Pidato Presiden
Sambutan Pencanangan Pembangunan Desa Model Daerah Tertinggal
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENCANANGAN PEMBANGUNAN
DESA MODEL DAERAH TERTINGGAL INDONESIA
DENGAN MAMANGUN TUNTANG MAHAGA LEWU
DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
DAN PERESMIAN PEMBUKAAN REMBUG DESA NASIONAL
SERTA PENYERAHAN BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI (PNPM MANDIRI)
DAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR)
TJILIK RIWUT, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
24 APRIL 2008
Bismillahhirahmannirrahim,
Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Selamat siang, Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat,
Saudara Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal,
dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Saudara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia,
Saudara Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Jawa Timur, dan Gubernur Gorontalo, para pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara,
Yang saya hormati para pimpinan dan pejabat yang bertugas di, baik Kalimantan maupun Kalimantan Tengah, baik itu dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, maupun TNI dan POLRI, para Pimpinan Organisasi Politik dan Organisasi Kemasyarakatan, para Ulama, para Tokoh Adat yang saya muliakan, para Camat, para Kepala Desa, para Kader, baik para Sarjana Masuk Desa maupun para Kader Penggerak Pembangunan Satu Bangsa,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah pada kesempatan yang baik dan semoga senantiasa penuh berkah ini, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan perkenan-Nya, kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan semoga kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta. Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT karena hari ini dapat bersama-sama menghadiri peresmian kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan daerah tertinggal yang tadi telah sama-sama kita dengar tujuan, sasaran, dan bentuk kegiatannya dari Gubernur Kalimantan Tengah dan dari Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal.
Saudara-saudara,
Ketika Pak Teras Narang, Gubernur Kalimantan Tengah, dan Pak Lukman Edy, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, menyampaikan sambutan beliau, saya mencatatnya dengan seksama. Oleh karena itu, lebih mudah tugas saya, sebagai Presiden, karena kalau Pak Gubernur Kalimantan Tengah sudah sangat kreatif dan inovatif maka tugas saya tinggal menggarisbawahi, tinggal mendorong, dan mudah-mudahan apa yang telah menjadi kebijakan dan program beliau dapat dilaksanakan dengan baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, tepat dan cocok kalau beliau tadi bersama-sama Gubernur Jawa Timur dan Gubernur Gorontalo menerima penghargaan Meretas Ketertinggalan bersama para Bupati yang lain.
Saudara-saudara,
Saya sungguh bersyukur, senang, dan tentunya ikut berbahagia karena capaian pembangunan di Kalimantan Tengah, tahun-tahun terakhir ini, menunjukkan prestasi yang baik. Dikatakan tadi, ekonomi tumbuh dengan baik, pengangguran berkurang, kemiskinan pun berkurang. Kalau seluruh propinsi di Indonesia ini juga mencapai prestasi yang sama, jika seluruh kabupaten dan kota di negeri tercinta ini juga dapat menumbuhkan ekonomi, mengurangi pengangguran, dan mengurangi kemiskinan secara signifikan, maka secara nasional ekonomi kita akan tumbuh baik dan kesejahteraan pun akan juga meningkat dengan baik.
Saudara-saudara,
Pada era pemerintahan yang dulu lebih tersentralisasi, memang keberhasilan pembangunan lebih banyak ditentukan oleh kebijakan dan program-program yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Saya barangkali bisa menyebutnya 70% sangat tergantung kepada kebijakan, program, dan anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, dan barangkali 30% ditentukan oleh prestasi daerah.
Sekarang, kita telah menganut sistem pemerintahan yang didesentralisasikan dengan mengimplementasikan otonomi daerah. Oleh karena itu, hampir semua urusan, sudah dialirkan, sudah dilimpahkan kepada pemerintah daerah beserta kewenangan, fiskal ataupun anggaran, dan tentunya termasuk tanggung jawab dan kewajibannya. Oleh karena itu, saya boleh mengatakan sekarang, 70% justru sangat ditentukan oleh apa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan 30% apa yang menjadi kebijakan, program, dan Pemerintah Pusat.
Oleh karena itu, apa yang saya amati, lihat, dan nilai sebagai seorang yang sedang mengemban amanah tiga setengah tahun lebih ini, banyak sekali daerah baik Provinsi, Kabupaten, dan Kota yang memiliki kemajuan yang sangat signifikan karena prestasi daerahnya memang baik, karena kebijakan, program, dan tindakan Pemerintah Daerahnya baik, dan karena memang kepemimpinan dari para Gubernur, Bupati, dan Walikota baik.
Saya terus mengajak dan mendorong kepada semua jajaran pemerintahan baik pusat maupun daerah, mari terus kita tingkatkan upaya kita, manajemen kita, dan kepemimpinan kita agar semua program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang juga menggunakan anggaran yang besar, dapat kita laksanakan dengan baik.
Saudara-saudara, hadirin sekalian yang saya hormati,
Saya menyambut baik, saya mendukung Program Mamangun Tuntang Mahaga Lewu yang dilaksanakan oleh Kalimantan Tengah sebagai juga bagian dari program nasional kita yang dimotori oleh Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, yang intinya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di semua daerah tertinggal, di daerah perdesaan. Saya setuju dan saya dukung kalau basis untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat termasuk kemajuan di daerah tertinggal itu menggunakan basis perdesaan dan kemudian kecamatan. Mengapa? Benar, bahwa sekitar 60% penduduk Indonesia tinggal di daerah perdesaan dan jangan lupa sekitar 65% saudara-saudara kita yang masih miskin itu juga tinggal di perdesaan dan bergerak di sektor pertanian. Oleh karena itu benar, kalau kegiatan untuk memajukan kesejahteraan rakyat, basisnya atau lebih kita orientasikan, atau lebih kita jalankan di daerah-daerah perdesaan, utamanya desa yang masih tertinggal.
Tahun 2005, pemerintah telah melakukan revitalisasi pembangunan pertanian dan perdesaan. Buahnya semakin nyata, arahnya sudah benar. Oleh karena itu, mari, dengan gigih, dengan penuh semangat dan tanggung jawab, terus kita lakukan revitalisasi pembangunan di sektor pertanian dalam arti luas tentunya, dan di daerah perdesaan.
Saudara-saudara,
Tadi telah berdiri para Camat, para Kepala Desa, para sarjana yang akan berkarya di desa, para Kader Penggerak Pembangunan di daerah tertinggal tadi, saya ucapkan selamat berkarya, selamat mengabdi, selamat menjalankan tugas, karena tugas Saudara semua sangat mulia. Jalankan tugas itu dengan baik, saya ulangi lagi, laksanakan tugas itu dengan baik, dengan penuh semangat, dan ketulusan, karena apa yang Saudara lakukan sangat menentukan masa depan saudara-saudara kita yang ada di daerah itu.
Sesungguhnya, masyarakat kita makin cerdas, banyak inisiatif lokal yang baik, banyak budaya, dan kearifan lokal yang luhur. Jangan disia-siakan. Jadikan semuanya itu sebagai pendorong agar mereka lebih kreatif, lebih bisa berbuat untuk membangun daerahnya, kembangkan, dorong, berikan semangat dan motivasi mereka. Tentu juga dengan bimbingan-bimbingan yang terarah, agar semua program pembangunan masyarakat perdesaan, program pemberdayaan Mandiri, apapun program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten dan Kota bisa berhasil dengan baik karena masyarakatnya aktif, masyarakatnya tidak hanya menyerahkan begitu saja kepada pemerintah tetapi dengan kreatifitas, tanggung jawab, dan kontribusi mereka, saya yakin akan lebih cepat dan lebih berhasil pembangunan yang kita lakukan.
Saya berkunjung ke banyak daerah di negeri ini selama tiga setengah tahun yang lalu. Saya melihat desa, kecamatan, baik daerah-daerah terpencil, maupun di daerah yang relatif maju, yang dengan gamblang saya lihat, kalau masyarakatnya diberdayakan, diajak serta, dibimbing, diberikan fasilitas, diberikan bantuan, hasilnya sungguh nyata dengan peningkatan kesejahteraan yang makin baik.
Hadirin yang saya muliakan,
Saudara Gubernur Kalimantan Tengah juga melaporkan tadi kepada saya bahwa produksi dan produktivitas tanaman padi meningkat dengan baik. Saya ingin menjadi semangat kita di seluruh tanah air untuk meningkatkan produksi pangan secara signifikan mulai sekarang ini. Dulu orang tidak percaya kalau kita bisa menuju swasembada beras setelah dulu pernah memang tahun 1980-an kita telah berswasembada. Tapi, karena penduduk Indonesia tumbuh dengan cepat, sekarang jumlahnya sekitar 230 juta, ditambah dengan faktor-faktor lain maka kita semua meragukan apa bisa Indonesia suatu saat berswasembada pangan, bahkan surplus pangan dan bisa mengekspornya ke negara-negara lain.
Oleh karena itu, tertantang kita semua. Tahun lalu, tahun 2007, para Gubernur, tentunya dengan dukungan Bupati dan Walikota, dengan saya, dan pemerintah pusat, bersepakat untuk meningkatkan produksi beras, dua juta ton tambahan. Meskipun masih ada bencana banjir karena cuaca dan faktor-faktor lain, maka produksi kita tahun 2007 baik dan bahkan peningkatan terbaik dalam waktu 10 tahun terakhir.
Tahun ini sesungguhnya kita bisa surplus namun saya menginstruksikan jangan dulu diekspor karena faktor global, faktor pangan dunia yang harganya meningkat tajam, kita harus pandai mengelola produksi beras kita baik-baik, jangan ada yang lari ke luar negeri, sambil meningkatkan produksi tanaman yang lain.
Gula relatif aman, jagung hampir aman, kedelai belum aman, daging sapi belum aman, daging ayam dan telor sudah berswasembada. Yang sudah swasembada kita pertahankan, terus kita dorong menjadi surplus, lebih. Yang belum mencapai target, mari kita tingkatkan mulai tahun ini dan tahun-tahun berikutnya lagi.
Saya dukung upaya Gubernur Kalimantan Tengah untuk membuka lahan pertanian kedelai yang lebih besar lagi dan ini juga berlaku bagi Gubernur yang lain. Kita masih mengimpor kedelai dalam jumlah yang besar. Produksi nasional baru sekitar 600 ribu-700 ribu ton per tahun, yang kita perlukan 2,1 juta ton kedelai per tahun karena tempe, tahu, dan lain-lain. Meskipun negeri kita bukan daerah yang sangat baik untuk pertanian kedelai, tapi ada tempat-tempat yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan produksi kedelai. Oleh karena itu, menghadapi krisis pangan dunia tidak perlu gamang, tidak perlu cemas, tidak perlu takut, justru, marilah, kalau ini disebut musibah kita jadikan berkah, dengan ridho Allah, kalau itu krisis, mari kita jadikan peluang.
Negeri kita punya lahan, yang apabila kita gunakan dengan baik sangat bisa kita meningkatkan produksi pangan. Saya telah memerintahkan jajaran Pemerintah Pusat, dua tahun terakhir ini, untuk melakukan pengecekan lahan atau tanah di negeri ini untuk apa saja. Ada tidak tanah-tanah yang terlantar, lahan-lahan yang tidur, yang tidak digunakan? Jawabannya ternyata ada, jumlahnya tidak sedikit. Kepala Badan Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Departemen dan Kementerian terkait dan Pemerintah Daerah menemukan ada sekitar 7-8 juta hektar tanah yang sesungguhnya tidak digunakan dengan baik di seluruh tanah air. Bahkan ada 1,7 juta hektar yang ada HGU-nya (Hak Guna Usaha) tetapi kenyataan di lapangan tidak diolah dan tidak digunakan. Tidak boleh terjadi di negeri tercinta ini.
Oleh karena itu, saya memerintahkan menteri-menteri terkait, para Gubernur, Bupati, dan Walikota, atas hasil pengecekan ini, mulai sekarang, mari kita tertibkan kembali lahan dan tanah yang kita miliki. Mereka yang memiliki HGU, tidak digunakan HGU-nya, ditaruh di mana, berdosa, salah, karena kalau itu bisa kita olah menjadi areal pertanian, perkebunan, dan lain-lain, mendatangkan kemakmuran bagi rakyat.
Kita harus cek bersama-sama jangan sampai anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, tanah kita, kita telantarkan. Tidak usah kita melihat yang lalu, mulai sekarang ke depan. Tidak usah kita meratapi kenapa dulu tidak pandai kita semua merawat hutan, menggundulinya, sehingga banjir bandang, longsor, tidak usah. Mulai sekarang mari kita rawat baik-baik negeri kita, hutan kita, lahan kita, tanah kita untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Saya meminta dukungan Saudara semua, dorong para pimpinan, dorong semuanya, para Bupati, Walikota, Gubernur, Menteri, termasuk saya untuk mendayagunakan apa yang kita miliki ini untuk, sekali lagi, kesejahteraan rakyat kita.
Saudara-saudara,
Lingkungan memang sangat penting. Alhamdulillah, tahun lalu tidak ada kebakaran yang signifikan, hampir tidak ada. Pertama, karena ditolong oleh iklim yang baik, hujan lumayan. Yang kedua, karena upaya yang serius dari para Bupati, Walikota, dan masyarakat, kita harus pertahankan tahun ini. Saya dengar tadi jawabannya siap. Kalau siap, Kalimantan Tengah harus menjadi contoh dari propinsi yang lain. Jangan kita ekspor asap kita lagi ke negara-negara yang lain, malu.
Berlaku juga bagi Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur. Mari kita rawat hutan kita, jangan ada kebakaran yang asapnya masuk ke Malaysia, ke Singapura, dan negara-negara lain. Insya Allah bisa, mohon pada Allah cuacanya bagus. Mari kita berbuat sebaik-baiknya. Hand tractor, Tossa, dan lain-lain, sarana, yang penting semangat kita, pekerjaan kita, kepemimpinan para Pemimpin Daerah untuk bersama-sama mencegah kebakaran. Kebakaran itu ruginya banyak. Pertama, ya kebakar, hilang. Yang kedua, udara kotor. Yang ketiga, kita dipermalukan pada tingkat dunia. Indonesia kok mengekspor asap, tidak boleh.
Saudara-saudara,
Yang lain yang ingin saya sampaikan adalah sebagaimana disampaikan oleh Saudara Gubernur dan juga Menteri Lukman Edy, sejak tahun lalu, tentunya tahun ini dan seterusnya, kita tertibkan, kita efektifkan, kita perbaiki semua program untuk penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Sayang kalau anggaran negara besar, programnya berserakan di mana-mana, tidak terkoordinasi dengan baik, akhirnya hasilnya tidak optimal. Saudara tahu, anggaran negara untuk mengurangi kemiskinan tiap tahun naik dengan tajam. Tahun ini Rp 58 triliun, tahun lalu Rp 51 triliun, tahun lalunya lagi Rp 41 triliun, tahun lalunya lagi Rp 24 triliun, tahun 2004 dulu Rp 19 triliun. Kita terus tingkatkan sejalan dengan perkembangan ekonomi dan penerimaan negara.
Saya ingin anggaran yang besar itu sampai pada sasarannya dengan program-program yang efektif. Negara kita memang masih ada kemiskinan, sebagaimana pula negara-negara yang lain di dunia ini. Alhamdulillah, 10 tahun terakhir sesungguhnya prosentasenya terus menurun. Tapi kita belum puas sampai suatu saat negara kita betul-betul tidak ada yang miskin. Oleh karena itulah, mari kita sukseskan semua upaya mengurangi kemiskinan dengan program-program yang nyata. Tidak cukup dengan seminar, tidak cukup dengan debat sana, debat sini, menyalahkan sana, menyalahkan sini. Itu kuno, rakyat tidak dapat apa-apa.
Mari kita jalankan betul semua program. Programnya ada tiga. Yang pertama yang disebut dengan cluster atau wilayah bantuan dan perlindungan sosial bagi yang sangat miskin, harus kita bantu langsung. Ibarat filsafah, kita kasih ikannya, kalau kita kasih kailnya, tidak cukup kuat untuk memancing karena memang kondisinya lemah. Kita bantu langsung. Itulah yang melatarbelakangi cluster sosial bantuan langsung tunai bersyarat yang sekarang namanya Program Keluarga Harapan, beras untuk rakyat miskin, pengobatan gratis bagi yang miskin, Bantuan Operasional Sekolah atau BOS, pendidikan gratis bagi yang miskin, subsidi, dan lain-lain, yang jumlahnya besar. Itu memang kita bantukan secara langsung.
Yang kedua, ada daerah-daerah yang sudah mulai berdaya, yang sudah menggeliat, yang sudah tidak miskin tapi masih memerlukan bimbingan. Itulah yang kita jalankan, program baru, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, yang kita juga serahkan anggarannya, tujuannya masyarakat diberdayakan agar tumbuh di situ infrastrukturnya, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Kita kasih kailnya.
Satu lagi agar lebih berhasil maka ada cluster usaha kecil dan menengah. Kita bantu usaha mikro, usaha kecil, dan menengah, dengan bantuan modal yang dipermudah. Dulunya, saudara-saudara kita yang ingin pinjam Rp 1 juta, Rp 2 juta, Rp 5 juta mengalami hambatan. Persyaratannya banyak, memang bank harus seperti itu. Kalau banknya tidak hati-hati, jebol, krisis lagi seperti tahun 1997, 1998, memang bank harus hati-hati. Tapi jangan sampai karena hati-hatinya bank, saudara-saudara kita, pengusaha kecil, menengah, tidak bisa hidup, tidak berkembang karena tidak ada modal.
Itulah Pemerintah dengan program Kredit Usaha Rakyat dan yang sejenisnya, mengeluarkan anggaran sekian triliun, kita putarkan, ulangi, kita gunakan untuk memberikan tanggungan bagi usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. Dengan harapan lebih banyak lagi saudara-saudara kita mendapatkan pinjaman yang dipermudah. Sebagaimana kita saksikan tadi tiga direktur utama bank, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, BNI, memberikan secara simbolis kredit itu kepada banyak sekali nasabah di seluruh tanah air dengan tujuan bergeraklah semua usaha mikro dan kecil itu.
Kalau itu terjadi, maka saya yakin dengan kepemimpinan semua pemerintah daerah termasuk para Kepala Desa, para Camat, tentunya para Bupati dan Walikota yang ada di depan, usaha mengurangi kemiskinan dengan bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, maupun pinjaman yang menggunakan kemudahan-kemudahan tertentu tadi bisa betul-betul meningkatkan kesejahteraan rakyat kita. Itulah yang mesti kita jalankan secara bersama.
Saudara-saudara,
Saya sangat, apa namanya, surprise tadi, surprise dalam arti kurang happy, kurang senang, kalau ada perijinan yang menyangkut tata ruang yang belum turun. Pak Gubernur sudah benar, tidak mungkin memberikan ijin, entah tambang, entah kebun, entah pertanian, tanpa kejelasan tata ruang itu, supaya lingkungan tidak rusak. Tetapi harus segera rampung, harus segera selesai. Saya akan cek, terus terang, ini ada Menteri Sekretaris Negara, ada Sekretaris Kabinet, tidak usah nunggu instruksi saya, langsung dicek pada menteri terkait, mengapa belum terbit, mengapa belum turun.
Mudah-mudahan belum turunnya karena masih diteliti, masih dirapikan, masih dipastikan, bahwa tata ruang ini baik. Jangan sampai, ini kebiasaan yang buruk di negeri kita ini, ada pepatah, “kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah”. Mudah-mudahan tidak ada lagi. Ini penyakit, penyakit. Ingin, saya itu inginnya cepat, Saudara inginnya cepat, ada yang lambat. Kalau lambat, tidak dapat apa-apa. Kalau lambat, ya lambat majunya. Saya ingin semua, bukan hanya Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Gubernur, Bupati, Walikota, permudah setiap urusan, percepat semuanya yang bisa dipercepat.
Saya serius. Jangan kita kehilangan peluang. Jangan kita merugi sendiri, jangan kita berbuat salah sendiri. Percepat, permudah setiap urusan, supaya ngalir semuanya. Saya, Pak Teras Narang, akan cek apa yang terjadi dengan belum terbitnya itu. Mudah-mudahan segera selesai dan bisa dijalankan.
Kepada Menteri Negara Pembangungan Daerah Tertinggal, Pak Lukman Edy tadi, saya dukung penuh, segera sukseskan. Jangan sampai negara kita ini, kalau maju, maju sendiri. Kita ingin maju bersama, betul? Maju bersama, makmur bersama. Jadi, kalau kabupaten maju, yang lain tidak boleh tertinggal. Kecamatan yang dua maju, yang tiga tidak boleh tertinggal. Kewajiban kita semua, yang tertinggal kita dorong, kita bantu, semua bisa maju. Oleh karena itu, mari kita sukseskan pembangunan daerah tertinggal, percepatan pembangunan daerah tertinggal.
Pemerintah Pusat harus ikut turun tangan. Demikian juga Pemerintah Provinsi. Karena kalau kabupaten tertinggal, tentu kabupaten itu tidak bisa mengejar ketertinggalannya sendiri, harus kita bantu. Oleh karena itu, semua program, untuk peningkatan pembangunan daerah tertinggal harus kita sukseskan.
Dan terakhir sekali, saya ucapkan untuk melaksanakan rembug desa, bicarakan baik-baik. Sekali lagi Saudara harus tahu, masyarakat kita ini cerdas, makin maju, makin kreatif. Jangan salah. Dorong, bantu, kasih ruang untuk bisa memikirkan pembangunan di wilayahnya sendiri.
Kemudian kepada para penerima tanda penghargaan selamat, Pak Gubernur, Pak Bupati, pertahankan, kembangkan, dan berbuatlah terus menerus untuk rakyat yang Saudara-saudara pimpin.
Dan dengan harapan, ajakan, dan pesan-pesan seperti itu, Saudara-saudara, maka dengan terlebih dahulu memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, semua kegiatan yang dilaksanakan mulai hari ini, terutama di lingkungan, atau dalam Program Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Pemerintah Propinsi Kalimantan Tengah, dengan resmi saya nyatakan dibuka.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



