Pidato Presiden
Dialog dengan Pengurus Dewan LVRI pada Acara Pengukuhan Anggota Dewan LVRI
TRANSKRIPSI
DIALOG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN PENGURUS DEWAN LVRI
PADA ACARA
PENGUKUHAN ANGGOTA DEWAN LVRI
ISTANA NEGARA, 13 AGUSTUS 2007
Sdr. Rais Abin
Ingin saya sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa kami diberi kesempatan untuk beramah-tamah sesudah upacara yang menegangkan itu selesai. Percayalah Bapak, bahwa bagi kami hari ini, hari yang sangat berbahagia, apalagi setelah mendengar tadi, bahwa angin segar itu betul-betul akan dilaksanakan di bulan Januari. Perlu kami laporkan, Pak, bahwa bertubi-tubi datangnya tuntutan dari daerah sebetulnya, sebagai susulan dari ucapan Presiden pada waktu Pembukaan Kongres, mereka menganggap bahwa ini sudah merupakan satu hal yang sudah bisa direalisir. Mereka tentu tidak menyadari, bahwa Anggaran Belanja Negara itu bukan suatu masalah yang sederhana. Jadi kami ingin menyampaikan sekali lagi, atas nama seluruh Veteran, Pak, kebijaksanaan Bapak untuk tetap meluluskan permohonan ini. Hanya sekian dari kami. Terima kasih.
Sdr. Purbo Suwondo
Terima kasih. Yang terhormat Bapak Presiden beserta Ibu, kami tidak banyak akan mengatakan sesuatu. Tidak lain sekali lagi, selama 5 tahun kami diberi kepercayaan untuk memimpin Legiun Veteran Republik Indonesia, saya selalu berusaha untuk mendapatkan pengarahan dan bimbingan dari Bapak Presiden. Karena Bapak Presiden-lah merupakan sesepuh kami, baik secara Undang-Undang yang ada maupun di dalam kehidupan berkenegaraan. Tidak lain, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan kami yang setinggi-tingginya atas semua bimbingan dan pengarahan yang telah diberikan oleh Bapak Presiden kepada Legiun Veteran Republik Indonesia.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia
Bapak/Ibu, Hadirin yang saya muliakan,
Beberapa saat setelah saya memberikan sambutan pada acara kongres beberapa bulan yang lalu, saya dengan para Menteri berpikir untuk bisa ada wahana komunikasi yang lebih baik suasananya dengan para sesepuh dan senior, agar saya juga bisa menjelaskan kehadapan semua tentang tantangan-tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita, negara kita dan Pemerintah kita sekarang ini dalam era globalisasi, dunia yang terus berubah dan memberikan dampak yang juga luar biasa dalam kehidupan nasional kita.
Dan tentunya juga ada masalah-masalah yang berkaitan dengan bidang pertahanan dan keamanan yang mesti saya laporkan, baik dalam rangka kerangka kerja sama ASEAN maupun kerjasama global yang lebih luas lagi. Demikian juga, saya berharap dalam acara itu, Pimpinan TNI, Pimpinan Polri juga bisa menjelaskan pengembangan kekuatan, modernisasi, doktrin dan lain-lain yang juga terus dikembangkan, mengalir dari apa yang Bapak-bapak letakkan dulu. Kembangkan dulu dan kita sesuaikan dengan tantangan-tantangan baru, yang tentunya harus kami jawab secara sistemik dan dengan semua bantuan atau dukungan yang kita perlukan.
Sebagai contoh, kita kenal sekarang ini pengertian non traditional security threat. Kalau dulu ancaman keamanan selalu berangkat dari dimensi militer. Perang waktu itu, meskipun perang itu kelanjutan dari permasalahan politik, tetapi dimensi militer memiliki peran yang sangat dominan. Sekarang ini sudah menjadi terminologi global, bahwa pengertian keamanan, security threat, ancaman keamanan yang tidak tradisional telah berkembang lebih luas lagi, sebagai contoh communicable diseases, penyakit-penyakit HIV/AIDS, flu burung, penyakit-penyakit menular yang terus memakan korbannya dalam jumlah yang luas.
Dari 6,3 miliar penduduk dunia, 850 juta tiap malam tidak bisa tidur karena kelaparan. Because they are too poor to live, diantaranya 220 juta anak-anak. Diantara mereka ternyata di negara-negara tertentu juga mengidap penyakit-penyakit menular yang akhirnya sekali lagi, banyak memakan, merenggut jiwa saudara-saudara kita. Ancaman keamanan masa kini antara lain, penyakit-penyakit menular seperti itu.
Kemudian juga dikatakan yang disebut dengan kemiskinan yang absolut, object poverty yang berkaitan dengan itu semua, yang juga memakan korban yang tidak sedikit. Ada lagi yang sedang mengemuka sekarang adalah climate change, yang akibat perubahan iklim, global warming, ini juga terjadi peristiwa-peristiwa alam yang luar biasa. Pada tahun-tahun terakhir ini, itu kalau tidak bisa kita kelola dengan baik oleh komitmen global, tentu akan mengancam keselamatan bumi kita, dimana kita hidup dan tinggal sekarang ini.
Lantas juga ada permasalahan energi, the crisis of energy. Negara-negara baru seperti China, India, termasuk Amerika yang sudah maju memerlukan konsumsi energi yang luar biasa, terutama minyak dan gas. Kalau itu kita biarkan, tidak ada langkah-langkah global, juga akan memberikan ancaman terhadap keamanan dunia.
Dan banyak lagi ragam seperti itu, yang ini mendorong untuk pengembangan satu global policy, global action, topik yang lebih klop dengan ancaman-ancaman itu, disamping ancaman militer yang masih kita rasakan dengan segala kecanggihannya, baik sistem senjata maupun teknologi-teknologi pendukungnya.
Masalah-masalah seperti inilah yang ingin kami komunikasikan dengan para sesepuh, para senior. Dengan demikian, akan menjadi baik kalau kita bicara keamanan, kita bicara dengan terminologi, definisi, dan pemahaman yang sama, demikian juga yang lain. Dengan harapan, para senior tetap bisa berkontribusi untuk memberikan semangat, dukungan ataupun input dan feedback yang diperlukan oleh semua yang sedang mengemban tugas dewasa ini.
Saya berharap, menjelang 5 Oktober, saya kira baik, Menteri Pertahanan nanti, Pak Menko Polhukam, saya kira menjelang 5 Oktober, kalau kita bisa ada waktu untuk apa istilahnya itu, semacam sarasehan. Jadi kalau sarasehan terlalu seram, jadi saya kira kita akan mengundang Bapak, apakah di Bogor, apakah di Cipanas nanti untuk seperti ini, rileks kita bisa berbincang-bincang dengan baik.
Saya kira itu Bapak/Ibu, Hadirin yang dapat saya sampaikan. Dan sekali lagi, terima kasih kepada Bapak Purbo Suwondo dan semua yang telah bertugas 5 tahun yang lalu. Selamat bertugas kepada Bapak Rais Abin dan semua yang mengemban tugas sekarang ini.
Sekian.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita sekalian.
Wassalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



