Pidato Presiden
Sambutan Acara Pertemuan dengan Masyarakat Indonesia di Korsel
TRANSKIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERTEMUAN DENGAN MASYARAKAT INDONESIA
DI KOREA SELATAN
WISMA INDONESIA, KBRI SEOUL
24 JULI 2007
Bismilahirahmanirrahim,
Assalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Saudara Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea yang saya hormati beserta Ibu, keluarga besar masyarakat Indonesia yang berada di Korea Selatan yang saya cintai,
Marilah pada kesempatan yang baik dan semoga senantiasa penuh berkah ini, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan insya Allah kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta.
Saya juga bersyukur hari ini, seperti yang Pak Jacob Tobing sampaikan tadi akhirnya bisa melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Republik Korea yang beberapa kali sempat tertunda. Sebelum saya melanjutkan sambutan saya, saya ingin memperkenalkan rombongan yang bersama-sama saya mengunjungi Republik Korea pada kali ini. Kita jarang bertemu, oleh karena itu baik kalau saya memperkenalkan beliau-beliau yang datang bersama saya, tak kenal maka tak sayang, datang tampak muka, pergi tampak punggung.
Saya mulai dari sebelah kanan saya. Beliau adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Profesor DR. Boediono. Sebelah kanan Beliau, Menteri Luar Negeri yang mengurusi Saudara semua, Bapak Hassan Wirajuda, sebelah kanannya Ibu Hassan Wirajuda. Sekretaris Kabinet, Bapak Sudi Silalahi. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Bapak Erman Gusman. Untuk diketahui, negara kita sekarang disamping DPR, ada DPD, Dewan Perwakilan Rakyat, kalau DPD Dewan Perwakilan Daerah.
Sebelah kanan Pak Erman adalah Menteri Perdagangan, Ibu Marie Pangestu. Kemudian lini kedua, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Pak Purnomo Yusgiantoro. Sebelah kanannya Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Bapak Jero Wacik. Sebelah kanannya, Menteri Pemuda dan Olahraga, Bapak Adhyaksa Dault. Sebelah kanan Beliau, Anggota DPR RI, Bapak Syarifudin Hasan. Kemudian Bapak Budi Harsono juga dari DPR RI. Bersama kita, Ketua Kamar Dagang dan Industri Nasional, Bapak MS Hidayat. Kemudian Pimpinan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Saudara Sandiaga Uno.
Sebelah kanan, sebelah kiri saya maksud saya, saya juga bersama-sama rombongan Pimpinan KONI. Pertama, Ketua Umum KONI, Ibu Rita Subowo. Sebelah kiri Beliau, Ketua PP Taekwondo yang juga ada acara, Bapak Erwin Sudjono, sebelah kanannya Ibu Erwin Sudjono. Kemudian tiga yang disini perangkat Kepresidenan, Kepala Rumah Tangga Kepresidenan, Bapak Rusdi. Kemudian Sekretaris Militer, Bapak Bambang Sutedjo. Dan Kepala Protokol Negara, Bapak Handriyo Kusumo. Di belakang ada Komandan Pengamanan Presiden, Mayor Jenderal TNI Suroyo Gino.
Dan masih banyak lagi rombongan di belakang. Ada Pimpinan Media Massa, ada Staf Khusus Presiden, ada mungkin yang suka ditanya itu Andi Mallarangeng, dimana ini ya? Di belakang.
Baik, kita teruskan. Ini Staf Khusus coba ke depan, kosong depan ini. Depan masih kosong, silakan. Ada Pimpinan Redaksi LKBN ANTARA juga ada Beliau, coba ke sini. Depan masih kosong, Pak. Pimpinan Republika, mana lagi? Ada satu, dua, tiga, empat, lima kursi yang kosong. Pak Karni Ilyas juga ada disini, saya persilakan. Ini maestro-maestro media kita. Masih ada satu lagi, Republika, Bapak Ikhwanul Kiram kami persilakan. Tadi ada Saudara Dino Patti Djalal, coba berdiri Dino. Ini juga Staf Khusus Presiden. Kenapa? Oh ya. Mantan pacar saya, Ibu Negara, Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono atu Ibu Kristiani Herawati.
Saudara-saudara,
Ini kunjungan saya yang kedua sebagai Presiden. Pertama, ke Busan tahun 2005 yang lalu, bertemu dengan sebagian dari Saudara. Tapi dulu waktu saya masih berpangkat Letnan, saya pernah berkunjung ke Seoul ini pada tahun 1976, jaman baheula. Mungkin ada yang belum lahir tahun 76 ya? Tentu sangat berbeda negeri ini, berkembang pesat, sangat maju, sangat modern dibandingkan 31 tahun yang lalu. Insya Allah negeri kita, Indonesia tercinta nanti juga akan berkembang, maju, tidak kalah dengan negara-negara lain.
Betul apa yang dikatakan Pak Jacob Tobing, kerjasama Indonesia dan Korea Selatan akhir-akhir ini berkembang sangat pesat. Ini tentu jerih payah, kerja keras, dan inisiatif dari Pak Duta Besar dengan Saudara semua dan tentunya para Menteri dan semua, termasuk kalangan dunia usaha yang dengan gigih terus membangun dan mengembangkan kerjasama ini. Saya datang berkunjung kali ini justru untuk memperkuat, memperdalam dan memperluas kerjasama Indonesia-Korea di berbagai bidang. Tadi dikatakan di bidang investasi, perdagangan, energi, kehutanan, pariwisata, olahraga, pendidikan, menghadapi kejahatan trans nasional, kemudian apalagi? Di tenaga kerja, teknologi informasi, industri pertahanan. Ada belasan bidang kerjasama yang secara konkret kita lakukan dan makin berkembang dari waktu ke waktu.
Tugas kita harus kita pelihara dan kita kembangkan untuk membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara kita. Kerjasama memang harus saling menguntungkan, tetapi bagi kita, bagi Bangsa Indonesia haruslah pertama-tama memberikan manfaat dan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi Indonesia. Itulah misi saya, tugas saya dalam kunjungan kali ini ke Korea Selatan. Saya berharap Saudara semua yang juga berada dalam misi besar ini untuk meningkatkan dan mengembangkan kerjasama, juga melakukan langkah-langkah yang tepat, agar kerjasama kita di masa depan makin berhasil.
Saya mengucapkan terima kasih karena yang saya dengar juga begitu, Pak Jacob Tobing, putera-puteri Indonesia, Saudara-saudara semua telah menjalankan misi, telah berkarya dan bertugas dengan baik di Korea Selatan ini. Apakah sebagai diplomat? Apakah bekerja di berbagai profesi ataupun mengikuti tugas belajar, pendidikan, riset dan lain-lain? Kita bangga kalau bangsa kita berperilaku baik di negeri orang. Tetapi kita prihatin, kalau ada masalah-masalah yang muncul di negara manapun yang disebabkan oleh warga negara Indonesia. Oleh karena itu, saya mengajak, marilah kita menampilkan diri sebagai duta bangsa yang baik, sebagai warga negara yang baik, agar nama bangsa dan negara kita juga baik di dunia.
Saudara-saudara yang saya cintai,
Sebagaimana Saudara ketahui, bahwa negara kita terus membangun. Kita mengalami krisis luar biasa 10 tahun yang lalu. Memang banyak masalah karena krisis, tetapi setelah itu kita bersatu padu, melangkah bersama, bekerja keras untuk keluar dari krisis, membangun kembali negeri kita menuju masa depan yang lebih baik. Tiap-tiap pemimpin, tiap-tiap pemerintahan bekerja keras ya. Setelah Pak Harto lengser dulu, Saudara masih ingat, Pak Habibie, Gus Dur, Bu Mega, saya dan nanti pemerintah-pemerintahan berikutnya lagi juga melakukan hal yang sama, membangun kembali negeri kita dari krisis.
Alhamdulillah, tahun demi tahun kita telah bisa memperbaiki keadaan, bisa membangun kembali negeri kita dengan sejumlah capaian. Tentu belum semua dapat kita pulihkan, belum semua dapat kita bangun kembali. Meskipun kita bersyukur, bahwa kondisi hari ini lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Ini memerlukan tekad, memerlukan persatuan, memerlukan kebersamaan dari seluruh rakyat Indonesia, baik yang ada di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri untuk bersatu padu memajukan negeri kita. Dari berbagai cabang profesi, dari berbagai posisi dan peran, percayalah, apabila kita betul-betul bersatu, melangkah bersama, bekerja keras sambil memohon ridho Allah SWT, tentu negara kita akan makin maju, makin berkembang dan tidak kalah dengan negara-negara lain yang telah lebih dulu maju.
Keadaan politik di dalam negeri relatif stabil dan tentunya kita syukuri dibandingkan dulu awal krisis. Keadaan keamanan di dalam negeri juga makin baik, baik di Aceh, di Papua maupun tempat-tempat yang lain. Keadaan hukum makin tegak, tentu menjadi pekerjaan rumah kita untuk terus melaksanakan penegakan hukum demi keadilan. Keadaan sosial di negeri kita makin pulih, dulu banyak sekali masalah-masalah sosial, sekarang keadaannya jauh lebih baik. Ekonomi kita tumbuh dengan baik, Alhamdulillah tiga triwulan terakhir ini telah tumbuh 6%. Dengan demikian, mudah-mudahan sejak tahun ini ke depan, negeri kita memiliki pertumbuhan seperti sebelum krisis dan bahkan lebih baik lagi karena fundamental ekonomi, keadaan ekonomi yang lain, harapan kita makin baik. Peran Indonesia di kancah internasional juga makin nyata dan ini mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, termasuk terima kasih saya kepada Pak Dubes tadi dan Saudara-saudara yang juga bisa meningkatkan profil Indonesia di Korea Selatan ini.
Dan agenda-agenda penting lainnya yang dulu mengalami berbagai permasalahan, stagnasi, kemandegan, kemunduran pada saat krisis, satu demi satu telah dapat kita pulihkan dan bahkan kita tingkatkan menjadi lebih baik lagi dari keadaan sebelumnya. Ini akan kita terus kita lanjutkan lebih keras lagi, lebih gigih lagi, agar semua itu betul-betul bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat kita. Karena pembangunan itu sesungguhnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kita, pendidikannya, kesehatannya, kebutuhan pangannya, kebutuhan papannya, rasa aman dan lain-lain. Itulah yang kita lakukan sekarang.
Kita juga ingin terus-menerus mengurangi kemiskinan, terus-menerus mengurangi pengangguran, seraya menciptakan lapangan pekerjaan, baik di dalam maupun di luar negeri. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Saudara-saudara yang bekerja di Korea Selatan ini. Pekerjaan itu mulia dan Saudara adalah pahlawan, pahlawan devisa ketika negaranya terus berikhtiar untuk membuka lapangan pekerjaan dan belum bisa memberikan lapangan pekerjaan yang besar karena memang begitu pembangunan yang sedang kita lakukan, Saudara rela untuk bekerja di negeri orang, tentu dengan berbagai tantangan dan permasalahan.
Harapan saya, sekarang ke depan Saudara-saudara yang berada di Republik Korea atau di Korea Selatan ini terus melanjutkan karya dan tugas Saudara sebaik-baiknya. Kalau ada masalah-masalah, tolong disampaikan kepada Pak Duta Besar, dengan staf disini, agar bisa dicarikan jalan keluarnya. Kalau masalah itu begitu mendasar, tentu Pak Duta besar berkomunikasi ke Jakarta kepada para Menteri, bahkan kepada saya. Kita semua tentu berkewajiban untuk membantu warga negara kita dimanapun berada, apakah di dalam negeri ataupun di luar negeri, termasuk yang ada di Korea Selatan ini.
Itulah secara singkat yang dapat saya sampaikan dan nanti dalam acara tanya jawab, saya persilakan yang ingin mengajukan pertanyaan kepada saya. Tetapi percayalah Saudara-saudara bahwa negara kita, negara yang kita cintai makin ke depan tumbuh makin baik sesuai dengan cita-cita dan harapan kita. Untuk itu diperlukan kesabaran, diperlukan ketegaran, tapi juga diperlukan persatuan dan kerja keras diantara kita semua untuk bahu-membahu membangun negeri kita menuju keadaan yang lebih baik.
Demikian yang ingin saya sampaikan dan saya dari sini saja supaya bisa langsung melihat semuanya. Saya persilahkan yang ingin menyampaikan pertanyaan atau saran kepada saya. Saya persilahkan Pak Dubes untuk diatur siapa yang ingin bicara. Saya persilakan.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



