Pidato Presiden

Sambutan Pengukuhan Anggota Dewan LVRI

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENGUKUHAN ANGGOTA DEWAN LVRI
ISTANA NEGARA, 13 AGUSTUS 2007



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Para Sesepuh dan Senior beserta Ibu yang saya muliakan,
Marilah pada hari yang membahagiakan dan semoga senantiasa penuh berkah ini, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena baru saja dapat kita kukuhkan Pimpinan Pusat Legiun Veteran untuk masa bakti 2007-2012.

Ketika Sekretaris Kabinet melapor kepada saya untuk mencari saat yang tepat bagi pengukuhan kepengurusan kali ini, saya sampaikan, mari kita dekatkan dengan rangkaian Peringatan Proklamasi Kemerdekaan pada bulan Agustus tahun ini. Alhamdulillah, hari ini dapat kita laksanakan. Dan untuk menjadi periksa, para Sesepuh dan Senior, besok itu Hari Pramuka kemudian sudah ada rangkaian tatap muka saya atau Ibu Negara dengan para teladan. Kemudian tanggal 15 adalah Penganugerahan Tanda-Tanda Kehormatan, Bintang-bintang Kehormatan dan kemudian tanggal 16, Pidato Kenegaraan saya di depan Dewan Perwakilan Rakyat, malam harinya ada renungan suci. 17 Agustus-nya upacara bendera, mengenang Detik-detik Proklamasi dan untuk tahun-tahun terakhir ditambah dengan rangkaian kegiatan budaya, pesta rakyat, yang akhirnya berakhir pada pidato saya tanggal 23 Agustus di depan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.

Sehingga minggu ini, insya Allah minggu yang penuh dengan berkat, minggu yang bersejarah dan dapat kembali membulatkan tekad, semangat, dan komitmen kita untuk senantiasa berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. Dan bagi generasi muda juga bisa melihat lintasan sejarah bangsanya, pengabdian para pendahulu-pendahulunya dan akhirnya diharapkan mereka juga memiliki patriotisme, nasionalisme untuk juga berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negaranya, terutama pada saat mereka semua kelak melanjutkan estafet kepemimpinan negara yang kita cintai ini.

Dengan kesempatan yang baik ini, tentu saya menghaturkan terima kasih dan penghargaan kepada para pemimpin dan pengurus yang lama, Bapak Purbo Suwondo dan semua yang telah selama 5 tahun memimpin lembaga yang kita cintai bersama ini dan sejumlah pengabdian yang kita catat. Dan sekaligus saya ucapkan selamat kepada Bapak Rais Abin dan semua yang mengemban tugas untuk masa bakti 2007-2012.

Di berbagai kesempatan saya sampaikan bahwa, zaman kita berubah, masa akan terus berganti, tetapi semangat pendiri Republik, konsensus-konsensus dasar kebangsaan harus abadi dan berlaku sepanjang masa. Sering saya katakan, kalau kita bicara nilai, jati diri, dan konsensus dasar kebangsaan kita adalah Dasar Negara Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, bangun negara kita, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kehidupan bersama dalam kemajemukan atau Bhineka Tunggal Ika. Itulah roh, itulah nafas, itulah nilai, values yang telah diletakkan oleh para pendiri Republik, termasuk Bapak/Ibu sekalian yang berjuang secara aktif juga terlibat penuh dalam masa-masa persiapan Kemerdekaan dan masa-masa mempertahankan kedaulatan setelah itu.

Ini tidak bisa tergantikan dan tidak bisa digantikan karena pengalaman sejarah. Sebagai generasi yang lebih muda, saya yang sedang mengemban amanah dengan para penyelenggara negara, jajaran pemerintahan, jajaran TNI dan Polri, tentunya kita berharap, Bapak/Ibu sekalian, para senior tetap turun gunung memberikan nasihat, membimbing, mengingatkan kepada generasi yang sedang mengemban amanah, dan sekaligus memohonkan doa restu dari para sesepuh dan senior, agar tugas-tugas mulia, persoalan yang tidak ringan yang dihadapi oleh bangsa kita dapat kami laksanakan dengan baik.

Sebagaimana para sesepuh ketahui, bahwa tantangan selalu berkembang dan berubah. Tentu kita semua memiliki kewajiban dan tugas suci untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk menghalau dan menghadapi setiap bentuk ancaman, baik dari luar maupun dari dalam yang mengancam kedaulatan dan keutuhan negara kita. Itu adalah tugas suci yang akan diemban oleh generasi manapun di negeri kita ini. Tentu saja cara-cara menghadapi dan mengatasi tantangan dan ancaman itu selalu berkembang, berbeda-beda sesuai dengan zaman yang bersangkutan. Oleh karena itulah, dialog antar generasi tetap kita perlukan. Dengan demikian, agar tekad bangsa ini selalu dapat diwujudkan oleh generasi manapun yang sedang mengemban amanah.

Dalam kaitan inilah, saya selalu menyarankan kepada para sesepuh dan senior untuk tidak henti-hentinya memberikan pengalaman-pengalaman yang sangat berharga, baik dalam bentuk tulisan, buku, maupun dalam bentuk-bentuk yang lain. Karena kita ingin benang merah kesejarahan, keberlangsungan perjuangan kita ini tidak akan pernah putus. Negara kita akan makin kaya dengan pikiran-pikiran baru, dengan kreasi dan inovasi baru untuk menuju ke arah kemajuan. Namun demikian, bagaimana saya katakan tadi landasan nilai jati diri dan konsensus-konsensus dasar kita sebagai bangsa, tentu akan menjadi bagian yang abadi dalam perjalanan bangsa kita.

Saya berharap, kepengurusan yang baru bisa memikirkan inisiatif-inisiatif baru untuk harapan saya, para senior, para veteran melestarikan nilai dan semangat perjuangan kita dan juga berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Saya tentu sangat setuju dengan perluasan, cakupan keanggotaan veteran ini sampai para prajurit atau siapa pun yang mengemban tugas pemeliharaan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. Untuk diketahui, bahwa kontingen terbaru yang kita kirim adalah ke Libanon dan mereka sedang bertugas di perbatasan Libanon-Israel yang tentunya merupakan tugas penting bagi kontribusi kita untuk bisa ikut memelihara perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Saya mendapat berita, sebagaimana pengalaman para anggota pasukan pemelihara perdamaian Indonesia di bawah bendera PBB, mereka selalu dapat mengemban tugas dengan baik, mendapatkan apresiasi dan juga dekat dengan rakyat dimana mereka bertugas. Ini kebanggaan kita sebagai bangsa dalam setiap misi pemeliharaan perdamaian. Oleh karena itu, menurut pendapat saya pribadi, akan sangat tepat, apabila mereka juga diterima sebagai keluarga besar veteran dan nanti kita akan kukuhkan dalam instrumen yang dapat kita rujuk, apakah itu Keputusan Presiden, apakah bentuk-bentuk lain yang lebih kuat.

Sebagaimana kita bicarakan di Bogor pada saat pembukaan. Kongres yang lalu, alhamdullilah, mulai 1 Januari 2008, dana kehormatan akan kita alokasikan. Menteri Keuangan sudah melapor kepada saya minggu lalu dan sudah saya cek. Dana itu sudah dialokasikan memang belum dapat saya sampaikan. Karena biasanya setelah saya sampaikan melalui Rancangan APBN dengan nota keuangannya, dibahas bersama DPR-RI baru bisa dijelaskan.

Kita ingin terus-menerus meningkatkan kesejahteraan dari semua pejuang, purnawirawan, termasuk penyandang cacat yang mereka semua mengemban tugas di daerah operasi. Tentu saja banyak kreasi yang dapat Bapak/Ibu lakukan untuk benar-benar membuktikan bahwa para pejuang, veteran ini tetap peduli, tetap mencintai dan berkontribusi pada perjalanan Republik ini pada perjalanan sejarah, negara yang sama-sama kita cintai.

Itulah yang dapat saya sampaikan Bapak/Ibu sekalian, mengiringi rasa syukur kita semua atas pengukuhan kepengurusan pada hari ini. Dan insya Allah beberapa hari lagi kita akan memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan yang ke-62. Sebenarnya saya ingin para anggota veteran dapat hadir saya tidak tahu panitianya siapa, biasanya ada disamping acara siang hari, kemudian ada acara di ruangan ini dengan para veteran pejuang. Kemudian setelah itu sore ada penurunan bendera, malam hari ada Resepsi Kenegaraan. Itu paket untuk tanggal 17 Agustus.

Pada prinsipnya 17 Agustus adalah milik kita, milik para pejuang, milik para veteran, milik para purnawirawan dan milik seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya hajatnya Pemerintah, tapi hajat kita semua. Oleh karena itu, kami menyambut, mengundang semuanya untuk ikut berpartisipasi dalam peristiwa yang bersejarah tersebut.

Demikian Bapak/Ibu sekalian, jika masih ada yang ingin disampaikan oleh Bapak Rais Abin dan Bapak Purbo Suwondo sebagai mantan pengurus saya persilakan.

Wassalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh.




*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan