Pidato Presiden
Sambutan Sidang Kabinet Paripurna
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
SIDANG KABINET PARIPURNA
RUANG SIDANG SEKRETARIAT NEGARA
7 APRIL 2008
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia, para Menteri dan Anggota Kabinet Indonesia Bersatu, para Gubernur, Kepala Daerah, para Pimpinan Lembaga-lembaga Pemerintah Non Departemen, para Pimpinan Badan-Badan Usaha Milik Negara,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah kita mulai kegiatan kita siang hari ini dengan terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta.
Saudara-saudara,
Saya memerintahkan Sekretaris Kabinet, agar dalam Sidang Kabinet Paripurna hari ini diundang pula para Gubernur, Kepala Daerah, para Pimpinan LPND dan para Pimpinan BUMN. Mengingat agenda sidang kita hari ini penting, sehingga saya berharap semua yang hadir di ruangan ini yang sesungguhnya pelaku Pemerintah, saya ulangi, pelaku dari semua kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah sungguh memahami perkembangan situasi yang kita hadapi, memahami kebijakan yang kita kembangkan, dan akhirnya bersama-sama untuk menjalankan kebijakan dan langkah-langkah yang akan kita lakukan atau terus kita lakukan untuk mengatasi masalah-masalah yang fundamental.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna hari ini, ada beberapa agenda yang akan kita lakukan. Pertama, saya akan memberikan pengantar sekaligus pengarahan awal, kemudian setelah itu, beberapa menteri akan menyampaikan garis besar kebijakan dan langkah tindakan yang kita lakukan untuk merespon dan mengatasi berbagai persoalan yang kita anggap cukup mendasar. Dan kemudian. nanti kita akan berikan kesempatan kepada beberapa Gubernur yang ingin menyampaikan masalah-masalah yang juga fundamental, yang urgent yang perlu kita jadikan sebagai bahan, sebagai input dan feedback untuk mengembangkan lagi kebijakan dan langkah tindakan yang lebih tepat.
Saudara-saudara,
Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Yang pertama, berkaitan dengan konsentrasi, intensitas, dan prioritas tugas kita, baik di jajaran Pemerintah Pusat maupun Daerah pada tahun 2008, tahun 2009 ini.
Yang kedua, saya akan sampaikan secara sangat singkat perkembangan lingkungan strategis, baik global, regional, maupun nasional yang dengan pemahaman tentang perkembangan lingkungan strategis ini, saya harapkan kebijakan, solusi, dan langkah tindakan kita menjadi tepat.
Yang ketiga, kita akan membahas langkah-langkah bersama yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan stabilisasi harga pangan.
Keempat, kita juga akan membahas langkah-langkah kita ke depan yang berkaitan dengan ketersedian energi, termasuk pembangunan energi listrik yang menjadi permintaan dari para Gubernur selama ini.
Kelima, kita harus memahami dampak dari perkembangan ekonomi dunia terhadap APBN, khususnya 2008.
Keenam, kita perlu pada forum yang baik ini untuk memastikan bahwa langkah bersama untuk menanggulangi kemiskinan ke depan ini menjadi lebih efektif.
Dan yang ketujuh atau yang terakhir, ajakan saya agar bersama-sama kita mengelola dan menyukseskan pemilihan-pemilihan Kepala Daerah yang sekarang tengah berlangsung, baik pada tingkat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati maupun pemilihan Walikota dan Wakil Walikota. Tujuh butir penting itulah yang akan kita agendakan dalam Sidang Kabinet Paripurna hari ini.
Saudara-saudara,
Akan saya mulai dari yang pertama, yang berkaitan dengan apa yang harus kita jadikan prioritas, fokus, dan intensitas pekerjaan seperti apa yang mesti kita jalankan 2 tahun mendatang. Mengapa saya mengatakan 2008 dan 2009? Bukan hanya karena 2 tahun terakhir ini atau tepatnya 1,5 tahun ke depan ini adalah masa akhir dari pemerintahan yang dibangun atas hasil pemilihan umum 2004, tetapi 2 tahun mendatang ini kita menghadapi sejumlah persoalan yang cukup fundamental, yang memerlukan sinergi, koordinasi, dan keterpaduan dari upaya bersama kita.
Saudara-saudara
Sebagaimana yang sering saya sampaikan di berbagai forum tahun ini, tahun 2008 suhu politik mulai memanas. Mengapa? Karena tahun depan, tahun 2009, negeri kita kembali akan melaksanakan satu rangkaian pemilihan umum, mulai dari pemilu legislatif, dilanjutkan dengan pemilihan Presiden tahap pertama, dan apabila dalam tahap pertama tidak konklusif, maka berlanjut pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahap kedua. Oleh karena itu, wajar dan lumrah dalam sebuah kehidupan demokrasi tahun-tahun seperti ini tentu ada eskalasi dari suhu politik di negeri kita.
Disamping itu, sebagaimana yang saya sampaikan tadi, tahun 2008 dan tahun 2009 juga merupakan periode yang penuh dengan tantangan dari segi sosial dan ekonomi, lebih khusus lagi akibat naiknya harga pangan global yang cukup signifikan, dan juga meroketnya harga minyak pada tingkat pasar dunia.
Menghadapi itu semua, saya mengajak semua pihak yang berada dalam jajaran pemerintahan, mulai dari saya, ini berlaku bagi saya sendiri, Wakil Presiden, para Menteri, para Gubernur, para Bupati, para Walikota dengan jajarannya untuk betul-betul all out, bekerja secara sungguh-sungguh dengan penuh konsentrasi, intensitas, dan prioritas yang tepat.
Untuk apa? Untuk yang pertama, kita laksanakan kita sukseskan semua kebijakan dan program pemerintah yang telah kita tetapkan. Tentu saja kebijakan dan program itu adalah untuk kepentingan rakyat kita. Tidak boleh setengah-setengah di dalam melaksanakan semua kebijakan dan program kita.
Yang kedua, kita perlu mengelola persoalan ekonomi yang mengalir dari perkembangan ekonomi dunia, ke negeri kita dan juga ke negara-negara yang lain, terutama sekali lagi yang berkaitan dengan inflasi, harga pangan dan tingginya harga minyak.
Yang ketiga, untuk juga lebih fokus, lebih giat lagi melakukan upaya pengurangan kemiskinan secara nyata dan tepat sasaran.
Yang keempat, kita juga harus mampu mengelola situasi sosial, termasuk keamanan dan ketertiban publik, terutama menjelang dan pada saat pemillihan umum kita laksanakan. Kita memerlukan betul kondisi sosial kita di seluruh tanah air, meskipun politik bisa panas, tetapi dengan kondisi yang kondusif itu, semua program yang kita lakukan pendidikan, kesehatan, usaha kecil menengah, pangan, energi dan lain-lain tetap kita bisa laksanakan dengan baik.
Yang kelima, dibenarkan dalam kehidupan demokrasi kita, apabila kita, Saudara juga melakukan aktivitas politik yang berkaitan dengan keberadaan Saudara sebagai pimpinan atau fungsionaris partai-partai politik tertentu, dibenarkan. Dan memang begitu dalam sebuah kompetisi yang akan segera berlangsung di negeri kita tahun depan.
Namun sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan khususnya, saya meminta kepada Saudara-saudara agar di dalam menggunakan waktu kita yang berkaitan dengan kegiatan politik praktis itu, tetaplah dilaksanakan secara proporsional, dalam arti tetap mengutamakan, saya ulangi lagi, mengutamakan kepentingan tugas pemerintahan. Saya juga berharap di dalam berpolitik, sambil kita memberikan pembelajaran kepada kita semua, membangun demokrasi yang baik, pegang teguh etika dan tata krama dalam berpolitik.
Terus terang, saya tidak senang kalau dalam pilkada-pilkada yang berlangsung, belum-belum barangkali karena ada Bupati yang ikut mencalonkan diri menjadi calon gubernur, ada gubernur yang mencalonkan diri kembali, lantas di depan publik, begitu saja seorang bupati, seorang walikota melakukan langkah-langkah yang tidak tepat kepada gubernurnya. Etika politik terbalik-balik seperti itu, yang pantas. Kecuali kalau memang sudah dalam status calon, calon sama-sama calon gubernur, sama-sama calon bupati, ya memang kompetisi. Marilah kita juga kita ikut membangun demokrasi yang baik di negeri kita ini, ada kepantasannya.
Dan pesan saya, Saudara-saudara jangan terlalu gasik –gasik itu bahasa Jawa artinya, adakan prosesnya sekarang tahun 2008 bulan April masih sekian bulan lagi 2009 dan seterusnya. Ini juga berlaku bagi event-event kompetisi dan pemilihan Kepala Daerah, supaya sekali lagi lebih terkonsentrasi, lebih intensif lagi kita menjalankan tugas untuk pemerintahan. Itu yang pertama, penekanan dan harapan saya untuk tahun 2008 dan tahun 2009, agar kita semua bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Amanah yang tentunya sangat diharapkan hasilnya oleh seluruh rakyat Indonesia.
Saudara-saudara,
Yang kedua, sebagaimana saya sampaikan tadi, saya ingin mengulangi sekali lagi penjelasan saya, bagi sebagian dari Saudara, sebagian saya kira belum mendapatkan penjelasan langsung dari saya. Agar kita semua betul-betul memahami perkembangan lingkungan strategis global, regional, nasional. Saya yakin kita mengikuti perkembangan situasi pada bulan-bulan terakhir ini, yang dapat kita simpulkan memang sudah mulai nampak terjadinya slowdown, terjadinya economic recession di berbagai negara, dipicu oleh 3 isu kritis. Kita sudah tahu semua, yaitu minyak atau energi, pangan, dan gejolak keuangan global. Pengaruhnya dirasakan oleh semua negara, tidak ada yang luput, termasuk negara maju, negara kaya, apalagi negara berkembang dan negara yang belum berkembang. Yang jelas terhadap perekonomian kita, ada 5 hal yang muncul akibat perkembangan situasi global ini.
Pertama, terjadi kenaikan harga pangan, beberapa komoditas pangan. Yang kedua, terjadi kenaikan harga minyak. Ketiga, ada persoalan menyangkut APBN kita. Kemudian ada tantangan baru terhadap ekspor dan investasi, mengingat pasar pada tingkat global, pada masa resesi seperti ini tidak selalu terbuka lebar untuk pemasaran produk Indonesia, investasi demikian juga ada keterbatasan. Dan yang tidak kalah pentingnya muncul dan terjadinya protes, protes sosial sudah mulai kita rasakan terjadi di banyak negara juga hampir semua negara berkembang, rakyat memprotes kenapa harga pangan naik dan seterusnya.
Dari itu semua, kita tentu tidak berdiam diri, kita telah mengantisipasi, telah melakukan langkah-langkah yang proaktif dan bahkan telah menetapkan kebijakan dan langkah tindakan yang kita lakukan. Menghadapi inflasi harga pangan yang cukup tinggi, karena sekali lagi sebagaimana yang sering saya katakan menyangkut energi dan pangan ini. Ada ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran, mismatch antara supply dengan demand, production dengan consumption. Oleh karena itu, solusi yang kita pilih, kebijakan yang kita kembangkan menyangkut permasalahan pangan ini, ya mulai sekarang kita lebih lagi meningkatkan produksi kita dan sekaligus dengan serangkaian kebijakan untuk stabilisasi harga pangan.
Yang kedua, menghadapi persoalan energi. Kita tentu ingin meningkatkan produksi dalam negeri, melakukan diversifikasi sumber-sumber energi dan juga yang tidak kalah pentingnya melakukan penghematan energi secara nasional. Untuk menghadapi persoalan yang berkaitan dengan APBN, maka pilar pertama adalah penghematan, menunda pengeluaran yang bisa kita tunda, kemudian tentu subsidi harus sedemikian rupa besarnya supaya APBN kita tetap kredibel. Hampir pasti subsidi naik, tapi seberapa jauh kenaikan itu yang rasional, ini yang kita bicarakan bersama dengan DPR RI. Defisit pasti membengkak, angka berapa yang tepat, agar ini juga tidak berlebihan dalam ukuran APBN kita, dan sejumlah asumsi tentunya akan kita lihat kembali. Dengan demikian, kita ingin APBN kita ini tetap sustainable dan credible. Lantas menghadapi kemungkinan persoalan bagi produk ekspor Indonesia maupun investasi yang akan datang, baik dalam maupun luar negeri tentunya diperlukan langkah-langkah yang ekstra dari kita semua.
Itu adalah ringkasan, ikhtisar dari global economic environment, dampaknya terhadap negeri kita dan apa solusi yang kita tempuh dan kebijakan apa yang kita kembangkan. Dari 2 penjelasan saya itu, nanti setelah pengantar saya ini, secara berturut-turut Menteri Pertanian akan mempresentasikan permasalahan ketahanan pangan dan apa yang mesti kita lakukan untuk meningkatkan produksi pangan. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari Menteri Perdagangan tentang kebijakan dan langkah kita dalam melakukan stabilisasi harga pangan. Setelah itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral akan mempresentasikan permasalahan ketersediaan energi, termasuk diversifikasi enegi dan yang cukup mengemuka pula, bagaimana kita meningkatkan kapasitas ketenagalistrikan kita.
Setelah itu, Menteri Keuangan akan menyampaikan secara singkat tentang upaya untuk membikin APBN kita tetap sustainable pada tahun 2008 ini dengan tentu format dan desain yang kita anggap tepat. Dan yang terakhir, dari Menteri yang ingin menyampaikan Menko Kesra akan mempresentasikan upaya peningkatan pengurangan kemiskinan, agar bisa lebih efektif, yang saya kira tepat waktu disamping memang pengurangan kemiskinan itu prioritas, ditambah lagi dengan keadaan dunia sekarang ini yang juga kita rasakan dampaknya tentu harus lebih intensif dan ekstensif lagi upaya pengurangan kemiskinan ini.
Itu adalah mata rantai dari apa yang akan kita agendakan dalam Sidang Kabinet Paripurna ini. Dan yang terakhir, sebelum saya mempersilakan para Menteri terkait untuk mempresentasikan pada forum ini, saya ingin memberikan penekanan, penggarisbawahan kepada Saudara semua, kita semua di dalam upaya melaksanakan dan menyukseskan Pilkada.
Pertama-tama, saya ingin, ini merupakan perintah saya, agar jajaran Kepolisian, jajaran TNI, Lembaga-lembaga Negara, Lembaga Pemerintah, lembaganya, institusinya, BUMN dan lain-lain tetaplah netral. Mari kita ukir demokrasi yang baik di negeri ini, tidak perlu melihat ke belakang ketika netralitas itu koyak pada masa lalu. Mulai sekarang, mari betul-betul kita berikan kepada yang memberi mandat rakyat kita, tanpa harus ada perilaku yang kita anggap tidak tepat.
Sambil pilkada dilaksanakan, saya meminta kepada semua pihak situasi sosial, situasi keamanan di daerah dimana pilkada dilaksanakan. Tentu ini bukan tanggung jawab KPU atau KPUD, tanggung jawab kita semua untuk betul-betul menciptakan suatu situasi yang kondusif bagi berlangsungnya demokrasi dan pemilihan itu. Kemudian jika ada masalah, jika ada dispute, maka kita sepakat dan memang harus begitu caranya kita kembalikan pada Undang-Undang dan mekanisme yang berlaku. Saya ingin betul perkembangan demokrasi makin baik, makin mantap di negeri ini, mari kita kawal bersama-sama, mari kita amankan bersama-sama dan mari kita kelola bersama-sama pula.
Demikian Saudara-saudara yang saya sampaikan sebagai pengantar dari Sidang Kabinet Paripurna kita hari ini, dan setelah ini akan kita mulai presentasi dari menteri-menteri terkait. Pertama-tama, saya berikan kesempatan kepada Saudara Menteri Pertanian untuk mempresentasikan perihal ketahanan pangan.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



