Pidato Presiden
Sambutan Peringatan HUT Ke-12 Otda dan Penyerahan PNPM Mandiri
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE-12 OTONOMI DAERAH DAN PENYERAHAN BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI (PNPM MANDIRI) DAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR)
GEDUNG KAPET, BATU LICIN
KABUPATEN TANAH BUMBU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
25 APRIL 2008
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalam’ualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Yang saya hormati Saudara Menteri Dalam Negeri dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departeman, dan Pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Kalimantan Selatan dan para Gubernur dan Wakil Gubernur yang datang dari daerah lain,
Yang saya hormati para Pimpinan dan Pejabat yang bertugas di Kalimantan Selatan, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan POLRI, Saudara Bupati Tanah Bumbu dan para Bupati, Walikota Pemekaran,
Yang saya cintai dan saya muliakan para Ulama, para Tokoh Adat, para Tokoh Masyarakat, para Pimpinan Organisasi Politik dan Kemasyarakatan, para Camat, para Kepala Desa, para Petani, Guru dan segala cabang profesi khususnya masyarakat Tanah Bumbu yang saya cintai dan saya banggakan,
Marilah pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, kita panjatkan sekali lagi puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan dan semoga kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta. Kita juga bersyukur hari ini kita dapat bersama-sama menghadiri serangkaian acara yang tiada lain adalah untuk meningkatan keberhasilan pembangunan yang kita laksanakan di semua daerah di negeri tercinta ini.
Sebelum saya menyampaikan sambutan utama saya pada hari yang penting ini, saya memberikan apresiasi yang tinggi atas gerak tari dan lagu yang tadi dibawakan dengan indah, rapih dan dinamis. Saya baca dari hati saya spanduk yang digelar oleh gerak dan lagu tadi, yang berbunyi kami cinta NKRI. Kalau seluruh rakyat Indonesia sungguh mencintai negerinya, bangsanya, tanah airnya, Allah akan berikan hidayah dan kita akan bisa membangun lebih baik lagi negeri kita ini untuk masa depan anak cucu kita, masa depan yang lebih baik. Kita semua meskipun berbeda dalam identitas, tetapi satu bangsa, Bangsa Indonesia. Apapun agamanya, etnisnya, sukunya, daerahnya, termasuk partai politiknya bagi yang berpartai kita harus tetap rukun, bersatu, bersaudara membangun negeri yang kita cintai bersama ini.
Saya juga terkesan dengan mahligai bersujud, bersujud bersih, syukur, jujur dan damai. Mari kita bikin bersih lingkungan kita dan hati kita, pikiran kita, niat kita. Marilah kita terus bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, meskipun kita menghadapi berbagai ujian, cobaan dan tantangan. Kalau kita pandai bersyukur akan didatangkan anugerah yang lebih besar lagi untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Kita harus jujur pada diri sendiri, jujur mengelola pemerintahan, jujur berbuat untuk rakyat kita, dan di atas segalanya, mari kita wujudkan dan hadirkan kedamaian yang abadi di negeri ini.Mari kita jalankan dengan seksama bersama saudara-saudara kami yang ada di Tanah Bumbu dan di Kalimantan Selatan. Mari kita bersujud, sesungguh-sungguh bersujud.
Hadirin yang saya hormati,
Ada serangkaian kegiatan yang sama-sama kita lihat tadi, kita jalankan bersama hari ini di tempat ini. Pertama, sebagaimana yang disampaikan oleh Saudara Mendagri, dan kemudian Gubernur Kalimantan Selatan, kita ingin sungguh mempercepat pembangunan nasional melalui otonomi daerah. Kita juga ingin memantapkan pelaksanaan otonomi daerah, termasuk Kabupaten dan Kota Pemekaran agar secara lebih berdaya dan efektif menjalankan tugas dan kewajibannya, itu agenda yang pertama.
Yang kedua, sebagaimana pula disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, insya Allah akan segera kita resmikan penggunaan jembatan Rumpiah Tarito Kuala.
Yang ketiga, kita ingin melalui forum yang baik ini, menyukseskan pelaksanaan Program PNPM Mandiri, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat. Program ini bertujuan untuk mempercepat dan memperluas upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan upaya penurunan kemiskinan. Saya mengucapkan selamat kepada Kalimantan Selatan yang memiliki prestasi baik dalam penurunan kemiskinan.
Kita juga menyaksikan upaya untuk menyukseskan Program Kredit Usaha Rakyat. Tadi kita lihat ketiga Direktur Utama Bank kita, Bank Mandiri, BRI, BNI ingin memberikan pinjamannya lebih luas lagi kepada usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah, agar ekonomi rakyat bergerak dan akhirnya kembali kesejahteraan meningkat dan kemiskinan menurun. Dan yang terakhir, diharapkan kita semua dapat bersama-sama meresmikan Pameran Produk Unggulan Daerah se-Kalimantan.
Hadirin sekalian yang saya cintai,
Menyangkut otonomi daerah, kita semua tahu pemerintahan yang didesentralisasikan, pemerintahan yang bertumpu pada otonomi daerah memiliki tujuan dan sasaran yang baik. Pertama, dengan sistem pemerintahan yang didesentralisasikan ini, kesejahteraan semakin meningkat, demokrasi akan semakin hidup di negara kita ini. Mari kita introspeksi, apakah yang kita jalankan ini sungguh dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memekarkan demokrasi, kalau sudah alhamdulillah, kalau belum, mari kita terus lakukan pembenahan dan penyempurnaan.
Dengan otonomi daerah diharapkan pelayanan kepada masyarakat lebih cepat dan lebih tepat, karena Pemerintah Daerah langsung berhadapan dengan rakyat. Mari kita lihat kembali, apakah sudah dilakukan pelayanan yang cepat, murah dan mudah. Kalau sudah alhamdulillah kalau belum mari kita tingkatkan kinerja kita dalam otonomi daerah ini. Dengan otonomi daerah diharapkan masyarakat lebih aktif berpartisipasi, ikut memikirkan bahkan dalam hal tertentu ikut memutuskan dan juga kemudian diberdayakan kembali mari kita nilai apakah sudah tercapai partisipasi dan pemberdayaan masyarakat itu, dan akhirnya dengan otonomi daerah maka para pimpinan otonomi daerah itu dengan kreativitasnya, dengan jiwa inovasinya bisa meningkatkan daya saing masing-masing untuk ekonomi dan untuk meningkatkan kesejahteraan. Kalau sudah tercapai bagus kalau belum tercapai harus mulai kita lakukan pembenahan dan perbaikan yang sungguh-sungguh.
Berkali-kali saya mengatakan Kepala Daerah sekarang ini Gubernur, Bupati, Walikota tidak hanya berfungsi sebagai administrator, tetapi dengan otonomi daerah dengan globalisasi, dengan dinamika yang sangat tinggi dari ekonomi di kawasan, seorang kepala daerah juga seorang innovator, pembaharu dengan idenya, dengan pikirannya, dengan gagasannya menguasai ekonomi, menguasai dunia usaha, mengerti peluang. Dengan demikian dengan otonomi daerah, kemajuan dan daya saingnya akan meningkat. Itu tujuannya dan itu yang harus kita evaluasi.
Kalau saya ditanya apakah sudah baik-baik saja permasalahan otonomi daerah itu, apakah semuanya sudah baik, saya katakan belum, tapi itu tidak usah cemas, negara lain pun begitu dalam proses desentralisai dan devolusi memerlukan waktu belasan bahkan puluhan tahun, kita belum lama baru sekitar 10 tahun. Mari dengan sadar dengan niat yang baik kita terus sempurnakan pelaksanaan otonomi daerah ini, banyak yang harus dihadirkan agar lebih jelas misalnya pembagian urusan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah tingkat Provinsi, dan Pemerintah Daerah tingkat Kabupaten dan Kota, kita sudah terbitkan Peraturan Pemerintah, sudah saya tanda tangani. Pembagian urusan itu, mari kita jalankan dengan sebaik-baiknya agar efektif, agar efisien, agar cepat dan tepat dalam realisasinya.
Kita juga memerlukan ukuran para Bupati, Walikota, Gubernur dipilih oleh rakyat sebagaimana halnya Presiden dan Wakil Presiden, kita juga harus bertanggung jawab kepada rakyat, akuntabel kepada rakyat. Namun Bupati, Walikota, Gubernur bagian dari pemerintahan, saya Kepala Pemerintahan sebagai seorang Presiden tentu saya harus memiliki perangkat bagaimana menilai keberhasilan pemerintahan daerah, peraturan pemerintahnya sudah kita keluarkan, mari kita jalankan. Sebagaimana saya, saya bertanggung jawab kepada pemerintahan dan juga bertanggung jawab kepada rakyat, demikian juga saudara-saudara Gubernur, Bupati, dan Walikota tanggung jawab ini mari kita jalankan dengan sebaik-baiknya.
Dan akhirnya menyangkut otonomi daerah pembangunan itu adalah proses berkelanjutan, tidak pernah berhenti kita membangun, tidak pernah berhenti kita meningkatkan mensejahterakan rakyat. Kesejahteraan rakyat dinilai apakah dari tahun ke tahun, dari dasawarsa ke dasawarsa rakyat kita bertambah, baik kesejahteraannya, kebutuhan pangannya, sandangnya, papannya, pendidikannya, kesehatannya, lingkungan hidupnya, rasa amannya dan lain-lain. Mari kita semua, mulai dari saya, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Camat sampai kepala desa dan jajaran pemerintahan yang lainnya, terus memikirkan semua itu bekerja keras siang dan malam agar kesejahteraan rakyat betul-betul terus dapat kita tingkatkan.
Saudara-saudara hadirin yang saya muliakan,
Menyangkut peresmian jembatan Rumpyang Barito Kuala ini contoh yang baik, jembatan yang panjangnya sekitar 1 kilometer saya lihat fotonya, konstruksi bangunannya membanggakan dan ini dapat kita wujudkan karena paduan-paduan biaya dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota. Alhamdulillah, saya berharap dengan diresmikannya hari ini segera bisa dipakai sehingga ekonomi antara Banjarmasin dan Maraban bisa berlangsung dengan baik.
Kemarin waktu saya terbang dari Palangkaraya ke Banjarmasin, di Bandar Udara saya bertemu dengan Pak Gubernur. Pak Gubernur mengatakan ”Pak Presiden ini sudah bisa diresmikan jembatan Rumpyang Barito Kuala” saya bilang ”Sudah siap betul?” ”Sudah.” Kebetulan Menteri PU Pak Joko Kirmanto ada, beliau saya ajak bicara, Pak Joko ”Ini sudah siap tinggal tunggu peresmian.” ”Gak usah nunggu-nunggu besok pun jadi”.
Jadi jangan sampai hanya menunggu gunting pita Presiden datang lagi bulan depan, minggu depan pakai biaya lagi dan lain-lain, tidak pakai, besok jadi. Alhamdulillah, hari ini kita resmikan segera bisa dipakai oleh masyarakat.
Jalan lintas Kalimantan (Trans Kalimantan) kemarin sambil terbang dari Palangkaraya ke Banjarmasin saya lihat petanya. Saudara-saudara memang lintas Selatan itu sudah dalam tahap pengerjaan, tidak ada satu ruas pun, satu ruas jalan pun, yang belum dikontrakkan dan akan dijalankan. Saya ingin dipercepat dan sesuai dengan yang disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, di sini hadir Gubernur Kalimantan Barat, di sini juga hadir Gubernur Kalimantan Timur juga hadir, Kalimantan Tengah sudah ketemu saya kemarin. Kalimantan Selatan, mari kita percepat paling tidak lintas Selatan dulu, kemudian tahapan berikutnya nanti lintas Tengah, dan kemudian pada saatnya nanti lintas Utara.
Listrik betul menjadi persoalan banyak pihak saudara-saudara, listrik ini sejak Indonesia merdeka, sejak mendiang Bung Karno 2 tahun yang lalu jumlahnya itu baru 25.000 Megawatt. Dulu cukup 20 tahun yang lalu cukup, 10 tahun yang lalu sudah pas-pasan nah sekarang karena ekonomi tumbuh dengan baik, industri tumbuh dengan baik, rumah tangga juga demikian listriknya kurang, 10 tahun kita tidak menambah. Oleh karena itulah sekarang sedang kita lakukan pembangunan pembangkit listrik yang baru kita tambah 10.000 mega watt yang Insya Allah mulai tahun depan 2010 itu kan sudah bertambah. Tapi itu pun belum cukup akan terus kita tambah dengan investasi baik dari dalam maupun luar negeri.
Saya minta para Bupati, Walikota, Gubernur bersama-sama kami, aktif untuk betul-betul bisa membangun pembangkit listrik yang baru ini. Kalimantan Selatan kaya dengan batubara, mari kita gunakan potensi yang ada disini untuk membangun PLTU. Saya meminta karena harga batubara di luar negeri tinggi, cukupkan dulu keperluan dalam negeri. Semua mulai Bupati, Walikota, Gubernur Menteri terkait, sampai saya, mari mengutamakan keperluan dalam negeri, cukup dulu baru kita melakukan ekspor dengan jumlah yang tepat, begitu tadi seperti spanduk, kami cinta NKRI, NKRI dulu baru negara lain.
Saudara-saudara,
Kita ingin menyukseskan PNPM Mandiri, mengapa? Kita semua tahu di negeri kita masih ada saudara-saudara kita yang miskin, sebagaimana di negara-neara lain juga masih ada, bahkan sebagian masih banyak yang miskin. Inilah tugas kita tugas semua untuk dari tahun ke tahun, terus menerus mengurangi kemiskinan, dengan program yang nyata, dengan tindakan yang nyata, kita semua, ada tiga cara menanggulangi kemiskinan dan saya minta kita sukseskan bersama, temasuk pemimpin yang di depan, para Bupati, para Walikota dengan jajarannya. Cara pertama bagi yang sungguh miskin, atau sangat miskin mereka adalah saudara-saudara kita yang tidak berdaya, oleh karena itulah kita berikan bantuan secara langsung, bantuan langsung masyarakat, jumlahnya besar bertrilyun-trilyun rupiah.
Misalnya beras untuk mereka rakyat miskin, pengobatan gratis untuk mereka askeskin, pendidikan gratis bagi yang miskin dengan pos yang lain-lain, subsidi dan banyak lagi yang tujuannya memberikan bantuan langsung karena mereka tidak berdaya, ini ibaratnya kita kasih ikannya, belum bisa di kasih kailnya. Suatu saat makin baik, makin baik, tidak dengan ikan terus-menerus. Yang kedua, bagi yang kedua kita kasih kailnya, inilah yang di sebut PNPM Mandiri, diberdayakan masyarakat lokal dengan jumlah yang besar.
Tahun ini sekitar empat ribu Kecamatan, kita berikan dengan nilai dua sampai tiga milyar perkecamatan, tahun lalu sekitar tiga ribu Kecamatan, tahun depan semuanya lima ribu tujuh ratus Kecamatan, dengan rata-rata tiga milyar. Untuk apa? Untuk membangun secara lokal, memajukan program pemerintah dengan kehendak inisiatif maunya masyarakat setempat.
Pengalaman dua tahun ini, satu tahun lebih ini, hasilnya baik. Mari kita lebih sukseskan, diberdayakan tumbuh ekonomi lokalnya, tumbuh fasilitas, pendidikan, kesehatan dan lain-lain, namanya kita berdayakan dengan memberikan kail. Yang ketiga agar lebih kuat lagi, agar semua usaha yang di lakukan rakyat kita, yang kecil sekali atau mikro yang kecil dan yang menengah di seluruh Indonesia, tadi disaksikan siapa-siapa yang menerima itu, maka kita alirkan kredit usaha rakyat, dengan persyaratan yang sangat dipermudah. Pemerintah mengeluarkan Rp 1,4 triliun, yang itu bisa memberikan jaminan lain, angunan lain, agar apa yang dipinjam oleh saudara-saudara kita lebih mudah dan lebih pasti.
Saya meminta perbankan kita, alirkan lebih banyak lagi kredit usaha rakyat itu. Sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya, jangan hanya kredit yang miliaran, tapi kredit yang kecil-kecilpun penting, Rp 1 juta, Rp 2 juta, Rp 5 juta, Rp 10 juta, Rp 50 juta, Rp 100 juta, Kalau usaha kecil mikro menengah bergerak, koperasi bergerak, hampir pasti income atau pendapatan bertambah, dan hampir pasti setelah itu kemiskinan berkurang. Saya minta mari kita sukseskan kedua program ini PNPM Mandiri dan kredit usaha rakyat di seluruh tanah air, ditambah dengan bantuan langsung pemerintah tadi, agar ke depan kesejahreaan rakyat kita betul-betul meningkat, dan juga kemiskinannya berkurang.
Hadirin yang saya cintai,
Pameran produk unggulan, saya dukung, kerajinan itu termasuk ekonomi produk budaya, termasuk ekonomi kreatif, itu sangat penting, Indonesia itu unggul, luar biasa kemampuannya, tidak kalah dengan perajin-perajin dari negara lain. Dua hari yang lalu saya buka pameran di Jakarta, bertambah besar, pesertanya bertambah banyak, transaksi jual belinya juga bertambah meningkat. Tahun lalu sumbangan indusri kerajinan, itu naik menjadi 19,5%, dengan total nilai 620 juta dolar, sama dengan Rp 6 triliun. Industri, industri perhiasan, saya kira Kalimantan bisa memproduksi perhiasan-perhiasan itu, itu naik 36,6% dengan sumbangan 953 juta dolar, sekitar Rp 9 triliun.
Karena perkembangannya baik, saya meminta Saudara-saudara di seluruh Indonesia untuk menggalakkan industri kerajinan ini. Gunakan kredit usaha rakyat gunakan bimbingan, keahlian semua, agar desainnya, mutunya bagus, kalau desain dan mutunya bagus seperti kemarin saya bangga sekali dengan produk-produk kita luar biasa, itu akan mudah dipasarkan baik di dalam negeri maupun di luar ngeri. Mari kita bangkitkanekonomi kreatif, ekonomi produk budaya, dan industri kerajinan ini.
Hadirin sekalian,
Yang terakhir, sebelum saya akhiri sambutan saya, saya titip kepada Saudara semua, dunia sedang tidak bersahabat, tiba-tiba harga minyak di dunia melejit, meroket ke awang-awang. Tiba-tiba harga pangan juga ikut melonjak tajam. Semua negara di dunia ini menghadapi pukulan ekonomi akibat kenaikan harga minyak dan harga pangan. Saya sudah menyampaikan beberapa saat yang lalu menghadapi itu semua tidak perlu panik, tidak perlu putus asa, tidak perlu gelap kita, tetapi mari kita satukan pemikiran, satu langkah dan upaya untuk mengatasi masalah itu. Masalah itu bukan hanya dihadapi oleh bangsa kita tapi juga bangsa lain.
Pertama untuk energi, kita harus mengembangkan sumber energi selain minyak, banyak yang bisa kita kembangkan. Yang kedua, mari kita lakukan penghematan, bangsa kita boros energi, boros BBM, boros listrik, bahkan boros air bersih. Kalau begini caranya hidup kita, ekonomi kita tidak tumbuh baik, kesejahteraan kita juga tidak meningkat tajam. Mari kita menjadi bangsa yang hemat.
Saya instruksikan kepada para Bupati, Walikota dengan jajarannya, untuk mengawasi langkah-langkah penghematan ini, terutama mereka yang selama ini boros, banyak yang hemat, saya berterima kasih dan saya bangga, tapi ada saudara kita yang masih boros, bikin mereka hemat agar saudara-saudaranya yang lain ikut mendapatkan keuntungan dari penghematan itu.
Yang kedua, pangan, solusinya satu, mari kita tingkatkan produksi pangan, alhamdulillah, bera kita sudah mulai cukup, bahkan lebih sedikit, mari kita teruskan meningkatkan produksi. Jagung masih kurang sedikit, gula sudah lumayan, kedelai masih jauh, daging sapi masih belum, daging ayam sudah, telur sudah. Yang sudah terswasembada kita pertahankan, yang belum mari bersama-sama kita tingkatkan, insya Allah bisa. Bisa tanah kita luas, iklim kita baik, mari kita cegah banjir, dengan menghidupkan kembali hutan kita, jangan digunduli, illegal logging kita penjarakan, supaya tidak merusak lingkungan kita. Saya sudah menginstruksikan secara tegas, siapapun yang terlibat illegal logging, siapapun harus diadili, jangan main-main. Lingkungan rusak, iklim berubah, kemarau panjang, banjir, tanah longsor, uang kita lari ke luar negeri, negara dirugikan, gigit jari, dan lain-lain.
Saudara-saudara kita yang selama ini berusaha di perkayuan, yang tidak tahu kalau kegiatannya salah, mari kita carikan lapangan pekerjaan yang lain, kita arahkan, kita bombing, bantu mereka, agar mereka menjalankan profesi yang benar. Tugas kita semua, kita lawan kejahatannya, kita selamatkan saudara-saudara kita, supaya mereka tetap memiki pencaharian, mata pencaharian.
Kesimpulannya menghadapi krisis energi, krisis minyak, krisis pangan, mari kita tingkatkan produksi dalam negeri, pangan kita, mari kita ragamkan BBM kita, mari kita menjadi bangsa yang hemat, itulah solusinya, itulah jawabannya.
Hadirin yang saya hormati,
Dengan pesan, harapan dan ajakan seperti itu, dengan terlebih dahulu mohon ridho Allah SWT, seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Jembatan Rumpian Barito Kuala kita resmikan penggunaannya dan Pameran Produk Unggulan Daerah se-Kalimantan saya nyatakan dibuka.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



