


Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat, 2 Mei 2008
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
SILATURAHMI DENGAN PEKERJA/BURUH, PENHGURUS SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH, PENGURUS APINDO, LEMBAGA KERJASAMA TRIPARTIT DAN PENGRAJIN PAHATAN SE-KABUPATEN MAGELANG, SERTA PENYERAHAN BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT PNPM DAN KUR
DESA MERTOYUDAN, KECAMATAN MERTOYUDAN, KABUPATEN MAGELANG,
2 MEI 2008
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Jawa Tengah, Saudara Bupati Magelang dan para Bupati se-Jawa Tengah yang hadir, serta para Pimpinan dan Pejabat yang bertugas di Jawa Tengah dan di Magelang, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan POLRI,
Yang saya hormati para Pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara,
Yang saya hormati para Pimpinan Konfederasi, Federasi dan Serikat Pekerja pada tingkat Nasional maupun tingkat Daerah,
Yang saya hormati para Pimpinan APINDO, Saudara-saudara anggota LKS Tripartit pada tingkat Nasional, Saudara Pimpinan PT Mekar Armada Jaya, Pimpinan PT Tidar Heritage Foundation, Saudara-saudara para Perajin Pahat Batu dan seluruh para Pekerja yang hadir pada acara ini yang saya cintai,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak Saudara sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan semoga senantiasa kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara kita. Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT, karena hari ini kita dapat bersama-sama bersilaturahim dengan para pekerja di Magelang, Jawa Tengah ini dalam rangka ikut memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2008 kemarin.
Tahun lalu pada Hari Buruh Internasional 1 Mei 2007, saya bersama para Pimpinan Konfederasi, Federasi dan Serikat-serikat Pekerja merayakan Peringatan Hari Buruh Internasional itu di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kami juga bertemu dengan para pekerja dan juga bertukar pikiran dengan para Pimpinan Serikat Pekerja membahas apa yang dapat kita lakukan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja kita di negeri tercinta ini.
Saudara-saudara,
Atas nama negara dan Pemerintah, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei. Saya memantau kemarin, Peringatan Hari Buruh itu yang dilaksanakan di Jakarta, di kota-kota besar dan kota-kota lain di Indonesia, jumlahnya cukup besar, acaranya bermacam-macam, ada yang berdoa, ada yang memberikan santunan sosial, ada acara hiburan, dan ada juga unjuk rasa yang saya nilai sebagai bagian dari para pekerja di negeri kita ini untuk bersama-sama merayakan Hari Buruh, dengan harapan tentu masa depan pekerja kita, masa depan mereka, insya Allah ke depan makin baik.
Saya dengar juga apa yang diungkapkan yang tentunya Pemerintah, para Pimpinan Dunia Usaha, kita semua juga patut mendengarkannya untuk bersama-sama mengembangkan satu sistem, satu undang-undang, satu peraturan, satu kebijakan yang baik, baik para pekerja, baik bagi dunia usaha, baik seluruh rakyat Indonesia. Saya baca misalnya persoalan outsourcing, persoalan kontrak kerja, persoalan upah buruh, persoalan kesejahteraan yang mesti makin baik, persoalan kenaikan harga pangan, situasi harga minyak dan lain-lain. Saya dengarkan itu, saya baca baik-baik, dan memang itulah yang sedang kita kelola sekarang ini, mencari jalan keluar, merumuskan cara-cara yang baik untuk kepentingan, bukan hanya pekerja, bukan hanya dunia usaha, tapi untuk kepentingan rakyat yang kita cintai bersama.
Hari ini, tanggal 2 Mei, jangan lupa kita juga memperingati Hari Pendidikan Nasional, karena bangsa kita tidak akan menjadi bangsa yang maju, tidak akan jadi bangsa yang unggul dan berdaya saing, apabila pendidikan kita kualitasnya tidak baik. Oleh karena itulah, karena hadir hari ini para Pimpinan, baik Pusat maupun Daerah, para pengelola pendidikan, mari mulai hari ini ke depan terus kita tingkatkan pengelolaan pendidikan di seluruh Indonesia, agar bangsa kita makin berjaya, makin berdaya saing, makin berkemampuan, agar mereka orang-seorang kehidupannya juga makin baik dan bagi bangsa, bangsa kita akan makin maju.
Saudara-saudara,
Setiap kali kita membahas persoalan ketenagakerjaan, sebagaimana yang tadi disampaikan Saudara Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan dalam batas tertentu juga disampaikan oleh Saudara Gubernur Jawa Tengah, sesungguhnya tujuan kita sama. Pertama, makin ke depan sesuai dengan kemampuan negara, sesuai dengan perkembangan dunia usaha, hak para pekerja kita dapat dipenuhi, kesejahteraan mereka terus dapat ditingkatkan. Dengan demikian, maka kehidupan para pekerja dengan keluarganya diharapkan makin baik.
Semua itu bisa kita wujudkan apabila dunia usaha juga terus tumbuh dan berkembang. Agar dunia usaha berkembang, sektor riil bergerak, maka iklim nasional harus baik, stabil, aman dan tertib. Kebijakan, peraturan yang kita keluarkan pun juga tepat untuk itu. Oleh karena itu, tentu diperlukan pula pekerja-pekerja kita yang makin produktif dan makin berdaya saing.
Semua harus bersatu, hubungan tripartit, dunia pekerja, dunia usaha dan Pemerintah harus kita pikirkan secara bersama, agar semua tujuan itu bisa kita capai. Kalau ada perbedaan, kalau ada perselisihan, marilah kita carikan solusinya secara damai. Sepelik apapun persoalan yang kita hadapi itu, kalau hati kita jernih, pikiran kita bersih dan kita duduk bersama mencari solusi, merumuskan jalan keluar, Tuhan Yang Maha Kuasa akan memberikan jalan dan tercapailah, terumuskanlah jalan keluar atau solusi itu. Ini penting untuk menjadi semangat dan komitmen kita bersama, terus berkomunikasi, terus berkonsultasi, agar kalau ekonomi, insya Allah, makin tumbuh ke depan, demikian juga sektor riil dan dunia usaha, maka pertumbuhan itu mesti dinikmati hasilnya, manfaatnya oleh kita semua, para pekerja, para dunia usaha, Pemerintah atau negara dan akhirnya masyarakat luas.
Dengan semangat itulah, saya ingin terus dijalin komunikasi, konsultasi dan kerjasama sebaik baiknya, baik antar Pemerintah, serikat pekerja dan pimpinan dunia usaha, maupun manajemen perusahaan dengan pekerjaanya di masing masing usahanya itu. Dengan demikian, maka betul-betul kita bisa melangkah bersama untuk mencapai tujuan yang sama-sama kita kehendaki.
Saudara-saudara,
Terhadap apa yang disuarakan oleh saudara-saudara kita para pekerja kemarin di Jakarta dan di kota-kota besar yang lain, pertama-tama sudah saya sampaikan tadi, kita akan terus merumuskan, apakah itu Undang-undang, Peraturan Pemerintah, kebijakan, sistem, hubungan agar persoalan-persoalan itu dapat kita pecahkan secara bersama.
Yang kedua, terhadap apa yang disuarakan oleh sebagian dari rakyat kita, termasuk para pekerja tentang kenaikan harga pangan, demikian juga harga minyak, berkali-kali saya mengatakan, hari Rabu malam, saya juga menyampaikan pidato untuk didengar oleh seluruh rakyat Indonesia, bahwa apa yang dialami oleh negeri kita, yang juga dialami oleh bangsa-bangsa lain, negara-negara lain di dunia ini, akibat keadaan global, keadaan dunia yang tahun-tahun terakhir, bulan-bulan terakhir ini memang memberikan persoalan pada ekonomi, antara lain harga minyak yang meroket tinggi sekali, harga pangan juga melonjak tajam, keuangan global juga gonjang-ganjing, ekonomi dunia diperkirakan akan melambat, yang tentunya dampaknya akan dirasakan oleh semua bangsa.
Menyadari itu semua, Pemerintah telah, sedang dan terus akan mencari solusi, agar seberat apapun pukulan ekonomi ini akibat perkembangan dunia tidak di luar kemampuan kita untuk mengatasinya, untuk menanggungnya. Terhadap kenaikan harga pangan, saya sudah katakan yang telah dilakukan Pemerintah adalah kebijakan stabilisasi harga itu, agar tidak terus naik, kita ingin tahan, ingin stabilkan, kalau bisa sebagian kita turunkan, dengan demikian, tidak sangat membebani kehidupan rakyat kita.
Untuk kebijakan stabilisasi harga ini, kita keluarkan anggaran negara bertrilyun-trilyun, kita berikan berbagai bentuk bantuan, sekali lagi untuk meringankan beban saudara-saudara kita. Tetapi itu hanya jangka pendek. Jangka menengah dan jangka panjang yang harus kita lakukan, ya meningkatkan produksi pangan di negeri ini. Insya Allah itu bisa kita lakukan, contohnya produksi beras dan padi dengan usaha yang sangat keras 2 tahun terakhir ini, kita sudah bisa berswasembada, cukup aman dan bahkan kalau tidak ada aral melintang, kita mulai bisa surplus lebih dari yang kita butuhkan. Dengan contoh sukses peningkatan produksi beras ini, kita mungkin bisa meningkatkan produksi yang lain, kedelai, jagung, daging sapi dan gula dan komoditas yang lain.
Mari kita bersatu para Pimpinan Daerah, Pemerintah Pusat, dunia usaha, komunitas petani, masyarakat luas untuk mendayagunakan lahan yang kita miliki dengan teknologi, dengan investasi, dengan pupuk, dengan penyuluhan, dengan benih yang bagus, sehingga makin ke depan produksi pangan kita makin meningkat, kita memiliki ketahanan pangan dan insya Allah suatu saat kita bisa justru menjual produk kita itu, setelah kita cukupi kebutuhan dalam negeri yang itu membawa kebaikan bagi ekonomi nasional. Itulah yang kita bantu, yang sedang kita laksanakan sekarang ini.
Minyak, kita semua tahu harganya setinggi langit, ya itulah keadaan dunia yang kadang-kadang kita pandang tidak adil, ada yang bermandi uang bertrilyun-trilyun rupiah karena situasi ini, ada negara-negara yang berpesta, perusahaan-perusahaan minyak dunia yang berpesta dengan sistem kapitalisme dan globalisasi yang sering tidak adil. Tapi itulah kenyataan yang kita hadapi. Oleh karena itu, kita pun juga tidak boleh putus asa, tidak boleh kita pesimis, terus mencari jalan keluar, sebagaimana yang dilaksanakan Pemerintah sekarang ini.
Kita ingin membatasi pemborosan bahan bakar minyak. Kita ingin menggalakan penghematan di negara kita ini. Kita ingin meningkatkan produksi yang masih bisa kita tingkatkan. Kita tidak ingin tergantung pada BBM dari fosil, kita gunakan sumber yang lain, gas, batubara, panas bumi, hydro, surya dan lain-lain. Ini usaha kita, agar gonjang-ganjing minyak ini tidak memukul habis ekonomi kita, kehidupan kita. Oleh karena itu, kita harus bersatu, bahu-membahu. Dunia usaha sekali lagi, Pemerintah, pekerja, masyarakat luas, lembaga pendidikan, lembaga research and development dan lain-lain, mari kita lakukan itu, sehingga apapun yang terjadi pada tingkat dunia, insya Allah kita bisa mengatasinya, tentu dengan apa namanya langkah-langkah yang ekstra keras yang harus kita lakukan.
Saudara-saudara,
Tadi kita menyaksikan upaya kita untuk terus meningkatkan kesejahteran rakyat, untuk terus mengurangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran, karena kemiskinan kita tahu semua itu bukan hanya dihadapi bangsa kita, juga dihadapi oleh bangsa-bangsa lain. Kemiskinan tidak muncul tiba-tiba, persoalan yang dari tahun ke tahun terus ingin kita turunkan jumlahnya. Yang kita perlukan adalah program nyata, aksi nyata, langkah-langkah nyata pada tingkat lapangan.
Program yang kita kembangkan, seperti bantuan langsung masyarakat yang disebut dengan perlindungan dan bantuan sosial juga menggunakan dana bertriliun-triliun rupiah untuk membebaskan berobat bagi yang miskin, untuk membebaskan biaya sekolah bagi yang miskin, bantuan beras untuk rakyat miskin, bantuan langsung tunai secara bersyarat, bantuan bagi yang mengalami bencana, bantuan kaum lanjut usia. Itu contoh bagaimana kita memberikan bantuan, agar kemiskinan terus berkurang dan kesejahteran setapak demi setapak meningkat. Ibarat falsafah ikan dengan kail, kita berikan ikan pada saudara kita yang sungguh memerlukan.
Bagi yang sudah mulai berdaya, kita gunakan Program PNPM Mandiri tadi dengan anggaran yang juga bertrilyun-trilyun rupiah, memberdayakan Rp 3 miliar per Kecamatan tahun depan, tahun ini Rp 2 sampai Rp 3 miliar. Tujuannya dengan anggaran itu, masyarakat lokal yang makin cerdas, makin berdaya, makin kreatif bisa membangun kepentingannya sendiri. Dan pengalaman kita tahun lalu, tahun ini itu berjalan dengan baik. Mari terus kita sukseskan, karena untuk rakyat kita. Ini ibarat kail yang kita berikan, agar mereka terus bisa memberdayakan dirinya sendiri, komunitas dan lingkungannya.
Masyarakat lagi yang kita saksikan tadi, bagaimana kita ingin menghidupkan, mengembangkan usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah, termasuk koperasi, jumlahnya jutaan di negeri kita ini sektor formal dan sektor informal. Kita ingin mereka tumbuh. Persoalan yang dialami di waktu yang lalu sulit mendapatkan pinjaman dari bank. Memang bank harus hati-hati, kalau bank tidak hati-hati, seperti 10 tahun yang lalu, krisis, negara tekor beratus-ratus trilyun, yang menderita kita. Bank harus teliti, harus cermat, tetapi jangan sampai ketelitian dan kehati-hatian bank itu membuat usaha mikro, kecil, menengah sulit mendapatkan pinjaman. Itu juga tidak benar. Oleh karena itulah, kita carikan jalan, carikan cara, ketemu antara lain Program Kredit Usaha Rakyat dengan pola penjaminan.
Pemerintah sesungguhnya yang ikut mempermudah mendapatkan pinjaman itu dengan mengeluarkan dana Rp 1,4 triliun, dengan harapan itu bisa sangat meringankan saudara-saudara kita untuk mendapatkan pinjaman modal. Dengan pinjaman modal itu yang terus mengalir, saya ingin makin banyak usaha mikro, yang jual pecel yang sering saya makan, yang jual bakso yang saya juga sering makan dan lain-lain, itu terus berkembang, termasuk yang di atas-atasnya.
Kepada para Pimpinan Bank, saya katakan, meskipun sudah keluar Rp 3,5 triliun sejak bulan November saya luncurkan program itu teruskan, perluas, perbanyak, sehingga lebih banyak lagi saudara-saudara kita di seluruh tanah air mendapatkan bantuan modal itu, sehingga usahanya tumbuh. Kalau usaha tumbuh, insya Allah pendapatan orang-seorang makin baik. Kalau pendapatannya makin baik, ya hampir pasti kemiskinan berkurang karena mereka dapat pekerjaan. Itulah upaya kita untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Saudara-saudara,
Ketika kita sedang melakukan langkah-langkah yang lebih efektif, lebih tepat meningkatkan kesejahteraan rakyat tadi dengan 3 jenis program tadi, tiba-tiba dunia sedang kurang bersahabat, anginnya kencang, mendung menggantung, badai, topan seperti ini. Tetapi percayalah bahwa, kalau kita terus lebih bersatu, lebih kompak, termasuk kekompakan antara serikat pekerja, dunia usaha, Pemerintah, kita semua insya Allah ada jalan. Kita tidak boleh pesimis, kita tidak boleh berputus asa, kita tidak boleh berpikir negatif, tidak perlu saling salah-menyalahkan, tidak ada gunanya. Mari kita bersama-sama mengatasi keadaan ini.
Saya yakin dengan pertolongan Allah, dengan ridho Allah SWT, kalau kita betul-betul kompak, bersatu menjalankan semua program, berikhtiar mengatasi persoalan pangan, persoalan minyak, termasuk mengembangkan sektor riil akan ada jalan setapak demi setapak untuk negara kita selamat dari persoalan dunia ini, dan akhirnya terus bisa membangun menuju hari esok yang lebih baik.
Itulah yang saya sampaikan dan selamat bekerja, baik dari PT Mekar Armada Jaya maupun pekerja lain yang hadir. Selamat memperingati Hari Buruh. Teruslah bekerja dengan baik, hati-hati, jaga keselamatan diri. Mudah-mudahan kesejahteraan Saudara, upah Saudara makin ke depan makin naik dan itu menjadi tekad kita sesuai dengan kemampuan kita yang produktif, yang disiplin. Kalau ada masalah selesaikan baik-baik, tidak perlu dengan kekerasan. Kalau kekerasan yang dimunculkan mandek semua, perusahaan bisa bangkrut, PHK lagi, Saudara menangis, saya menangis kalau ada PHK, sama. Oleh karena itu, mari kita ciptakan suasana yang baik seperti ini.
Para Pemahat Batu, saya sering lewat, saya sering datang dan beli. Mudah-mudahan terus berkembang dengan baik, gunakan KUR, Kredit Usaha Rakyat untuk bisa tumbuh lagi. Dan Magelang terkenal dengan getuknya, getuk trio, getuk eco, getuk sabun apa dulu. Saya 4 tahun di Magelang, saya punya kenangan yang manis di sini. Istri saya keturunan Magelang dan banyak yang hadir di sini juga dari Magelang. Magelang kota yang damai, kota yang tenteram dan insya Allah akan terus maju. Mari kita bangun Magelang dengan kecintaan, dengan kasih sayang, dengan kebersamaan kita.
Demikian Saudara-saudara. Terima kasih atas perhatiannya. Semoga Allah SWT membimbing perjalanan kita, memberikan jalan untuk menuju hari esok yang lebih baik.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan
