Pidato Presiden

Sambutan Acara Makan Malam Kenegaraan dengan PM Jepang

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
JAMUAN MAKAN MALAM KENEGARAAN
DENGAN PERDANA MENTERI JEPANG
ISTANA NEGARA, 20 AGUSTUS 2007



Bismillahirrahmanirrahim,
Yang Mulia Perdana Menteri Jepang,
Yang saya hormati Wakil Presiden Republik Indonesia,

Hadirin yang saya muliakan,
Pertama-tama, atas nama Pemerintah dan rakyat Indonesia, sekali lagi saya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Yang Mulia Perdana Menteri dan Ibu Akie Abe atas perkenan Yang Mulia mengadakan kunjungan resmi ke negeri kami.

Sungguh merupakan kebahagiaan dan kehormatan bagi saya dan isteri untuk dapat menjamu Yang Mulia, beserta rombongan pada malam hari ini dalam suasana penuh kehangatan, keakraban, dan persahabatan. Dalam kunjungan Yang Mulia kali ini, saya kembali merasakan suasana persahabatan yang sangat erat antara kedua negara kita.

Pada kunjungan kenegaraan saya ke Jepang beberapa bulan lalu, saya dan isteri diterima oleh Seri Baginda Kaisar Jepang juga bersama Yang Mulia. Kami tidak dapat melupakan kebaikan dan keramah-tamahan yang telah ditunjukkan kepada kami oleh Seri Baginda Kaisar, Yang Mulia Perdana Menteri dan rakyat Jepang.

Pada malam ini, kita sekali lagi bertemu kembali dalam semangat persahabatan dan kemitraan. Dalam waktu dekat, Indonesia dan Jepang akan memperingati 50 Tahun Hubungan Diplomatik. Selama kurun waktu hampir setengah abad itu, hubungan persahabatan dan kemitraan antara kedua negara telah berkembang sangat pesat. Jepang telah menjadi mitra dagang dan investasi yang sangat penting bagi Indonesia.

Sewaktu kunjungan saya ke Jepang, bulan November tahun 2006 lalu, Indonesia dan Jepang meningkatkan hubungan bilateral itu dengan mencanangkan Strategic Partnership for a Peaceful and Prosperous Future. Kemitraan strategi ini mengukuhkan bahwa masa depan Indonesia dan Jepang saling terkait. Kemitraan strategis antara Jepang, ekonomi nomor 2 terbesar di dunia, dan Indonesia, negara demokrasi ke-3 terbesar di dunia dengan sumber daya ekonomi yang potensial merupakan peristiwa penting bagi percaturan internasional dan stabilitas kawasan.

Hadirin yang saya muliakan,
Hari ini, Perdana Menteri Shinzo Abe dan saya telah memperkokoh kemitraan strategis dengan menandatangani Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement yang dirampungkan setelah 2 tahun terhenti. Besar harapan saya, melalui kerjasama ekonomi dalam rangka EPA ini, volume perdagangan dan nilai investasi Jepang-Indonesia akan semakin meningkat.

Saya juga menyambut baik diselesaikannya 118 aksi nyata, sebagaimana diatur dalam Japan-Indonesia Strategic Investment Actions Plan guna meningkatkan penanaman investasi Jepang di Indonesia.

Pada kesempatan yang baik ini, saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yang Mulia atas keikutsertaan 200 pengusaha Jepang dari Nippon Keidanren. Kedatangan para pelaku ekonomi penting dari Jepang tersebut merupakan bukti nyata kesungguhan Yang Mulia untuk meningkatkan kerjasama dan kemitraan ekonomi antara kedua negara.

Dalam kerjasama pembangunan, official development assistance, Jepang telah mendukung usaha-usaha Indonesia menciptakan suatu masyarakat yang penuh kedamaian adil dan demokratis, serta membentuk tata pemerintahan yang baik, good governance. Yang Mulia juga telah menumbuhkan perhatian pribadi yang sangat besar terhadap upaya pembangunan kembali daerah dan masyarakat yang tertimpa musibah bencana alam di Aceh dan di tempat-tempat lain di Indonesia.

Pada kesempatan ini, saya dan segenap rakyat Indonesia ingin menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah gempa bumi di Jepang pada tanggal 16 Juli yang lalu yang telah menelan korban jiwa.

Dalam bidang energi, saya menginginkan hubungan kerjasama yang lebih luas, agar dapat menunjang keberlanjutan pasokan energi atau energy security, termasuk energi LNG, baik untuk memenuhi permintaan dalam negeri Indonesia maupun untuk kelanjutan ekspor LNG di Jepang. Dalam kaitan ini, saya mengundang investor Jepang untuk bersama-sama dengan investor Indonesia bekerja sama dalam pengembangan sumber-sumber energi di Indonesia.

Yang Mulia,
Ketika saya melihat kembali capaian kemitraan kita selama hampir 5 dekade terakhir, saya merasa berbesar hati, bahwa banyak yang dapat kita rayakan bersama pada saat kita meluncurkan The Golden Year of Friendship tanggal 20 Januari 2008 yang akan datang. Kami di Indonesia merasa bangga atas hubungan persahabatan yang luas dengan Jepang, sebuah negara dengan perekonomian terbesar kedua, serta dengan produktivitas per kapita tertinggi di dunia.

Jepang, bangsa yang telah meninggalkan konsep perang merupakan sebuah kekuatan perdamaian di kawasan Asia Pasifik. Jepang juga merupakan negara yang memiliki kekuatan untuk menyelamatkan planet kita dari polusi dan emisi gas rumah kaca. Di antara negara-negara industri besar, Jepang menepati posisi terendah sebagai negara penghasil polusi. Jepang juga telah mampu menggunakan kemampuan teknologinya untuk menanggulangi polusi dan menjadi kelestarian lingkungan hidup.

Sangatlah tepat, nama kota Kyoto, sebuah kota yang cantik dan tidak tercemar didedikasinya untuk sebuah protokol yang memiliki target untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Dalam kaitan ini, saya menantikan parsipasi aktif Jepang pada Konferensi PBB tentang global iklim atau The United Nation Framework Convention on Climate Change yang akan diselenggarakan di Bali pada awal bulan Desember mendatang. Saya pun menyambut baik konsep Cool Earth 50 yang digagas oleh Yang Mulia dan kiranya konsep ini dapat diperkenalkan dalam konferensi yang akan datang.

Yang Mulia Perdana Menteri dan Ibu Akie Abe,
Hadirin yang saya muliakan,
Akhirnya perkenankanlah saya mengajak Yang Mulia Perdana Menteri dan Ibu Akie Abe dan Hadirin yang saya muliakan untuk mengangkat gelas dan minum bersama bagi kesehatan dan kebahagiaan Yang Mulia Perdana Menteri dan Ibu dan bagi persahabatan dan kesejahteraan antara Indonesia dan Jepang.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan