas bersama-sama kita untuk semua menciptakan stabilitas sosial dan ketertiban publik. Kalau masyarakatnya gaduh, tidak tertib, ada gangguan keamanan di sana-sini, tentu ekonomi tidak tumbuh, dunia usaha tidak tumbuh. Kalau itu terjadi, masyarakat, rakyat, kita semua yang menderita. Dan saya juga pesan kepada Saudara-saudara kita kalau ada pembangunan infrastruktur di seluruh tanah air, tolonglah kita menjalin kerjasama yang baik. Infrastruktur, apakah jalan, dermaga, lapangan udara, energi, itu memberikan lapangan pekerjaan bagi rakyat dan juga menggerakan perekonomian nasional. Oleh karena itu, kalau ada masalah pembebasan tanah dan lain-lain, tolong bicarakan dengan baik, kerjasama yang baik, yang penting rakyat tidak boleh dirugikan, rakyat tidak boleh dipermainkan. Tetapi kalau jelas semuanya untuk kepentingan umum, hitung-hitungannya jelas, mari kita lakukan pembangunan infrastruktur itu.
Dan yang terakhir, sekali lagi ekonomi akan tumbuh, usaha akan tumbuh dan akhirnya kesejahteraan rakyat akan tumbuh, kalau keadaan dalam negeri kita baik, kalau politiknya stabil, kalau hukumnya tegak, kalau sosialnya tertib, kalau keamanan dan ketertiban di seluruh tanah air bisa kita pelihara. Oleh karena itulah, saya akan terus mengajak, menyerukan, dan menjalankan bersama-sama di lapangan, di seluruh tanah air, agar keadaan politik, keadaan hukum, keadaan sosial, keadaan keamanan makin ke depan makin baik. Sebab tanpa itu, tidak mungkin ekonomi kita akan tumbuh.
Itulah yang dapat saya sampaikan Saudara-saudara dengan keyakinan saya, optimisme saya ke depan ekonomi, dunia usaha akan terus bangkit dan makin baik. Dan dengan kebangkitan itu, saya juga optimis dan yakin kita bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.
Demikian, saya mengucapkan selamat berpameran, mari kita sukseskan pameran otomotif internasional kali ini. Dan kepada partner kami, para Pimpinan Dunia Usaha dari mancanegara, marilah kita bekerja sama sebaik-baiknya, partnership and coorperation untuk kepentingan kita bersama dan tentunya bagi kami untuk rakyat kami, lapangan pekerjaan dan perekonomian yang lebih baik. Dengan harapan dan ajakan seperti itu, seraya mengucapkan ”Bismilahirrahmanirahim”, The 15th Indonesia International Motor Show, saya nyatakan dibuka.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



