Pidato Presiden
Sambutan Pembukaan Mubes II Kosgoro
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PEMBUKAAN MUSYAWARAH BESAR II KOSGORO 1957
JCC, 3 APRIL 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat malam,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia, para Pimpinan Lembaga-lembaga Tinggi Negara, Saudara Ketua Umum PBK Kosgoro 1957 yang juga ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,
para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang Mulia para Duta Besar Negara-negara Sahabat dan para Diplomat Senior, Saudara Gubernur DKI Jakarta dan para Gubernur, Bupati, Walikota yang turut hadir pada malam hari ini, Ibu Soelasikin Moerpratomo dan para Sesepuh Kosgoro, serta para Pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara dan Pimpinan Swasta, Kader dan Keluarga Besar Kosgoro 1957 yang saya cintai,
Hadirin sekalian yang berbahagia.
Pada malam yang baik dan Insya Allah penuh berkah ini saya mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan dan semoga kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, tugas kita serta pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta.
Kita juga bersyukur pada malam hari ini Kosgoro 1957 dapat melaksanakan Musyawarah Besarnya yang ke-2. Oleh karena itu pada kesempatan yang baik pula saya ucapkan kepada Saudara-saudara selamat melaksanakan musyawarah.
Adalah kesempatan yang berharga bagi saya atas nama kepala negara dan yang sedang mengemban amanah untuk memimpin bangsa sekarang ini untuk mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Keluarga Besar Kosgoro 1957 atas perjuangan dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara yang telah tercatat dalam sejarah perjuangan kita. Saya mendoakan Ormas Kosgoro 1957 semakin berjaya di masa depan dan dapat terus meningkatkan darma bhaktinya kepada bangsa dan negara tercinta.
Hadirin yang saya muliakan,
Tema musyawah besar Kosgoro 1957 kali ini adalah memperkokoh semangat kebangsaan, saya dukung penuh tema ini. Bangsa yang bersemangat akan menjadi bangsa yang menang, bangsa yang tidak bersemangat sudah hampir pasti menjadi bangsa yang kalah. Bangsa yang tidak mau berkeringat akan menjadi bangsa yang lemah, bangsa yang hanya pandai mengeluh dan menghujat tidak akan punya masa depan yang cerah. Saya garis bawahi dan semoga Ormas Kosgoro 1957 benar-benar menjadi contoh, menjadi penjuru untuk memperkokoh semangat kebangsaan.
Kita perlukan semangat seperti itu Saudara-saudara, karena bangsa kita dewasa ini masih terus membangun melakukan transformasi, melanjutkan reformasi, membangun ekonomi kita pasca krisis. Oleh karena itu yang diperlukan di atas segalanya adalah semangat dari bangsa kita untuk membangun hari esok yang lebih baik.
Saudara-saudara, kini kita bahkan dunia menghadapi tantangan dan persoalan yang baru. Kita semua mengetahui tahun-tahun belakangan ini dunia menghadapi krisis energi dipacu oleh meroketnya harga minyak dunia yang membebani ekonomi hampir semua bangsa di dunia. Tahun-tahun dan bulan-bulan terakhir ini pula dunia menghadapi krisis harga pangan. Harga pangan melonjak sangat tajam yang juga memberikan persoalan bagi kehidupan banyak bangsa di dunia, terutamanya bangsa-bangsa yang belum berkembang dan bangsa-bangsa yang sedang berkembang. Ditambah dengan gejolak keuangan global yang masih berlangsung yang kita belum tahu kapan berakhirnya gejolak keuangan ekonomi global itu. Bahkan kita mencemaskan jangan-jangan dengan persoalan ekonomi global yang cukup serius ini cita-cita bangsa seluruh dunia untuk mengurangi kemiskinan separuhnya selama 15 tahun atau yang kita kenal dengan Millennium Development Goals bisa tidak dicapai. Kalau kita gagal mengurangi kemiskinan sedunia karena memang kemiskinan tidak bisa di kurangi setahun, 2 tahun, 3 tahun proses panjang dengan kegiatan yang gigih maka masa depan dunia tidak akan cerah.
Oleh karena itu hampir semua pemimpin di dunia mulai sadar dan ingin segera melakukan langkah-langkah yang nyata mengelola persoalan ini bersama-sama, memecahkannya secara global. Minggu lalu saya menulis surat kepada Sekjen PBB dengan pandangan dan harapan semoga Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil inisiatif bersama-sama dengan negara-negara anggota melakukan langkah-langkah bersama untuk mengatasi persoalan energi dan persoalan pangan.
Saudara tahu tahun-tahun terakhir ini kita bersatu untuk mengatasi perubahan iklim yang memang juga sangat diperlukan. Sekarang tiba saatnya bukan hanya kita bersatu mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim yang mendatangkan banyak bencana di dunia ini, kita juga harus bersatu untuk mengatasi masalah pangan dan energi.
Besok saya akan menulis surat kepada Presiden Bank Dunia dan Direktur Jendral Organisasi Pangan dan Pertanian untuk mengambil inisiatif pula melakukan langkah-langkah yang kongkret agar persoalan besar ini bisa kita kelola dan kita atasi. Jawabannya adalah meningkatkan produksi pangan, meningkatkan supply karena demand pangan, konsumsi pangan dengan penduduk 6,3 miliar manusia sekarang ini dan masih bertambah akan cenderung meningkat. Jawaban yang tegas adalah produksi pangan dunia harus ditingkatkan, disumbang oleh masing-masing negara. Disini diperlukan teknologi, diperlukan modal, diperlukan management dan cara-cara meningkatkan produksi dan produktivitas yang baik.
Saya mengedepankan tantangan yang kita hadapai sekarang ini yang tadi Saudara Agung Laksono dengan gamblang menjelaskan kontribusi Kosgoro 1957 untuk ikut secara nyata mengatasi masalah-masalah itu. Kemiskinan tidak bisa diatasi dengan memasang iklan, tidak bisa dengan seminar, tidak bisa dengan menyebarkan poster, tapi kerja nyata seluruh komponen bangsa pemerintah, dunia usaha, masyarakat luas, pusat dan daerah. Saya terimakasih, saya bangga Kosgoro ikut langsung untuk mengurangi kemiskinan itu.
Hadirin yang saya muliakan,
Perkembangan dunia sebagaimana yang saya sampaikan tadi memberikan pengaruh pada kondisi dalam negeri kita. Pertama APBN kita, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang tentu harus kita sesuaikan agar tetap credible dan tetap bisa kita jalankan melanjutkan pembangunan, meningkatkan pertumbuhan, mengurangi kemiskinan ataupun meningkatkan kesejahteraan rakyat. Yang kedua, bagaimanapun ada inflasi pangan di dalam negeri sebagaimana pula yang terjadi di negara-negara lain ini harus kita kelola dan kita atasi pula. Disamping itu masalah-masalah ekonomi ini bisa menjalar ke masalah sosial yang bertepatan karena tahun depan kita melaksanakan pemilu bisa jadi persoalan ini memberikan pengaruh pada kondisi sosial, kondisi politik mungkin juga kondisi keamanan umum. Oleh karena itu jawabannya tiada lain adalah pemerintah terus melakukan upaya dengan gigih mengelola permasalahan ini. Saya mohonkan, saya ajak komponen bangsa yang lain termasuk Kosgoro bersama-sama mengatasi permasalahan ini.
Saudara-saudara,
Ini kesempatan yang baik saya secara singkat melaporkan kepada Saudara, melaporkan kepada seluruh rakyat Indonesia apa yang dilaksanakan oleh pemerintah mengatasi persoalan-persoalan itu. Pertama dari segi APBN harus kita sesuaikan, harus dilakukan penghematan pada pos-pos pengeluaran yang bisa dihemat. Harus kita lakukan langkah-langkah yang jitu, langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi subsidi, mengurangi volume bahan bakar minyak, dan penggunaan listrik. Inilah yang kita bicarakan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, kami bersatu padu untuk mengelola APBN ini agar betul-betul bisa melaksanakan pembangunan tahun ini dan tentunya tahun-tahun berikutnya lagi.
Menyangkut inflasi pangan pemerintah mengeluarkan kebijakan stabilisasi harga dengan instrumen fiskal dan non fiskal. Ini memerlukan kebersamaan dengan dunia usaha, dengan para produsen pangan, eksportir dan importir pangan dan juga masyarakat luas di seluruh tanah air termasuk para pemimpim daerah Gubernur, Bupati dan Walikota. Mari langkah-langkah untuk stabilisasi harga pangan kita sukseskan. Tidak cukup tentunya dengan stabilisasi pangan pada akhirnya kita menyadari produksi pangan harus ditingkatkan.
Alhamdulillah dengan kerja keras kita beras dan gula secara nasional produksi makin meningkat sehingga pada kondisi yang relatif aman. Kalau ada kenaikan harga karena itu pengaruh global atau yang kita sebut dengan cost pushed inflations bukan karena demand full inflations. Tetapi masih ada yang belum aman kedelai, jagung dan daging sapi yang meskipun juga meningkat masih belum mencukupi.
Terima kasih sekali lagi kepada Kosgoro yang dalam kerjasama tadi saya lihat langsung melakukan kerjasama dengan perbankan, dengan swasta, dengan pihak-pihak lain yang tujuannya langsung meningkatkan jagung, kedelai dan komoditas-komoditas lain. Mudah-mudahan organisasi massa yang lain mencontoh Kosgoro di dalam kegiatannya itu.
Kemudian setelah kita bicara APBN, kita bicara inflasi, mari kita bicara bagaimana tahun 2008 tahun politik yang suhunya sudah mulai memanas, tahun depan tahun pemilu tentu kompetisi akan keras dengan harapan tetap tenang negara ini tetap stabil dan aman, maka saya mengajak seluruh rakyat Indonesia. Meskipun kita berkompetisi dalam ajang demokrasi nanti, marilah terus kita pelihara stabilitas dan keamanan publik agar kita menjadi contoh negara demokrasi nomor tiga terbesar di dunia bisa menjalankan demokrasinya dengan tertib, dengan aman. Kalau itu kita bisa lakukan kita menjadi model di dunia, yang barangkali belum pernah terbayangkan negara Indonesia bisa melaksanakan demokrasi dengan baik, dengan fair, tapi tertib dan aman. Saya mengajak Kosgoro untuk mewujudkan ini, saya hargai pidato Pak Agung Laksono tadi agar kita membangun kultur atau budaya politik yang baik bukan budaya politik yang menghalalkan segala cara, yang tidak peduli dampaknya terhadap kehidupan rakyat kita. Mari matang berdemokarasi, kebebasan kita gunakan dengan menggunakan akhlak disertai amanah, demokrasi yang membawa manfaat, demokrasi dalam ketertiban yang baik, yang tidak meninggalkan kerukunan dan persaudaraan diantara kita.
Keluarga Besar Kosgoro 1957 yang saya cintai,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Akhirnya pada kesempatan yang baik ini saya berpesan dan mengajak Keluarga Besar Kosgoro 1957 untuk terus berkontribusi secara nyata dalam upaya peningkatan produksi pangan, juga berkontribusi secara nyata untuk meningkatkan diversifikasi dan produksi energi. Termasuk upaya melakukan penghematan energi, ajak masyarakat luas untuk menjadi bangsa yang hemat energi. Kita belum menjadi bangsa yang hemat energi, masih boros. Bangsa yang boros energi tidak tahu tanda-tanda zaman. Mari kita pandai-pandai melihat tanda-tanda zaman berhemat dan kita bisa mengelola sumber daya yang makin langka dengan kebutuhan yang makin besar ini dengan sebaik-baiknya.
Saya juga mengajak sesuai dengan sejarah didirikannya Kosgoro di waktu yang lalu yang sangat peduli pada koperasi dan ekonomi kerakyatan maka sekarang saudarapun harus berdiri di depan untuk memajukan koperasi, usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah. Sukseskan kerjasama yang tadi telah dilakukan penandatanganannya. Lakukan bhakti sosial di seluruh Indonesia, bantu saudara-saudara kita yang memerlukan. Akan indah kehidupan di negeri ini yang kuat membantu yang lemah, yang punya membantu yang belum punya. Ini kesetiakawanan, ini solidaritas sebagaimana Tri Darma Kosgoro yang telah dipampangkan di layar tadi.
Dan yang terakhir pada kesempatan yang baik ini, melalui forum yang mulia ini, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia dan semoga Kosgoro bisa menjadi contoh, mari kita selamatkan energi yang positif, banyak energi yang terbuang percuma tidak kita satukan, bahkan muncul energi-energi negatif. Sejarah mencatat bangsa-bangsa yang hanya mengembangkan energi negatif akan lumpuh dan hancur. Negara yang mengembangkan energi yang positif akan kuat dan berhasil. Energi yang positif muncul dari jiwa yang terang bukan jiwa yang gelap. Jiwa yang gelap adalah jiwa yang mengeluh, mudah menyalahkan, pesimis, menggerutu, menonton, dan tidak bekerja dan lain-lain. Mari kita ubah jiwa kita dari yang gelap menjadi jiwa yang terang. Mari kita bangun dan kembangkan energi yang positif, bukan yang negatif. Negara kita negara yang besar sayang energi kita berserakan, sayang kita diliputi banyak kegelapan. 100 tahun telah kita lewati sejak kebangkitan nasional, kita menuju ke 100 tahun berikutnya lagi. Mari kita melangkah ke depan, 100 tahun ke depan dengan jiwa yang terang, dengan energi positif yang kita satukan membangun bangsa yang lebih gemilang.
Demikianlah harapan dan ajakan saya dan Saudara-saudara dengan harapan itu, dengan terlebih dahulu memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”,/i> Musyawarah Besar ke-2 Kosgoro 1957 dengan resmi saya nyatakan dibuka.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



