Pidato Presiden
Sambutan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW
TAHUN 1429 H/2008 M
GEDUNG KANZUS SHOLAWAT, PEKALONGAN
9 APRIL 2008
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirabbilalamin wassalatu wassalamu ala asrafil amya iwa mursalim sayidina wa maulana wa muhammaddin wa ala alihi sobhihi adz’main, amma ba’du,
Yang saya hormati Saudara Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Saudara Menteri Agama Republik Indonesia dan para Menteri, serta Anggota Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Jawa Tengah, Saudara Bupati dan Walikota Pekalongan, serta para Pimpinan dan Pejabat Negara, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri yang bertugas di Jawa Tengah dan Pekalongan,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Gorontalo, Saudara Pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara,
Yang saya muliakan Al Mukharom Habib Muhammad Luthfiy bin Ali Yahya beserta para Kyai Sepuh, para Ulama, para Habib dan para Pimpinan Pondok-pondok Pesantren,
Para Tamu Undangan,
Hadirin-hadirat yang saya muliakan,
Marilah pada kesempatan yang membahagiakan dan Insya Allah penuh berkah ini, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan ridho-Nya, hari ini kita bersama-sama dapat mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kita juga bersyukur ke hadirat Allah, karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan semoga senantiasa kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, tugas dan pengabdian kita bersama kepada umat, kepada masyarakat, kepada bangsa dan negara tercinta.
Hadirin-hadirat yang saya cintai,
Kunjungan saya kali ini ke Pekalongan adalah kunjungan kedua saya sebagai Presiden Republik Indonesia. Dua tahun yang lalu, saya berkunjung ke Pekalongan untuk menghadiri Hari Koperasi, sekaligus bertemu, memberikan dorongan dan ikut menggiatkan kerajinan batik pekalongan yang sangat terkenal. Sekaligus juga mendorong Saudara-saudara kita untuk menggerakkan usaha kecil, usaha menengah di Pekalongan utamanya dan di Jawa Tengah serta seluruh Indonesia, agar kesejahteraan rakyat makin ke depan makin baik.
Kali ini disamping saya bersama-sama Saudara menghadiri Peringatan Maulid Nabi ini, insya Allah nanti sore, saya juga akan bertemu dengan para nelayan dan saudara-saudara kita di Pekalongan untuk melihat dari dekat kehidupan saudara-saudara kita, membantu meningkatkan kesejahteraannya sambil memberikan bantuan Pemerintah kepada rakyat dalam bentuk Program Pemberdayaan Rakyat dan pemberian kredit usaha kecil yang akan dilaksanakan oleh bank-bank negara. Mudahan-mudahan apa yang kita lakukan bersama mendapatkan ridho Allah SWT.
Saudara-saudara,
Hadirin-hadirat yang saya muliakan,
Setiap kali kita memperingati Maulid Nabi Muhammad selalu kita diajak untuk mengenang, untuk menghormati kepribadian dan kepemimpinan Rasulullah. Setiap kali kita menghadiri peringatan Maulid Nabi, kita juga diminta untuk dapat meneladani, mencontoh apa yang dilaksanakan oleh Rasulullah pada zaman beliau memimpin bangsa dan negara yang beliau pimpin. Oleh karena itulah, tepat kalau pada hari yang sangat penting ini, hari bersejarah dan hari yang mulia ini, sejenak kita mengenang, mengingat untuk memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Rasulullah, junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.
Nabi Muhammad adalah pemimpin agung, reformis besar. Kepemimpinan Rasulullah telah diakui sebagai sebuah kepemimpinan yang maha besar. Kita semua mengetahui kepribadian dan karakter Rasulullah yang nyaris tanpa cacat, yang sering disebut pribadi paripurna. Setiap kita merayakan Maulid Nabi diingatkan kembali sifat-sifat Rasulullah dalam memimpin yang amanah, yang sidiq, yang tabligh dan yang fathonah. Kepemimpinan Rasulullah adalah kepemimpinan yang penuh dengan kasih sayang, mengayomi umat, mengayomi sesama, mengajak semua untuk membangun negara dengan keadilan dan kasih sayang yang setinggi-tingginya.
Kita mengenang di Makkah Al Mukharamah, Rasulullah telah melakukan perubahan besar, reformasi besar, mengubah dari zaman kegelapan, zaman jahiliyah menjadi cahaya iman, menjadi zaman yang terang.
Di Madinah, Rasulullah membangun peradaban, peradaban masyarakat, bangsa dan negara yang penuh dengan tantangan, ujian dan cobaan. Oleh karena itu, kita menamai apa yang dilaksanakan Rasulullah di Makkah adalah proses pembentukan watak bangsa, sekaligus memperkuat keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT, character building.
Di Madinah Al Munawarah, Rasulullah melakukan tugas berat yang lain, yaitu membangun bangsa dan negara, state building, nation building. Salah satu yang luar biasa yang dilakukan oleh Rasulullah adalah di Madinah, beliau betul-betul bisa menyatukan, melakukan, membangun kedekatan antara sesama umat Islam, kaum pendatang atau muhajirin dan kaum anshor, yang belakangan kita sebut dengan ukhuwah islamiyah. Rasulullah bisa juga membangun persatuan, hormat-menghormati antara penduduk yang beragama Islam, kaum muslimin dengan non Muslim yang kita sebut dengan sekarang ini ukhwuwah wathoniah melalui perjanjian perdamaian yang beliau buat.
Apa yang dilakukan oleh Rasulullah kepada umat Islam, kepada bangsa dan negara yang beliau pimpin waktu itu adalah contoh yang nyata, contoh yang hakiki dari sebuah peradaban Islam yang luhur, Islam yang memberikan rahmat bagi semesta alam, rahmatanlilamin.
Saudara-saudara,
Kita sungguh mengagumi Rasulullah, mari kita bayangkan perjuangan beliau pada abad itu, pada zaman itu. Beliau mengemban tugas mengubah keadaan, memerangi kemaksiatan dan kejahatan dalam suasana yang sangat berat, yang seolah-olah tidak tidak mungkin dilakukan oleh Rasulullah, dilakukan oleh umat manusia. Tetapi menghadapi cobaan, tantangan, dan ujian itu, apa yang terpancar dari kepribadian Rasulullah, yang terpancar adalah sikap sabar, tegar, tabah, tawakal, terus bersyukur dan tidak pernah berhenti untuk berikhtiar.
Akhirnya sejarah mencatat dengan gemilang, dengan semuanya itu, maka datanglah pertolongan Allah SWT. Diselamatkan bangsa dan negara yang dipimpin Rasulullah dan akhirnya sejarah mencatat keberhasilan Rasulullah sebagai pemimpin yang agung. Marilah kita teladani, kita contoh, bagaimana Rasulullah sebagai pemimpin besar bersama sahabat dan umat waktu itu untuk mengatasi permasalahan yang begitu berat.
Dunia dimana kita hidup sekarang ini juga syarat dengan masalah, cobaan, dan ujian. Negara, negara yang kita cintai bersama inipun juga tidak pernah sepi dari cobaan, tantangan, dan ujian, marilah kita menjadi bangsa yang tidak mengenal menyerah sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Marilah kita tidak menjadi bangsa yang cengeng, yang lembek, yang putus asa, yang mudah menyerah. Ingat, Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT tidak akan merubah nasib sebuah kaum, kecuali kaum itu mengubah masa depannya. Pekalongan tidak akan berubah, jika warga Pekalongan tidak bekerja keras dan berikhtiar untuk memajukannya. Demikian juga Jawa Tengah, tidak akan bertambah baik, sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Gubernur tadi, kalau kita berhenti untuk berikhtiar, bersatu, melangkah bersama, memajukan daerah Jawa Tengah. Demikian juga negara kita, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas ke Pulau Rote.
Hadirin yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan bahwa dunia tempat kita hidup ini masih jauh dari suasana damai, suasana adil, dan suasana sejahtera. Akibatnya kehidupan banyak bangsa di dunia, termasuk bangsa kita pun terus terang harus kita akui masih terus harus bekerja keras untuk membangun kedamaian, keadilan dan kesejahteraan yang lebih baik. Yang terjadi di dunia ini justru perselesaian, pertentangan, konflik dan peperangan. Ini tidak boleh dibiarkan, tidak boleh antar bangsa dan negara terus berperang, tidak boleh antar peradaban terus melaksanakan atau terlibat dalam konflik dan benturan, bersama-sama seluruh umat manusia di dunia, termasuk bangsa Indonesia, termasuk umat Islam haruslah terpanggil, ikut berikhtiar dan bekerja bersama-sama menghadirkan perdamaian, keamanan, keadilan dan kesejahteraan bagi semua bangsa, bagi semua umat.
Dunia sekarang ini juga menghadapi tantangan baru yang disebut perubahan iklim, terjadilah banyak bencana, bencana itu sebagian memang karena peristiwa alam, gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami. Yang kita lakukan, mohon pada Allah SWT, janganlah meskipun negara kita memang secara geografis rawan gempa bumi, tsunami dan letusan gunung berapi, tapi kita diselamatkan masa depan kita. Tetapi ada bencana yang terjadi karena kesalahan umat manusia, keserakahan manusia, hutan-hutan ditebang seenaknya, digunduli, kayunya dicuri dan dijual hanya untuk kepentingan segelintir orang, akibatnya rakyat menderita, banjir bandang, membikin panen gagal, membikin rumah-rumah porak-poranda, korban jiwa dan harta, tanah longsor. Lah ini yang harus kita cegah dan perangi. Inilah yang kita mesti melakukan kerjasama global, termasuk di negeri kita sendiri, menyelamatkan lingkungan kita, menyelamatkan hutan-hutan kita, sungai-sungai kita, selokan-selokan dan lain-lain, agar lingkungan kita baik, tidak terjadi bencana akibat kesalahan umat manusia.
Belakangan ini dunia, bumi kita menghadapi persoalan baru, harga minyak bumi meroket, tingginya selangit tentu membikin susah ekonomi banyak negara, termasuk Indonesia. Tiba-tiba harga pangan juga melonjak di seluruh dunia, membikin susah ekonomi kita. Oleh karena itulah, sudah saatnya bangsa sedunia harus lebih bersatu, bukan justru berperang satu sama lain, mengatasi bumi kita supaya selamat lingkungan kita, mengatasi persoalan pangan dan energi, dan minyak, dan lain-lain, agar kehidupan manusia, termasuk bangsa kita bisa diselamatkan.
Hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah SWT,
Bulan lalu, saya menghadiri Pertemuan Puncak Organisasi Konferensi Islam yang dilaksanakan di Senegal, Afrika. Saya bertemu dengan hampir semua Pemimpin Negara-negara OKI, Presiden, Perdana Menteri, Raja, Pangeran dan sebagainya. Yang menggembirakan, yang patut kita syukuri negara-negara Islam atau negara-negara anggota OKI telah bertekad, telah melangkah dan ingin terus bekerja sama untuk membangun peradaban Islam yang luhur. Islam yang benar-benar memberikan rahmat bagi semesta alam, Islam yang memberikan solusi bagi persoalan dunia, ilmu, pengetahuan apapun. Dengan harapan, kita ingin terjadi harmoni, hubungan baik antar peradaban.
Yang kita harapkan adalah antara peradaban Islam, peradaban Barat, peradaban Asia bisa saling hormat-menghormati, antara umat Islam dengan umat negara lain, umat agama lain demikian juga, antara negara Indonesia dan negara lain juga demikian. Kita berharap semua agama menghormati Islam, semua bangsa menghormati bangsa Indonesia. Dengan demikian, kita pun juga bisa memberikan penghormatan yang sama. Ini akan indah Saudara-saudara kalau di jagad raya ini antar peradaban, antar bangsa, antar negara, antar umat bisa saling hormat-menghormati, dengan demikian kehidupan kita akan menjadi lebih baik.
Dalam Pertemuan Puncak di Senegal, kami, para pemimpin negara-negara anggota OKI bersepakat untuk membantu umat, membantu negara-negara yang memerlukan bantuan. Ini kita perlukan. Negara-negara yang kaya membantu negara yang kurang mampu, yang kuat membantu yang lemah, demikian yang harus kita jalankan.
Saudara-saudara,
Belakangan ini kita mengenal namanya Islamphobia, banyak yang salah mengerti tentang Islam, banyak yang menganggap Islam itu agama yang tidak menebarkan kedamaian, keadilan dan harmoni. Saya berharap cara-cara membangun, menghadapi Islamphobia seperti itu adalah dengan saling membangun pengertian, membangun dialog, membangun kerjasama di antara kita. Saudara tahu, kita semua tahu Islam harus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, yang munkar kita perangi dengan cara-cara yang tidak munkar, cara-cara yang baik. Dengan demikian, Islam bisa menunjukkan bahwa Islam mencintai kasih sayang, perdamaian dan harmoni di antara kita semua.
Hadirin-hadirat yang saya muliakan,
Akhirnya pada kesempatan yang baik ini, ijinkan saya untuk sekali lagi mencontoh, meneladani dan menjalankan dalam kehidupan di negeri kita ini apa yang pernah dibuat oleh Nabi Besar Muhammad SAW. Tadi saya katakan, bahwa prestasi besar Rasulullah adalah melakukan transformasi dari zaman yang penuh dengan kegelapan menjadi zaman yang penuh dengan cahaya yang terang, yang baik.
Kita harus mawas diri, harus introspeksi, jangan-jangan setelah kita mengalami krisis 10 tahun yang lalu, jiwa kita ikut-ikutan gelap. Jiwa yang gelap adalah jiwa yang mengeluh, menyerah, menyalahkan diri sendiri, menghujat satu sama lain, melihat yang lain baik, kita jelek. Kalau kita hidup dalam jiwa yang gelap, kita tidak kemana-mana dan kita tidak menjadi siapa-siapa. Kita akan menjadi bangsa kalah, bangsa yang tidak pandai bersyukur, bangsa yang tidak gigih dalam berjuang membangun hari esok yang lebih baik. Marilah kita ubah jiwa kita dari suasana kegelapan menjadi yang serba terang.
Transformasi atau perubahan besar yang kita laksanakan di Indonesia ini, disamping mengubah, melakukan evolusi, perubahan dari jiwa gelap ke jiwa yang terang, kita juga harus mengubah cara berpikir yang serba negatif, buruk sangka, curiga menjadi yang berpikir positif, menyambut baik, kritik yang baik kita terima apabila dilaksanakan secara tulus dan ikhlas untuk perbaikan di waktu yang akan datang. Kita harus mengubah pula dari sikap pesimis menjadi sikap yang optimis. Bangsa yang pesimis, umat yang pesimis, semua itu dianggapnya sebagai masalah, berat, susah, bermasalah, tidak mungkin dan lain-lain. Yang bersikap optimis meskipun ada masalah, insya Allah ada solusinya, ada jalan keluarnya, seberat apapun pasti dapat kita atasi bersama-sama.
Itu adalah sebuah perubahan yang bersama-sama kita jalankan di negeri tercinta ini. Atas semuanya itu, atas upaya untuk melakukan perubahan besar ini, saya memohon kepada para Ulama agar terus-menerus membimbing umat, disamping memperkokoh keimanan dan ketakwaan umat pada Allah SWT, juga membangun karakter umat yang sungguh Islami, karakter yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, karakter yang menjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniah, karakter yang membantu mencintai kaum dhuafa dan fakir miskin, karakter yang hidup harmonis dengan saudara-saudaranya sebangsa dan setanah air, agar semua menjadi solusi untuk membangun masa depan bangsa dan negara yang baik.
Dan kepada seluruh pemimpin di negeri ini, semua, para Gubernur, Bupati, Walikota, semua pemimpin, saya mengajak pula untuk terus berkomunikasi menjalin persahabatan dan membimbing kehidupan rakyat kita, agar didapat pengertian yang sama, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Pemimpin harus berdiri di depan, pemimpin harus lebih banyak berkorban, pemimpin harus mencurahkan pikiran, waktu dan tenaganya dibandingkan rakyatnya. Oleh karena itulah, saya mengajak semuanya untuk betul-betul bersatu padu antara Ulama dengan Umaroh, agar kehidupan umat di negara ini, kehidupan rakyat di negara ini makin ke depan makin baik.
Hadirin sekalian, Hadirat yang saya muliakan,
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga ibadah kita ini diterima oleh Allah SWT. Semoga cita-cita besar kita untuk membangun hari esok yang lebih baik mendapatkan ridho Allah, semoga jalan di depan kita diberikan tuntunan, bimbingan, lindungan dari Allah sehingga masa depan kita menjadi lebih baik, masa depan yang kita idam-idamkan bersama.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



