Pidato Presiden
Sambutan Acara Pentabalan Gelar Adat Melayu Riau
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENTABALAN ADAT
GEDUNG LEMBAGA ADAT MELAYU, PEKANBARU
12 AGUSTUS 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang saya muliakan Bapak Azaly Djohan Ketua Umum Lembaga Adat Melayu Riau, Bapak Ismail Suko Ketua Dewan Penasehat Lembaga Adat Melayu Riau,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Provinsi Riau dan Ketua DPRD Riau dan segenap Pejabat dan Pimpinan yang bertugas di Riau,
Yang saya hormati Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang mulia Duta Besar Negara Sahabat, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia,
Yang saya cintai dan saya muliakan Pemuka Adat, Ulama dan Tokoh-tokoh Masyarakat, Majelis Adat Melayu Riau,
Hadirin sekalian yang di muliakan Allah SWT,
Sebagai penghormatan saya yang tinggi terhadap adat dan budaya melayu Riau, saya ingin menyampaikan sambutan saya, mengungkapkan perasaan batin saya dalam untaian pantun. Pantun ini saya tulis dan saya persiapkan setelah saya menjalankan sholat Subuh tadi pagi dengan segala harapan kiranya pantun ini menjadi bagian dari sejarah dan pengembangan adat melayu Riau menembus tantangan jaman di masa depan.
Bismillahirrahmanirrahim,
Memandang bersinar dipagi hari,
Menaburkan cahaya menyapa bumi,
Kita bersyukur kehadirat Illahi,
Dengan rahmatNya dapat hadir disini,
Tembang kasih di bulan purnama,
Rebana mengalun elok nan merdu,
Betapa bersyukur dan bahagianya hati beta,
Bersama pemuka adat melayu Riau,
Indah nian si Pulau Rupat,
Memandang lepas ke negeri sembilan,
Adalah adat tiang kehidupan bermasyarakat,
Melestarikan tradisi pancaran kebajikan,
Dari Dumai ke Pekanbaru,
Tanah subur nan indah permai,
Sungguh luhur adat melayu Riau,
Warisan sejarah dan budaya yang tinggi,
Siak Indrapura yang amat melegenda,
Jembatan dunia di jantung Malaka,
Sungguh kehormatan tiada tara,
Beta mendapatkan gelar adat mulia,
Elok tari rentak buliat,
Gerak hati pancaran jiwa,
Beribu terima kasih beta ucapkan,
Kepada para pemuka adat nan bijaksana,
Tutur gurindam dua belas dimalam hening,
Di dusun kecil di lubuk Jambi,
Beta bangga menjadi keluarga bumi lancang kuning,
Ikut menjunjung peradaban sejati,
Burung camar terbang di lautan,
Berdendang riang bersama nelayan,
Sungguh Riau tanah indah penuh harapan,
Anugerah Allah buat generasi masa kemudian,
Sungguhpun manusia bisa terbang kebulan,
Tetaplah mentari terbit di ufuk timur,
Majulah Riau menuju jaman adil berkemakmuran,
Era baru dalam kekekalan adat nan luhur,
Berkelok sungai kampar menuju utara,
Mengalir, bersatu dengan lautan biru,
Sekali lagi terima kasih dan penghargaan beta,
Sampai jumpa di lain waktu,
Demikianlah para Pemuka Adat yang saya cintai dan saya muliakan, semoga Allah SWT menuntun perjalanan kita, membimbing kehidupan kita, memberikan kekuatan untuk melestarikan adat melayu Riau, dan berbuat kebajikan bagi sesama dan anak-anak kita di masa depan.
Sekian.
Wassalammu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



