Pidato Presiden

Sambutan Pagelaran Kreasi Seni Rohani `Gerak Tahiyat untuk Indonesia Bermartabat`

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PAGELARAN KREASI SENI ROHANI
“GERAK TAHIYAT UNTUK INDONESIA BERMARTABAT”
SAHID HOTEL, 10 AGUSTUS 2007




Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Dengan terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

Ijinkan saya pada kesempatan yang amat membahagiakan ini dan insya Allah penuh berkah untuk menyampaikan selamat saya, serta penghargaan yang tinggi kepada pemrakarsa serta penggagas malam yang sangat mulia ini Bapak Din Syamsudin dan para
artis pendukung, baik itu penyanyi, penari, pemusik, penyair dan semuanya.

Malam ini sungguh indah bagi kita untuk menyaksikan Pergelaran Kreasi Seni Rohani yang dibawakan oleh Jamaah Orbit Lintas Profesi, temanya bagus “Gerak Tahiyat Untuk Indonesia Bermartabat”.

Umat dan komunitas Islam di tanah air tercinta ini harus terus membangun nilai dan kehidupan yang Islami. Islam yang menaburkan kasih sayang, salam dan perdamaian, Islam yang benar-benar membawa rahmat bagi semesta alam.

Apabila kehidupan yang Islami ini dapat kita hadirkan di negeri ini, demikian juga kehidupan religius dari umat beragama yang lain, insya Allah bangsa yang bermartabat, Indonesia yang bermartabat dapat kita wujudkan. Apabila bangsa kita menjadi bangsa yang bermartabat, ditambah dengan bangsa lain yang juga memiliki komitmen dan tindakan yang sama maka insya Allah dunia tempat kita hidup ini akan menjadi dunia yang beradab, civilized world, dunia yang beradab yang dicita-citakan oleh umat manusia.

Saya mendorong semua artis yang luar biasa penampilannya malam hari ini untuk terus berkreasi, teruslah berkreasi, dekatlah pada Tuhan dan taburkan kasih sayang, berbuatlah untuk sesama umat manusia. Saya kira itu jalan yang terbaik untuk kita suatu saat kembali kesisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Ada pesan sponsor tadi untuk saya membacakan satu puisi. Saya ini bukan penyair, bukan penyanyi, bukan puisi, hanya seorang Presiden. Jadi mohon maaf kalau puisi atau bacaan puisi saya tidak seindah yang dibawakan oleh para artis tadi.

Puisi ini saya tulis sendiri pada tanggal 1 Februari 2004, dulu.

Hadirin yang saya muliakan,
Saya pernah terilhami, terinspirasi, membuat puisi dalam waktu dua setengah bulan saya telah menyelesaikan hampir 30 puisi yang sekarang terabadikan dalam sebuah buku kecil, kebetulan tidak kita perjualbelikan, judulnya “Taman Kehidupan”. Jadi bagi yang ingin membaca puisi amatir saya, saya persilakan. Satu diantaranya adalah yang saya tulis waktu itu, saya kira cocok dengan nuansa dan suasana pada malam hari ini adalah yang berjudul “Cahaya Islam”.

Ku kabarkan kepadamu wahai semua insan,
Islam penabur rahmat bagi semesta alam,
Dalam salam dan kedamaian,
Dalam tutur dan kebenaran,
Dalam teguh dan keadilan,
Merangkai hidup, membangun persaudaraan,


Islam yang difirmankan Tuhan bukanlah seikat simbol yang kering hakiki,
Tetapi nilai pancaran tuntunan sejati yang tak patut disiasati apalagi untuk kepentingan pribadi,

Cahaya Islam engkaulah cahaya keagungan,
Cahaya Islam engkaulah peneduh kehidupan,
Tidakkah kau lengkapkan jalan menuju kebajikan,
Dalam keindahan firmanMu ya Tuhan,
Dalam kesejukan sabdaMu ya Rasul,
Dalam cahaya sinar suci yang penuh kemuliaan,


Terima kasih, atas nama hadirin sekalian, Pak Din Syamsudin, kami sungguh terhormat hadir pada malam hari ini. Saya berdoa agar Orbit Lintas Profesi terus berkarya, terus berkreasi, membangun kehidupan yang Islami, bangsa yang bermartabat dan dunia yang beradab.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



*****


Biro Pers dan Media
Ramah Tangga Kepresidenan