Pidato Presiden

Pengarahan Peresmian Penggunaan Masjid Darul Azhar Nursalam

 

TRANSRIPSI
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PENGGUNAAN MASJID DARUL AZHAR NURSALAM
BATU LICIN, KABUPATEN TANAH BUMBU
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
24 APRIL 2008



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bismillahirrahmannirrahim,
Alhamdulillahirabbilalamin wassalatu wassalamu ala asrafil amya iwa mursalim sayidina wa maulana wa muhammaddin wa ala alihi wasobhihi adz’main, amma ba’du,


Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen, para Pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara yang datang dari Jakarta bersama-sama saya,
Yang saya hormati Gubernur Kalimantan Selatan, Saudara Bupati Tanah Bumbu, dan para Pimpinan, serta Pejabat yang bertugas, baik di Kalimantan Selatan maupun Tanah Bumbu, baik itu dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan POLRI,
Yang saya cintai dan saya muliakan para Ulama, para Pimpinan Pondok Pesantren, para Habaib, para Kyai, dan segenap Pimpinan Majelis Dzikir Nurussalam, baik yang datang dari Jakarta maupun yang ada di Kalimantan Selatan dan Tanah Bumbu,

Hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah SWT,
Pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak hadirin dan hadirat untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan semoga kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.

Kita juga bersyukur hari ini kita bersatu dalam hati, dalam doa dan beribadah bersama di rumah Allah yang indah, megah, dan insya Allah nanti akan penuh berkah di Masjid Darul Azhar Nursalam. Kita juga bersyukur Kabupaten Tanah Bumbu yang baru beberapa tahun menjadi Kabupaten pemekaran, yang juga menjalankan otonomi daerah perkembangannya sangat baik. Oleh karena itulah, Pemerintah Pusat, Menteri Dalam Negeri memilih Kabupaten Tanah Bumbu untuk dilakukan satu kegiatan dalam rangka mempercepat pembangunan nasional melalui otonomi daerah.

Kemajuan Tanah Bumbu pastilah karena pemimpin-pemimpinnya amanah, masyarakatnya, masyarakatnya disamping taat beribadah, juga ikhlas bekerja keras untuk membangun hari esok yang lebih baik. Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Negara Republik Indonesia tidak pernah akan maju, nasibnya pun tidak akan berubah, kecuali masyarakat Tanah Bumbu, masyarakat Kalimantan Selatan dan seluruh bangsa Indonesia, dengan memohon ridho Allah SWT, bersatu, melangkah bersama dan bekerja keras untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Hadirin-hadirat yang saya muliakan,
Kunjungan saya, ke Tanah Bumbu ini adalah kunjungan yang pertama. Tetapi saya dan rombongan sungguh sangat berbahagia melihat keramah-tamahan dari Saudara-saudara kami yang ada di Tanah Bumbu ini. Tutur kata yang baik, perilaku yang bijak, sifat yang ramah tamah adalah karakter Islam yang sama-sama ingin terus kita kembangkan di negeri tercinta ini bahkan di seluruh dunia.

Belum lama ini saya menghadiri Konferensi Puncak Organisasi Konferensi Islam di Dakar, Senegal, Afrika Barat. Saya bertemu dengan para Pemimpin Negara-negara Islam, apakah Presiden, Perdana Menteri, Emir, Sultan, Pangeran dan juga lembaga-lembaga internasional yang berazaskan Islam. Kami berbagi komitmen, tekad, dan upaya untuk terus mengembangkan peradaban Islam, peradaban yang luhur, peradaban yang menaburkan persaudaraan, keadilan dan kedamaian. Islam yang benar-benar memberikan rahmat bagi semesta alam.

Peradaban Islam yang bisa memberikan berbagai jawaban atas masalah-masalah yang dihadapi oleh manusia sejagad. Kita masih ingat pada millennium pertama dulu, peradaban Islam sangatlah maju, dan memberikan kontribusi yang luar biasa pada kehidupan umat manusia di dunia. Saatnya telah tiba, kita kembali membangun peradaban Islam yang juga dapat memberikan sumbangan yang penting bagi kemajuan umat manusia di seluruh dunia. Memberikan solusi, baik melalui sumbangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan berbagai sumbangan apapun dari peradaban Islam, yang insya Allah dengan sumbangan itu, dunia kita, bumi kita akan selamat dan keadilan, kesejahteraan, serta kedamaian akan makin tegak di dunia, dimana kita hidup bersama ini.

Kalau para pemimpin, utamanya negara-negara Islam sepakat, bertekad untuk bersama-sama berbuat, menegakkan kembali peradaban Islam dan menganjurkan semua umat Islam untuk betul-betul berkontribusi pada dunianya, maka di tanah air kita, umat Islam pun perlu melakukan hal yang sama. Itulah sebabnya Indonesia yang berpenduduk lebih dari 85% Islam, kita harus betul-betul menjadikan Islam di negeri ini, Islam yang teduh, Islam yang membawa kedamaian, keadilan dan kesejahteraan. Islam yang menunjukan akhlak, budi pekerti dan perilaku yang baik. Islam yang menegakkan amar mahruf nahi munkar. Islam yang membangun ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniah bersama-sama di negeri tercinta ini. Islam yang benar-benar berpihak, membantu dan menolong kaum dhuafa, kaum fakir miskin dan saudara-saudara kita yang memerlukan uluran bantuan kita. Islam yang benar-benar mengembangkan nilai dan kehidupan yang sungguh Islami. Insya Allah kalau semua itu dapat kita tegakkan, maka di bumi Indonesia yang kita cintai bersama ini, Islam memberikan andil dan sumbangan yang besar, bukan hanya bagi bangsa Indonesia, tapi bagi seluruh umat manusia di dunia.

Oleh karena itulah, saya senang apa yang disampaikan oleh Bapak Bupati Tanah Bumbu tadi, Bapak H. Mohammad Zairullah Azhar yang mengatakan bahwa di depan rumah Allah yang teduh ini, ada tempat yang indah untuk membantu menolong anak-anak kita fakir miskin. Ini contoh riil, betapa kita menyayangi mereka-mereka, kekasih Allah yang harus kita bantu, kita tolong, kita selamatkan masa depannya. Anak-anak yatim, mereka-mereka yang menderita karena berbagai bencana yang ada di negeri kita ini, seperti tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogya dan lain-lain, mereka telah kehilangan masa lalunya yang indah, kehilangan orang tuanya, kehilangan sanak saudaranya, kehilangan rumahnya, segalanya. Jangan sampai anak-anak itu kehilangan masa depannya. Oleh karena itu, Negara, Pemerintah akan berbuat apa saja untuk menyelamatkan masa depan mereka. Amatlah baik apabila umat Islam sendiri, kita semua ikut berbagi, ikut membantu, ikut meringankan beban mereka, sekali lagi untuk memiliki masa depan yang diidam-idamkannya, masa depan yang baik.

Hadirin-hadirat yang saya muliakan,
Dengan 2 hal yang saya sampaikan tadi, bagaimana kita, umat Islam sedunia bersama-sama membangun peradaban Islam yang baik, peradaban yang bisa hidup bersama, hidup damai dengan peradaban-peradaban lain, saling menghormati, tidak saling memusuhi, dan kemudian di tanah air sendiri kita pun juga berusaha untuk membangun, mengembangkan nilai dan kehidupan yang sungguh Islami, maka saya mengajak Saudara-saudara semua untuk menghadapi berbagai tantangan, ujian dan cobaan ini dengan tetap sabar, tawakal, tegar, tidak pernah putus bersyukur, sambil berikhtiar untuk mengatasi masalah itu satu per satu menuju masa depan yang kita cita-citakan bersama.

Ambilah sebagai contoh, dunia sekarang ini menghadapi persoalan energi, persoalan harga minyak yang meroket, mahal sekali. Hampir semua negara terpukul dengan mahalnya harga minyak ini, termasuk negeri kita. Tiba-tiba di dunia ini, karena faktor-faktor tertentu, termasuk iklim yang berubah, harga pangan pun naik sangat tajam, dan harganya menjadi sangat mahal untuk jenis-jenis tertentu. Indonesia juga mengalami semuanya itu. Pemerintah tentunya siang dan malam, pemerintahan yang saya pimpin besama para Menteri, para Gubernur, para Bupati dan para Walikota melakukan segala hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah itu.

Untuk mencegah masalah minyak dan masalah pangan ini sangat membebani kehidupan rakyat kita, dengan kemampuan yang ada, kita ingin mencari solusi, mencari jalan keluar, mengembangkan kebijakan, memilih program dan tindakan-tindakan Pemerintah yang lain, agar seperti apapun dampak dari perkembangan global ini, tidak akan sangat memberatkan kehidupan saudara-saudara kita di negeri ini, terutama perlindungan bagi mereka yang belum sejahtera, yang masih dalam keadaan miskin.

Ketika Pemerintah, kami semua terus mencari akal, mencari solusi mengatasi masalah-masalah ini, saya mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia, termasuk Saudara-saudara, kaum Muslimin dan Muslimat untuk melakukan hal-hal yang sama. Sebagai contoh, kalau harga pangan naik, produksi pangan di dunia berkurang, marilah kita tingkatkan produksi pangan di dalam negeri kita. Apa bisa? Insya Allah bisa. Beras, padi yang beberapa tahun yang lalu, jumlahnya kurang, sehingga kita mengimpor beberapa tahun yang lalu dengan impor yang cukup lumayan, maka tahun-tahun terakhir sudah kita kurangi impor itu. Dan alhamdulillah dengan kerja keras kita semua, tahun lalu jumlahnya menjadi cukup. Tahun inipun sesungguhnya jumlah produksi beras di dalam negeri bisa berlebih, sehingga kita bisa ekspor. Tetapi mengingat keadaan masih seperti ini, lebih baik kalau ada kelebihan bisa kita gunakan sendiri.

Kalau kita bisa meningkatkan produksi pangan, mestinya kita juga bisa meningkatkan produksi yang lain, jagung, kedelai, gula, daging sapi dan lain-lain. Dengan cara itu, masyarakat di seluruh Indonesia, di bawah kepemimpinan para pemimpin mulai dari saya, para Menteri, para Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa, maka meskipun ada gonjang-ganjing di dunia, krisis pangan di dunia, dengan memohon ridho Allah, dengan niat yang ikhlas, bekerja keras dan kita letakkan sebagai ibadah, saya yakin, maka produsi pangan kita makin ke depan makin meningkat. Begitu cara-cara yang cerdas, cara-cara yang Islami, cara-cara yang benar di dalam mengatasi gejolak pangan di dunia ini.

Yang kedua, gejolak energi, gejolak minyak dan gas. Kita memproduksi minyak dan gas, tetapi karena jumlah penduduk Indonesia terus bertambah, maka tidak banyak yang bisa kita ekspor, bahkan cukup-cukup saja untuk kepentingan di dalam negeri. Karena kesejahteraan sebagian rakyat kita belum baik, kita berikan subsidi. Minyak tanah mestinya harganya Rp 10 juta, ulangi Rp 10.000 per liter, kita hanya jual harga Pemerintah Rp 2.000, mungkin di pasaran lebih tinggi. Kita sadar bahwa masih banyak yang kita berikan subsidi, namun dengan kenaikan yang meroket yang selangit ini subsidi kita tentu membengkak. Oleh karena itu, Pemerintah berikhtiar, mencari akal, mencari jalan, bagaimana agar jumlah pengeluaran bahan bakar minyak itu tidak terus naik, tapi harapan kita makin berkurang dalam arti penghematan.

Pemerintah berkewajiban mengatasi kenaikan bahan bakar minyak ini, tetapi saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, Saudara-saudara bisa mempelopori, bisa menjadi contoh bagaimana kita hemat energi. Barangkali yang ada di Tanah Bumbu cukup hemat, mungkin ada saudara-saudara kita di tempat yang lain yang belum hemat. Kalau mereka lebih hemat menggunakan listrik, menggunakan minyak tanah, menggunakan premium, menggunakan solar dan lain-lain, maka secara nasional penghematan bisa kita lakukan dalam jumlah yang besar bertrilyun-trilyun rupiah.

Kita berbagi, Pemerintah melakukan semua upaya yang bisa dilakukan umat, rakyat berbagi melakukan penghematan. Kalau kita menjadi bangsa yang hemat energi, maka dengan kenaikan haarga minyak tidak perlu cemas, apalagi kalau suatu saat harga minyak dunia mulai turun, bangsa yang hemat tentunya bangsa yang beruntung, dan penghematan itu bisa kita gunakan untuk kepentingan yang lain. Saya memberi contoh bagaimana kita melihat secara jernih, bagaimana sama-sama kita bergandengan tangan, bersatu untuk mengatasi masalah itu, sesuai dengan tugas, tanggung jawab dan profesi masing-masing. Melalui Saudara Gubernur, Saudara Bupati dan semua, berikanlah contoh dari Kalimantan Selatan ini, dari Tanah Bumbu ini, bagaimana kita menjadi bangsa yang berhemat.

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Negara agar bisa membangun dengan baik, agar ekonominya tumbuh, dan agar dengan pertumbuhan ekonomi itu bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat diperlukan keadaan dalam negeri yang aman, yang stabil. Kita semua berkewajiban untuk memelihara keamanan, ketenangan, dan stabilitas di negeri ini. Harapan saya, ajakan saya kepada seluruh rakyat Indonesia, utamanya Saudara-saudara, Bapak, Ibu yang ada di Tanah Bumbu ini, marilah kita pelihara ketenangan, ketenteraman, stabilitas yang sudah baik di wilayah ini. Kalau ada masalah, masalah itu biasa ada datang di negeri kita ini, mari kita selesaikan dengan baik, mari kita selesaikan secara damai, tidak perlu dengan tindakan-tindakan yang mengganggu keamanan, ketenteraman dan stabilitas, tidak perlu harus berakhir dengan kerusuhan dan kekerasan. Ini contoh, ketika negaranya, pemerintahnya berjuang untuk meningkatkan pembangunan, melakukan pembangunan, kita semua agar memelihara kondisi agar pembangunan itu dapat dilaksanakan dengan baik. Saya menyampaikan seperti itu, karena sekali lagi masa depan negara kita, Provinsi kita, Kabupaten ini terpulang kepada kita semua.

Hadirin-hadirat yang saya muliakan,
Beberapa saat yang lalu kita merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Satu hal yang ingin saya sampaikan pada malam hari ini tentang Rasulullah. Beliau adalah Pemimpin Agung di dunia ini. Kalau orang berbicara reformasi mana yang berhasil, reformasi yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW. Tidak mudah membangun bangsa, membangun karakter umat, sebagaimana yang dilaksanakan oleh Rasulullah pada zamannya. Beliau dengan para sahabat, dan para pemimpin waktu itu melakukan perubahan maha besar, mengubah kondisi dari zaman kegelapan menjadi zaman yang ditandai dengan cahaya iman.

Luar biasa cobaan, tantangan, ujian, dan godaan, tapi Rasulullah dengan tegar, dengan sabar, dengan tabah, penuh dengan syukur, tawakal, tapi tidak pernah berhenti berikhtiar. Akhirnya sejarah, mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW bisa membangun bangsa, negara beserta karakter umatnya yang luhur. Oleh karena itu, kalau kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, maka kita harus bisa mencontoh, meneladani apa yang dilaksanakan oleh Rasulullah.

Tantangan yang kita hadapi barangkali meskipun terasa berat, belum seberat ujian, cobaan, dan tantangan yang dihadapi oleh Rasulullah dengan para sahabat ini. Oleh karena itu, mari sebagai umat Islam, kita contoh perjuangan Rasulullah, kita contoh hijrah Rasulullah, kita contoh reformasi Rasulullah, yang nyata-nyata berhasil. Jangan kita menjadi umat dan bangsa yang mudah menyerah, yang putus asa, yang pesimis, yang berpikir negatif, salah-menyalahkan satu sama lain. Tapi marilah dengan tegar, tanpa berhenti bersyukur, tetap sabar, bersatu kita mengatasi masalah-masalah itu, bersatu antara Pemerintah dengan rakyat, bersatu antara ulama, umaroh dan umat. Kalau itu kita satukan, yakinlah dengan ridho Allah seberat apapun persoalan yang kita hadapi, pasti ada jalan keluarnya, bersama kesukaran, ada kemudahan. Kita melihatnya barangkali musibah, sesungguhnya Allah memberi berkah. Mari kita camkan betul dalam hati kita.

Saya mohon bimbingan tausyah, dari para Ulama, dari bimbingan pondok pesantren, para Kyai, para Habaib, tolonglah dibimbing umat, tolonglah kami, para umaroh juga diberikan tausyah agar semua yang dibebankan kepada Pemerintah dapat kita jalankan dengan baik. Tauladan dari para Ulama sangat penting, bimbingan rohani sangat penting, marilah kita hadapi semua persoalan di negeri ini dengan ketetapan hati, keyakinan, dengan ridho Allah akan dapat kita atasi.

Sesungguhnya kalau kita bandingkan dengan 10 tahun yang lalu, masa krisis yang luar biasa dulu, satu per satu keadaan sudah makin membaik, namun belum cukup, masih banyak pekerjaan dan amanah yang harus kita jalankan utamanya kami, jajaran Pemerintah. Kita harus terus meningkatkan kesejahteraan rakyat, meningkatkan pendidikan, kesehatan, usaha kecil dan menengah, mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, menyelamatkan lingkungan dan lain-lain. Itulah yang terus kita jalankan tanpa henti, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan. Tidak ada jalan yang mudah untuk mencapai masa depan yang terang. Tidak seperti membalik telapak tangan, semuanya perlu perjuangan, perlu persatuan dan kegigihan. Oleh karena itu sekali lagi, kepada para Ulama, marilah kita bersatu, ulama dan umaroh untuk bersama-sama mengajak umat kita, beribadah, mengatasi masalah, membangun hari esok yang lebih baik.

Itulah yang saya sampaikan para Ulama, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara pada kesempatan yang sangat baik ini. Dan akhirnya marilah kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT, memohon ridho Allah, agar rumah Allah yang indah ini Masjid Darul Azhar Nursalam ini, sejak setelah selesai dibangun dengan baik, dengan bantuan dari para dermawan, pemerintah, masyarakat, umat yang alhamdulillah luar biasa indah dan megahnya Masjid ini. Setelah diresmikan untuk menjadi pusat kebajikan, pusat dakwah yang teduh, pusat ibadah agar kita bersatu dalam hati, dalam tekad, dalam pikiran, dan dalam tindakan, sebagaimana yang saya sampaikan tadi, sikap, nilai dan kehidupan yang islami. Semoga dari Masjid yang indah ini memancar nilai-nilai sinar kehidupan, kedamaian dan salam bagi kita semua, sebagaimana namanya rumah megah, rumah indah, persemaian dalam konteks pendidikan yang menaburkan kedamaian dan kesejahteraan Masjid Darul Azhar Nursalam.

Dengan harapan itu semua, dengan terlebih dahulu mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Masjid Darul Azhar Nursalam dengan resmi saya nyatakan dimulai penggunaannya.

Sekian. Semoga Allah selalu memberikan bimbingan, petunjuk, dan lindungan-Nya kepada kita sekalian.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan