Pidato Presiden
Sambutan Jamuan Makan Malam Kenegaraan
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
JAMUAN MAKAN MALAM KENEGARAAN
SEOUL, KOREA SELATAN
25 JULI 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Yang mulia Bapak Presiden Roh Moo-hyun dan Ibu Negara, para Menteri,
Hadirin yang saya muliakan,
Atas nama pribadi dan beserta Delagasi Republik Indonesia, saya ingin menyampaikan rasa syukur dan bahagia saya karena dapat berkunjung ke Republik Korea, negeri ginseng yang indah dengan penduduk yang makmur dan sangat dinamik. Kami sangat gembira atas sambutan yang sangat hangat dan ramah dari Yang Mulia dan Ibu Roh Moo-hyun, serta Pemerintah dan masyarakat Republik Korea.
Saya sangat bersyukur dapat melakukan Kunjungan Kenegaraan ke Republik Korea dan bertemu dengan Yang Mulia di Seoul. Bagi kami, saya dan Istri secara pribadi, Seoul sangat melekat di dalam hati kami. Istri saya pernah tinggal untuk beberapa waktu, mengikuti orang tua yang ketika itu bertugas sebagai Duta Besar Republik Indonesia yang pertama untuk Republik Korea. Oleh karena itu, kunjungan ke Republik Korea kali ini sungguh memberi makna yang mendalam bagi saya dan istri.
Kunjungan saya ke Seoul dimaksudkan untuk semakin mendekatkan, sekaligus memacu hubungan persahabatan dan kerjasama antara kedua negara kita.
Yang Mulia,
Sejarah Korea dan Indonesia memiliki banyak kesamaan. Kita sama-sama memiliki warisan budaya luhur yang sangat kita banggakan. Bangsa Indonesia dan bangsa Korea sama-sama mengalami masa perjuangan dan masa jatuh bangun yang penuh tantangan. Dalam masa modern, perjalanan politik Indonesia dan Republik Korea juga sama-sama melampaui berbagai era, termasuk krisis moneter yang diikuti dengan era reformasi. Kini Indonesia dan Republik Korea berdiri tegak sebagai negara demokrasi di Asia. Dan saya bangga, bahwa kedua negara kita kini telah menjalin suatu kemitraan strategis yang kokoh.
Secara lebih khusus, saya sangat terkesan dengan kemajuan pesat yang dialami oleh Republik Korea. Dalam waktu yang relatif singkat, Republik Korea telah mampu membangun diri menjadi bangsa yang maju dan makmur.
Di awal tahun 1940-an, income perkapita hanya lebih dari $100 US, kini telah melonjak menjadi $18.000 US lebih dan merupakan salah satu yang tertinggi di Asia. Kini Republik Korea adalah negara ekonomi nomor 11 terbesar di dunia, salah satu tracking makers nation terbesar di Asia dan di dunia dan telah pula menjadi kekuatan industri dengan penguasaan iptek, research and development yang prima serta menjadi salah satu negara yang paling baik dan digitalized di Asia.
Bahkan saya sendiri telah mempersilakan Yang Mulia, bawa perusahaan-perusahaan Korea Samsung, LG, dan Hyundai akan menjadi perusahaan terkemuka di pasaran internasional, termasuk di Indonesia. Di bidang olahraga, prestasi tim sepakbola Korea yang masuk dalam semifinal Piala Dunia beberapa waktu yang lalu juga membanggakan. Hal ini telah memacu motivasi dan semangat persebakbolaan Indonesia, sehingga pada Kejuaraan AFC di Jakarta beberapa hari yang lalu, Indonesia hanya kalah 1-0 dari Korea.
Yang Mulia Bapak Presiden,
Karena itulah, kami di Indonesia sangat antusias membangun kemitraan stratejik dengan Republik South Korea. Indonesia dan Republik Korea telah mengalami transformasi yang pesat dalam beberapa dasawarsa belakangan dan hubungan bilateral kita juga telah mengalami transformasi, sebagaimana tercermin dalam Strategic Partnership Promote Friendship and Cooperation in the 21st Century, yang kita deklarasikan sewaktu kunjungan Yang Mulia ke Jakarta pada bulan Desember tahun yang lalu.
Saya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Yang Mulia, karena melalui kebijakan dan kepemimpinan yang kuat dari Yang Mulia, hubungan dan kerjasama bilateral antara kedua negara di berbagai bidang semakin meningkat.
Ketika menandatangani dokumen bersejarah tersebut, kita sama-sama bertekad bahwa kemitraan itu tidak hanya di atas kertas, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kebijakan yang konkret. Saya sangat menghargai karena segera setelah Yang Mulia meninggalkan Istana Negara, di Jakarta, para pejabat Korea dan Indonesia langsung bekerja keras untuk segera meneruskan semangat kemitraan stratejik tersebut. Nampaknya kita mempunyai filosofi yang sama Yang Mulia, yaitu say what to do dan do what to say.
Dalam 7 bulan terakhir ini, saya mencatat bahwa kerjasama Republik Indonesia dan Republik Korea telah berkembang dengan pesat dan mengalami kemajuan yang sangat berarti.
Tadi sore, kita membahas secara produktif berbagai aspek kemitraan kita secara komprehensif, yaitu kerjasama diplomatik perdagangan, investasi, energi, tenaga kerja, teknologi komunikasi dan informasi, kehutanan, kebudayaan dan pariwisata, pendidikan, olahraga, industri pertahanan, kerjasama pemberantasan korupsi dan kejahatan transnasional. Saya akan terus memacu para Menteri dan pejabat Indonesia untuk terus giat memajukan sektor-sektor penting itu.
Menyikapi keseriusan yang diperlihatkan oleh Pemerintah Republik Korea, kami di Indonesia juga telah melakukan langkah-langkah nyata secara sistematis dan tepat guna menata peluang-peluang yang terbuka bebas bagi peningkatan kerjasama kedua negara.
Pada dasarnya Republik Indonesia dan Republik Korea mempunyai komplementaritas yang tinggi. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam, aneka keragaman hayati, kapasitas tenaga kerja dan ekonomi makro yang stabil, sementara Republik Korea memiliki kapasitas teknologi canggih, modal dan kemampuan manajemen. Jika semuanya ini dapat kita padukan, saya percaya, kerjasama kita akan memberikan manfaat yang besar bagi kedua bangsa.
Saat ini Indonesia adalah rumah bagi lebih 1.200 perusahaan Korea yang memperkerjakan lebih dari setengah juta tenaga kerja di Indonesia. Lebih dari itu, saat ini terdapat sekitar 28.000 tenaga kerja Indonesia yang bekerja dan turut berpartisipasi secara aktif dalam proses pembangunan di Korea. Di masa mendatang, saya berharap di banyak dan lebih luas lagi dukungan antar pengusaha dan masyarakat di kedua bangsa kita.
Yang Mulia Bapak Presiden Roh Moo-hyun dan Ibu Negara,
Hadirin yang saya muliakan,
Apa yang telah dicapai oleh Indonesia sekarang ini merupakan bukti dari keyakinan para investor Korea dimana pada saat krisis menghantam Indonesia, mereka tetap berada disamping kami, bahkan meningkatkan investasinya di Indonesia. Inilah hakekat kemitraan strategik yang nyata dari kedua negara kita. Seperti pepatah Indonesia, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.
Akhirnya saya yakin, bahwa kedua negara dapat semakin meningkatkan hubungan persahabatan dan persaudaraan. Kuatnya hubungan ini membuat seluruh bangsa Indonesia, khususnya saya sangat berbangga dan berbesar hati.
Hadirin yang saya muliakan,
Sekarang perkenankanlah saya mengajak Yang Mulia Presiden dan Ibu Roh Moo-hyun serta hadirin yang saya muliakan untuk mengangkat gelas dan minum bersama bagi kesehatan dan kebahagiaan Yang Mulia Presiden Roh Moo-hyun beserta Ibu, bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Korea, dan bagi persahabatan serta kerjasama yang semakin erat antara kedua bangsa kita.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



