Pidato Presiden

Pengarahan Peringatan Hari Anak Nasional 2007

 

TRANSKRIPSI
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL TAHUN 2007
DUNIA FANTASI, TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL
22 JULI 2007



Assalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Ketua dan Wakil Ketua MPR RI beserta unsur Pimpinan dan Anggota Lembaga-lembaga Negara, Saudara Menteri Pemuda dan Olahraga dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang mulia Duta Besar Negara Sahabat dan para Pimpinan Organisasi Internasional yang bertugas di Indonesia, Saudara Gubernur Papua, Saudara Wakil Gubernur Aceh, para Pembina, Pendidik dan Pengasuh Anak, Anak-anakku sekalian, baik yang ada di ruangan ini maupun yang ada di Aceh dan Papua maupun di tempat-tempat lain di dalam dan di luar negeri,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT karena kepada kita semua, anak-anak masih diberi kesempatan, kekuatan dan Insya Allah kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, tugas kita untuk bangsa dan negara tercinta.

Pada kesempatan yang baik ini pula, saya mengucapkan selamat kepada seluruh anak Indonesia atas Hari Anak Nasional Tahun 2007 yang kita peringati hari ini. Kami semua menyayangi anak-anak, kami semua bangga kepada anak-anak dan kami semua mendoakan, agar anak-anak kelak memiliki masa depan yang baik dan membawa kebaikan untuk bangsa dan negara yang kita cintai bersama.

Tadi disampaikan, bahwa tema Hari Anak Nasional Tahun ini adalah “Saya Anak Indonesia Sejati, Mandiri dan Kreatif“. Kami semua senang dengan tema ini, kami semua senang dengan tekad ini. Memang anak-anak harus menjadi anak Indonesia sejati, yang mencintai negerinya, yang menyayangi bangsanya, yang bangga akan tanah airnya, anak Indonesia sejati. Anak-anak juga harus belajar mandiri, tidak cengeng, tidak mengeluh kalau ada persoalan dihadapi, kalau nilainya sedang kurang bagus, belajar lebih keras lagi dan lain-lain. Kalau sejak awal anak-anak sudah seperti itu, Insya Allah nanti menjadi pemuda dan orang dewasa akan menjadi pemuda dan orang dewasa yang mandiri. Dan kalau bisa bersikap mandiri, tentu masa depannya akan baik.

Yang ketiga, anak-anak juga harus kreatif. Kalau anak-anak kreatif, tentu akan berhasil kelak dalam pendidikan maupun dalam pekerjaan nantinya. Teruslah belajar, berkreasi, berkarya, supaya kreativitas anak-anak membawa kreativitas bangsa dan akhirnya membawa kemajuan bangsa dan negara kita.

Kemudian tadi ada sub tema yang berjudul “Tubuhku Sehat, Jiwaku Kuat Siap Menjadi Pemimpin Masa Depan”, itu benar. Oleh karena itu, kepada anak-anak, Pak SBY ingin mengulangi sekali lagi apa yang Pak SBY sampaikan tahun lalu pada Hari Anak Nasional 2006. Pertama-tama, agar tubuhku sehat, jiwaku kuat dan siap menjadi pemimpin masa depan, maka anak-anak pertama-tama harus rajin beribadah, agar akhlaknya baik, agar budi pekertinya baik, agar keimanan dan ketakwaannya baik. Yang kedua, harus rajin belajar, agar pandai, agar cerdas, agar menguasai ilmu dan pengetahuan yang tinggi. Yang ketiga, rajin berolahraga, agar badannya sehat, agar nanti muncul pemimpin, pemain-pemain sepakbola yang juara, dan olahragawan yang lain, Insya Allah bisa. Yang keempat, rajin berorganisasi, bergaul dengan kawan-kawan, bekerja sama, agar rukun satu sama lain, kompak sebagai bangsa Indonesia.

Dengan empat rajin itu disertai patuh kepada orangtua, patuh kepada guru, tidak tergoda dengan narkoba, tidak tergoda dengan yang lain-lain, Insya Allah anak-anak betul-betul akan menjadi anak Indonesia sejati, yang tubuhnya sehat, jiwanya kuat dan siap menjadi pemimpin masa depan. Saya yakin, yang ada di ruangan ini, yang ada di Aceh, di Papua di seluruh Indonesia adalah anak-anak baik, anak-anak yang kreatif, anak-anak yang bisa mengangkat nama bangsa dan negara kita di masa depan.

Anak-anakku sekalian,
Kami semua bangga dengan banyaknya prestasi yang diraih oleh anak-anak. Anak-anak Indonesia tidak kalah cerdas dengan anak-anak bangsa lain. Banyak sekali prestasi yang luar biasa, medali-medali emas, penghargaan yang luar biasa dari berbagai kegiatan. Misalnya, anak-anak Indonesia menjuarai Olimpiade bidang Fisika, bidang Kimia dan bidang pengetahuan yang lain, luar biasa, kami bangga. Anak-anak Indonesia juga berhasil dalam cabang-cabang olahraga internasional, termasuk penyandang cacat yang juga memiliki prestasi yang luar biasa, anak-anak kita itu. Ada yang mendapatkan penghargaan di bidang seni dan budaya, teater tanah air, memborong 19 medali emas misalnya dan banyak lagi prestasi anak-anak kita. Teruskan, lanjutkan, raih lagi prestasi-prestasi yang baru, agar dunia tahu, Indonesia gudangnya prestasi anak-anak kita, agar bangsa kita sendiri bangga pada dirinya sendiri karena anak-anaknya juga cerdas dan berprestasi.

Dan yang terakhir, saya mengajak kepada semua orangtua di seluruh negeri ini untuk memberikan bimbingan pengasuhan dan perhatian yang baik kepada anak-anak kita. Dia milik masa depan kita, dia milik masa depan bangsa, dia milik negeri ini yang melanjutkan upaya pembangunan negeri menjadi negeri yang lebih baik di masa yang akan datang. Tanggung jawab orang tua tidak boleh lepas, sesibuk apapun orangtua, tolong perhatikan putera-puterinya. Bimbinglah, asuhlah, sebagaimana sajak Khalil Gibran tadi. Arah anak-anak kita, kita yang ikut menentukan. Mari kita lakukan tanggung jawab sebagai orang tua.

Dan terakhir, kepada semua Pejabat Negara, Pejabat Pemerintahan di seluruh Indonesia, mari kita lakukan upaya pembinaan anak-anak kita sebaik-baiknya. Berikan hak-haknya, hak pengasuhan, hak pendidikan, hak kesehatan, hak terlindungi dari kekerasan dan hak-hak yang lain. Anggaran untuk anak-anak, tolong diberikan yang cukup di seluruh tanah air kita. Ini kewajiban negara, kewajiban kita semua.

Dan yang terakhir, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para pejuang, para pengasuh, pembimbing yang banyak hadir di tempat ini, yang mengabdikan pikirannya, tenaga, dan waktunya untuk mengasuh anak-anak kita dari berbagai lapisan, termasuk penyandang cacat, termasuk mereka-mereka yang mendapat, yang memerlukan santunan sosial.

Demikianlah sambutan saya dan sekali lagi selamat kepada anak-anaku sekalian, mari kita sukseskan acara kita ini, mari kita sambut masa depan dengan baik. Selamat belajar, selama berolahraga, teruslah beribadah, baik sama orangtua, baik sama guru, jauhi narkoba, jauhi pergaulan bebas yang tidak membawa kebaikan.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan