Pidato Presiden

Pengarahan pada Acara Temu Nelayan dan Penyerahan Bantuan Langsung PNPM Mandiri dan KUR

 

TRANSKRIPSI
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
TEMU NELAYAN DAN PENYERAHAN BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI (PNPM MANDIRI) DAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR)
TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) PEKALONGAN
9 APRIL 2008



Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, para Menteri dan segenap Anggota Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati para Direktur Utama Bank-bank Milik Negara,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Jawa Tengah, Saudara Walikota Pekalongan dan para Bupati dan Walikota, serta para Pimpinan dan Pejabat yang bertugas di Jawa Tengah dan Pekalongan, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga-lembaga Pendidikan, para Pimpinan Dunia Usaha dan Pimpinan Cabang Profesi yang lain, para Nelayan, para Petani, para Peternak yang saya cintai,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah sekali lagi pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan semoga kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdiaan kita kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta.
Kita juga bersyukur bahwa hari ini saya dan rombongan bisa bersilaturahim, bisa bertemu dengan Saudara-saudara sekalian. Ini kunjungan saya yang kedua ke Pekalongan sebagai Presiden. Yang pertama, saya berkunjung 2 tahun yang lalu pada bulan Juli 2006 dalam rangka Peringatan Hari Koperasi. Waktu itu saya datang untuk ikut menggalakkan kerajinan batik dan berbagai usaha tani, koperasi, nelayan dan usaha kecil lainnya. Kali ini saya datang untuk menghadiri acara ini dan tadi menghadiri pula Peringatan Maulid Nabi bersama umat Islam dan masyarakat Pekalongan.

Saya melihat kemajuan yang cukup signifikan di Pekalongan ini sejak 2 tahun yang lalu. Oleh karena itu, Saudara Menko Kesra, saya ingin pula mengajak Hadirin sekalian untuk mengucapkan terima kasih dan penghargaan, pertama, Walikota Pekalongan dan yang kedua kepada seluruh masyarakat Pekalongan. Kalau Pekalongan dinilai yang terbaik dalam menjalankan Program PNPM Mandiri, berarti Pekalongan, berarti Walikota Pekalongan dengan bantuan Saudara semua yang paling baik pula mengurangi pengangguran dan mengurangi kemiskinan. Saya percaya para Walikota dan Bupati di Jawa Tengah, karena selama ini saya lihat prestasinya juga tidak kalah, tentu akan melakukan hal yang sama. Mari kita berikan semangat kepada para Bupati, Walikota dan Pak Gubernur Jawa Tengah. Tahun depan Insya Allah, saya akan mendengar kabar baik dari Jawa Tengah.

Saudara-saudara,
Sejak negara kita merdeka, kurang lebih 63 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945, bangsa kita, pemerintah kita terus melaksanakan pembangunan. Ada pasang surut, ada suka duka, ada romantika dan dinamika sejarah. Contohnya, negara kita pernah mengalami krisis tahun 1966 dan juga mengalami krisis kembali 1998. Namun upaya membangun bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak pernah berhenti.

Mengapa negara, pemerintah terus membangun Saudara-saudara? Kita membangun tiada lain adalah untuk terus-menerus meningkatkan kesejahteraan rakyat. Cara meningkatkan kesejahteraan rakyat dilakukan dengan pertama kita mengembangkan kebijakan umum, melaksanakan program umum, contohnya, pendidikan. Kita ingin sekarang ini dan ke depan, pendidikan kita makin berkualitas, makin murah dan bagi yang miskin kita bebaskan dengan program BOS dan program-program yang lain. Kalau manusia Indonesia, kalau putra-putri kita makin berpendidikan, maka mereka akan dapat memiliki lapangan pekerjaan yang lebih baik. Kalau pekerjaannya dapat, apalagi lebih baik hampir pasti penghasilannya pun akan makin baik.

Contoh yang kedua, kesehatan. Kita ingin sekarang dan ke depan, kesehatan kita juga makin berkualitas, makin murah dan yang miskin gratis melalui program asuransi kesehatan untuk orang miskin yang namanya sekarang dirubah jaminan kesehatan untuk masyarakat. Kalau rakyat kita makin sehat, putra-putri Indonesia makin sehat, maka akan makin pintar, dan kalau bersekolah akan makin baik hasilnya dan tentu kelak juga akan mendapatkan profesi yang baik. Dan banyak lagi program-program yang kita jalankan selama ini, agar rakyat kita makin ke depan makin berkemampuan, makin berdaya saing, sehingga kehidupan rakyat di seluruh negeri ini juga makin baik.

Disamping program-program umum yang juga menggunakan anggaran negara yang besar, sumber daya yang tidak kecil dan harus kita sukseskan, Pemerintah menyadari mesti ada program-program khusus, program-program lain yang bisa memperkuat program umum itu. Mengapa? Terus terang sebagaimana negara-negara lain, bangsa-bangsa lain, penduduk Indonesia ada yang belum mampu, ada yang masih miskin, yang memerlukan bantuan khusus, perhatian khusus. Oleh karena itulah, dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat disamping program umum tadi, Pemerintah juga melaksanakan 3 program khusus.

Program yang pertama adalah memberikan bantuan langsung kepada mereka yang tidak mampu, yang miskin. Misalnya beras untuk rakyat miskin, kemudian Askeskin, BOS, subsidi untuk berbagai profesi petani dan lain-lain. Bantuan langsung bersyarat yang kita sebut sekarang Program Keluarga Harapan dan berbagai program yang kita bantukan langsung kepada rakyat. Ibaratnya kita berikan ikan, karena memang kondisi saudara kita itu perlu mendapatkan bantuan. Namun tentunya makin ke depan bantuan semacam ini tentu harus bergeser menjadi 2 program khusus lainnya yang kita galakkan sekarang ini. Apa itu?

Yang pertama adalah yang tadi Saudara Bashir Ahmad, Walikota Pekalongan telah menjelaskan yang juga Menko Kesra, Saudara Aburizal Bakrie melaporkan, ada namanya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Mengapa? Masyarakat kita ini sesungguhnya masyarakat yang cerdas, yang kreatif, yang inovatif, banyak sekali pemikiran yang baik di masyarakat, di Desa-desa, di Kecamatan. Jangan dianggap masyarakat kita serba tidak tahu, keliru. Oleh karena itulah, kita alokasikan sejumlah dana yang terus kita tingkatkan besarnya, yang insya Allah tahun depan Rp 3 miliar per Kecamatan, yang kita luaskan cakupannya agar dengan dana itu, masyarakat lokal bersama Pemerintah, bersama yang lain, termasuk kaum perempuan, termasuk para ulama, pemimpin agama, semua memikirkan apa yang perlu dibangun di Kecamatan dan Desa itu. Hasilnya sering lebih bagus daripada belok sana, belok sini, macet sana, macet sini. Itu yang kita maksudkan dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat. Saya ingin disukseskan, sebagaimana kisah sukses dari kota pekalongan ini.

Ini termasuk kail, jala, bukan ikan. Dengan kita beri kail dan jala, insya Allah musimnya baik, ikannya banyak ibaratnya begitu, maka masyarakat itu secara bertahan, bertahap, secara perlahan terus bisa meningkatkan kehidupannya lebih berdaya, akhirnya lebih banyak yang dikerjakan. Masih satu lagi, saya belum puas kalau hanya program yang berorientasi kepada bantuan Pemerintah, meskipun Pemerintah berkewajiban dan harus membantu rakyat kita, terutama yang masih miskin.

Kita ingin agar yang bisa lebih banyak menciptakan lapangan pekerjaan, yang bisa lebih langsung mengurangi kemiskinan, itu bisa dikembangkan lebih baik lagi, yaitu usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, termasuk koperasi. Itulah sebabnya kita ingin memberikan bantuan modal bagi usaha-usaha mikro, barangkali pedagang bakso, pedagang pecel, pedagang nasi rames, kerajinan tertentu, yang modalnya barangkali cukup Rp 1 juta, Rp 2 juta, Rp 3 juta sampai Rp 5 juta.

Kita ingin para pengusaha kecil, pengusaha mikro lebih mudah mendapatkan kredit. Selama ini karena bank itu harus proper, tidak boleh sembarangan, ingat dulu waktu awal krisis, uang negara hilang banyak, karena teledor. Saya tidak ingin uang negara hilang lagi, karena teledor, harus rapih. Oleh karena itu, bank biasanya meminta jaminan, agunan. Pemerintah sadar, tidak mungkin usaha mikro, usaha kecil bisa memberikan agunan. Itulah yang Pemerintah lakukan, Pemerintah menjamin usaha mikro, usaha kecil itu, dengan demikian, pinjaman ini diberikan kepada rakyat tanpa agunan.

Pemerintah mengeluarkan dana Rp 1,4 triliun dengan perkiraan 20 kali lipat itu bisa digunakan, yang akhirnya menjamin usaha-usaha yang kecil itu. Saya senang, Alhamdulillah sejak kita luncurkan November tahun lalu, Kredit Usaha Rakyat yang dilaksanakan oleh BRI dan bank-bank lain terus berkembang. Saya mendapatkan laporan hingga hari ini, sejumlah Rp 3,25 triliun sudah dialirkan untuk sekitar 200 ribu nasabah, tetapi jumlahnya masih besar-besar, ratusan juta, puluhan juta.

Saya ingin, ini para Direktur Bank ada di belakang saya, saya ingin lebih banyak lagi yang dialirkan untuk usaha mikro dan usaha kecil yang tanpa agunan itu. Hingga hari ini tercatat kurang-lebih Rp 700 miliar diberikan pada 170 ribu pedagang kecil, usaha mikro, usaha kecil. Tolong Bapak-bapak bekerja sama dengan Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Walikota alirkan lebih banyak lagi, lebih banyak lagi, terutama yang memerlukan modal Rp 5 juta ke bawah.

Hanya dengan cara itu Saudara-saudara, usaha kecil, usaha mikro, koperasi bergerak. Kalau bergerak, maka hampir pasti kesejahteraan rakyat meningkat, pengangguran berkurang, kemiskinan berkurang. Bangsa kita punya kehormatan, Bapak, Ibu semua punya kemampuan, mari kita gerakkan bersama, mari, mari kita bangkit, mari kita bersatu dan mari kita maju menuju masa depan yang lebih baik.

Saya ingin bangsa Indonesia berpikir positif, tidak berpikir negatif. Saya ingin bangsa Indonesia, bangsa yang optimis, bukan bangsa pesimis. Saya juga ingin kita semua, termasuk saya memiliki jiwa yang terang, bukan jiwa yang gelap. Bangsa kita, bangsa yang besar, jangan mau menjadi bangsa yang mudah menyerah, yang pesimis, yang kecil hati, yang cengeng, yang pandainya menyalahkan, menghujat sana, menghujat sini. Itu semua tidak ada gunanya.

Mari kita hilangkan semua, mari kita bersemangat, mari kita bekerja bersama-sama, berbuat yang baik untuk kita semua, bangsa dan negara tercinta. Pemerintah ingin terus berbuat, kami mencurahkan waktu, pikiran, dan tenaga siang dan malam untuk itu, tapi keberhasilan program ini, akhirnya ditentukan oleh kebersamaan, dukungan dan bantuan masyarakat luas. Mari kita sukseskan semua program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya Program PNPM Mandiri dan Program Kredit Usaha Rakyat.

Saya pesan kepada para Pimpinan Jawa Tengah, Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Walikota, Pak Camat, marilah kita sungguh memikirkan dan bekerja untuk rakyat kita. Pemimpin harus lebih banyak berkorban. Kita harus lebih mencurahkan pikiran, waktu, dan tenaga kita untuk mengatasi masalah dan memajukan masyarakat.

Memang persoalan itu kadang-kadang sangat berat untuk kita hadapi. Tiba-tiba dunia kita, bumi kita dimana kita hidup sekarang ini, banyak sekali bencana. Bencana itu memang sebagian peristiwa alam, seperti gunung berapi, letusan gunung berapi, tsunami, gempa bumi yang juga dialami banyak negara, termasuk bangsa kita. Tapi ada bencana alam yang dialami oleh bangsa-bangsa sedunia, karena kelalaian umat manusia. Misalnya menggunduli hutan, kayunya dicuri, dijual untuk kepentingan dia, terjadi banjir bandang dimana-mana, sawah tenggelam, panen gagal, rumah-rumah hanyut, korban jiwa dan harta.

Sekarang semua sadar, dunia sadar, bangsa mesti bersatu untuk mengatasi bencana lingkungan ini dengan cara memelihara lingkungan. Mari kita hijaukan kembali hutan-hutan kita, mari kita perbaiki lingkungan kita, selokan, sungai dan lain-lain. Kalau bangsa lain melakukan itu, kita jangan kalah, kita harus di depan.

Yang kedua, masalah yang kita hadapi, harga minyak meroket, tinggi sekali. Kita ikut terpukul dengan tingginya harga minyak itu. Kita bekerja sekarang untuk mengatasi, misalnya produksi kita tingkatkan, kita ragamkan, bukan hanya BBM, tapi yang lain-lain. Dan yang penting, mari kita berhemat bahan bakar, minyak utamanya. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang boros energi, tidak bangga kita mendengarnya. Mari kita menjadi bangsa yang hemat energi, hemat BBM, hemat listrik, hemat air dan lain-lain, terutama bagi golongan menengah ke atas yang mengkonsumsi listrik, bahan bakar minyak dan air dalam jumlah yang besar. Mari kita ingat saudara-saudara yang lain, yang memerlukan bantuan Pemerintah. Kalau uang Pemerintah habis untuk subsidi bahan bakar listrik yang tadi, maka akan menganggu upaya Pemerintah memajukan pendidikan, kesehatan, mengurangi kemiskinan dan lain-lain. Saya menyerukan seluruh rakyat Indonesia, terutama yang masih boros menggunakan energi, mari kita menjadi bangsa yang hemat energi.

Permasalahan yang ketiga, pangan, harga pangan dunia melonjak dengan tajam. Penduduk bumi sekarang 6,3 miliar. Ada bencana panen gagal, ongkos transportasi bahan pangan naik dan lain-lain. Kita harus mengatasi. Pemerintah telah melakukan kebijakan stabilisasi harga, agar tidak naik terus harganya. Pemerintah juga ingin bersama-sama masyarakat dan telah dimulai sekarang meningkatkan produksi pangan. Kita punya tanah, jangan kita sia-siakan, kita tingkatkan produksi padi, produksi jagung, produksi gula, produksi kedelai dan semua komoditas pangan yang bisa kita tanam di negeri ini.

Allah SWT memberikan anugerah yang sangat tinggi atas tanah tumpah darah kita yang sesungguhnya subur. Mari kita sekarang ke depan meningkatkan produksi pangan karena harga pangan di dunia ternyata terus melambung. Apapun permasalahan yang kita hadapi, kita harus percaya, Insya Allah kita bisa mengatasinya. Apabila kita bersatu, kita melangkah bersama untuk mencapai tujuan itu.

Dan yang terakhir, saya ingin semua pihak betul-betul menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, yang efisien, jangan ada korupsi karena korupsi itu menganggu uang untuk rakyat kita. Mari kita melihat ke depan. Kita semua bertanggung jawab, terutama pemimpin untuk rakyat kita.

Dengan demikian, kalau ini kita jalankan semua Saudara-saudara, dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meningkatkan persatuan, kebersamaan, kita akan terus melangkah maju. Inilah yang kita cita-citakan, inilah mengapa negara kita terus membangun dan membangun menuju masa depan yang lebih baik. Sekali lagi, selamat Pekalongan. Terima kasih Saudara-saudara. Mari kita lanjutkan tugas kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan