Pidato Presiden

Sambutan Peresmian Proyek Infrastruktur dan PNPM Mandiri

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PROYEK INFRASTRUKTUR DAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI (PNPM)
SURABAYA, PROVINSI JAWA TIMUR
27 APRIL 2007



Bismillahirrahmanirrrhim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati Saudara Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perumahan Rakyat dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Saudara Ketua Komisi V DPR RI dan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga-lembaga Pemerintah Non Departemen, Pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara, Pimpinan Cabang-cabang Usaha Swasta,
Yang saya cintai Saudara Gubernur Jawa Timur dan para Pimpinan dan Pejabat yang bertugas di Jawa Timur, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif maupun dari TNI dan POLRI, para Konsul Jenderal yang bertugas di Surabaya,
Yang saya cintai dan saya muliakan para Ulama, para Tokoh Masyarakat, para Pemuka Adat,
Yang saya hormati para Pimpinan Organisasi Politik dan Organisasi Kemasyarakatan,
Yang saya cintai para Petani, para Nelayan, para Pengusaha Mikro, Pengusaha Kecil dan Pengusaha Menengah,

Hadirin sekalian yang saya muliakan.
Pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak Saudara-saudara semua untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan semoga kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta. Kita juga bersyukur hari ini dapat menghadiri dan menyaksikan beberapa kegiatan penting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, utamanya saudara-saudara kita yang berada di Jawa Timur.

Hadirin yang saya hormati,
Mendengarkan dengan seksama apa yang telah disampaikan oleh Saudara Gubernur Jawa Timur dan Saudara Menteri Pekerjaan Umum tadi, kita mengetahui bahwa kita hadir di tempat ini adalah pertama-tama untuk mengikuti penggunaan secara resmi infrastruktur atau prasarana yang diperlukan oleh masyarakat.

Pertama adalah Jalan Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda, dan yang kedua adalah Rumah Susun Sederhana Sewa. Ada dua macam rumah susun, Rumah Susun Sederhana Milik, dimiliki, dibeli. Yang kedua, Rumah Susun Sederhana yang disewa, karena barangkali belum punya kemampuan untuk membeli. Yang ketiga, kita juga menyaksikan tadi upaya bersama kita untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui bantuan Pemerintah, agar dengan bantuan itu masyarakat bisa ditingkatkan kesejahteraannya, dan dengan demikian kemiskinan akan terus dapat kita turunkan. Yang keempat, kita juga menyaksikan pemberian Kredit Usaha Rakyat bagi pengusaha mikro, pengusaha kecil, dan pengusaha menengah agar ekonomi kerakyatan terus bangkit dan insya Allah dengan kebangkitan usaha mikro, kecil dan menengah itu, kemiskinan itu juga akan dipercepat penurunannya.

Hadirin yang saya hormati,
Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Saudara Gubernur Jawa Timur, para Bupati dan para Walikota dan semua masyarakat Jawa Timur akan prestasi yang banyak sekali diukir oleh Jawa Timur. Saya sering menyebutnya yang namanya penghargaan atau prestasi itu bagi Jawa Timur langganan. Di Istana Negara setiap kali saya menyerahkan penghargaan, piala, salah satu yang paling sering mendapatkan penghargaan itu adalah Jawa Timur.

Yang kedua, saya juga senang dan ikut berbahagia, ekonomi di Jawa Timur terus tumbuh. Berarti sesungguhnya sektor riil pun juga terus bangkit, meskipun masih harus terus kita dorong. Sumbangan Jawa Timur terhadap negara yang disebut dengan Pendapan Domestik Bruto Daerah atau PDRB yang jumlahnya Rp 500 triliun, itu cukup besar karena secara nasional jumlah PDB kita, Pendapatan Domestik Bruto, pendapatan negara kita katakanlah adalah Rp 4.000 triliun. Dari Rp 4.000 triliun itu yang Rp 500 triliun dihasilkan oleh Jawa Timur.

Saya juga senang kemiskinan terus berkurang, pengangguran terus berkurang. Tapi jangan cepat-cepat puas, teruslah bekerja siang dan malam untuk meningkatkan kesejahteraan, menurunkan kemiskinan yang ada di Provinsi ini. Pengangguran demikian juga harus terus diciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi, lebih luas lagi. Pangan utamanya padi dilaporkan oleh Gubernur Jawa Timur, insya Allah bisa surplus. Surplus 3 juta itu juga sumbangan yang luar biasa, karena produksi nasional padi kita 58 juta ton. Kalau surplus dari Jawa Timur terus meningkat, berarti surplus nasional insya Allah juga akan bertambah, maka amanlah negara kita dari segi pangan.

Saudara-saudara,
Dengan prestasi ini, janganlah membuat Jawa Timur menjadi sombong, tidak perlu, justru dengan prestasi itu ibarat ilmu padi, makin berisi makin tunduk. Sambil memohon ridho Allah SWT, bekerja lebih keras lagi agar dapat lebih banyak lagi yang dicapai oleh Provinsi ini.

Saudara-saudara,
Menyangkut peresmian infrastruktur dengan akan segera diresmikannya Jalan Tol Simpang Susun Waru-Bandara-Sidoarja yang tadi kita lihat tayangannya di depan ketika Menteri Pekerjaan Umum menyampaikan laporannya, tentu akan memperlancar roda ekonomi, membikin efisien semua kegiatan ekonomi, membikin nyaman saudara-saudara kita yang menggunakan jalan, berarti itu juga meningkatkan keadilan sosial bagi rakyat kita. Tolong setelah diresmikan, dipelihara baik-baik dan digunakan dengan baik pula, karena biaya yang dikeluarkan oleh negara, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah tidak kecil. Kita ingin terus membangun infrastruktur di seluruh Indonesia secara bertahap, kalau serentak tidak mampu negara kita. Negara lain pun membangun infrastruktur juga secara bertahap.

Saudara-saudara,
Sebagaimana disampaikan oleh Saudara Gubernur, Saudara Menteri Pekerjaan Umum seringkali pembangunan infrastruktur menjadi lambat, terhambat karena persoalan pengadaan lahan atau tanah. Saya menyerukan, mengajak kepada masyarakat luas, karena seperti jalan dan beberapa infrastruktur itu untuk kepentingan umum, sekali lagi untuk kepentingan umum, supaya dilayani lebih baik, rumah sakit misalnya, bendungan supaya tidak banjir, maka marilah kita bekerja sama dalam pengadaan lahan atau tanah. Dulu memang banyak cerita, ketika pembebasan tanah, rakyat dirugikan karena ada korupsi, manipulasi dan lain-lain. Sekarang kita bertekad jangan sampai ada penyimpangan, berikan haknya kepada rakyat yang tanahnya akan digunakan untuk kepentingan publik.

Kita terus memperbaiki proses dan mekanismenya, sehingga kalau untuk kepentingan umum, saya minta kesadaran masyarakat luas setelah mendapatkan penggantian yang baik, yang pantas, yang tepat, kiranya bisa diberikan. Kalau itu bisa dibangun, semua mendapatkan kenyamanan. Jangan sampai di negeri ini, pembangunan infrastruktur berhenti, karena tidak bisa disediakan tanah, bukan karena pemiliknya, karena spekulan tanah. Dia mendapatkan keuntungan bermilyar-milyar rupiah, tapi masyarakat susah, negara juga tidak bisa berkembang, karena kurangnya infrastruktur. Mari kita cerdas dan sadar, yang kita utamakan kepentingan umum, kepentingan pemilik tanah itu, dan bukan kepentingan mereka-mereka yang menangguk keuntungan yang tinggi dengan jalan berspekulasi atas tanah-tanah itu. Lawan para spekulan tanah yang menghambat pembangunan infrastruktur.

Saudara-saudara,
Simpang Susun Waru insya Allah akan segera kita resmikan, sekali lagi saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada semua yang membangun, termasuk saudara-saudara kita yang juga telah menyediakan tanahnya dengan penggantian yang layak.

Rumah Susun Sederhana Sewa yang tadi disampaikan ada 5 bangunan kembar di Kabupaten Sidoarjo dan di Kabupaten Gresik. Saya berharap segera bisa dioperasikan. Kita akan terus membangun rumah-rumah susun sederhana seperti itu di seluruh tanah air, utamanya di kota-kota besar yang tidak memungkinkan lagi rumah sederhana dibangun secara horisontal. Pastikan bahwa rumah susun itu memperhatikan lingkungan yang baik, sehingga kota tidak kekurangan tempat atau ruang yang hijau, tempat bermain, tempat olahraga dan lain-lain, karena rumah susun kita bangun secara vertikal. Rumah susun seperti ini kita peruntukkan golongan menengah ke bawah yang penghasilannya masih belum tinggi. Dengan cara itulah, apakah dia bisa menyewa atau bisa membeli dengan cicilan, dengan harapan lebih banyak lagi saudara-saudara kita memiliki rumah.

Ingat Saudara-saudara, kewajiban negara, kewajiban Pemerintah terus-menerus meningkatkan kesejahteraan rakyat. Rakyat makin sejahtera dari tahun ke tahun, apabila pangannya makin dicukupi, sandangnya, papannya atau rumahnya layak huni, pendidikan, kesehatan, lingkungan yang baik, rasa aman dan seterusnya. Kita akan terus melakukan semuanya itu, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota.

Saya menyerukan kepada Saudara-saudara di seluruh Indonesia, jangan terlalu cepat meninggalkan kampung halaman menuju ke kota apabila belum ada kepastian untuk dapat hidup baik. Saya sering berkeliling ke Indonesia, ke kampung-kampung, ke gunung-gunung, ke desa-desa, justru saya melihat banyak kehidupan mereka yang jauh lebih baik dibandingkan kehidupan saudara-saudara kita yang ada di kota-kota yang tidak memiliki penghasilan yang tetap. Oleh karena itu, marilah kita lakukan pengelolaan yang baik, dengan demikian seimbang antara penduduk yang ada di kota dengan penduduk yang ada di perdesaan.

Tadi disampaikan masyarakat Jawa Timur ingin segera Jembatan Suramadu selesai. Insya Allah tahun depan bisa kita selesaikan. Tahun lalu, saya datang ke Surabaya, ke Pasuruan, ke Bangkalan untuk mengecek langsung karena beberapa tahun terhenti dan terhambat. Kita merumuskan secara bersama, kita ajak bicara Pemerintah Daerah, kita ajak bicara ulama segala macam, kita satukan pikiran kita. Dengan harapan setelah dibuka jembatan ini, semua tumbuh dengan baik, baik di Madura maupun di sisi Surabaya, tetapi tanpa merusak adat istiadat, keagamaan dan tradisi masyarakat yang harus kita pertahankan. Itulah yang segera ingin kita capai.

Kemudian lintas Selatan Jawa Timur, saya juga berharap segera bisa direalisasi. Saya berasal dari Pacitan, dilahirkan dan dibesarkan di Pacitan, jalannya masih belum bagus, mulai dari Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang Selatan sampai Banyuwangi. Setelah Utara bagus, Tengah bagus, maka kewajiban kita yang Selatan, tolong dibikin bagus pula supaya lebih adil kehidupan di Jawa Timur ini.

Saudara-saudara,
PNPM Mandiri, apa PNPM itu? Program untuk memberdayakan masyarakat lokal. Dulu namanya Program Pembangunan Kecamatan. Beberapa tahun yang lalu, kita evaluasi karena belum efektif benar, masih ada yang tumpang tindih, masih ada yang tidak mencapai sasaran, kita integrasikan, kita bangun design baru yang kita sebut dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat. Tujuannya apa? Tujuannya tiada lain mengurangi kemiskinan, tujuannya meningkatkan kesejahteraan.

Saudara-saudara,
Di negeri kita masih ada saudara-saudara kita yang miskin, jumlahnya sekitar 36 juta. Negara lain juga banyak yang masih miskin. Banyak negara yang kemiskinannya lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Oleh karena itu, kita tidak pernah akan berhenti untuk berupaya menurunkan kemiskinan. Menurunkan kemiskinan tidak cukup hanya dibicarakan, didebatkan, seminar-seminar, tetapi harus dilaksanakan secara konkret melalui program-program konkret, dengan anggaran yang konkret pula.

Cara mengurangi kemiskinan dan cara meningkatkan kesejahteraan rakyat, kita bangun, kita laksanakan dalam 3 bentuk yang saya sebut dengan cluster. Bentuk pertama adalah perlindungan dan bantuan sosial. Apa itu? Memberikan bantuan langsung kepada rumah tangga, masyarakat yang memang tidak mampu, tidak berdaya. Ibarat orang mengatakan bantuannya itu kita berikan ikannya, belum kailnya, karena belum bisa memancing, tidak berdaya. Kita keluarkan anggaran bertrilyun-trilyun rupiah membantu secara langsung, misalnya beras untuk saudara kita yang masih miskin, gratis berobat bagi mereka yang miskin, gratis untuk mengikuti pendidikan bagi yang miskin, terutama wajib belajar. Kemudian ada bantuan langsung tunai bersyarat, kemudian ada bantuan-bantuan lansia, saudara kita yang lanjut usia, subsidi dan lain-lain yang kita berikan secara langsung. Itu namanya cluster atau bentuk perlindungan dan bantuan sosial, pertama.

Untuk yang kedua, ya PNPM Mandiri ini. Kita alirkan dana dengan jumlah yang cukup besar, diserahkan kepada Kecamatan dengan Desa-desanya untuk bisa bersama-sama mewujudkan pembangunan di komunitas itu. Masyarakat kita makin cerdas, makin berdaya, makin kreatif, harus kita berdayakan. Tahun lalu ada sekitar 3.000 Kecamatan yang kita berikan bantuan. Tahun ini sekitar 4.000 Kecamatan, Insya Allah tahun depan semuanya 5.700 Kecamatan. Masing-masing Kecamatan tahun depan akan sekitar Rp 3 miliar, tahun ini Rp 2-3 miliar.

Pesan saya jangan belok kemana-mana itu uang, harus sampai di Kecamatan, sampai di Desa, gunakan dengan baik, ajak semua untuk memikirkannya. Yang saya lihat di banyak tempat cukup berhasil, cukup berhasil. Saya yakin Jawa Timur akan lebih berhasil, karena penduduknya lebih bersemangat dan lebih rajin. Itu namanya PNPM.

Yang ketiga namanya bantuan atau bentuk agar usaha rakyat yang kecil-kecil, tadi kita saksikan di sini yang memerlukan modal Rp 1 juta, Rp 2 juta, Rp 5 juta, Rp 10 juta dan seterusnya, itu bisa kita berikan pinjaman, tanpa terlalu banyak agunan, karena Pemerintah telah mengeluarkan uang Rp 1,4 triliun dengan kelipatan tertentu untuk memudahkan saudara-saudara kita mendapatkan pinjaman, jumlahnya sekarang sudah lebih dari Rp 3,5 triliiun mengalir. Saya minta Pimpinan Bank alirkan lebih banyak lagi, lebih luas lagi, sehingga saudara-saudara kita bisa menjalankan usahanya. Kalau usahanya berjalan, Insya Allah pendapatan bertambah. Kalau pendapatan bertambah, hampir pasti kemiskinan berkurang. Inilah yang kita sebut dengan Kredit Usaha Rakyat.

Tiga bentuk itu, cluster perlindungan dan bantuan sosial, cluster pemberdayaan masyarakat, dan cluster Kredit Usaha Rakyat, mari kita sukseskan bersama. Semua pemimpin di negeri ini, mulai saya, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa, semua bertanggung jawab. Jangan karena faktor-faktor tertentu tidak dijalankan, kasihan rakyat. Kini kita pikirkan dalam-dalam untuk terus-menerus meningkatkan kesejahterahan mereka.

Saya senang bahwa hari ini, kita bisa menyerahkan Rp 808 miliar, Pak Gubernur, segera diarahkan pada Kecamatan-kecamatan untuk menggunakan. Kita juga senang, tadi para Pimpinan Bank menyerahkan Rp 690 miliar untuk lebih dari 80 nasabah, laksanakan dengan baik.

Saudara-saudara yang saya cintai,
Ada 2 isu besar dewasa ini, dunia sedang tidak bersahabat, dunia sedang ngadat, karena tiba-tiba harga minyak dunia meroket, harganya setinggi langit, tiba-tiba harga pangan di dunia melonjak dengan tajam. Hampir semua negara mendapatkan pukulan secara ekonomi, termasuk negara kita. Tetapi saya mengajak seluruh rakyat Indonesia tidak perlu sangat cemas, tidak perlu putus asa, tidak perlu kehilangan semangat. Marilah semua persoalan itu, kita hadapi dengan tegar. Pemerintah telah, sedang dan akan terus melakukan upaya untuk mengatasi masalah ini.

Sebagai contoh, kalau harga pangan dunia mahal, maka kita lakukan stabilisasi harga, agar harganya tidak terus naik dengan menggunakan APBN yang jumlahnya tidak sedikit. Karena pangan penting, kita tingkatkan produksi dalam negeri, beras, jagung, kedelai, daging sapi, daging ayam, telur dan lain-lain, sebagaimana tadi disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur. Solusinya begitu. Indonesia tidak akan berubah kalau bukan kita yang merubahnya. Tidak ada yang menolong negeri kita mengatasi pangan kecuali kita sendiri.

Minyak, bahan bakar demikian juga harganya selangit. Oleh karena itu, kita tata sekarang, kita mencari solusi, agar APBN kita selamat. Namun kita sadar, kalau kita hanya menggantungkan BBM saja yang dari fosil, yang dari bawah tanah itu, harganya memang tinggi sekali. Mari kita gunakan sumber-sumber energi lain dan yang tidak kalah pentingnya, mari kita menjadi bangsa yang hemat energi. Bangsa kita sekarang belum hemat energi, bangsa kita terkenal boros energi.

Mulai sekarang yang berhamburan menggunakan energi bahan bakar minyak, listrik, air dan sebagaimana, berhentilah. Pikirkan semua di negeri ini, rakyat kita. Saya menginstruksikan kepada jajaran Pemerintah, kantor-kantor, gedung-gedung instansi, TNI, POLRI, semuanya lakukan penghematan dengan baik listrik, bahan bakar minyak dan air. Saya mengajak para pengusaha-pengusaha besar di negeri ini yang menggunakan energi yang besar pula, lakukan penghematan. Dengan demikian, negara kita akan selamat.

Itulah cara cerdas kita meskipun tidak ringan, saya harus jujur mengatakan kepada rakyat Indonesia, masalah ini berat sebagaimana beratnya negara-negara lain menghadapi masalah-masalah ini. Tapi marilah kita bersatu, marilah kita bersama-sama mengatasi masalah ini sambil memohon ridho Allah SWT agar diberikan jalan, diberikan kemudahan, diberikan tuntunan agar semua masalah dapat kita atasi dengan baik.

Saudara-saudara, Hadirin sekalian yang saya cintai,
Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Dan akhirnya dengan ajakan, pesan dan harapan saya itu, dengan terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, memohon ridho-Nya, seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, maka Jalan Tol Simpang Susun Waru-Bandara-Sidoarjo dan Rumah Susun Sederhana Sewa di Kabupaten Gresik dan Sidoarjo dengan resmi saya nyatakan penggunaannya.



Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan