Arsip

« September 2007 »
M S S R K J S
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      

Pidato Presiden

Arahan di Lokasi Pengungsian Gempa Bumi Pesisir Selatan Sumatera Barat

 

TRANSKRIPSI
ARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DI LOKASI PENGUNGSIAN GEMPA BUMI
PESISIR SELATAN, SUMATERA BARAT
17 SEPTEMBER 2007




Menko Kesra dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara Wakil Ketua dari Sumatera Barat, Bapak Herman Gusman, dan Saudara Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Bengkulu yang turut hadir, Saudara Panglima TNI, Saudara Gubernur Sumatera Barat, Saudara Bupati Pesisir Selatan dan para Pimpinan dan Pejabat Negara yang bertugas di Sumatera Barat maupun Pesisir Selatan,

Bapak-bapak, Ibu-ibu, Anak-anak,
Hadirin sekalian yang saya cintai dan yang dimuliakan Allah SWT,
Pada kesempatan yang baik, meskipun kita kembali mengalami musibah, marilah tidak pernah putusnya kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridho-Nya kita semua masih diberi kekuatan dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, tugas kita, dan karya kita pada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.

Kita juga bersyukur hari ini dapat bersama-sama berada di tempat ini untuk dapat bertemu dengan saya dan rombongan dari Jakarta, untuk bersama-sama mengatasi musibah gempa bumi yang terjadi di wilayah ini. Bulan ini adalah bulan suci, bulan yang penuh dengan taburan rahmat serta ampunan. Dalam menghadapi musibah ini Saudara-saudara, kalau kita tetap sabar, tetap tabah, dan tetap tegar, insya Allah, Allah akan memberikan sesuatu yang terbaik bagi kita, sekaligus menyempurnakan ibadah puasa yang sama-sama kita jalani.

Hari ini, saya dan rombongan pagi-pagi terbang dari Jakarta menuju Bengkulu, dari Bengkulu rombongan saya melanjutkan penerbangan helikopter menuju Kabupaten Muko-Muko yang juga mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi beberapa hari yang lalu. Semula saya akan terbang menggunakan helikopter dari Muko-Muko ke tempat ini, tapi cuacanya tidak baik, gelap, hujan, maka saya putuskan rombongan menggunakan jalan darat. Dan alhamdulillah sampailah di tempat ini dan akhirnya bisa bersilaturrahim dengan Saudara-saudara semua yang sangat saya cintai.

Tujuan saya dan rombongan berkunjung ke Sumatera Barat dan sebelumnya ke Provinsi Bengkulu tiada lain adalah pertama melihat dari dekat kondisi daerah ini setelah mengalami musibah gempa bumi untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang dilaksanakan Pemerintah nantinya, baik Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk membangun kembali daerah ini tepat.

Yang kedua, kami datang untuk memastikan bahwa langkah-langkah tanggap darurat, utamanya mengevakuasi kalau ada yang sakit atau luka, memberikan bantuan logistik, bahan makanan dan obat-obatan utamanya dan tindakan-tindakan lain yang mesti dilakukan segera oleh Pemerintah Daerah dibantu Pemerintah Pusat, itu juga terlaksana dengan baik.

Dan yang ketiga, yang tidak kalah pentingnya adalah apa yang kita lakukan sore ini, saya ingin bertemu langsung dengan Saudara-saudara, terutama yang mengalami musibah ini dan yang kediamannya ataupun tempat-tempatnya mengalami kerusakan akibat gempa.

Saudara-saudara yang saya cintai,
Sebagaimana yang saya sampaikan di Bengkulu tadi, mesti kita ketahui bahwa negeri kita, tanah air kita, Indonesia tercinta ini oleh Tuhan Yang Maha Kuasa diberikan berbagai anugerah. Alam kita dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote adalah alam yang sangat kaya dengan sumber daya alam, kekayaan alam yang apabila ini kita kelola dengan baik di seluruh negeri ini, insya Allah akan terus bisa meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Kita bersyukur ke hadirat Allah SWT atas anugerah ini.

Di sisi lain, negeri kita secara alami dari kondisi geologisnya memang rawan bencana, baik itu gempa bumi, gempa bumi yang menimbulkan tsunami maupun letusan gunung berapi, memang begitu wilayah Indonesia dari komposisi bumi dimana manusia hidup, termasuk bangsa kita. Kita harus siap menghadapi semuanya ini, seraya bersyukur ke hadirat Allah dan tidak menyia-nyiakan anugerah Allah akan kekayaan alam ini, marilah kita membiasakan diri untuk menghadapi gempa bumi ataupun bencana-bencana alam seperti itu.

Gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami ini telah terjadi sepanjang Indonesia ini ada, ada yang dahsyat sekali, letusan gunung Krakatau dulu, ada juga tsunami yang terjadi di Aceh tahun 2004 yang lalu dan gempa-gempa bumi yang lain. Saya menjadi pemimpin di negeri ini, ya memang begitu karena kita sudah tahu bahwa keadaan negeri kita memang rawan bencana. Oleh karena itu, mari mulai sekarang tidak perlu kita mengeluh, tidak perlu menyalahkan orang lain, tidak perlu kita gemar memaki-maki pihak-pihak yang tidak bersalah, tetapi mari dengan keadaan seperti ini, apa yang bisa kita lakukan ke depan.

Saya meminta kepada Saudara Gubernur, Saudara Bupati, semua pikirkan bagaimana kalau ada gempa lagi, meski kita berdoa siang dan malam, semoga Allah tidak takdirkan terjadi gempa bumi itu, agar kita hidup lebih tenteram, lebih baik. Silakan misalkan dipikirkan apakah tiap rumah perlu memiliki tenda yang bisa bermalam sekeluarga apabila ada gempa bumi. Pemerintah Daerah bisa membantu, demikian juga yang lain-lain. Dengan demikian, kita siap waspada, siaga, tidak panik dan kalau terjadi sesuatu para pemimpin, mulai Bupati, Camat, Kepala Desa, semua membimbing rakyatnya, memimpin rakyatnya, menunjukkan arah kemana menyelamatkan diri dan lain-lain. Itu namanya bencana alam ya semuanya serba tidak normal. Oleh karena itu, selaku yang sedang mengembang amanah, saya minta kesabaran dari Bapak/Ibu, Saudara-saudara sekalian.

Pemerintah terus ingin mengatasi keadaan. Pak Bupati dengan jajarannya yang gigih, yang tekun terus lakukan langkah-langkah tanggap darurat ini. Saya meminta pengertian dari Saudara semua, agar semuanya bisa berjalan dengan baik. Kemudian hindari desas-desus dalam keadaan seperti, semua harus ikut menenangkan keadaan, jangan bahagia membikin persoalan-persoalan, jangan kegemarannya menyebarkan berita-berita bohong, kegemarannya mencari-cari kesalahan, menjelekkan, kurang ini, lambat ini dan seterusnya, ya memang tidak normal. Saya 3 tahun ini sering datang ke daerah bencana di seluruh tanah air daerah bencana, saya datang langsung, memberikan instruksi langsung, kadang-kadang mengambil keputusan di situ, membantu, memang semuanya serba tidak normal, selalu ada kekurangan. Oleh karena itu, ada kekurangan, satu, dua, di sana, sini wajar. Tetapi yang penting perbaiki terus, koreksi terus, jangan sampai lalai, jangan sampai Pemerintah, baik daerah utamanya dibantu pusat juga lalai, seperti saya selama ini terus menyampaikan informasi, ambil sumber-sumber yang benar dan layak dipercaya, obyektif, jangan masalah kecil tidak mewakili semuanya, seolah-olah mewakili semuanya, membikin keadaan menjadi tidak baik. Demikian pula pihak-pihak yang lain, bantulah Pak Bupati, bantulah Pak Gubernur, bantulah Pak Camat, bantulah bersama-sama mengatasi keadaan ini, agar rakyat, rakyat kita menjadi lebih baik karena mendapatkan bantuan secara baik pula.

Ini pesan dan harapan saya dan pilih negeri kita terjadi di seluruh dunia. Negara manapun kalau menghadapi bencana repot, Amerika Serikat yang katanya sangat kaya, sistemnya baik, teknologinya canggih menghadapi bencana di New Orleans tahun 2005 yang lalu juga repot, Jepang, India, China, negara-negara lain juga tidak mudah. Oleh karena itu, janganlah cepat menyalah-nyalahkan, cepat memaki-maki, mencerca kepada petugas yang sedang bekerja. Bantu, ringankan, ikut pahalanya lebih tinggi, apalagi bulan Ramadhan seperti sekarang ini.

Itu yang saya pesankan Saudara-saudara. Dan karena saya terus memantau langkah-langkah ini, marilah kita jalin komunikasi antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat. Para Menteri juga bekerja terus memantau keadaan, memberikan bantuan datang mengecek sana, sini, mari kita atasi, kita hadapi semuanya ini secara bersama-sama dengan tegar. Sampaikan salam saya kepada saudara-saudara kita yang tidak bisa hadir. Semoga negara kita dijauhkan dari berbagai bencana yang kadang-kadang memang ditakdirkan terjadi.

Demikianlah Saudara-saudara.
Terima kasih.
Selamat beribadah, sampai bertemu kembali,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan